Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Malam pertama di desa


__ADS_3

Dengan perlahan Fahmi memasuki kawasan desa Rawa ****** , rumah-rumah mulai terlihat di sisi kiri kanan jalan ,hanya saja jarak dari satu rumah ke rumah lain cukup berjauhan ,terdapat halaman luas di setiap rumah yang mereka lewati.


Hingga pada saat mereka melewati satu rumah kayu seseorang tiba-tiba berdiri di depan pintu tanpa terlihat kapan ia keluar dari dalam rumah nya ,orang itu menatap tajam mobil yang melaju pelan melewati nya.


Fahmi menghentikan mobil nya saat ia melihat ada beberapa warga yang tengah berjalan sambil bercengkrama


Fahmi pun keluar dari dalam mobil untuk menyapa mereka


"selamat malam bapak-bapak" ucap Fahmi


namun beberapa bapak-bapak itu nampak terdiam sambil memperhatikan Fahmi dari bawah ke atas ,hingga ada salah satu warga yang berbicara


"maaf Aden ini siapa dan dari mana hendak kemana?"


"perkenalkan nama saya Fahmi ,saya cucu dari almarhum kakek Brata ,anak nya almarhumah ibu Sinta " ucap Fahmi memperkenalkan diri


"dan itu istri saya yang berada di dalam mobil" tunjuk Fahmi kemudian


"innalilahi wainailaihi rojiun....jadi Sinta sudah meninggal ?" seru salah satu warga


"dulu sekali saat saya masih berusia lima belas tahun ,ibu meninggal karena musibah kebakaran " tutur Fahmi


"innalilahi wainailaihi rojiun" lirih semua nya


"kebetulan Sinta itu teman bermain saya waktu kecil , dia sudah saya anggap adik sendiri,saya turut berduka atas meninggalnya , pantas saja tak pernah datang ke sini,ah perkenalkan nama saya Bayu" ujar pria paruh baya bernama Bayu


"iya pak, saya dan istri saya berniat untuk tinggal di desa ini sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan ,kami baru mendapat musibah jadi ingin menenangkan fikiran kami di sini" tutur Fahmi


"dan kamu mau tinggal di rumah almarhum kakek mu?" tanya pak Bayu


"iya pak "

__ADS_1


"jangan panggil bapak,panggil uwa saja ,semua orang juga manggil nya begitu " ucap pak Bayu lagi


"oh iya baiklah wa "sahut Fahmi


"tapi rumah itu sudah lama terbengkalai ,tak terawat ,mending kalian bermalam saja di rumah uwa, kebetulan ada satu kamar kosong ,besok baru kalian pergi ke rumah itu nanti uwa akan kerahkan warga untuk turut membantu membersihkan rumah itu ,sebab sudah kaya sarang nya hantu...,eh...maaf uwa keceplosan " pak Bayu pun merasa tak enak karena sudah kelepasan dalam bicara


"tidak apa-apa wa,nama nya juga rumah tua tak terawat ,ya pasti siapa pun mikir nya itu rumah hantu ,tapi gak apa-apa wa jika saya dan istri numpang tidur di rumah uwa,apa gak merepotkan?" tanya Fahmi


"sama sekali tidak, saya dan istri hanya hidup berdua ,jadi istri saya pasti senang jika ada yang meramaikan rumah " sahut pak Bayu


"ya sudah kalau begitu ,kita ikut wa Bayu malam ini ,mari wa ikut bersama kami ,tak enak kami naik mobil uwa jalan kaki " ajak Fahmi


"baiklah ,asiik...bisa naik mobil bagus ,kapan lagi coba , bapak-bapak saya duluan ya , assalamualaikum"


"waalaikum salam ..."


Pak Bayu nampak kegirangan saat menaiki mobil tersebut ,baginya hal yang jarang dan tak pernah ia rasakan sebelum nya,melihat pun hanya di tv itu pun siaran nya masih pakai antena biasa yang kebanyakan semut nya.


"waaah.... mobil nya bagus ,pasti harga nya mahal "


"iya tak apa ,aku ikut saja ,salam kenal pak " ucap Mika


"jangan panggil pak , panggil saja uwa" sahut pak Bayu yang kurang nyaman dipanggil pak,baginya panggilan pak itu hanya untuk orang yang di segani yang punya pangkat tinggi ,sedangkan dirinya hanya seorang petani biasa.


"oh...baiklah " sahut Mika canggung


"oh ya pak ,eh uwa ,kenapa desa ini dinamakan Desa Rawa ****** ,apa ada filosofi atau sejarah nya ?" tanya Mika yang tak dapat membendung rasa penasaran nya


"setiap tempat dan daerah pasti memiliki cerita dan sejarah nya hanya saja untuk desa Rawa ****** ini sendiri uwa tak tahu betul sejarah nya seperti apa ,sebab hanya orang tua terdahulu saja yang tahu dan mereka enggan menceritakan ,satu yang uwa pernah dengar katanya jauh sebelum desa ini di bangun pemukiman konon katanya desa ini merupakan sebuah rawa yang cukup besar ,yang kemudian dijadikan tempat pembuangan mayat atau bangkai hingga air nya menyusut karena banyaknya bangkai yang dibuang , akhirnya rawa berubah jadi daratan dan perkampungan seperti saat ini ,namun entah benar atau tidak nya uwa sendiri juga kurang tahu ,sebab cerita ini tumbuh dari bibir ke bibir tanpa jelas asal-usulnya ,bisa saja kan cerita ini hanya karangan seseorang semata , Wallahu alam ...hanya Allah yang tahu " tutur pak Bayu panjang lebar


Tak beberapa lama mobil pun berhenti di sebuah rumah kayu yang nampak asri dan sedap dipandang mata ,sebab terdapat beberapa tanaman hias di sana ,meskipun keadaan sudah gelap namun keindahan nya masih bisa terlihat.

__ADS_1


Mendengar adanya suara dari arah luar istri pak Bayu pun keluar untuk melihat siapa yang datang


"loh itu Abang sama siapa,kok turun dari mobil " gumam istri nya pak Bayu


"assalamualaikum Bu.... perkenalkan mereka ini dari kota ...." pak Bayu pun memberi tahu siapa Fahmi dan istrinya serta maksud kedatangan mereka


"Oalah....ya sudah yuk masuk , begini lah rumah kami ,jelek hehehe,ini kamar untuk kalian bermalam ,dan jika kalian lapar kalian bisa saja langsung masuk ke dapur di dapur ada kok makanan ,cuman singkong rebus sih tapi lumayan lah buat ganjel perut ,besok ibu masakin masakan yang enak ala kampung,jangan sungkan anggap rumah sendiri " ucap Bu Asih


"iya Bu terima kasih ,maaf sudah merepotkan" ucap Mika


Malam ini pun mereka menginap di rumah pak Bayu.


***


Aaauuuuu.......


Suara lolongan anjing hutan membuat suasana malam mencekam, malam pertama di tempat asing dengan suasana menyeramkan membuat seorang Mika tak bisa tidur dengan lelap ,sesekali ia menengok jam di layar ponsel yang tidak ada sinyal nya itu.


BRAKKK....BRAAKK....


Tiupan angin membuat jendela kayu di kamar itu pun bergetar hingga menimbulkan bunyi yang berisik


Ditambah suara seseorang seperti menyapu tanah dengan sapu lidi juga suara anak ayam yang tidak henti-hentinya berhenti bersuara


"malam-malam gini kok ada yang nyapu halaman ,itu lagi suara anak ayam kenapa dekat sekali rasanya " Mika pun bangkit untuk melihat nya dari jendela ,akan tetapi suara tawa perempuan tiba-tiba membuat nyali nya ciut , bulu kuduk nya pun berdiri ,keringat dingin mulai bercucuran.


"hihihihi..... hahahaha...... hihihihi ....."


.


.

__ADS_1


.


bersambung ...


__ADS_2