Rumah Di Ujung Jalan

Rumah Di Ujung Jalan
Tragedi malam mencekam


__ADS_3

Dengan membelakangi Fahmi ,Mika mengacungkan pisau di atas kepalanya ,rupanya pisau itu ia ambil dari meja bekas memotong apel.


Sontak saja Fahmi berteriak seraya berlari menghampiri Mika ,akan tetapi sebelum Fahmi berhasil mendekat , tiba-tiba Mika bergerak sangat cepat ke arah Fahmi dan langsung menghempaskan Fahmi hingga terjatuh membentur dinding.


seettt


brukkk


"uhhukk...." Fahmi terbatuk hingga mengeluarkan darah segar dari mulut nya ,Fahmi pun mengusap nya lalu bangkit dan berdiri.


"Mika....apa yang terjadi pada mu ,sadarlah " seru Fahmi ,ia terkejut ketika melihat bola mata Mika yang sudah berubah putih semua


Namun kondisi Mika yang tengah di rasuki itu pun tak bisa mendengar ucapan Fahmi


Mika kembali hendak menghunuskan pisau nya pada perut nya sendiri ,Fahmi dengan cepat bergerak dan merebut pisau itu.


Namun rupanya tenaga Mika jauh lebih kuat dari nya , lagi-lagi Fahmi terhempas.


Brukkk


"sepertinya ada sesuatu yang merasuki nya " lirih nya ,ia yang tadinya tak pernah percaya akan hal gaib dan semacam nya ,namun setelah mengalami hal-hal tak masuk akal semenjak menghilang nya istri nya itu ,mau tak mau ia harus percaya jika ada hal yang tak bisa di jawab dan di jelaskan dengan logika.


Fahmi pun teringat akan doa-doa yang pernah ia pelajari semasa kecil dulu saat kedua orangtua nya masih hidup ,dan beruntung ia masih mengingat nya.


Fahmi memang seorang muslim namun ia tak begitu mendalami ilmu agama, meskipun Fahmi bukan muslim yang taat akan agama, namun ia cukup tahu mana hal yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang agama nya ,bahkan ia sama sekali tak pernah memakan makanan yang di haram kan seperti daging babi dan daging katak ,mencuri pun ia tak pernah melakukan nya padahal ia hidup dan tumbuh di kalangan non muslim.


Mendengar lantunan ayat kursi yang dibacakan Fahmi , Mika melemparkan pisau itu pada Fahmi ,beruntung Fahmi dapat menghindar hingga pisau itu jatuh tergeletak begitu saja.


"aaaakkkhhhh....hentikan ...." Mika menjerit dengan menutup kedua telinga nya


Hal yang paling tak masuk akal pun terjadi , tiba-tiba Mika melompat dan merayap di dinding bak seekor cicak.


Tentu saja melihat hal itu Fahmi merasa sangat terkejut.


Lagi Fahmi melantunkan ayat kursi ,karena hanya ayat kursi lah yang ada di benak nya saat ini.


"aaaakkkhhhh......hentikan atau aku jatuhkan wanita ini ... " teriak Mika lagi


Mendengar ancaman dari makhluk yang merasuki istri nya itu pun membuat Fahmi terdiam ,tentu saja hal itu membuat sosok itu tersenyum senang, tanpa menunggu waktu lama sosok yang berada di dalam tubuh Mika itu melompat ke arah jendela.


"MIKAAAA......"


Fahmi berteriak saat melihat tubuh istrinya yang melompat ke jendela ,dan langsung terjun bebas ke bawah,dengan panik Fahmi berlari untuk melihat keadaan istri nya.


Namun sesampai nya Fahmi di bawah,ia tak menemukan istri nya.

__ADS_1


"Mika....."


"Mika...."


"Mika...."


Dengan wajah panik nya Fahmi terus mencari istri nya itu.


"Ya Allah....kemana istri ku" lirih nya


**


Matahari kini telah berganti dengan bulan ,namun Fahmi tak juga menemukan Mika.


"baru saja ketemu masa iya hilang lagi " lirih nya lagi


Ia pun kembali teringat akan Mbah Parwoto yang kemarin malam membantu nya menemukan Mika,Ia pun berniat kembali meminta bantuan nya.


Dengan berbekal lampu senter ia berjalan keluar rumah nya,akan tetapi langit yang tadinya cerah berbintang tiba-tiba berubah gelap gulita ,kilat menyambar seiring suara gemuruh nya petir yang menggelegar di keheningan malam ,lolongan anjing hutan pun terdengar saling bersahutan seakan tak mau kalah dengan suara petir.


Angin kencang tiba-tiba menyapu sekitar nya ,hingga pepohonan pun terlihat saling bertabrakan dan meninggalkan bunyi saat ranting dan daun nya saling bersentuhan.


Suasana mencekam itu pun cukup membuat nyali siapa pun ciut ,termasuk Fahmi sendiri ,namun demi istri nya ia harus mengesampingkan rasa takut nya tersebut.


Tiupan angin yang lumayan kencang membuat nya cukup kesulitan dalam melangkah ,apalagi pandangan nya juga yang terhalang oleh dedaunan yang beterbangan tertiup angin serta pasir pun ikut tersapu angin,membuat nya harus menghalangi wajah nya dengan telapak tangan nya.


Tiba-tiba dari arah belakang sebuah kayu melayang dan membentur kepala bagian belakang Fahmi dengan sangat kencang .


Buukk


Fahmi pun terjerembab ke tanah ,Ia dapat merasa kan sakit di bagian belakang kepala nya ,bahkan ia yang setengah sadar itu pun masih dapat merasakan sesuatu tengah mengalir di bagian belakang kepala nya ,ia mencoba meraba kepala belakang nya ,lalu Fahmi pun langsung tak sadarkan diri kemudian.


Suara tertawa hingga lengkingan seseorang terdengar di antara suara bising dari petir juga angin malam itu.


Sosok wanita berkebaya kuning mengenakan selendang hijau nampak tengah menari-nari diantara dedaunan yang bertebaran tertiup angin.


Perlahan sosok itu pun lenyap seiring lenyap nya suara gemuruh dari angin dan petir ,malam pun kembali hening ,hanya suara jangkrik dan katak saja yang terdengar ,bahkan langit yang tadi gelap mencekam pun kini berubah cerah.


Di tempat lain


Seorang pria yang sudah tak lagi muda tengah menengguk air pada gelas yang terbuat dari batok kelapa.


Nampak nya ia terbangun dari mimpi buruk yang selalu menghantui nya sedari dulu,tak hanya itu ,ia juga merasa was-was saat mendengar suara gemuruh petir juga angin yang kencang di luar sana. Dengan nafas memburu pria paruh baya tersebut mengusap wajah nya ,ia lantas melihat ke arah jendela kamar nya.


"kenapa tiba-tiba suara gemuruh itu berhenti" gumam nya

__ADS_1


Pria paruh baya itu pun mengeceknya dengan membuka jendela kamar nya lebar-lebar.


"astaghfirullah....." telinga nya tak sengaja mendengar suara lengkingan seorang perempuan


"kenapa perasaan ku jadi tak enak " lirih nya


"semoga saja hanya perasaan ku ,semoga tak terjadi apa-apa" batin nya berdoa


Pria tua itu pun kembali menutup jendela kamar nya ,ia lalu berjalan menuju ruangan tempat ia biasanya bersemedi di saat hati nya gelisah seperti saat ini.


Ruangan nya gelap dan pengap,itu karena ruangan itu sengaja ia buat sendiri tanpa ada siapa pun yang tahu .


Di ruangan bawah tanah yang tak ada penerangan sama sekali pria tua itu duduk di atas alas tikar yang terbuat dari daun kelapa.


"aku mohon hentikan ,jangan lagi ambil nyawa tak berdosa ,mereka tak ada hubungan nya dengan pemilik rumah yang terdahulu,mereka hanya menempati rumah itu karena itu peninggalan keluarga nya,keluarga nya pun tak ada sangkut paut nya sama sekali dengan mu,ku mohon hentikan" lirih pria tua itu dalam batinnya


Entah kenapa ia merasa suara lengkingan tadi ada hubungan nya dengan rumah di ujung jalan itu .


Pria tua itu pun menjadi sangat mengkhawatirkan pasangan suami istri yang sekarang menghuni rumah tersebut.


Pria tua itu lalu beranjak ,ia hendak menemui Fahmi dan istrinya ,karena perasaan nya tak enak tentang mereka.


Dengan tergesa ia meninggalkan ruangan itu lalu pergi menuju rumah di ujung jalan.


Saat melewati rumah pak Bayu ,pria itu pun berhenti melangkah ,ia lalu menuju rumah pak Bayu.


Kedatangan nya itu pun membuat pak Bayu bingung,ada apa gerangan dia datang di tengah malam begini.


"ada apa Mbah Parwoto malam-malam begini datang bertamu?" tanya pak Bayu,ya...pria tua tersebut adalah Mbah Parwoto


"kita ke rumah di ujung jalan itu sekarang ,perasaan ku tak enak tentang mereka" jawab Mbah Parwoto


Tanpa bertanya pak Bayu pun mengiyakan,setelah berpamitan pada istri nya ,mereka pun pergi menuju rumah di ujung jalan itu.


Akan tetapi setelah berjalan beberapa meter pak Bayu dan Mbah Parwoto pun terkesiap saat melihat seseorang tengah tertelungkup di tanah ,dengan di tutupi beberapa dedaunan.


"astaghfirullah.....nak Fahmi...."


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2