Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )

Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )
Berita Duka


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah kejadian tadi, kini mau tidak mau Ares menggunakan Es batu untuk mengompres hasil karya tangan dari Mila tadi di pipinya.


Ares terus menatap Mila dengan tajam dari balik meja kebesaraannya itu. jika bukan karena Mila yang membuat proyek besar itu terjadi. Pasti Ares sudah melempar wanita ini jauh - jauh dari hadapannya.


“Jadi bagaimana kamu akan bertanggung jawab atas masalah ini?” Tanya Ares pada Mila.


Mila sedari tadi hanya mampu menggigit bibir bawahnya, dia merasa menyesali tangannya yang begitu replek menampar wajah Ares, “Jawab!” Bentak Ares pada Mila.


“Maaf pak, saya kan sudah minta maaf pak,” jawab Mila, dengan memohon pada Ares.


“Maaf - maaf, kamu kalau aku lapokan polisi, aku visum ini ditangkap kamu!” Tekan Ares, yang membuat Mila semakin meringis mendengarnya.


“Sudahlah Res, luu juga, ngapain sih perempuan harus dilawanin.” Tegur Bayu, yang merasa bahwa Ares sangatlah berlebihan.


“Tidak bisa, ini harus -“


Dreetttt,,dreettt, nada dering panggilan masuk terdengar begitu nyaring, membuat kalimat Ares berhenti dan menatap ke arah Mila dengan tatapan tidak percaya.


“Ibu,” gumam Mila, lalu menatap ke arah Bayu.


“Ini Ibu saya Pak, sepertinya Ibu saya mau bilang terima kasih dengan Bapak.” Serunya penuh senyum, dan sepertinya lupa jika saat ini dirinya sedang dimarahi oleh Ares.


“Angkat Mil,” pinta Bayu, merasa penasaraan bagaimana penilaian rasa makananya dari ibu Mila.


“Baik Pak.” Sahut Mila, yang terlihat begitu bahagia, dan langsung mengangkat panggilan telponnya.


“Hallo, Ibu,” sapa Mila, di saat dirinya sudah menggeser Icon hijau di hpnya.


Mila merubah ekspresinya ketika dia mendengar suara orang lain dari ponsel ibunya.


“Mil,” tegur Ares dengan penuh penekanan. Karena lagi - lagi, Mila tidak menghargainya ketika sedang bicara dan malah asik mengangkat telponnya.


“Sssttttt,” Mila menyuruh Ares untuk diam terlebih dahulu, agar dia bisa mendengar suara orang yang bicara di seberang sana.


“Hallo, kenapa?” Tanya Milla lagi.


“Aaaapppppaaaa?” Teriak Mila, dengan begitu nyaring. Di susul dengan tubuh yang beringsut berlutut di lantai, membuat Bayu yang tadi ikut tersenyum, kini kaget dan mendekat ke arah Mila.


“Mil, are you okay?” Tanya Bayu dengan khawatir.


Ares yang juga melihat kejadian itu, kini ikut berdiri dari duduknya, agar bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi dengan Mila.


“Hahahahahhahahahahahahahhaha,” Mila tertawa dengan begitu nyaring, setelah memutuskan panggilan telpon tersebut.

__ADS_1


“Mil,” tegur Bayu lagi.


“Kenapa dia?” Tanya Ares pada Bayu.


“Hahahahahahah,” Mila terus tertawa dengan begitu keras, hingga tanpa sadar air matanya jatuh. Di iringi tawa yang menutupi kesedihannya.


“Hahahahahah, hisk,,hisk,” Mila sudah tidak bisa menutupi lagi rasa sakitnya saat ini.


Dia tertawa untuk menutupi rasa kesedihan di hatinya, dia menolak kabar yang baru saja di sampaikan itu.


“Mila.” Panggil Bayu lagi, agar menyadarkan Mila dari kediaman wanita itu.


Mila menoleh menatap Bayu dengan penuh harapan. “Bisakah kamu mengantar aku ke rumah sakit?” Tanyanya pada Bayu.


Tanpa bertanya apa pun, Bayu menganggukan kepalanya pelan, lalu membantu Mila untuk berdiri dan mengantar wanita itu untuk ke rumah sakit.


Ares yang sejak tadi tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaanya, kini memilih untuk mengikuti Bayu dan Mila ke rumah sakit.


****


Ketika mereka baru setengah perjalanan ke rumah sakit, lagi - lagi Mila mendapatkan kabar yang sangat - sangat tidak ingin dia dengar, dan membuat dirinya meminta Bayu untuk mempercepat laju kendaraanya.


15 menit perjalanan, dengan mode kecepataan seperti Rosi, kini Mobil Bayu sudah terparkir dengan sempurna di parkiran rumah sakit.


Namun Mila langsung berlari duluan, dengan di susul oleh Ares di belakangnya. “Ibuu,” teriak Mila, ketika sampai di sebuah lorong yang memperlihatkan beberapa perawat mendorong ranjang berisikan pasien yang sudah di tutupi oleh kain.


Membuat dirinya mendekat ke arah Mila, agar bisa menahan tubuh wanita itu kalau - kalau wanita itu jatuh.


“Ibu,” lirih Mila lagi, dan perlahan memberanikan dirinya untuk mendekat ke arah ranjang yang di dorong tadi.


“Ibu?” Mila memberanikan dirinya untuk membuka kain yang menutupi wajah dari mayat itu.


“Ibbbbbbbbuuuuuuuuuuu,” teriak Mila, ketika melihat wajah ibunya yang berada di balik kain tersebut.


“Ibbbbuuuu, enggak Ibu, jangan tinggalin Mila Ibu, tolonggg, ibuuuuuu,” tangisnya pecah, ketika melihat ibunya sudah tidak bisa membuka ke dua matanya untuk melihat dirinya.


Mila berusaha mengatur nafasnya, agar tangisannya tidak pecah, dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah sebuah mimpi. Tapi lagi - lagi dirinya tidak bisa.


Dia tidak bisa menerima jika mayat yang di hadapannya ini adalah ibunya. ”Ibu, bangun bu, Mila gak punya siapa - siapa lagi, Bu, kalau ibu pergi Mila sama siapa bu?”


“Ibu?” Mila menggoyang - goyangkan tubuh ibunya namun sama sekali tidak ada respon.


Dan tidak lama kemudian, dokter meminta agar Mila mengizinkan dulu mereka memandikan ibunya sebelum nanti diserahkan pada keluarga.


“Ibu,” lirihnya lagi pelan, ketika melihat ranjang yang membawa mayat ibunya itu sudah pergi menjauh darinya.


Di saat tubuh Mila mau ambruk, Ares dengan sigap menopangnya, wanita yang sedari tadi banyak melawan padanya. Seketika berubah menjadi diam. Mila tidak bisa menghentikan tangisannya dia berusaha untuk tidak menangis seperti janjinya pada ibunya.

__ADS_1


Flash back On


Mila yang terlihat sedang duduk di sebuah kursi menunggu ibunya melakukkan kemotherapy itu, terlihat sibuk dengan artikelnya yang mencari obat - obat herbal untuk menyembuhkan penyakit ibunya.


“Mila,” panggil Mustika, ketika baru selesai menjalankan Kemonya.


“Ibu,” sahutnya, menoleh ke arah Mustika yang kini sudah duduk di sampingnya.


Mustika dan Mila sama - sama menatap ke arah ruangan yang ditempati oleh Mustika tadi menjalankan Kemonya.


“Mil, ibu capek Mil.” Ungkap Mustika pada Mila putrinya.


Mila menoleh dengan sinis menatap ibunya, “capek?” Tanya Mila dengan sinis.


“Ibu capek, apa lagi Mila bu? Mila berusaha agar ibu tetap sehat dan selalu sama Mila, dan Mila tidak akan pernah membiarkan ibu menyerah begitu saja dengan kata - kata capek.” Tekan Mila, yang selalu saja marah ketika Ibunya ini kehilangan semangat untuk hidup.


Mustika tersenyum mendengar kalimat yang terlontar dari mulut putrinya. Walaupun dirinya sudah membebani Mila dengan penyakit ini. Tapi sedikitpun anak itu tidak pernah mengeluh untuk berusaha agar dirinya bisa sembuh.


“Mil, kalau ibu sudah pergi, kamu akan nangisin ibu tidak Mil?” Tanya Mustika lagi iseng.


“Tidak,” jawabnya tegas.


“Janji Mila tidak nangis dan bersedih jika ibu pergi?!” Mustika memang senang sekali memancing emosi Mila dengan pertanyaan yang akan membuat Mila berkata yang tidak sesuai dengan hatinya.


Mila tertawa sinis mendengar pertanyaan ibunya, “apaan sih Bu, ya enggaklah, Mila tidak akan nangis, karena Mila tidak akan pernah melihat ibu pergi dari sisi Mila, Mila akan selalu berdoa, agar Mila lebih dulu pergi dari pada ibu.”


Mustika tersenyum mendengar kata - kata Mila, tanpa dia sadari bahwa putrinya di samping sedang meneteskan air matanya.


“Ayo bu, kita pulang, kalau kelamaan di sini, ntar Ibu ngomongnya semakin melantur.” Ajak Mila pada Mustika.


“Ayo,” jawab Mustika.


Flashback Off


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2