
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Ke esokan harinya, seperti apa yang sudah Mila janjikan pada Melisa, sore ini dia terlihat sedang bersiap - siap untuk pergi ke pesta yang di adakan Melisa malam ini.
Dengan menggunakan gaun terbaiknya, yang memang terlihat sangat murah. Mila memilih untuk mengabaikan siapapun yang akan menggunjingnya nanti.
Sore ini, Mila meminta untuk Rafka menemaninya pergi ke acara Melisa, dia khawatir kalau dia pergi sendiri, akan ada banyak yang mengabaikannya nanti.
“Kamu sudah siap?” Tanya Rafka, ketika sudah berada di depan rumah Mila.
Mila menganggukan kepalanya lemah, sebenarnya dia sedang malas bertemu dengan siapa - siapa hari ini. Namun, dia merasa tidak enak dengan Melisa karena sudah berjanji kemarin.
“Aku hanya bisa membawa motor hari ini, karena Mobil aku lagi rusak, tiba - tiba mogok tadi.” Ucap Rafka, agar Mila tidak marah karena dia hanya membawa sepeda motor.
“Tidak apa - apa, mending pakai motor, dari pada jalan kaki.” Sahut Mila, dengan sedikit senyumnya. Dia tahu bahwa Rafka pasti merasa sangat tidak enak kepadanya karena hanya membawa sepeda motoe seperti itu.
Hari ini, Rafka terlihat hanya membawa sepeda motor Vario saja, karena mobilnya sedang diperbaiki karena tiba - tiba saja mogok tadi di jalan, jadi dia harus membawa mobilnya itu ke bengkel.
“Kamu yakin mau datang ke acara pestanya orang kaya itu?” Tanya Rafka, di saat dia baru memberikan helm kepada Mila.
“Iya, aku sudah janji kemarin ingin datang. Tidak ada alasanku untuk mengingkarinya.” Jawab Mila pada Rafka.
Sebenarnya, sejak tadi Rafka merasa perasaanya tidak enak, dia merasa seperti ada kejadian buruk yang akan terjadi setelah ini.
Setelah mendapatkan Mila seyakin itu ingin pergi, kini Rafka terlihat mulai mengemudikan motornya menuju alamat yang tadi Mila berikan kepadanya.
Sepanjang perjalan, terlihat Mila dan Rafka yang sama - sama diam, Rafka sendiri paham, bagaimana perasaan Mila yang sebenarnya. Mungkin, bukan waktunya dia menanyayakan hal yang lain - lain.
****
Tepat pukul 7.00 malam, 1 jam perjalan yang Mila dan Rafka butuhkan untuk sampai di rumah Melisa.
Terlihat beberapa orang yang sedang lalu lalang keluar dan masuk ke dalam rumah besar itu.
Rafka mencari tempat parkir, yang bisa masuk di antara para mobil yang sudah terparkir rapi. “Mil, kamu yakin ingin masuk?” Tanya Rafka lagi, karena dia sedikit merasa minder karena sepertinya pesta ini tidak cocok untuk mereka.
__ADS_1
Mila bahkan sendiri mulai bimbang, ketika dia melihat pakainya yang terlihat hanya layak di jadikan kain lap untuk mereka.
“Tidak Apa - apa deh, nanti kalau di usir ya kita tinggal pulang saja.” Jawab Mila, berusaha menghilangan rasa khawatirnya.
Rafka akhirnya menganggukan kepalanya pelan, walaupun pakaian mereka sangat murah, tetapi masih terbilang sangat layak untuk menghadiri pesta - pesta ini.
Perlahan namun pasti, Mila dan Rafka melangkahkan kaki mereka untuk masuk ke dalam rumah Melisa.
Terlihat mereka langsung di arahkan ke kolam renang di belakang. Tentu saja, Melisa tersenyum sinis melihat Mila yang sudah datang bersama dengan seorang pria yang baru mereka kenal.
“Hai Mila, selamat datang, terima kasih sudah datang ke pestaku ini.” Sapa Melisa dengan begitu ramahnya. lalu dia memberikan kode kepada beberapa temannya.
“Oh ya, Mila, kita akan ada yang namanya pesta untuk berenang, jadi, kalau bisa kamu ke ruang ganti dulu ya, ruangnya sudah tersedia di sana.” Ucao Melisa, menunjuk ruangan yang ada di dalam rumahnya.
“Ah, Melisa sepertinya aku tidak ikut, karena sebenatar lagi aku juga mau pulang.” Tolak Mila, merasa dia tidak layak untuk bersama dengan acara tersebut.
Melisa tersenyum, lau melirik ke arah teman - temannya. Dan beberapa orang langsung datang menarik Mila untuk ikut.
“Apa ini? Melisa?” Teriak Mila, tidak mengerti kenapa orang - orang kini menyeretnya untuk ikut dengan mereka.
“Nikmati saja pestanya malam ini Mila.” Seru Melisa, dengan begitu bahagia.
“Mila, kalian mau apakan Mila?!” Teriaknya, namun langkahnya terhenti, ketika beberapa pria juga kini mulai menghadangnya, dan juga ikut menyeretnya.
“Tunggu! Tunggu! Ini maksudnya apa? Kalian mau apa?” Teriak Rafka, menahan tubuhnya sekuat tenaga agar tidak bisa di seret oleh mereka.
Melisa tersenyum melihat ke duanya kini berteriak dengan keras, meminta pertolongan. Namun dia sama sekali tidak mau menolong apa lagi melepaskannya.
***
Di dalam ruangan, Mila merasa terpojokkan melihat Melisa dan juga teman - temannya kini ada di depannya.
“Apa yang sedang kamu lakukkan Melisa! Jangan pernah kamu perlakukkan aku seperti ini!” Tegas Mila, merasa begitu marah dengan perlakuaan Melisa yang seperti ini. Dia datang hanya untuk memenuhi janjinya pada wanita itu. Tapi apa yang dia dapatkan? Malah hinaan dan perlakuaan seperti ini.
Melisa memasang wajah sedihnya, lalu menangkupkan tanganya untuk meminta maaf pada Mila. “Maafkan aku Mila, aku tidak akan pernah melakukkan hal seperti ini lagi, aku janji.” Ucapnya, dengan wajah yang menampilkan rasa penyesalannya.
Namun di detik selanjutnya dia malah memasang wajah yang terlihat begitu marah. “Kenapa kamu masih menampilkan wajah manismu itu?” Tanya Melisa, dengan serius pada Mila.
__ADS_1
“Maksud kamu apa?” Tanya Mila balik, dengan perasaan emosinya.
“Kamu berdiri di hadapanku, berteriak kepadaku, seperti merasa kamu tidak berbuat salah apa pun.” Jawab Melisa lagi, masih berusaha menampilkan senyum manisnya.
“Hebat sekali kamu!” Tambahnya lagi, dan kali ini membuat Mila semakin bingung.
Masalah apa? Dia sama sekali tidak membuat masalah apa pun dengan Melisa, bahkan dia baru pertama kali bertemu dengan Melisa itu karena bisnis kemarin, dan saat ini Melisa terlihat begitu marah padanya.
“Salah aku apa? Jelaskan sama aku!” Mila sudah tidak tahan lagi, dia ingin menyelesaikan semua ini, lalu dia ingin pulang.
“Tentang kemarin,” ucap Melisa pada Mila.
“Aku pernah bertanya padamu, ada hubungan apa kamu dengan pacarku? Lalu kamu menjawab tidak mempunyai hubungan apa pun, bahkan kamu berpura - pura tidak pernah berfoto berdua.”
“Harus kita panggil apa wanita seperti ini?” Tanya Melisa, menoleh ke arah teman - temannya.
“Ah aku tahu,” jawabnya sendiri, ya mohon maklumin lah, dia memang suka seperti itu. Bertanya lalu menjawabnya sendiri.
“Iblis berwajah malaikat.” Panggilnya lagi pada Mila. Membuat Mila sebenarnya semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya di permasalahkan oleh Melisa saat ini. Foto apa? Foto tentang siapa?
“Aku tidak ada hubungan apa - apa dengan Pak Ares, kami hanya sebatas atasan dan Bawahan. Apakah kamu bisa mengerti akan hal itu?” Tanyanya pada Melisa.
Melisa terlihat menganggukan kepalanya paham, lalu dia berputar dan mondar mandir di depan Mila. “Mengerti?” Gumanya, seperti merasa bingung dengan kalimat itu.
*To Be Continue. **
Guys, Hari ini Mimin Birthday yang ke 22, mohon doa yang terbaiknya ya 🙏🏻🙏🏻🥳🥳
Hahah Edisi Minta di Ucapin nih 🤣🤣🤣🙏🏻🙏🏻
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*