
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Melisa terlihat menganggukan kepalanya paham, lalu dia berputar dan mondar mandir di depan Mila. “Mengerti?” Gumanya, seperti merasa bingung dengan kalimat itu.
“Mengerti, apakah aku mengerti?” Melisa terus mengulang kalimat itu, sampai Mila bisa menatap aneh ke arah Melisa.
“Kamu sakit Melisa!” Teriaknya, dan itu kembali membuat Melisa menatapnya dengan senduh.
“Iya, aku memang sakit! Kamu tau aku sakit apa?” Sentaknya pada Mila.
“Aku sakit jiwa!” Tunjuk Melisa pada kepalanya.
Mila menggelengkan kepalanya pelan, dia tidka tahu bagaimana bisa, sebenarnya dia berada di dalam lingkaran ini. Dan kenapa dia mau datang ke pesta yang di buat oleh Melisa ini.
“Lepasakan saya Melisa! Saya datang ke sini, hanya karena undanganmu serta masih menghargai kamu sebagai kekasih dari bosku!” Pekik Mila, meminta agar teman - teman Melisa itu melepaskannya. Namun Melisa seperti tidak mendengarkannya.
Melisa malah merampas tas Mila dan mencari ponsel milik Mila.
“Mau apa kamu Melisa! Kembalikan tasku!” Teriak Mila, namun, ke dua tanganya masih di tahan oleh teman - teman Melisa.
“Berapa paswordnya ponsel kamu?!” Tanya Melisa dengan serius.
“Aku tidak akan memberitahumu!” Tegas Mila, menolak untuk memberitahu Melisa, Pasword ponselnya.
“Arrggghhh,” teriak Mila, merasakan perih ketika salah satu teman Melisa, menjambak rambutnya hingga kepalanya mendangak.
“Berapa?!” Sentak Melisa, tidak mau membuang waktu bertanya pada Mila.
“1305.” Jawab Mila, sudah tidak ada pilihan lain selain memberitahu kepada Melisa.
“Bagus, apakah ini ada artinya?” Tanya Melisa pada Mila.
“Aku tidak perduli kalaupun itu ada artinya.” Jawab Melisa sendiri, lalu membuka ponsel Mila dengan leluasa.
Mila kira, ketika dia memberikan pasword ponselnya, semuanya sudah selesai. Tetapi ternyata Mila salah. Kini terlihat teman - teman Melisa memaksanya untuk membuka bajunya.
“Melisa! Melisa! Apa yang sedang kamu lakukkan? Meslia?” Teriak Mila, sudah mulai mengeluarkan air matanya, ketika teman - teman Melisa membuatnya hanya menggunakan Kaca mata power rengers saja untuk menutupi Gunung kembarnya, serta segi tiga bermuda.
__ADS_1
“Melisa! Stop Melisa!” Teriak Mila, ketika Melisa terlihat merekamnya menggunakan ponsel miliknya.
Namun apa lah daya, mau dia teriak sampai seperti apa, tetap saja, Melisa tidak akan mendengarkannya. “Melisa, aku mohon Melisa.” Dia begitu malu, ketika melihat dirinya yang bu gil seperti ini.
Mila menangis sejadi - jadinya. “Aduh kasihan banget sih anak ini.” Ucap Melisa, namun di iringi dengan senyumnya. Tidak ada perasaan bersalah apa lagi perasaan kasihan.
Setelah merasa puas merekamnya, Melisa memberikan ponsel Mila ke salah satu temannya, “rekam dia! Jangan sampai ada satupun yang terlewat!” Perintah Melisa pada Ece temannya.
Setelah itu, Melisa memilih untuk keluar dari ruang ganti itu, dan melihat Ares yang berdiri tidak jauh dari sana. Dan tak lama Melisa keluar, teman - teman Melisa terluhat menyeret dan memaksa Mila untuk masuk ke ruang sebelahnya.
“Pak Ares, Pak tolong saya pak, Pak.” Mohon Mila pada Ares, namun terlihat pria itu sama sekali tidak perduli dengan hal itu.
Malah membiarkan teman - teman Mila berbuat seperti itu kepadanya. Mila tidak menyangka, jika bosnya akan membiarkan semua hal ini terjadi kepadanya.
Di dalam ruangan, Mila melihat Rafka yang sudah lebih dulu tidak mengenakan pakaian dan terlihat hanya mengenakan boxer saja.
Rafka bahkan sudah terlihat hanya bisa menahan rasa sedihnya, dan berusaha menutupi tubuh Mila dengan handuk yang ada.
“Apa yang kamu lakukkan?” Sentak Satya, yang merupakan ketua dari pemimpinan geng laki - laki.
Dia melarang Rafka untuk menutupi tubuh Mila, dengan kain apa pun. “Lebih dekat lagi!” Perintah Satya, lalu mendorong tubuh Mila agar berdekatan dengan Rafka.
“Ambil gambar mereka lebih dekat lagi!” Perintah Satya pada Ece yang terlihat sedang memegang ponsel Mila. Mematuhi perintah Satya, Ece mengabil vidio mereka dari dekat, serta berapa foto.
“Sebarkan vidio itu! Ke media!” Perintah Satya lagi. Dan langsung saja Ece membagikannya di facebook serta instagram milik Mila.
“Sudah.” Ucap Ece, dan lalu dia pergi bersama dengan Satya meninggalkan Mila dan Rafka yang berada di sana ber dua.
“Mil -“ ucapan Rafka terputus, karena Mila lebih dulu bangkit dan mengambil sembarang baju pria yang ada di sana. Dia keluar dari ruang ganti itu, meninggalkan Rafka yang sedang mengenakan kembali pakaiannya.
Ketika keluar dari ruang ganti, fokus Mila langsung mencari Melisa, agar bisa mendapatkan ponselnya kembali.
“Di mana ponselku?!” Sentaknya pada Melisa, yang terlihat sedang berjoget - joget di pestanya.
“Ponselmu tidak ada bersamaku.” Jawab Melisa dengan begitu santai. Dia sama sekali tidak perduli dengan Mila yang saat ini terlihat seperti sedang menahan emosinya.
Merasa ini sangat tidak berfaedah, dan ponsel itu juga Ares yang membelikkannya, Mila memilih untuk segera pergi dari rumah Melisa.
“Mila.” Panggil Rafka, yang juga sedang menyusulnya.
__ADS_1
Namun Mila terus saja meneruskan langkahnya, tanpa memperdulikan teriakan Rafka yang memanggilnya.
Dia sangat tidak enak dengan Rafka, karena berteman dengannyalah, Rafka akhirnya harus banyak menerima kesialan.
“Hiskkk,,hisskkk,hiskkk,” tangis Mila, lalu berlari berjalan kaki, tanpa tahu arah tujuannya.
Tintttttt, suara klakson mobil mengangetkannya, membuat Mila menoleh ke arah pengemudi mobil. “Kamu.” Lirih Mila pelan, ketika Melihat Satya yang keluar dari mobil itu.
Karena tahu apa niat buruk Satya kepadanya, Mila berusaha lari sekuat tenaganya, namun apa dayanya, jika dia ke tangkap oleh Satya.
“Lepaskan aku! Lepaskan! Dasar laki - laki breng sek! Lepaskan aku!” Teriak Mila dengan sekuat tenaganya.
“Diam kamu! Jangan melawan terus!” Sentak Satya, lalu menyuntikkan obat bius ke dalam tubuh Mila. Agar wanita itu bisa tertidur untuk sementara waktu.
“Gadis ini sungguh merepotkan saja!” Umpat Satya, yang lalu menggendong tubuh Mila masuk ke dalam mobilnya.
Dari jauh, Satya melihat Ares yang berada di dalam mobilnya, terparkir tidak jauh dari mobilnya saat ini. “Selamat bersenang - senang.” Ucap Ares, yang sepertinya sudah berhasil mendapatkan upah dari hasil penjualan Mila.
“Tentu saja.” Sahut Satya, merasa bahwa malam ini akan menjadi malam yang begitu panas.
Setelah itu, Ares memilih untuk mengendarai mobilnya lebih dulu meninggalkan Satya dan Mila begitu saja. Dia sama sekali tidak perduli, apa yang akan terjadi dengan wanita itu setelah ini.
Melihat mobil Ares yang sudah pergi, kini Satya juga ikut masuk ke dalam mobilnya, dia ingin segera mengendarai mobil itu menuju apartemen pribadinya, agar bisa segera menikmati tubuh Mila yang begitu sangat menggoda.
“Tidak apa - apalah, aku kehilangan perusahaan di Lombok, yang terpenting aku bisa mendapatkan kepuasaan itu darinyanya.” Guman Satya, mengingat apa yang harus dia bayar untuk mendapatkan Mila seorang.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1