
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Ares yang di selimuti dengan kemarahaan, kini masuk ke dalam mobilnya untuk benar - benar meluapkan kemarahannya.
“Aaahhh anj inggg, sial, sialll!!” Umpatnya tidak habis - habisnya.
Dia merasa sangat marah, karena ternyata anak hasil perselingkuhan papahnya yang selama ini dia cari, ternyata sudah berada di samping sejak lama.
Dengan menahan perasaan marahnya, Ares menelpon seseorang yang bisa membantunya untuk melakukkan pembalasan dendam ini di saat pertama.
“Loe masih minat sama cewek yang tadi?” Tanya Ares, pada seseorang yang tidak lain adalah Satya, pria yang tadi menawar harga untuk sebuah ke Virginian Mila.
“Oke! Kita lakukan transaksi besok! Gue kirim alamatnya ke Elo setelah itu!” Ucapnya, tanpa sedikitpun berpikir untuk kasihan pada Mila.
“Gue yakin! Gue sangat yakin buat jual cewek ini, gila aja kalau penawaraan luu adalah sebuah anak perusahaan lu yang di lombok, dia tidak seberharga itu mau gue tahan - tahan.” Sahut Ares lagi, yang lalu membuat kesepakataan dengan Satya.
Setelah mendapatkan harga yang sangat menguntungkan, Ares langsung membuat kesepakatan untuk jual beli dirinya Mila.
“Ini baru permulaan,” gumamnya merasa senang, mungkin sepertinya dia tarik kembali rasa kasihan dirinya pada Mila kemarin. Karena sekarang yang ada hanyalah sebuah rasa benci dan juga dendam.
Ares tersenyum penuh bahagia, karena di kepalanya sudah muncul ide - ide gila, yang akan membuat Mila benar - benar merasakan penderitaan yang tiada habisnya.
***
Sedangkan di sisi lain, Fredy tetap saja tidak mau beranjak dari rumah Mila.
“Om, kalau om masih tidak mau keluar dari rumah saya! Maka saya akan teriak, lalu memanggilkan Pak Rt!” Ancam Mila, untuk Fredy agar segera meninggalkan rumahnya.
Fredy hanya bisa menghela nafasnya, dia sudah tidak ada pilihan lain, selain meninggalkan rumah Mila.
Sebenarnya bukan karena dia tidak mampu membujuk anak perempuannya itu. Tetapi ini semua karena dia ingin memberikan peringatan kepada Ares untuk tidak menyakiti Mila.
Di awal tadi, Fredy memang sudah siap dengan segala resiko yang ada, dia sama sekali tidak ada niat untuk menyakiti ke dua anak - anaknya. Fredy ingin memperbaiki semuanya. Dan menjadikan masa lalu sabagai pelajaran.
“Baiklah, kalau begitu, saya pamit dulu, tapi besok saya akan ke sini lagi, untuk melihat Mila.” Ucap Fredy, namun Mila hanya diam saja tidak menanggapi apapun kalimat pria itu.
Fredy bangkit, dan beranjak dari tempatnya, lalu dia mendekat ke arah Mila untuk mencium kening putrinya itu. Namun secepat kilat Mila menghindarinya. Membuat Fredy kembali hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
“Papah pulang dulu.” Pamitnya pada Mila, lalu perlahan melangkahkan kakinya keluar.
Setelah kepergian Fredy, Rafka yang masih berdiri di sana, kini mulai mendekat ke arah Mila. “Kamu -“
“Sebaiknya kamu pulang juga Raf,” Mila mengusir temannya itu, karena memang saat ini dia hanya ingin sendiri saja.
“Mila, tapi aku -“
“Pulang Rafka!” Tegasnya, membuat Rafka akhirnya juga melangkahkan kakinya keluar.
Belum sampai lima langkah Rafka melangkah, Mila tedengar sudah menutup pintu rumahnya.
“Argghhhhhh,” teriak Mila, sempat membuat langkah Rafka terhenti, lantaran merasa khawatir dengan keadaan Mila.
Siapa yang tidak terpukul, mendapatkan sebuah kenyataan bahwa selama ini Ayah kandungnya adalah orang yang mampu. Sedangkan ibunya dan dia harus hidup dengan pas - passan. Dan kenapa pria yang mengaku ayahnya itu baru datang sekarang? Setelah ibu Mila sudah tidak ada lagi? Sampai Mila juga tidak bisa mendapatkan kejelasaan dari siapapun.
***
Sedangkan di sisi lain, Fredy yang baru saja memasuki rumahnya, kini berteriak mencari Ares.
“Aress,, Aresss,” teriaknya, memanggil nama anaknya.
“Di mana Ares?” Tanya Fredy pada Diana.
“Ada di kamarnya,” jawab Diana, dan pria itu langsung melangkahkan kakinya naik.
Akan tetapi, belum sampai dia di tangga, terlihat Ares yang sudah lebih dulu turun dari kamarnya.
“Ada apa?” Tanya Ares, dengan tatapannya yang tidak bersahabat.
Fredy terdiam, dia tidak tahu mau mulai mengatakannya dari mana.
“Mau bilang apa?” Tanya Ares lagi, karena dirinya tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Papahnya.
“Ares, Papah mohon sama kamu, untuk tidak bertindak apapun yang bisa menyakiti Mila Res.” Ucap Fredy memohon pada putranya.
Ares tersenyum menanggapi kalimat papahnya itu. “Tunggu - tunggu, ini tidak salah Pah?” Tanya Ares, dengan raut wajah, yang menganggap semua hal ini adalah candaan.
“Papah memohon pada anak papah, untuk mengasihani anak selingkuhan papah itu?” Sambungnya lagi. Membuat Diana langsung membulatkan matanya.
__ADS_1
“Apa? Apa yang sebenarnya sedang kalian berdua bicarakan? Anak apa? Mila itu siapa” tanya Diana, dengan nada yang sangat begitu marah.
Dia berteriak, merasa tidak dihargai oleh anak dan suaminya. Di rumah ini, hanya dirinya sajalah yang tidak mengetahui apa - apa.
Melihat Mamahnya marah seperti itu, tentu saja Ares jadi meluluh, dan kini mendekati Mamahnya. “Tidak apa - apa kok Mah,” jawab Ares bohong. Namun, Diana bukanlah seorang wanita yang sangat begitu mudah di bohongin.
“Kamu sudah tidak menyayangi Mamah Ares?” Tanya Diana pada Ares.
“Mah, bukan begitu mah.” Jawab Ares, dengan perasaan sedihnya, karena Mamahnya ini mengira bahwa dirinya sudah tidak menyayangi beliau.
“Lalu apa namanya? Kalau kamu sudah main rahasia - rahasiaan sama Mamah seperti ini?”
“Kalau Papah kamu yang melakukkannya, Mamah sudah biasa, tapi kalau kamu?” Diana akhirnya meneteskan air matanya perlahan. Menandakan ketidak berdayaannya.
“Bukan Ares tidak mau memberitahu Mamah, tapi waktunya yang belum tepat Mah.” Ares memilih untuk merahasiakan hal ini, karena dia tidak mau jika Mamahnya meminta dia untuk mengampuni anak dari selingkuhan papahnya itu.
Sedangkan Fredy yang melihat reaksi antara Ares dan Diana, kini sepertinya memiliki cara, agar Ares mau melepaskan Mila.
“Diana -“ ucapnya terputus, karena Ares sudah lebih dulu berdiri dan menghalangi Papahnya itu untuk berhenti berkata macam - macam pada Mamahnya.
“Satu kata saja kamu berani bilang sama Mamah, maka aku pastikan Mila yang akan menanggung seluruh penderitaanya.” Bisik Ares, mengancam papahnya, agar tidak bertindak macam - macam.
Setelah mengucapkan hal itu, Ares langsung pergi dengan mendorong kursi roda Mamahnya. Dia sama sekali tidak mau mendengarkan Fredy.
Karena baginya, apapun alasan dan pembelaan yang di katakan oleh papahnya itu, semuanya sama saja sudah di anggap dengan omong kosong.
Sedangkan Fredy hanya bisa pasrah, ketika Ares sama sekali tidak mau mendengarkannya. Yang berarti dia hanya bisa menyewa seseorang untuk menjaga putrinya itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*