
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Hari pemakaman adalah hari pemakan Satya, walaupun keluarganya tidak terima dengan kematian putranya yang di bunuh oleh Mila. Tetapi Fredy sudah menyatakan bahwa Mila adalah anak kandungnya, serta tragedi di balik pembunuhan itu, membuat orang tua Satya tidak bisa berbuat apa - apa.
Dan dengan kekuatan orang - orang dalam, Ares berhasil bebas dan hanya merasakan satu malam saja di dalam Hotel Pladeo.
Namun berbeda dengan Mila yang terlihat saat ini sedang berada di ambang kematiannya.
Wanita itu memang selamat, namun tulang rahang, tulang rusuk dan tulang kakinya semua patah, serta terjadi pembengkakan di otak yang membuat dia koma.
Fredy yang baru pulang dari pemakaman, kini terduduk di kursi, menatap Diana dan juga Ares. “Selama ini aku diam, dan tidak mengatakan apa pun pada Ares, karena aku masih memiliki Hati.” Ucap Fredy pada Diana, yang hanya terlihat diam ketika mendengar kasus putranya yang menjual Mila yang membuat semua kejadian ini harus terjadi.
“Maksud kamu apa? Kenapa kamu malah menyalahkan Mamahku dalam hal ini?” Tanya Ares, merasa tidak terima karena Fredy menyalakan mamahnya atas apa yang terjadi.
“Baik, Saya akan menceritakan semuanya pada kamu, karena kamu merasa bahwa semunya harus aku ungkapkan bukan.” Jawab Fredy tidak ingin menutupi apa pun lagi saat ini.
Flash Back On
Di sebuah pantai, terlihat sepasang kekasih yang sedang berlibur bersama.
“Ayo kejar aku.” Ucap Tika yang terlihat begitu bahagia, ketika Fredy mengejarnya di pinggiran pantai.
Fredy tersenyum lalu mengejar Tika dengan sekuat tenanganya, “Yahhh, aku mendapatkanmu.” Seru Fredy dengan begitu riang.
“Hahahahahahahah, ke duanya tertawa ketika terjatuh di pasir membuat tubuh ke duanya kotor.
Tika tersenyum ketika dia berada di bawah kakungan Fredy. “Apakah kamu lelah?”’tanya Tika, lalu membalikkan tubuhnya, sehingga dia yang berada di atas tubuh kekar itu.
“Hemm, sedikit.” Jawab Fredy, lalu bangkit dan menggendong tubuh Tika untuk masuk kembali ke dalam Vilanya.
“Kamu mau langsung bersih - bersih atau gimana?” Tanya Tika, ketika mereka baru saja sampai di dalam kamar mereka.
__ADS_1
“Aku mau mandi berdua dengan kamu,” seru Fredy, yang langsung menarik tangan Tika masuk ke dalam kamar mandi.
“Ahhhh enggak, gak mau!” Tolak Tika memberatkan tubuhnya agar tidak terikut oleh Fredy, karena dia tahu apa yang ada di dalam pikiran pria itu.
Namun penolakan hanyalah penolakan, ketika tubuh Fredy lebih kuat dari pada Tika, membuatnya terikut dan mau tidak mau dia ikut masuk ke dalam kamar mandi bersama denga Fredy.
***
Setelah selesai mandi berdua yang pastinya bukan hanya mandi saja, ya kalian tahulah yakan.
Pada malam harinya, ke duanya terlihat duduk berdua di atas balcony, mereka melakukkan makan malam bersama di sana, sekaligus bersantai ria.
Fredy memeluk tubuh Tika dari belakang, lalu mengelus bahu polos kekasihnya itu, karena baju model shabrina yang dikenakan oleh Tika, membuat bahunya terlihat begitu mulus.
Tringggh,,triiinggg, suara ponse milik Fredy berbunyi, namun pria itu tidak ada niat sama sekali untuk mengangkatnya dia masih saja fokus dengan kegiatannya membelai bahu Tika serta menghirup aroma tubuh kekasihnya itu.
“Istrimu menelpon, apa kamu tidak berniat untuk mengangkatnya?” Tanya Tika, yang menampilkan wajah sedihnya.
Fredy mengangkat pandangannya lalu melihat ke arah ponselnya, dan mengangkat panggilan dari istrinya itu.
“Sayang,” panggil Fredy ketika dia baru saja menyelesaikan panggilannya.
“Besok aku harus kembali ke Jakarta, karena orang tua Diana akan datang.” Ucapnya pada Tika.
Tika tersenyum mendengar kata - kata Fredy, lalu melirik ke arah tangannya dan melepaskan cincin yang melingkar di sana. “Aku tidak bisa lagi menjalani hubungan ini, aku tidak bisa.” Ucap Tika, memberikan cincin itu kembali pada Fredy.
“Tidak, kamu bicara apa sih? Kita sudah sejauh ini, terus kamu mau berhenti begitu saja?” Tolak Fredy, tidak mau sampai Tika mengakhiri hubungan mereka.
“Aku sudah menunggumu dua tahun Mas, kamu janji sama aku kalau kamu mau menceraikan dia, tapi mana buktinya? Kamu masih terus sama dia, dan terus menggantung hubungan kita.” Tangis Tika akhirnya pecah, dia sudah tidak mau lagi menunggu Fredy dengan sejuta janji - janjinya.
“Tika, kamu tahu ketika aku mau menceraikan Diana, dia hamil, dan aku tidak bisa menceraikannya dan sekarang Ares berusia satu tahun.”
“Dan kamu tahu sendiri kesepakatan kita bertiga, kalau aku dan Diana akan bercerai di saat usia Ares satu tahun, dan inilah saatnya Tika,” ucap Fredy, mengingatkan pada Tika, bahwa itulah kenyataannya saat ini.
__ADS_1
Tika mengusap wajahnya kasar, dia sudah lelah menjadi orang ke tiga pada hubungan Diana dan Fredy, tapi dia tidak mengerti apakah yang orang ke tiga itu dia atau Diana.
Sebab, Tika lebih dulu berhubungan dengan Fredy di saat Diana merebutnya karena kesalahan Fredy yang menidurinya dalam satu malam dan membuat wanita itu hamil.
“Aku mohon, bersabarlah sebentar lagi sayang, aku janji besok ketika orang tua Diana datang, maka aku juga akan mengungkapkan keinganku untuk menceraikannya, aku janji.” Fredy lagi - lagi meminta agar Tika mau sabar untuk menunggu selangkah lagi titik puncak kebersamaan mereka.
Dan Tika mulai terdiam memikirkan kata - kata Fredy, benar bahwa kalau dia menyerah saat ini, maka penantiannya 2 tahun pasti akan sia - sia.
Fredy yang panik, masih tetap kembali memasangkan cincin yang tadi Tika lepaskan di jari manis Tika.
“Aku masih menunggu janjimu, jangan Khianati aku atau bohongin aku!” Ucap Tika, terlihat lembut namun tegas.
“Aku tidak akan pernah mengecewakan kamu sayang, aku sudah membicarakan masalah perceraian dengan Diana kemarin, dan dia mengatakan bahwa orang tuanya akan datang ke Jakarta untuk menjemput dirinya.” Balas Fredy lagi. Meyakinkan pada Tika, bahwa dia tidak akan pernah menyua - nyiakan penantian Tika kepadanya.
“Aku sangat mencintai putraku, dan aku pasti akan berjuang demi mendapatkan hak asuh Ares, bagaimanapun caranya Ares akan bersama kita sayang.” Tambahnya lagi, dan ini juga atas persetujuan Tika.
Ketika dia bercerai dengan Diana nanti, maka Fredy akan hidup bersama dengan Tika dan juga Ares sebagai keluarga kecil.
Diana sendiri sebenarnya sudah tahu tentang hubungan dia dengan Tika, dan tidak pernah juga mempermasalahkannya. Dan itu yang membuat Fredy Bersyukur karena Diana juga adalah wanita baik serta berhati lembut, yang tidak mempermasalahkan jika dirinya tidak mencintainya, dan mengizinkan dirinya kembali melanjutkan hubungannya dengan Tika, gadis satu - satunya yang bisa membuat dia bahagia.
Namun, dia juga tidak pernah menyesali kehadiran Ares yang membuat dirinya terpaksa menikahi Diana dan mengkhianati Tika, semuanya sudah terjadi dan tidak akan pernah Fredy mau menengok kebelakang, karena masa depann mereka akan menanti di ujung sana.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*