Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )

Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )
Kabur ke Tempat Penjajah


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Selama di perjalanan, Ares terus meningat apa saja yang dikatakan oleh Papahnya tadi.


Menyesal? Sebenarnya Ares sendiri bingung, apa yang sedang dia rasakan.


Dia juga tidak tahu, bagaimana harus bersikap saat ini? Salah Papahnya yang tidak mau memberitahukkannya dari awal tentang semua kebenarnya.


Sesampainya di rumah sakit, Ares langsung segera mendatangi Mila yang berada di dalam ruang ICU.


Tak puas hanya melihat dari kaca saja, akhirnya Ares meminta izin pada dokter untuk masuk.


Dengan menggunakan pakaian khusus, masker serta topi yang sudah di sterilkan, Ares mendekati Mila yang sedang terbaring koma, dengan semua alat yang membantunya menopang hidup.


Ares menundukkan kepalanya dengan jemari yang menggengam tangan Mila. “Maafkan aku Mil, Maafkan karena aku sudah terlalu jahat sama kamu, maafkan aku karena aku dengan sengaja mendorongmu ke lebah neraka.” Lirihnya pelan, mengingat kejadian di mana dirinya menyetujui menjual mila pada Satya.


Bahkan karena keegoisanya, karena amarahnya yang masih belum pasti, dia sudah membuat Satya meninggal. Dia melibatkan sahabatnya itu dalam urusan balas dendamnya yang ternyata selama ini tidak berarti.


Ares bingung, harus bagaimana sekarang, dirinya tidak tahu harus berbuat apa, agar dirinya mendapatkan maaf dari mendiang Satya serta Mila.


Tak lama kemudian, dia mendapatkan pesan dari Papahnya, kalau papahnya akan ke pengadilan untuk mengurus perceraiannya bersama dengan Mamahnya.


Ares menghela nafasnya, lalu dia sedang memikirkan cara, agar dia bisa merawat Mila sebagai penebusan dosanya.


Lalu Ares keluar dari ruangan Mila, dan bertemu dengan dokter yang merawat Mila untuk merujuk Mila ke Luar Negara dan membawa Mila untuk berobat di sana.


Bahkan Arespun, menyogok rumah sakit agar tidak memberitahukan tentang kepindahan Mila pada siapapun, termasuk pada Papahnya.


Ares meminta pengacaranya khusus yaitu Hotman Paris untuk menyiapkan semua dokumen keberangkataanya ke Belanda.


Ya, kali ini Belandalah yang menjadi Negara tujuan Ares membawa Mila kabur. Sebenarnya keinginanya membawa Mila, tidak hanya untuk merawat Mila sebagai penebusan dosa.


Ini juga dia lakukkan, agar semua orang tua sadar, bahwa mereka bukanlah alat yang bisa mereka jadikan tameng untuk berperang melawan satu sama lain, terutama Diana.


Diana yang selama ini sudah meracuni pikiran Ares, mungkin sesat dia sudah senang, karena Ares berhasil menghancurkan kehidupan anak dari Fredy dan juga Tika. Namun, Diana lupa untuk menutup mulut Fredy agar tidak menceritakan masalah mereka di masa lalu.

__ADS_1


Dan itulah yang membuat Ares merasa, bahwa dirinya saat ini sedang di permainkan oleh Mamahnya.


Tidak menunggu sampai dua jam, kini Mila sudah siap di berangkatkan dengan pesawat khusus yang akan mengangkut orang sakit. Sebenarnya dokter Mila juga setuju keputusaan Ares, karena mungkin Mila akan lebih mendapatkan perawataan yang terbaik di Belanda.


“Terima kasih Dok, terima kasih Om,” ucap Ares pada dokter yang merawat Mila serta dengan Om Hotman Paris yang sudah membantunya mengurus semuanya.


“Sudah, jangan sungkan, saya pasti akan membantumu, tenang saja.” Sahut Hotman.


“Untuk urusan Pak Fredy, saya akan menghendelnya di sini, Anda jangan khawatir.” Ikut Pak dokter, yang membuat Ares tersenyum.


“Sudah, kalau bicara terus nanti kamu ketinggalan pesawat! Cepat pergi.” Seru Hotman lagi, karena sepertinya Ares masih ingin berbicara dengan mereka.


“Baik, Om, Dok, saya permisi dulu.” Pamit Ares pada Hotman dan Dokter itu.


Di saat baru ingin menaiki pesawat, Ares menghentikan langkahnya, dan menarik nafas sedalam mungkin, lalu melepaskannya. Dia menguatkan diri dan hatinya, bahwa keputusan yang dia ambil ini, sangatlah tidak salah.


****


Sedangkan di satu sisi, Fredy yang sedang bertemu dengan pengacara untuk mengurus surat perceraian dengan Diana, kini bertemu lagi dengan Zaenal.


Di usia Zaenal yang sudah sangat senja ini, seharusnya pria tua itu hanya tinggal duduk manis menikmati masa tuanya, namun entah kenapa dia masih mau saja mengikuti semua perintah anak perempuannya.


Tanpa mendengar apa pun yang akan Zaenal katakan, Fredy mengambil berkasnya lalu dia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Zaenal begitu saja.


Dia ingin segera pulang, dan meminta agar Diana mau menandatangani surat Cerai mereka. Terima atau tidak terima, kali ini Diana sudah tidak memiliki apa pun untuk menjadi tamengnya.


Dengan tergesa, Fredy mengendarai mobilnya menuju rumah Diana, oh bukan - bukan, rumah itu sebenarnya bukanlah rumah Diana. Melainkan rumah Fredy yang dia belikan untuk Tika.


Namun, karena pada saat itu mereka berpisah, Diana merasa berhak atas rumah itu dan membuat Fredy tidak bisa berkata apa - apa lagi.


***


Sesampainya di rumah, Fredy langsung turun dari mobilnya, dan bergegas masuk ke dalam rumah. Namun, baru saja dia mau melangkahkan kakinya, dia sudah lebih dulu melihat mobil Bayu yang datang.


“Om Fredy,” panggil Bayu, dan langsung memarkirkan mobilnya sembarangan.


Fredy menunggu sampai Bayu selesai memarkirkan mobilnya, karena dia tahu, pasti ada hal penting yang ingin dibicarakan.

__ADS_1


“Ada apa Bayu? Kenapa tiba - tiba kamu ke sini?” Tanya Fredy, di saat melihat Bayu turun dari mobilnya.


“Om, apakah om sudah tahu?” Tanya Bayu, membuat Fredy menyeritkan keningnya bingung.


“Tahu apa?” Tanya Fredy balik.


Lalu Bayu kembali ke mobilnya, mengambil berkas yang tadi diberikan oleh pengacara Ares si Hotman Paris.


“Ares memberikan surat kuasa untuk perusahaanya Om,” jawab Bayu, lalu memberikan surat itu pada Fredy.


“Apaaaaa?” Fredy sangat shock ketika membaca surat itu.


Surat yang memutuskan, bahwa perusahaan itu bukan lagi milik Ares, melainkan akan di kembalikan pada tangan Fredy Papahnya.


“Apa? Apa yang anak ini sedang lakukkan?” Tanya Fredy, bertepatan dengan sebuah mobil yang masuk ke dalam perkarangan rumahnya.


Mobil Lambhorgini mewah, yang sepertinya sudah sangat di kenal oleh Fredy. “Pak Hotman.” Lirih Fredy pelan, ketika melihat sang Pengacara putranya itu datang ke rumahnya. Begitupun dengan Bayu, dia tidak mengira jika setelah dari Kantor menemuinya, Pak Hotman sekarang datang untuk berbicara dengan Fredy.


“Selamat siang Pak Fredy.” Sapa Hotman, dengan senyum manisnya, lalu membawa sebuah tas yang berisikan dokumen.


Dan kali ini Hotman tidak sendiri, dia membawa kerabatnya Edwin yang merupakan seorang Notaris yang akan mengesahkan semua keputusan yang telah dibuat oleh Ares.


Fredy menganggukan kepalanya pelan, lalu menjabat tangan Hotman dan juga Edwin. “Silahkan masuk Pak Hotman.” Fredy mempersilahkan tamunya itu masuk. Tak terkecuali Bayu, agar asisten putranya itu bisa mendengar ide apa yang sedang diputuskan oleh anak kurang ajar itu.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2