
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Melisa dengan tatapan tajamnya berusaha mencari tahu siapa yang berada di dalam kamar itu. Apa lagi sampai di jaga dua polisi.
“Kalau tidak salah di dalam ini adalah sekertarisnya pak Ares, dan kamu menjaganya karena dia mau kabur terus untuk cari jajan keluar.” Jawab polisi mudah tersebut.
Melisa lagi - lagi terus menatap pintu tersebut, “sangat - sangat kampungan.” Gumam Melisa, lalu menerima kunci kamarnya yang baru saja di booking oleh polisi tadi. Dan lalu dia pergi masuk ke dalam kamarnya yang tidak jauh dari kamar Ares dan juga kamar Mila.
****
Ke esokan paginya, Melisa terlihat bangun lebih dulu untuk lari pagi, memang kebiasaanya dirinya setiap pagi.
Setelah dia selesai dengan kegiatannya, Melisa kembali ke kamarnya, namun sebelum itu dia sudah melihat Ares yang berada di kamar sekertarisnya. Melisa memang bisa melihatnya karena kamar Mila memang berada tidak jauh dari Lift.
“Hallo.” Sapa Melisa, membuat Mila dan Ares menoleh ke arahnya.
Mila menatao Melisa dengan penuh tatapan bingung, “dia siapa pak?” Tanya Mila pada Ares.
Melisa tersenyum mendengar pertanyaan itu, lalu menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Mila.
“Hallo, kenalkan saya Melisa, tunangannya Ares.” Ucapnya memperkenalkan dirinya.
“Hallo, saya Mila,” sapa Mila balik.
“Eh, kalian sudah sarapan belum? Saya baru mau ajak kalian sarapan yuk,” ajak Melisa dengan begitu ramah, namun membuat Mila merasa kebingungan.
__ADS_1
“He he, iya,” sahut Mila, yang lalu berjalan lebih dulu dari pada Ares dan Melisa.
Ares harus kembali lagi memasang senyum palsunya jika ada Melisa, dia takut wanita ini akan menyerang orang - orang yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengannya.
***
Sesampainya di restoran hotel, Mila, Melisa dan Ares langsung mengambil tempat duduknya masing - masing. Lalu Melisa berdiri untuk mengambilkan makanan untuk Ares.
Melihat Melisa yang berdiri, Ares hanya bisa menghela nafasnya. Dia paham sebenarnya Melisa ini memanglah gadis baik, hanya saja jika keinginannya tidak terpenuhi, dia akan berubah menjadi malaikat maut untuk siapapun yang menentangnya.
Ares mengeluarkan sebuah tas yang baru saja diberikan oleh anak buahnya. “Mil, ini untuk kamu.” Ucap Ares memberikan sebuah bingkisan kepada Mila.
Dan tak lama kemudian Melisa datang dengan membawa dua piring di tangannya, karena memang sistem makanan di sini adalah prasmanan.
“Apa ini Pak?” Tanya Mila, ketika menerima bingkisan itu dari Ares.
“Itu adalah ponsel keluaran terbaru, dan aku mau kamu menerimanya! Agar pekerjaanmu jauh lebih mudah! Dan buang saja ponsel busuk mu itu!” Jawab Ares, membuat Melisa yang di sampingnya itu tersenyum.
“Terima kasih Pak, terima kasih Bu Melisa.” Ucap Mila dengan tulus.
Sungguh matanya berbinar ketika melihat ponsel baru yang begitu lucu dibelikan oleh Ares. Bahkan dia tidak bisa berhenti untuk mengutak - atiknya.
“Makan dulu Mil! Karena kita di jam 9 akan ke lokasi untuk melihat progres bangunan proyek kita.” Tegur Ares, ketika melihat Mila sibuk dengan ponselnya.
Sedangkan Ares kini makan dengan di suapi oleh Melisa, karena ke dua tanganya terlihat sibuk untuk membuka email satu persatu.
Mila kikuk melihat kemesraan antara Ares dan juga Melisa, merasa Ares dan Melisa ini mempunyai cinta yang besar di antara mereka masing - masing.
__ADS_1
“Hufft, kapan aku punya jodoh ya.” Batin Mila, yang lalu bangkit untuk mengambil makanannya sendiri.
Setelah dia kembali ke meja, dia melihat Melisa dan Ares yang sedang tertawa bersama. “Wah, bapak cocok sekali sama ibu Melisa, benar - benar pasangan yang serasi pak.” Puji Mila, yang sebenarnya merasa senang sekali melihat mereka.
Melisa tersenyum, membuat Ares juga ikut tersenyum, “bagus, Mila, setidaknya saat ini kamu aman, karena bisa mengambil hati Melisa.” Batin Ares, yang tetap memasang senyumnya walaupun palsu.
“Oh ya? Memang banyak sih yang bilang kalau kita berdua ini cocok sekali.” Sahut Melisa dengan begitu percaya diri.
“Kamu sudah punya pacar Mila?” Tanya Melisa dengan di iringi senyumnya.
“Belum Bu, saya belum punya, siapa yang mau sama saya Bu, anak yatim piatu.” Jawabnya dengan jujur, dan kembali ke perasaan insecurenya.
Melisa menghilangkan senyum di wajahnya, ikut bersedih di saat Mila mengatakan bahwa dirinya yatim piatu.
“Turut bersedih ya, pasti nanti kamu akan dapat jodohnya kok,” ucap Melisa dengan tulus.
“Terima kasih ya Bu,” balas Mila juga.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*