
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Saat ini, Satya baru saja tiba di sebuah hotel yang sudah dia pesan sebelumnya. Dia meletakan tubuh Mila yang masih tertidur karena obat bius yang tadi dia berikan.
Dan memanfaatkan tidurnya Mila, Satya memilih untuk berbaring di sebelah tubuh Mila, dan membuka baju wanita itu dengan perlahan.
“Lu salah, karena sudah berurusan dengan Ares Mil, gue gak tau masalah apa lu sama Ares, yang jelasnya kalau Ares sampai rela mau jual elo dengan harga besar, berarti masalah lu dengan dia itu sangat besar.” Ucap Satya, sembari terus melanjutkan kegiatannya menanggalkan pakain Mila.
Setelah seluruh baju Mila terbuka, kini Satya memandangi keindah tubuh gadis itu yang nyaris tanpa ada cacat sedikitipun.
“Ternyata bener ya, yang menggunakan pakaian tertutup seperti lu ini, itu isinya lebih baik dari pada yang sudah terbuka - buka kaya mereka.” Gumam Satya lagi, dan tanpa berlama - lama, dirinya mulai menciumi wajah Mila dengan lembut.
Muacchhh, muacchhh,muachhh,muacchh, suara kecupan itu terdengar begitu menggelora.
Merasa hawanya yang mulai panas, akhirnya Satya mulai melepaskan pakaiannya sendiri satu persatu, hingga tubuhnya terlihat polos tanpa sehelai benangpun yang ada di tubuhnya.
“Lu milik gue malam ini, Bi tch.” Lirihnya pelan, dan kembali mengusap wajah Mila dengan lembut. Mulai dari wajah, dia mengecupnya hingga turun ke gunung kembar Mila.
Dia Mimi di put ing susu milik Mila, dengan begitu himat, seperti anak bayi yang sedang kehausan. Tidak ada sejengkalpun bagian tubuh Mila yang lolos dari cup anganya. Dia terus saja membuat tanda kemerahan, mungkin tujuannya agar orang lain bisa tahu kalau gadis itu sudah tidak virgin lagi nantinya.
Lama kelamaan, tubuh Satya mulai merasakan terbakar yang sudah naik ke ubun - ubun. dia menurunkan lagi ciumannya itu, tepat di depan Apom milik Mila.
“Hemm, wangi, bersih, pintar juga luu rawatnya, mana masih rapat banget lagi.” Ucap Satya, memuji keindahan apom itu.
Dengan cepat, dia mulai menjulurkan lindahnya untuk menjilati kacang yang ada di sana, dan tangannya tidak tinggal diam, dia memulai dengan satu jari yang dia coba untuk menerobos ke dalam lingkaran yang ada di sana.
“Ahhhh,” suara Mila terdengar, seperti men de sah. Namun Satya melihat dia masih memejamkan mata.
“Ternyata luu juga menikmatinya meskipun pingsan.” Ucapnya lagi sampai menggelengkan kepalanya.
Tubuh Mila mulai menggeliat seperti cacing kepanasan, ketika Satya lebih mendalamkan aksinya bahkan mulai memasukan dua jarinya.
__ADS_1
“Ahhhh,” suara Mila mulai membuat permainan semakin panas.
Hingga sampai dia mengeluarkan kenikma tannya itu, tanpa berbasa basi, Satya langsung bangkit dan mencoba menerobos apom itu dengan kukubirdnya yang berukuran sedang. Tidak besar namun panjang.
“Ihhh, susah banget sih, padahal punya gue nih kecil doang, apa lagi kalau yang masukin Ares ya, gede gitu.” Gumamnya, merasa kesusahan saat memasukinnya.
“Mana sih pintu gerbangnya, susah banget.” Satya berulang kali menengok dan mencari gerbang apom milik Mila, karena masih terlalu rapat, jadi sangat susah di temukan.
Dengan beberapa kali percobaan, dan dengan di bantu oleh Air milik Mila, kukubird Satya mulai perlahan masuk ke dalam gerbang.
“Aaahhhhh sakittttt,” teriak Mila, yang sekaligus menyadarkannya dari obat biusnya.
Dia terkejut melihat Satya yang sudah ada di atasnya. “Kamu!?” Mila mencoba untuk bangkit, namun Satya lebih dulu menahan ke dua tangannya, dan membungkam mulutnya dengan ciu man yang sangat dalam.
“Ehhhmmm,,eeehmmmh,,emhhh,epasss!” Mila terus berontak, membuat Satya semakin susah memasukkan kukubirdnya.
“Diam anji ng, susah gue bang sat!” Ucap Satya, ketika dia sudah melepaskan ciumannya.
Namun, Satya malah membalasnya dengan senyuman, dan semakin memasukan kukubirdnya itu. “Jangannnnnnn! Aaaahhhhh.” Teriak Mila, namun seperti sudah tidak ada artinya lagi, ketika dia merasa selaputnya sudah pecah di tandai dengan rasa hangat yang mengalir.
“Sudah terlambat! Aku sudah membuka segelmu!” Ucap Satya, tanpa memperdulikan tatapan benci yang Mila pancarkan untuknya.
Rasanya Mila ingin sekali menampar wajah pria yang ada di depannya ini, namun ke dua tangannya di tahan. Hingga akhirnya dia pasrah dan menerima semuanya.
Sebenarnya bukan menerima, tetapi karena percuma saja dia melawan saat ini, segelnya juga sudah terbuka, dia seperti mayat hidup sekarang, hidupnya sudah benar - benar hancur, dan tidak akan pernah dia memaafkan orang - orang yang sudah menjerumusakannya ini.
Tidak ada kenik matan yang Mila rasakan, sepenjang permainan dia terus saja diam, bahkan menangispun tidak.
“Aaaahhhhhhhhhhh,” suara Satya terdengar, ketika dia mengeluarkan airnya masuk ke dalam rahmi milik Mila.
Dia tidak perduli, nantinya Mila akan hamil atau tidak, yang terpenting dirinya terpuaskan.
“Enak juga barang luu.” Puji Satya, ketika dia baru menyudahi permaiananya.
__ADS_1
“Ini belum selesai ya! Masih ada ronde - ronde selanjutnya lagi, pokoknya malam ini akan kita habiskan malam ini sama - sama.” Seru Satya, yang tidak mendapatkan respon apa pun dari Mila.
Satya bangkit dari tempat tidur, menuju kamar mandi untuk membersihkan kukubirdnya. Sedangkan Mila yang melihat Satya masuk ke kamar mandi, mulai memberanikan dirinya untuk bangkit, dan mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk menyelesaikan penderitaan ini.
Mila mengedarkan pandangnya, dan dia mendapatkan sesuatu, lalu menyimpanya di bawah bantal.
“Istirahat dulu ya, capek.” Ucap Satya, ketika dirinya baru balik dari kamar mandi. Lalu mengambil posisi untuk berbaring di sebelah Mila.
Mila membuka matanya, ketika melihat Satya sedang memejamkan matanya. Perlahan namun pasti dia mengambil gunting yang dia dapatkan dari dalam laci tadi, sepertinya itu gunting untuk membuka bingkisan kopi dan lain - lainnya.
Mila menatap Gunting itu sejenak, dia terlihat ragu, namun ketika dia mengingat kejadian barusan, rasa amarahnya itu kembali bangkit lagi.
Jlebbbbb,jlebbbb, “aaahhhhh bang sattt!” Teriak Satya, ketika Mila berhasil menusuk salah satu mata Satya dengan gunting tadi.
Mila segera bangkit untuk menjauh dari Satya, dia lari masuk ke kamar mandi, menahan semua rasa sakit di daerah itunya, namun di saat dia lari, dia sempatkan untuk mengambil ponsel milik Satya yang ada di atas meja.
“Bang sat!!!!! Milaaa kemana kamu!!!” Teriak Satya yang mulai melemah. Sepertinya pria itu akan mati karena kehabisan darah.
Dengan menahan sakit di matanya, Satya mulai mencari ponselnya namun dia tidak menemukannya, “aaaahhhhhh.” Teriak Satya lagi. Hingga akhirnya dia lemas dan jatuh pingsan dan menunggu kematiannya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1