
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Eheeemmmm,” suara batuk itu, membuat Mila menoleh dan melihat sosok Ares yang ada di belakangnya.
“Eh, bapak, ngapain di sini pak?” Tanya Mila, seperti tidak ada merasa bersalah karena sudah membuat orang khawatir mencarinya.
“Ngapain di sini? Saya yang harusnya tanya kamu, kamu ngapain di sini?! Pergi tidak bilang - bilang lagi.” Omel Ares, membuat Mila hanya tersenyum menampilkan rentetan giginya yang putih.
“Maaf pak, tadi ponsel saya hanya tersisa 1 batrai dan mati ketika saya bayar ayam ini.” Jelasnya pada Ares.
“Oh, jadi kamu lebih baik membayar ayam itu dari pada mengabari saya?!” Sentak Ares, semakin merasa tidak senang, ketika dia merasa Mila lebih menghargai ayam itu dari pada dia.
“Heheh bukan begitu pak, saya lapar pak, jadi ya saya gunakan batrai saya 1 itu pak buat beli makan, saya soalnya tidak membawa dompet pak.” Ujar Mila, menjelaskan pada Ares yang semakin merasa kesal sepertinya.
“Ini punya bapak,” timpalnya lagi, menyerahkan sebungkus lagi untuk Ares.
“Tenang pak, ini saya yang teraktir.” Ucapnya lagi, membuat Ares langsung mengambilnya.
“Tapi pak, bisa tidak bapak yang membeli minuman, saya merasa serat pak, saya juga bilang sama pelayannya tadi kalau saya akan pesan minuman kalau bapak datang ke sini.” Ares kembali membulatkan ke dua matanya. Merasa sedang di manfaatkan oleh Mila.
“Anak ini benar - benar,” umpat Ares kesal, namun Mila hanya tersenyum menampilkan wajahya yang tidak berdosa.
Dan karena merasa capek berdebat, Ares pergi untuk mendapatkan boba untuk Mila dan juga dirinya. “Ini,” Ares memberikan Boba yang dia beli, dan ikut duduk di samping Mila, dengan kaki yang mengangantung di atas air.
“Bapak pernah kangen sama seseorang tidak pak?” Tanya Mila pada Ares.
__ADS_1
Membuat pria itu menatap Mila sejenak, lalu mengikuti Mila menatap langit yang cerah. “Pernah,” jawab Ares dengan tulus.
“Kangen siapa Pak? Pacar bapak ya?” Tanya Mila lagi, merasa sedikit penasaraan.
“Bukan, aku kangen Mamah,” jawab Ares dengan jujur.
“Memangnya Mamah Bapak kemana?” Tanya Mila lagi.
“Ada, di rumah.” Jawab Ares, membuat Mila menatapnya malas.
“Kalau di rumah, kenapa bapak kangen, bapak kali yang tidak pernah pulang, kalau akukan jelas pak kangen ibu, kalau aku kangen sudah tidak bisa menyentuh dan memeluknya, kalau bapak kangen kan masih bisa memeluknya pak.” Ujar Mila, membandingkan rasa kangen yang dia miliki, dengan rasa kangen ala - ala Ares.
“Mamahku memang di rumah, tapi jiwanya sudah tidak di rumah, Mamahku beda dengan Mamah yang dulu, sebelum wanita itu masuk ke dalam keluargaku dan merusak semuanya.” Ucap Ares jujur, dengan mata yang menampilakan semua kebencian yang selama ini tersimpan di dalam dirinya.
Lagi - lagi Mila teringat akan kejadian tadi sore, di saat Ares membertengkar dengan ayahnya.
“Mungkin pak Fredy mempunyai alasan, kenapa dia begitu Pak, pernahkah bapak bicara dengan deep talk dengan beliau?” Tanya Mila, membuat Ares yang mendengarnya rasanya sangat - sangat ingin tertawa.
“Tidak ada alasan yang membenarkan sebuah perselingkuhan Mil, yang namanya perselingkuhan itu ya berarti mereka melakukkan atas kesadaraan mereka masing - masing, apa lagi sampai punya anak.” Jelas Ares membuat Mila membuka matanya besar.
“Punya anak pak? Berarti bapak punya adik dong.” Goda Mila, namun hanya di respon dengan senyuman kecil oleh Ares.
“Sampai aku matipun, aku tidak akan memganggap anak dari pela cVur itu adalah adikku,”
“Bagiku, wanita itu dan anaknya adalah Hama yang harus aku basmi, dan sampai aku bertemu dengan salah satu dari mereka -“ ucapnya terhenti lalu mengangkat tanganya dengan kepalan.
“Aku pasti akan membunuh mereka dengan tanganku sendiri, atas perbuatan mereka yang sudah merenggut hidup Mamahku.” Tegasnya, dengan serius. Tanpa terlihat sama sekali bahwa dia sedang bermain - main.
__ADS_1
Mila yang merasa aura Ares sudah berbeda, kini terlihat meneguk salivanya kasar. “Itu makanya bapak, macarin semua cewek random, hanya untuk melampiaskan kemarahan bapak atas perbuatan ibu dan anak itu?” Tanya Mila lagi. Menyayangkan sikap Ares yang seperti ini.
“Mau jawabannya iya atau tidak, semua yang Bapak lakukkan itu salah Pak, kalau bapak menghargai dan menyayangi Ibu bapak, harusnya Bapak tidak melakukkan itu kepada orang lain pak.” Jelas Mila, menasehati Ares. Terserah sih, Ares mau mendengar atau tidak.
Tetapi sebagai seorang wanita, tentu saja Mila sangat kecewa dengan sikap Ares yang membalaskan dendam keluaganya dengan semua wanita yang ada.
“Aku hanya ingin membuktikan, bahwa semua wanita itu sama, wanita itu tidak akan mencintai dengan tulus jika laki - laki itu tidak memiliki Harta.”
“Tetapi tidak semua begitu pak.” Tolak Mila, membuat Ares terdiam dan menatapnya dengan lekat.
“Dan wanita langkah itu adalah elu Mil,” batin Ares, yang lalu mengalihkan pandanganya ke arah lain.
“Mil, jika suatu saat ternyata jodoh mu itu saya? Kamu gimana?” Tanya Ares, sontak membuat Mila tertawa dengan begitu nyaring.
“Pak, Bapak sehat?” Tanya Mila, sembari meletakan tanganya di kening Ares, takut kalau pria itu demam makanya bicaranya ngelindur.
“Sehatlah, lagian itukan hanya pertanyaan konyol saja, jangan berharap lebih ya.” Ujar Ares, yang lalu segera beranjak pergi, agar Mila tidak lagi mengingat pertanyaanya yang tadi itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*