Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )

Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )
Kemarahan Ares dan Mila


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Fredy masih bingung, dengan apa yang ingin dia katakan. Terlebih lagi dengan adanya seseorang di sini, yang bukan anggota keluarga. Itu membuat Fredy semakin berpikir untuk mau berbicara.


“Om.” Tegur Mila, karena Fredy sama sekali tidak membuka suaranya.


Fredy berpikir keras saat ini, apakah dia akan memberitahu Mila tentang siapa dia sebenarnya, atau dia memilih untuk bungkam saja.


Tapi kalau dia diam, kejadian serupa mungkin akan terjadi lagi, atau mungkin lebih parah lagi dari kejadian hari.


“Bisakah kita bicara di dalam?” Tanya Fredy, meminta masuk terlebih dahulu ke dalam rumah Mila.


Awalnya Mila merasa curiga dengan Fredy, namun Rafka meyakinkan Mila, bahwa semuamya akan baik - baik saja.


“Baiklah,” ucap Mila, lalu membuka pintu rumahnya, dan mempersilahkan Fredy untuk masuk ke dalam.


“Silahkan Om.” Ucap Mila lagi, mempersilahkan Fredy untuk duduk terlebih dulu.


Fredy menganggukan kepalanya pelan, lalu mengambil posisi untuk duduk di dalam.


“Jadi -“ ucapnya terhenti, dan lalu mengeluarkan beberapa berkas dan meletakannya di atas meja.


“Ini apa Om?” Tanya Mila, lalu membuka dokumen - dokumen itu karena penasaraan.


“Ini semua adalah berkas - berkas surat kelahirkanku.” Lirih Mila dengan nada kebingungan.


Fredy menganggukan kepalanya pelan, lalu kembali mengeluarkan sebuah foto - foto yang tidak asing bagi Mila.


“Ini?” Gumam Mila, lalu mulai membuka satu persatu foto itu.


Tanpa Fredy mengatakan apapun Mila sudah bisa menebaknya.


“Hahaha.” Tawanya membuat Fredy dan Rafka bingung.


“Maksudnya Anda mengeluarkan foto - foto ini apa?” Tanya Mila, dan kali ini nada bicaranya pada Fredy sudah sedikit sinis.


Fredy menyeritkan keningnya bingung, “ini adalah foto saya dengan ibumu? Apakah kamu tidak mengerti apa maksudnya?” Tanya Fredy dengan rasa bingungnya.


Ini apa karena memang tidak mengerti, atau karena memang Mila tidak mau mengerti.

__ADS_1


Mila terlihat menghela nafasnya kasar. “Apakah cuman ini yang mau Anda katakan kepada saya?” Tanya Mila balik, merasa sudah tidak ada yang perlu lagi untuk dibicarakan.


Fredy terdiam, melihat Mila yang beranjak dari duduknya, dan melangkah ke depan pintu. “Saya rasa semua sudah selesai Om, jadi Anda silahkan pergi dari rumah saya!” Mila mengusir Fredy, karena tidak mau mendengar penjelasaan pria itu lebih dalam lagi.


Fredy tersenyum kecut, lalu memggelengkan kepalanya. “Enggak! Mila kamu harus mengerti kalau saya adalah Ayah kandungmu!” Ucapnya dengan begitu lantang, penuh tekanan.


Mila menutup matanya, tepatnya dia memilih untuk menulikan pendengarannya. “Kamu harus dengar penjelasan saya Mila, kamu adalah anak saya! Tidak mungkin saya meninggalkan kamu sendiri di sini, sementara ada saya ayah kamu di sini.” Seru Fredy lagi, namun Mila menanggapinya dengan tawanya.


“Hahahahahahahaha Ayah?” Tanyanya dengan tawa yang begitu cekakatan.


“Lebih baik Anda jangan melawak di sini Om, saya tidak punya Ayah dan sampai kapan pun tidak mempunyai Ayah.” Tegasnya, dengan pandangan yang sulit di artikan.


Mila menatap Fredy dengan tajam, benci, amarah serta rasa kecewanya sangat sulit di artikan.


“Mila, jangan seperti ini, saya -“


“Jangan seperti apa maksudnya Om? Om mau saya seperti apa?” Tanyanya dengan begitu lantang.


“Anda sudah meninggalkan saya selama 25 tahun, lalu Anda datang ke sini, mengatakan bahwa Anda adalah Ayah kandung saya? Dan Anda mau saya gimana? Saya peluk Anda atau saya menangis karena merindukan Anda? Seperti itu,” tanyanya dengan perasaan marahnya.


Bahkan Mila meneteskan air matanya, dengan perasaan yang sangat sulit di artikan.


“Mila, saya bukan meninggalkan ibumu dan kamu selama itu Mil, tetapi ibu kamu yang meninggalkan saya,” belanya pada dirinya, dan itu membuat Mila semakin tertawa mendengarnya.


“Harusnya Anda berpikir, kenapa Ibu saya bisa meninggalkan Anda? Dan kenapa kamu tidak pernah mencariku dan ibuku, kalau memang kamu yang ditinggalkan?” Mila sudah tidak bisa memfilter kata - katanya, karena merasa Fredy sudah sangat - sangat keterlaluan.


“Mila, tenang dulu,” ucap Rafka, yang sejak tadi hanya diam saja melihat Mila yang sudah over dalam kemarahannya.


“Om, lebih baik Om pulang dulu deh Om, sepertinya di saat seperti ini, bukan waktu yang tepat untuk Anda membicarakan tentang hal ini dengan Mila Om.” Saran Rafka, meminta agar Fredy pulang terlebih dahulu.


Fredy menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak akan pernah mau pergi dari rumah Mila, sebelum anak perempuannya itu memaafkannya.


“Saya -, saya -“ ucap Fredy terputus, ketika melihat sosok yang tidak mau dia lihat sedang berdiri tepat di depan pintu rumah Mila. Membuat Mila dan Rafka langsung menoleh ke arahnya, karena Aura seram pria itu benar - benar sangat menegangkan.


“Oh, jadi anaknya sekarang mau jemput bapakknya atau gimana nih?” Tanya Mila dengan sinis ketika melihat kehadiran Ares di rumahnya.


“Soory, ini ada apa ya? Aku baru datang dan? Kenapa nih orang tua ada di sini?” Tanya Ares Balik, merasa tidak mengerti dengan status yang ada.


Tadinya Ares datang ke rumah Mila, hanya ingin meminta maaf atas kejadian tadi. Namun siapa sangka, bahwa papahnya malah berada di sini.


Terang saja, Fredy langsung membungkam mulutnya, dan tidak berani berkata apa pun. Dia takut Ares akan langsung menyerang Mila, ketika dia tahu, bahwa Mila adalah anak dari selingkuhannya.

__ADS_1


“Papah Kamu datang ke rumahku dengan membawa semua ini,” jawab Mila, lalu memberikan semua dokumen yang tadi di berikan kepada Fredy.


Ares memperhatikan semua itu satu persatu, wajahnya yang tadi terlihat biasa, kini terlihat begitu marah. Bahkan dia sampai meremas kertas yang sedang dia pegang.


“Apa ini?” Tanya Ares, mengangkat kertas itu tepat di depan wajah Fredy.


“Ares, Papah -“


“Brengg sek Anj ing luu,” umpatnya begitu marah dengan Fredy, lalu dia menatap ke arah Mila.


“Jadi kamu anak dari si pela cur itu?!” Tanya penuh tekanan.


“Jaga omongan kamu! Ibu saya tidak seperti dengan apa yang kamu pikirkan!” Jawab Mila, tak kalah emosi, ketika ibunya di katakan seperti itu.


“Sebutan apa yang cocok dengan seorang wanita perebut suami orang?” Tanya Ares lagi.


“Ares!” Sentak Fredy, yang merasa anak laki - lakinya itu sudah sangat keterlaluan.


“Kenapa? Kamu mau bela anak haram ini?” Tanya Ares pada papahnya.


Mila menatap Ares dengan penuh rasa dendam. “Sudah - sudah, saya tidak perduli dengan kamu siapa, papah kamu siapa! Aku tidak pernah mau menganggap siapapun menjadi Ayah saya!”


“Dan kalian lebih baik keluar dari rumahku sekarang!” Mila kembali mengusir dua orang asing yang sudah membuat keributan di dalam rumahnya.


Ares menatap Mila dan Fredy secara bergantian, dengan kepalan tangan yang sampai memperlihatkan urat - uratnya.


“Akan aku tunjukan sama kamu, kalau pela cur itu tempatnya di mana!” Tegas Ares, sebelum akhirnya dia melangkahkan kakinya keluar dari rumah Mila.


Jujur saja, Mila sebenarnya ingin marah dengan semua kalimat - kalimat Ares. Namun apa yang bisa dia lakukkan, dia tidak mempunyai kuasa apa pun, apa lagi jika dia mengingat denda yang harus dia bayar jika dia sampai bermasalah dengan Ares.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2