
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Ke esokan harinya, seperti yang dikatakan oleh Fredy, karena telpon Diana semalam, akhirnya dia memilih untuk pulang terlebih dahulu ke rumah.
***
Siang ini, Fredy baru saja mau memasuki halaman ruamhnya, namun dia lebih dulu melihat Ares yang sedang bermain di halaman rumah bersama dengan para susternya.
“Hallo sayang, anak Papah, Ares.” Sapanya pada anak yang masih berusia 1 tahun itu.
Ares yang baru saja mulai belajar jalan, kini mulai melangkahkan kakinya satu kali, dan terjatuh ketika melihat Sang Papah pulang.
“Papa.” Panggilnya, membuat Fredy merasa begitu senang karena putranya itu sudah bisa memanggilnya dengan sebutan Papah.
“Ares sudah makan siang mbak?” Tanya Fredy pada susternya Ares.
“Sudah Tuan.” Jawab Suster Ares itu.
Fredy tidak bisa berhenti untuk menciumi pipi Ares. Dia begitu mencintai putranya itu walaupun dia tidak mencintai Diana Mamah Ares.
Menurut Fredy, di dalam dunia ini hanya ada dua nama yang selalu ada di dalam hatinya, yaitu Tika dan juga Ares.
Fredy begitu bahagia ketika dia bermain dengan putranya, sampai - sampai dia tidak menyadari jika ada seseorang yang sejak tadi memandangnya dari kejauhan.
Diana, menatap Fredy dari jendela kamarnya yang bisa langsung melihat ke halaman rumah. Dia sedikit tersenyum, karena berhasil mengambil waktu Fredy dengan Tika yang sedang liburan bersama.
“Aku sudah melakukkan semua perjuanganku dari lama, termasuk menjebakmu dengan obat perang sang dan berhasil membuatku hamil anak mu, dan kamu pikir sekarang aku mau menyerah begitu saja ketika kamu mau tinggalin aku demi *** *** itu! Jangan mimpi.” Gumam Diana pelan, lalu dia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya untuk menghampiri Fredy yang baru saja pulang.
__ADS_1
“Ares, sini sayang.” Panggil Diana yang baru saja menuruni tangga dan melihat Fredy dan putranya sudah masuk ke dalam.
Fredy tersenyum tipis ketika melihat Diana yang baru saja turun. Hubungan mereka memang tidak pernah baik, bahkan Fredy sama sekali tidak pernah menyentuh Diana sepanjang pernikahaan mereka, bagi Fredy hubungannya dengan Diana hanya sebatas orang tua untuk Ares, selebihnya mereka tidak akan mencampuri urusan masing - masing.
“Kamu sudah pulang Fer?” Tanya Diana pada Fredy suami kontraknya.
Fredy menganggukan kepalanya pelan, lalu dia memilih untuk melangkah masuk ke dalam kamarnya dengan membawa Ares dalam gendongannya.
Diana tersenyum dengan ramah, namun ketika Fredy sudah masuk ke dalam kamarnya, senyum itu berubah menjadi wajah yang sangat sinis.
Jika tidak ada Fredy di rumah, maka Diana akan bertindak seenaknya pada siapapun pelayan yang membuat Moodnya jelek. Tetapi dia akan berubah baik jika di depan Fredy.
****
Waktu beputar begitu cepat, hingga pada petang harinya, Fredy baru saja keluar dari kamarnya dan menyerahkan Ares pada Susternya.
Tujuan dia pulang memang hanya karena ingin menemui Diana dan juga mertuanya yang sedang berkujung, karena setelah itu dia akan kembali pulang lagi ke rumah Tika, rumahnya yang sebenarnya.
Merasa malas untuk menanggapinya, Fredy hanya diam saja menganggukan kepalanya pelan, dan nurut untuk menikmati makan malamnya.
“Diana bilang, kamu baru pulang liburan dari Bali, apa itu benar Fer?” Tanya Zaenal papah dari Diana.
“Benar, itu benar.” Jawab Fredy dengan begitu santai.
Sebenarnya dia malas sekali berada di antara anak dan bapak yang mempunyai otak politik yang sangat tinggi, membuat makanan yang masuk ke dalam tubuhnya semua terasa hambar.
“Hemm, sebenarnya saya pulang hanya ingin memberitahukan pada kalian, jika persidangan akan dilaksanakan besok pagi, jadi persiapkan diri kalian.” Tegas Fredy, tidak ingin berbasa basi mengikuti obrolan palsu yang ada.
Sontak saja, wajah Diana yang full senyum berubah menjadi datar. “Fredy, kita sedang makan, tidak bisakah kita membicarakan hal itu nanti saja.” Diana memprotes Fredy yang berbicara tidak pada tempatnya.
__ADS_1
Fredy segera menyelesaikan makannya, “aku sudah selesai makan, besok kita akan bertemu di pengadilan.” Ucap Fredy lagi, sebelum dirinya beranjak meninggalkan meja makan.
Bahkan Fredy sama sekali tidak menghargai Zaenal yang berada di sana. Menurutnya permainan Diana dan Zaenal benar - benar membuat dirinya sudah merasa sangat - sangat muak.
Setelah kepergian Fredy, Diana terlihat begitu marah, dia bahkan menggengam sendok di tangannya dengan begitu erat. “Aaaahhhhhh, sial!!” Umpat Diana dengan penuh emosi.
Sedangkan Zaenal terlihat diam saja namun pandangannya terus menatap langkah Fredy yang sudah kian menjauh, sembari terus mengatur emosinya agar tidak sampai membludak.
“Pah, lakuin sesuatu dong Pah! Diana gak mau cerai sama Fredy Pah!” Pintanya pada Zaenal.
Zaenal adalah seorang pengacara kondang yang mampu menutupi semua tindak kejahatan putrinya. Dia juga sebenarnya di untungkan dalam hubungan Diana dan juga Fredy, karena orang Tuan Fredy adalah seorang anggota DPR dan itu bisa membuat dirinya masuk ke dalam jajaran pemerintahan.
“Tentu saja Papah akan membantumu sayang, tetapi permasalahannya, Fredy pasti akan melakukkan suatu hal yang bisa membuat karir papah juga jadi hancur, kita tidak bisa sembarangan bermain Dian!” Tegas Zaenal, merasa capek juga karena putrinya itu terus menerus menuntutnya untuk bertindak.
“Dua tahun aku sudah berusaha untuk berpura - pura menerima hubungannya dengan wanita itu! Dan sekarang aku harus kalah! Itu tidak mungkin Pah.” Balasnya lagi, agar papahnya itu bisa mengerti apa yang sedang dia rasakan.
Braaakkkk, Zaenal yang marah akhirnya menggebrak meja dengan begitu kencang. “Kamu tenang dulu bisa tidak sih! Papah juga pusing dan lagi cari jalan keluar!” Bentaknya pada Diana, merasa pusing dengan rengekkan terus menerus dari putrinya itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*