Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )

Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )
Perpindahan Warisan


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Di saat Fredy sudah duduk bersama dengan Hotman, Edwin dan juga Bayu, kini Fredy melihat berkas apa yang sedang di keluarkan oleh pengacara itu.


“Jadi di sini, atas permintaan Ares ya, saya menyerahkan seluruh Aset yang dulunya milik Pak Fredy, dan Ares juga sudah menandatanginya dan diserahkan pada notaris.” Jelas Hotman pada Fredy.


“Apa? Tapi kemana anak itu? Kenapa dia tidak menyerahkan semua itu sendiri?” Tanya Fredy, merasa jika ada yang tidak beres dari semua ini.


“Ares sudah berangkat satu jam yang lalu pak Fredy, dia membawa adiknya katanya untuk berobat di luar Negara.” Jawab Hotman dengan jujur.


“Apa? Apa? Adik siapa?” Tanya Bayu, yang lebih dulu bertanya tentang hal itu. Karena memang dia belum tahu kebenaran kalau Mila adalah adik kandung beda mamah dari Ares.


“Kemana dia pergi? Anda pasti tahukan?!” Tanya Fredy pada Hotman. Dia merasa khawatir ketika Ares kembali membawa Mila tanpa ada izin darinya.


Hotman Paris menggelengkan kepalanya pelan, “Saya tidak tahu Pak Fredy, saya hanya di minta olehnya untuk mengerus berkas - berkas perpindahan tangan ini saja.” Jawab Hotman yang kali ini dirinya memilih untuk bohong.


Dia sudah berjanji dengan Ares, kalau dirinya tidak akan mengatakan kepada Fredy atau siapapun, ke Negara mana Ares membawa adiknya itu.


“Bohong! Kamu pasti bohong! Kamu tahu kemana mereka pergi, karena Ares tidak mungkin bisa menyiapkan semuanya kalau bukan karena bantuanmu!” Sentak Fredy, tidak percaya jika Hotman tidak tahu kemana Ares membawa Mila pergi.


Hotman mengehela nafasnya kasar. “Pengacara Ares bukan hanya saya pak Fredy, mungkin dia menghubungi pengacaranya yang lain untuk mengurus keberangkataannya.” Balas Hotman, dengan alibi yang sangat masuk di dalam akal.


Namun Fredy menggelengkan kepalanya pelan, “saya tetap yakin kamu tahu, dan kamulah yang mengurus keberangkatannya, karena Pasport Ares, kamulah yang memegangnya.” Tekan Fredy, yang sama sekali tidak pernah percaya akan kata - kata dari seorang pengacara.


Terbukti dari mertuanya, yang sudah menyimbolkan, bahwa semua pengacara itu tidak bisa di percaya menurutnya semua yang mereka katakan adalah bohong untuk menutupi segala kesalahan dari klaein mereka.


“Terserah dari pak Fredy mau bagaimana, hanya saja tadi ada pengacara mendatangi saya dan mengatakan jika dia ingin mengambil dokumen milik Ares serta dia juga mengambil milik saudari Mila yang pernah di buatkan oleh Ares beberapa waktu yang lalu Pak.” Jelas Hotman lagi, dan kali ini Fredy terdiam, bukan karena dia percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hotman.

__ADS_1


Tetapi dia merasa sangat sulit sekali mempercayai dan dia lebih baik diam saja. “Baiklah, segera selesaikan semua ini, karena saya masih ada urusan lain!” Tegas Fredy, lalu minta berkas yang diberikan oleh Edwin sang Notaris.


“Baik, Anda bisa tanda tangan di sini, di sini dan di sini.” Ucap Edwin, memperlihatkan 3 tempat yang sudah di stempeli oleh matrai 10. 000 biar semakin kuat.


Setelah menandatangi berkas itu, Edwin dan Hotman langsung berpamitan pada Fredy dan Bayu yang masih sama - sama terdiam, karena tidak tahu harus berkata seperti apa saat ini.


***


“Om, saya ingin tahu, sebenarnya siapa adik yang di maksud oleh pak Hotman tadi? Apakah benar kalau Mila adalah adiknya?” Tanya Bayu pada Fredy.


“Ares sudah benar - benar tidak waras, sampai mengakui orang lain sebagai adiknya.” Umpatnya lagi, merasa kalau itu adalah kesalahan saja.


“Tidak, dia tidak sakit jiwa, karena Mila adalah benar - benar adik kandungnya.” Jawab Fredy dengan wajahnya yang sangat serius.


Bayu menyeritkan keningnya, pertanda jika dia bingung ketika mendapatkan situasi yang sangat memusingkannya ini.


“Mila adalah anak kandung saya dengan Tika, kekasih saya dulu.” Ungkap Fredy, membuat Bayu membulatkan ke dua matanya sempurna.


Keterkejutaanya benar - benar sangat murni, karena memang dia tidak tahu kalau Ares mempunyai saudara lain.


“Tapi - tapi, kalau Ares tahu Mila adalah adik kandungnya, kenapa Ares dengan tega menjual Mila?” Tanya Bayu lagi, semakin penasaraan dengan kehidupan keluarga mereka.


Fredy menghela nafasnya, lalu dia bangkit dari duduknya. “Karena ada sebuah masalah di masa lalu.” Jawab Fredy singkat.


“Bayu, om rasa sebaiknya kamu pulang dulu! Dan bantu Om dalam mencari kemana Ares membawa Mila pergi, Om takut kalau Ares akan menyakiti Mila lebih dari ini.” Pintanya pada Bayu, dan pria itu juga ikut beranjak dari tempatnya.


“Baik Om, saya akan usahakan mencari tahu di mana mereka berada.” Balas Bayu, dan lalu dia segera pamit pada Fredy, agar dirinya bisa segera mencari keberadaan Mila dan Ares.


Setelah apa yang dilakukkan Area pada Mila kemarin, Bayu tidak bisa menjamin kalau Ares menyesali perbuatannya dan tidak lagi menyakiti Mila.

__ADS_1


****


Sedangkan Fredy, kini kembali terduduk di Sofa, mengingat Ares yang membawa Mila entah kemana.


“Ya Tuhannn, Aress, kamu mau berbuat apa lagi Res????” Fredy benar - benar sangat frustasi.


Dia pikir, setelah dirinya mau menceraikan Diana, Area tidak lagi akan menganggu Mila dan dirinya. Tapi ternyata dia salah, dia seharusnya bener - benar berusaha untuk menjernihkan otak putranya yang sudah di racuni oleh Diana.


Melihat Fredy yang sangat berantakan, dari jauh Diana melihat itu dan dia menampilkan senyumnya tipis.


“Takdirmu memang hanya bersamaku Fre, kamu tidak akan bisa menceraikanku walaupun semesta mendukungnya.” Lirih Diana, sembari menghapus tetesan air mata yang menetes membasahi pipinya.


Bukan karena dia merasa sedih, tapi karena dia merasa senang ketika mendengar putranya membawa Mila kabur.


“Aku berharap, Ares tidak bernuat untuk berhenti untuk menyiksa putrimu itu.” Gumamnya lagi. Tetapi tidak berani mendekati Fredy.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2