Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )

Rumit (Sakit Ketika Kamu Mencintai Kakak Kandungmu Sendiri )
Penangkapan Ares


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Dengan perasaan paniknya, Mila masuk ke kamar mandi, mencoba menggunakan ponsel milik Satya.


Ponsel itu terkunci, namun Mila teringat dengan tato yang ada di bahu Satya tadi, lalu dia mengetikkannya. Sepertinya itu adalah angka penting untuk Satya, hingga ponsel itu berhasil terbuka.


Mila bingung mau menghubungi siapa, dia juga tidak mengingat nomor ponsel siapa pun. Hingga akhirnya dia memilih untuk pasrah. Dia tidak tau harus menghubungi siapa.


Mila terperosot di dalam kamar mandi, dia melihat ke arah tangannya yang penuh darah dari Satya tadi.


Dia menatap tangannya, seperti tidak ada harapan lagi untuknya selamat. Dia sudah menjadi seorang pembunuh saat ini. Kalaupun dia selamat dan menjelaskan bahwa dia adalah korban, pembunuh tetaplah pembunuh, tidak akan pernah ada pasal yang bisa membelanya.


Mila menangis lalu perlahan mulai bangkit, dia keluar dari dalam kamar mandi, dan mendapatkan Satya yang sudah tidak bernyawa lagi, Mila kembali meletakan ponsel Satya dengan perasaan takutnya, dia kembali mengenakan bajunya lalu menatap ke arah mayat Satya. “Aku sudah jadi pembunuh, aku pembunuh.” Gumamnya, merasa mulai depresi dengan semua kejadian ini.


“Ibuuu,” ucapnya, memanggil ibunya merasa bahwa dia tidak ada jalan lagi untuk melakukkan apa pun.


Mila melihat ke arah jendela, lalu dia mencari apa pun yang bisa memecahkan jendela itu.


Praaaangggggg, Mila memecahkan kaca jendela itu dengan gelas mengangkat kursi kecil bundar yang terbuat dari kayu.


Mila melihat ke bawah, sepertinya kamar mereka berada di lantai 3 hotel itu. Mila kembali memejamkan matanya. Mengingat semua kejadian barusan, hidupnya sudah benar - benar hancur, tidak ada lagi masa depan yang bisa dia perjuangkan, terlebih dia baru saja membunuh seseorang, perasaan takut, marah dan rasa bersalahnya kini kian menjadi satu.

__ADS_1


“Maafkan aku bu, tapi Mila gak sanggup buat jalaninnya lagi.” Lirihnya pelan, lalu mulai menerjunkan dirinya dari lantai atas ke bawah.


Tidak ada perasaan takut mati dalam diri Mila, yang ada di dalam pikirannya saat ini malah dia harus mati.


Braaaaakkkkk, tubuh Mila jatuh di atas mobil, hingga memecahkan kaca depan mobil itu.


Uhukkkk,,uhuuuukkk, Mila terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya, tubuhnya tertusuk banyak kaca yang ada, sedangkan dari kepalanya terlihat sedikit retak dan pecah, membuat dirinya sudah tidak bisa bergerak.


Ke dua matanya masih bisa melihat orang - orang yang datang ke arahnya mungkin ingin menolong. Namun, tak lama kemudian, Mila mulai jatuh pingsan, sebelum orang - orang bisa menolongnya.


*****


Di sebuah rumah sakit, terlihat Fredy, Ares dan juga Bayu yang berada di sana. Tadi polisi juga mendapatkan mayat Satya berada di lantai tepat di mana Mila di temukan terjun, mereka mendapatkan ponsel Satya dan berhasil menemukan nomor Ares yang menjadi panggilan terakhir di ponsel Satya.


“Malam.” Sahut Fredy dan juga Bayu secara bersamaan, namun tidak dengan Ares, yang sejak tadi memilih diam.


“Pak Ares, Anda resmi kami jadikan tersangka atas kasus ini,” ucap Polisi itu, membuat Fredy dan Bayu menoleh secara bersamaan.


“Maksudnya gimana ini pak? Kenapa? Kenapa anak saya yang di tangkap?” Tanya Fredy, merasa tidak terima jika putranya yang harus dijadikan tersangka atas kasus yang tidak dia perbuat.


“Mohon maaf pak Fredy, tapi mayat ini terlibat pembelian wanita tadi dengan Pak Ares, dia menjual wanita itu sebagai barter, dan meminta agar jenazah ini memaksa jikalau wanita itu menolak, semuanya di dapatkan dari bukti chattingan yang ada di ponsel jenasah.” Jelas polisi tersebut, sontak saja Fredy terkejut mendengarnya.


Dia menatap tidak percaya dengan apa yang di lakukkan oleh putranya ini. Begitu juga dengan Bayu, dia tahu bahwa Ares adalah pemain, tapi dia tidak tahu kalau misalnya Ares bisa melakukkan hal sekeji ini.

__ADS_1


“Aresss kamu benar - benar!” Bentak Fredy, dan ingin mengangkat tanganya untuk menampar putranya itu. “Aaahhh,,ahhhh,” tiba - tiba saja, jantung Fredy terasa sakit, dan membuatnya jatuh ke lantai.


“Papah,” ucap Ares, ketika melihat Papahnya jatuh pingsan.


Namun Bayu segera menghalangi langkah Ares. “Tangkap saja dia pak, tidak akan pernah ada tempat untuk orang sekeji dia!” Ucap Bayu, merasa perbuatan Ares sudah tidak bisa di maaafkan lagi.


Bahkan untuk menatap Ares saja, Bayu rasanya sudah enggan, dia tidak bisa menerima jika Ares bisa seperti ini.


Ares yang mendengarkan kalimat dari Bayu, merasa pasrah saja, ketika polisi mulai memborgol tangannya. dia tidak menyangka kalau semuanya akan menjadi seperti ini.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2