
Selamat membaca 🧡.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Namaku Lea tempat tinggal ku di Jakarta, aku tinggal bersama Nenek dan Tanteku, karena orang tuaku bekerja di Surabaya. Aku sudah terbiasa dengan kesibukan mereka, dari kecil aku juga sudah di asuh Nenek bisa di bilang aku sudah sangat nyaman tinggal bersama Nenek enek dan Tante. Tapi sekarang aku harus pindah sekolah karena rumah orang tuaku sudah jadi, orang tuaku memutuskan untuk membuat rumah di Surabaya karena jaraknya dekat dengan pekerjaan Papa. Aku adalah anak tunggal, papaku bekerja sebagai manajer di salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Sebenarnya sangat berat harus meninggalkan Nenek, karna aku sudah terbiasa tinggal dengan Nenek dan ya!" keesokan harinya kami pun berpamitan.
...****************...
Lea bersama orang tuanya dan juga bibi Ida berangkat bersama ke Surabaya, mereka menaiki pesawat agar cepat sampai di tujuan. Selama satu jam di pesawat Papa melihatku murung lalu berkata.
"Papa tau kamu sedih karena nggak tinggal sama nenek lagi, tapi nggak mungkin kan kamu ngerepotin nenek terus. Papa sama Mama juga nggak mau ngerepotin Tante kamu sayang?" belum lagi Papa sama Mama harus sering bolak balik Jakarta-Surabaya.
"Ngga kok Pa," Papa tenang aja" ucap Lea dengan suara lirih.
Akhirnya Lea pun sampai di rumah baru orang tuanya. Rumah yang tidak terlalu besar, tapi sangat modern. Bertingkat tiga, di dalam rumah sangat bersih dan rapi.
"Lea kita sudah sampai rumah, Papa harap kamu nyaman tinggal di rumah barumu," ucap Heri sambil memeluk anak kesayangannya. Oh iya, kamar kamu di lantai dua ya.
"Sekarang kamu istirahat ya, besok Mama yang nganterin kamu ke sekolah baru. Ya sudah kamu mandi sana nak, Mama mau nyiapin makanan dulu nanti kamu turun ya?" selesai makan baru istirahat" ucap Laila yang terlihat sangat sibuk.
"Ok Ma..!" "Pa!" "aku masuk kamar dulu ya?" ucap Lea sambil tersenyum tipis.
Ia sangat penasaran dan ingin cepat-cepat masuk ke dalam kamarnya.
...****************...
Mata masih mengantuk, namun pagi sudah datang menyapa. Aku berada di kamar yang asing, dan lingkungan yang asing. Merindukan orang terdekatku begitu membuatku sedih. Saat membuka jendela kamar, hawa sejuk di pagi hari berhembus. Untuk sesaat, aku menikmati kesejukan itu dengan memejamkan mata. Semoga hari ini dan seterusnya, aku bisa melewati hari-hariku tanpa orang yang aku sayangi.
"Sayang, kamu sudah bangun belum," panggil Laila sembari mengetuk pintu kamar Lea. Sudah pukul enam nih, nggak siap-siap.
"Iya Mama," sahut Lea sembari membuka pintu kamarnya. Ini udah mau pakai seragam, habis ini aku turun.
"Mama kira putri cantik Mama belum bangun, biasanya kan sulit bangun," celetuk Laila. Baiklah Mama tunggu di bawah ya, kita sarapan bareng.
__ADS_1
"Ok, Ma siap," ucap Lea, dengan suara lembut.
...****************...
Hari ini, tepat dua bulan Lea masuk di sekolah barunya. Jujur jadi orang pemalu itu nggak enak apalagi harus kenalan sama teman-teman baru, seiring berjalannya waktu Lea sudah bisa beradaptasi dengan teman-teman lainnya.
Walaupun tidak terlalu akrab sama teman-teman yang lain, tapi ada satu teman yang menempel terus. Sebenarnya dia juga teman yang asik hanya saja dia tipe anak yang cerewet, "ya?" si cerewet itu bernama Nadia, kebetulan kita juga satu kelas. Aku ingat waktu pertama sekolah disini, saat aku selesai memperkenalkan diri Nadia memanggilku lalu berkata.
"Lea, kamu duduk sama aku aja kebetulan temanku nggak masuk," ucap Nadia dengan penuh semangat.
Lea pun mengiyakan ajakan Nadia.
Saat mulai jam pelajaran Nadia berbisik kepadaku.
"Lea, mulai sekarang kita jadi teman ya, kedepannya aku akan menjadi calon sahabat terbaikmu," celetuk Nadia dengan nada bercanda.
"Yah!" baiklah," ucap Lea tersenyum tipis.
Mungkin sejak saat itu kita sering main bareng jadi kita mulai akrab karena Nadia anaknya ceria, jadi aku mulai suka berteman dengannya.
Seperti biasa Nadia selalu menempel dan manja ketika berbicara denganku.
"Baiklah?" sudah lama Lea juga nggak makan bakso. Lagi pula percuma juga menolak ajakan Nadia, dia pasti merengek terus. Itu sangat membuatku risih. Ternyata kalau dari dekat, Nadia sangat cantik. Pantas saja banyak laki-laki, yang ingin berkenalan dengannya. Sudahlah! Apa yang kau pikirkan Lea, bukankah semua wanita terlahir cantik.
Jam istirahat pun tiba, Lea dan Nadia berjalan bersama menuju ke kantin.
"Kenapa jam istirahat begitu sangat lama Nadia terlihat sangat kesal!"
"Bilang saja itu karena kamu memang sangat lapar," celetuk Lea.
Nadia pun tertawa keras mendengar celotehan Lea.
Setelah itu mereka pun sampai di kantin.
__ADS_1
"Hem...? ini memang bakso terenak di kantin," ucap Nadia yang terlihat begitu lapar.
"Udah Nad, ayo makan jangan cerewet," celetuk Lea nanti dingin nggak enak loh.
"Iya, iya?" ucap Nadia.
Saat Lea dan Nadia sedang menikmati makan bakso, tiba-tiba dari belakang ada yang menyapa lalu mereka pun menoleh kebelakang ternyata teman kelas kami.
"Bisa bisanya ya kalian nggak ngajak kita makan bareng juga," canda Vivi, Ria dan Fitri
"Baiklah ayo kita makan bersama, Lea yang traktir.
"Hem?" nggak deh kita bertiga mau ke kelas, lagian barusan udah makan.
"Oh gitu?" ya udah besok Lea traktir ya," kataku sambil tersenyum tipis.
"Eh!" Nadia ikut dong?"
"Hah!" kamu kan lagi makan Nad," ucap Vivi.
"Udah kenyang nih," ucap Nadia sambil mengelus perutnya yang kekenyangan.
"Ya udah ayo!" Lea kita ke kelas ya," ucap Ria.
"Nadia juga ya?" nggak apa-apa kamu sendiri?"
"Nggak apa-apa kok nanti Lea nyusul kalian.
"Baiklah daa?" Lea?" ucap Fitri berpamitan.
Selesai makan Lea bergegas masuk ke kelas karena sudah hampir jam masuk, saat akan menuju kelas seseorang memanggilku dengan suara yang begitu lembut Lea membalikkan badan kemudian menoleh lalu menatap orang itu. Siapa dia, tampan sekali. Kulitnya putih seperti wanita, wajahnya terlihat begitu sangat tampan. Pasti ceweknya juga cantik, dia kenapa nyapa aku ya. Perasaan nggak kenal deh, aduh? Matanya cantik banget. Beruntung banget yang jadi pacarnya. Apa jangan-jangan, kita satu kelas ya. Selama ini aku nggak begitu memperhatikan siapa saja teman kelasku.
"Halo Lea, maaf ya mengganggu," ucap Alex menyapa Lea yang sedang terburu-buru, kenalin namaku Alex.
__ADS_1
"Oh!" ya Alex namaku Lea," kataku tersenyum manis. Kamu kok, tahu nama aku.
"Kamu inget aku nggak Lea, sebelumnya kita pernah bertemu," ucap Alex dengan sopan.