
Selamat membaca 🧡.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara ulang tahun Om Hendra sudah selesai, tapi kenapa aku masih ingin di rumah kaca. Tempat itu benar-benar nyaman kalau kesana lagi, aku mau bawa buku novel untuk di baca bersama Alex.
"Gimana, putrinya papa cocok nggak?" temenan sama Alex canda Heri sambil menyetir mobilnya.
"Lea mengangguk dan menjawab, cocok kok pa?"
"Syukurlah kalau kalian bisa berteman baik.
"Ngomong ngomong hari Selasa sudah ada sopir baru," kata Laila menoleh kee anaknya, biar Mama juga bisa ke toko lagi, sudah tiga minggu belum ke sana karena sibuk di rumah terus.
Maklum saja Laila memang mempunyai usaha toko grosir baby shop, tokonya juga sangat besar. Semenjak pindah ke rumah yang baru, Laila belum sempat ke tokonya karena sibuk mengurus keluarganya.
"Siapa yang bantuin nyariin sopir Ma, bukannya dari kemarin susah banget nyarinya," tanya Lea yang sedang memainkan handphonenya.
"Om Hendra yang bantuin sayang? kebetulan sopirnya punya kerabat yang lagi butuh kerjaan juga, untung saja bisa nyetir mobil jadi bisa antar jemput kamu.
"Oh, ok ma," lalu bibi kapan jadi pulang apa Mama sudah nyari pengganti bibi," tanyaku dengan wajah sedih.
"Tenang aja udah ada kok Lea, mereka masih keponakan bibi Senin besok mereka udah berangkat. Sedangkan bibi pulang hari Rabu, karena katanya mau beli oleh-oleh dulu.
"Biar Lea yang nemenin bibi beli oleh-oleh Ma, kan sudah ada sopir yang nganter.
"Iya," sayang?"
Akhirnya setelah 45 menit di jalan sampai juga di supermarket.
Mama dan Lea pun turun dari mobil untuk berbelanja.
"Papa tunggu di mobil saja biar nggak capek mondar-mandir," kata Laila meledek suaminya.
__ADS_1
Kalau kelamaan yang ada nanti ngomel lagi.
"Baru saja mau bilang gitu udah keduluan mama kata," Heri tertawa lebar.
"Kita tinggal dulu ya Pa," kata Lea tersenyum manis ke arah papanya dan menutup pintu mobil.
...****************...
Sedangkan Alex, saat Lea sudah pergi dia segera naik ke atas untuk menghampiri teman-temannya. Sebenarnya saat di rumah kaca Alex sempat mengirim pesan ke Rio untuk menunggunya pergi ke cafe bersama. Alex tau hanya Rio teman yang paling penyabar dan bisa membujuk Noval dan Fauzan agar mau menunggunya, karena memang setelah acara ulang tahun papinya selesai mereka memang berencana mau pergi ke cafe bersama.
"Wah!" parah lo Lex!" bisa-bisanya ya, kita mau ke cafe tapi Rio maksa buat nungguin lo, Fauzan dan Noval yang kesal, dengan kompak saling memegangi lengan Alex dan mendorongnya ke kasur lalu menggelitiki badannya.
"Udah stop woy, ampun ampun," ucap Alex yang sangat pasrah dengan kelakuan Fauzan dan Noval.
"Mentang-mentang lagi deketin cewek, sampai kita nggak boleh ikut ke rumah kaca," celetuk Fauzan.
"Gue sahabatan lama sama lo, tapi nggak pernah di ajak ke rumah kaca" maki Noval dan protes ke Alex. Sekarang lo yang baru kenal sama cewek, dengan santainya ngajak dia ke rumah kaca
iri gue ... iri Lex!"
"Lo tuh cerewet banget sih Val, kek emak-emak tau nggak lo," ledek Alex.
"Ya udah lah, kalian jangan protes muluk berisik tau nggak!" kita sebagai sahabat yang baik mending dukung Alex aja" ucap Rio si paling nggak suka ribet.
"Tuh! dengerin kata Rio," Alex tersenyum sombong sambil meledek Fauzan dan Noval.
"Iya, iya?" jadi berangkat nggak nih! nanti keburu kemalaman," kata Noval melirik ke arah ke tiga temannya.
"Ok, nanti gue yang traktir kalian pesen deh sepuasnya, kata Alex yang bermaksud mentraktir temannya agar tidak marah lagi.
Mereka akhirnya turun ke bawah untuk pergi nongkrong ke Kafe, tak lupa juga pamit ke orang tua Alex. Setiap hari sabtu dan Minggu mereka slalu ke cafe Rio, tempat favorit mereka nongkrong untuk bersantai bersama. Alex dan Rio juga sering bernyanyi karena di Kafe Rio tempat tongkrongan anak-anak muda, di sana juga ada grub band agar anak-anak muda betah di sana. Berbagai makanan dan minuman juga harganya terjangkau, tak heran Kafe milik orang tua Rio slalu rame apalagi hari Sabtu dan Minggu banyak sekali pengunjung.
"Pak Sigit tolong anterin kita ya, ke cafe biasanya," ucap Alex ke sopirnya.
__ADS_1
"Ok bos," ucap pak Sigit dan masuk ke dalam mobil.
...****************...
Selesai juga belanjanya Lea mendorong troli yang penuh dengan barang belanjaan, Laila juga mendorong troli karena setiap belanja selalu banyak sekali yang di beli. Heri yang melihat istri dan anaknya dari kaca spion mobilnya, langsung membuka pintu untuk membantu mereka.
"Sudah selesai belanjanya," kata Heri dan membuka pintu belakang mobil.
"Udah pa, lama ya nungguin kita," Lea tertawa lebar sambil meledek papanya yang sudah lama menunggu mereka.
Selesai memasukkan semua barang belanjaan Laila dan putrinya masuk ke mobil, mereka lalu menunggu Heri yang sedang berjalan menaruh troli ke supermarket.
Laila dan putrinya terlihat sibuk dengan handphone mereka masing-masing, Lea pun membaca novel di handphonenya karena dari dulu Lea memang suka sekali membaca novel, saat Lea sedang asik membaca novel ada pesan dari Nadia.
Nadia.
Lea, besok kalau mama kamu sibuk aku jemput ya.
^^^Lea.^^^
^^^Nggak usah Nad, besok aku di anterin papa kok.^^^
Nadia.
Oh,gitu? ok deh Lea.
Lea tidak membalas chat dari Nadia lalu melanjutkan membaca novel lagi, tak lama kemudian Heri juga sudah kembali masuk ke dalam mobil dan bergegas untuk menyetir. Lea yang lelah lalu menaruh handphone menoleh ke bagasi mobilnya, ia pun mengambil minuman dan snack yang tadi ia beli.
...****************...
Akhirnya sampai juga di rumah, Lea terlihat sangat lelah dan beranjak keluar dari mobil. Bibi yang baru membukakan pintu, segera membantu majikannya membawa barang-barang belanjaan untuk di bawa masuk ke dalam rumah. Lea yang terlihat mengantuk beranjak naik ke atas untuk masuk ke kamarnya.
"Ma?" Pa?" Lea masuk kamar dulu ya," kataku sambil memeluk papanya dari belakang.
__ADS_1
"Ok, selamat malam sayang?" ucap Heri dan Laila sambil mengelus rambut anaknya dan mencium keningnya.
Lea pun menutup dan mengunci pintu kamarnya, ia langsung mengganti bajunya dan berjalan ke arah wastafel untuk cuci muka. Setelah selesai, ia langsung berbaring di kasur sambil membuka handphone untuk membuat alarm agar tidak bangun kesiangan. Aku benar-benar nggak nyangka ternyata Alex anaknya ramah, tapi kenapa di sekolah dia terkenal cuek dan dingin. Dia bahkan ngajak aku ke rumah kaca, ini bisa jadi kesempatanku ngedeketin Nadia sama Alex. Ah, sudahlah lebih baik aku tidur saja, besok aku kan juga ada jadwal les gumam Lea.