Sahabatku Berkhianat

Sahabatku Berkhianat
Aku lemah di hadapanmu


__ADS_3

Niat hati ingin cepat-cepat tidur, tapi sulit sekali untuk tertidur pulas. Alex merenung memikirkan Lea, ia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.


Apakah Lea sudah melupakanku, walaupun hanya sebatas teman. Apakah Lea sedang bersama pacar barunya sekarang, dan bersenang-senang. Kenapa aku begitu bodoh!" kenapa tidak langsung saja bilang dari kemarin-kemarin kalau aku suka sama dia. Tidak-tidak!" justru lebih baik begini, tidak perlu bilang kalau aku suka sama Lea. Bagaimana kalau ternyata, Lea tidak menyukaiku. Buktinya sekarang, dia sudah punya pacar. Itu artinya, Lea pasti tidak menyukaiku," gumam Alex.


Alex mengacak-ngacak rambutnya, dengan raut wajah kesal. Akhirnya ia pun memakai masker penutup mata, supaya cepat tidur. Ia benar-benar tidak ingin memikirkan, hal-hal yang membuat kepalanya semakin pusing.


"Papa," ucap Lea sembari mengetuk pintu.


"Heri yang sedang fokus di depan laptopnya, mendengar anaknya memanggil dirinya. Masuk saja sayang, nggak di kunci kok!" ucapnya, lalu membuka kacamata anti radiasi yang masih ia pakai.


"Pa?" aku mau keluar dulu ya," pamit Lea.


"Ok, sayang?" mau keluar kemana," tanya Heri.


"Mau ke rumah Alex Pa, ngomong-ngomong Mama mana Pa.


"Mama barusan berangkat ke toko, katanya ada barang mau datang, jadi buru-buru tadi. Ambilkan dompet Papa dong, di kasur.


"Ini Pa dompetnya, ya udah Pa!" aku berangkat dulu.


"Eh!" tunggu dulu sayang, ini buat pegangan.


"Serius, Pa?" aku kan, udah di kasih Mama. Nggak usah Pa, aku masih ada kok.


"Udah nggak apa-apa sayang, kamu hati-hati di jalan ya.


"Lea tersenyum lebar, lalu memeluk Heri. Makasih ya Pa, da?" Papa?"


"Ok, sayang.


Lea pun menuruni anak tangga dengan terburu-buru. Pak Bagas yang sedang mendengarkan musik dangdut, sembari menaruh karpet mobil di buat kaget, karena Lea memanggil dirinya dengan suara yang sangat kencang.


"Eh!" ada apa Non Lea, Pak Bagas langsung mematikan musik, maaf Non Lea nggak dengar," celetuknya.


"Lea tertawa keras, sembari memegang perutnya. Ia tidak bisa berhenti tertawa, dari tadi aku panggil-panggil loh Pak Bagas. Tolong anterin aku beli makanan, habis itu ke rumah Alex.

__ADS_1


"Oh!" iya baik Non Lea, keasikan dengerin musik dangdut sampai nggak tahu Non Lea manggil-manggil saya," ucap Pak Bagas.


"Udah selesai kan Pak nyucinya, kalau belum lanjutin dulu nggak apa-apa kok Pak.


"Sudah Non Lea, sudah selesai silahkan masuk.


"Ok, Pak Bagas.


Tepat pukul dua siang lebih 20 menit, Lea sampai di restauran untuk membeli makanan. Lea membeli burger dan beberapa cemilan lainnya, untuk di bawa ke rumah Alex. Setelah menunggu 25 menit, akhirnya Lea bisa pergi ke rumah Alex. Ia berharap, Alex ada di rumahnya dan tidak keluar. Lea benar-benar sangat khawatir dengan Alex, yang sampai sekarang tidak ada kabar.


Lea yang sudah sampai di rumah Alex, turun dari mobilnya dan memencet bel rumah Alex. Tak lama kemudian, Pak Sigit yang sedang menyalakan mobil bergegas membukakan pintu pagar rumah majikannya. Sofi yang baru saja membuka pintu rumahnya dan akan pergi berbelanja, melihat kedatangan Lea. Ia pun menghampiri Lea untuk menyambutnya.


"Eh?" ada Lea," ucap Sofi, lalu mencium ke dua pipi Lea dengan lembut.


"Maaf Tante, aku ganggu ya," ucap Lea yang merasa tidak enak, karena melihat Sofi akan keluar.


"Sama sekali nggak ganggu sayang, lagian ada Alex di sini. Jadi nggak apa-apa kan, kalau Tante tinggal.


"Iya, Tante. Alex, di mana Tante," tanya Lea.


"Ada di rumah kaca sayang," jawab Sofi. Sebentar ya, Tante suruh mbak panggilin Alex dulu. Ayo kita masuk, kita tunggu di ruang tamu ya.


Tidak terasa, Lea yang melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul tiga lebih 10 menit. Lea menunggu Alex dan berbincang-bincang dengan Sofi di ruang tamu. Tidak lama setelah menunggu, pembantu Sofi kembali dan memberi tahu majikannya. Bahwa Alex menyuruhnya, untuk mengantar Lea ke rumah kaca.


"Ya sudah, kamu langsung ke sana aja sayang. Biar di anter mbak ya, mungkin Alex masih pusing. Makanya kamu di suruh langsung ke sana," ucap Sofi. Tante mau keluar dulu, mau belanja sama beli handphone baru Alex. Tante pesankan cemilan dulu ya, buat kalian.


"Oh, iya iya," ucap Lea. Tante tinggal aja nggak apa-apa, tapi jangan beli apa-apa ya Tante. Aku udah beli cemilan soalnya.


"Oh, gitu. Ya sudah, biar di bikinin minuman ya sama mbak. Kalau gitu, Tante tinggal ya Lea.


"Iya, Tante.


Selesai menunggu di buatkan minuman segar, Lea langsung di antar oleh mbak yang bekerja di rumah Alex. Sesampainya di rumah kaca, ia melihat rumah kaca masih tertutup. Ia pun mengetuk pintu rumah kaca dengan pelan dan memanggil Alex.


"Alex, aku Lea," panggilnya dengan suara yang begitu lembut.

__ADS_1


"Masuk aja Lea, nggak di kunci kok," sahut Alex yang baru saja bangun tidur dan langsung bersandar.


"Hai, Alex. Aku ganggu nggak nih," ucap Lea dengan ragu.


"Sini duduk Lea, ngapain berdiri," nggak ganggu kok.


Kini, sekarang Lea dan Alex hanya berdua di rumah kaca. Bagaimana aku bisa marah, jika di hadapanmu saja, aku seperti seekor kucing yang penurut. Mencoba menjauhi mu sebentar saja, sudah membuatku tersiksa Lea.


"Handphone kamu rusak ya, pantas aja nomor kamu nggak aktif dari tadi malam," ucap Lea.


"Seketika bibir Alex menjadi kaku, karena bingung apa yang harus ia katakan. Mana mungkin aku bilang handphone aku rusak gara-gara patah hati, karena kamu Lea. Iya nih!" handphone aku rusak," ucap Alex, maaf ya aku nggak bisa ngabarin kamu kalau aku nggak bisa jemput. Mana tadi malam tuh, migran kambuh jadi dari tadi aku tidur di sini. Aku nggak nyangka kamu mau kesini Lea, kamu nggak sibuk apa.


"Nggak kok, sama sekali nggak sibuk. Oh, iya!" kamu udah makan belum," tanya Lea.


"Belum Lea," jawab Alex dan tersenyum lebar.


"Ya udah, ayo kita makan sama-sama. Aku juga belum makan, sambil nonton film. Aku ada rekomendasi film drama Korea, bagus banget.


"Kamu beli makanan apa, kayaknya enak.


"Aku beli burger sama cemilan lainnya, tapi lupa nggak beli minuman," celetuk Lea. Untung tadi mbak bawain minuman.


...Makanan yang di beli oleh Lea....



"Wah?" banyak banget, masih hangat enak ini. Aku boleh ngambil kan, burger aku yang mana" celetuk Alex, lalu tertawa keras.


"Lea tertawa lebar melihat tingkah lucu Alex, boleh dong?" astaga, terserah yang mana. Kamu mau yang mana, ambil aja.


"Pas banget, ada jus semangka bikinan mbak nih," ucap Alex.


"Iya, sambil nonton drama Korea terbaru," ucap Lea.


...Jus semangka bikinan mbak....

__ADS_1



Ketika Lea sedang menikmati makanannya bersama Alex dan menonton film drama Korea. Tiba-tiba handphone Lea berdering. Ia pun melihat Rehan yang sedang menelepon dirinya.


__ADS_2