Sahabatku Berkhianat

Sahabatku Berkhianat
Bertemu kembali


__ADS_3

Selamat membaca 🧡.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bibi Ida yang sudah seperti orang tua Laila memang sudah lama bekerja di rumah ibu Laila yang tidak lain adalah nenek Lea, sebelum pindah ke Surabaya bibi memang sudah bilang ke ibu Laila untuk berhenti bekerja, namun sebelum berhenti bibi ingin membantu Laila pindahan karena memang Laila belum menemukan pengganti dirinya, bibi juga ingin menemani Lea walaupun hanya dua bulan di Surabaya sampai benar-benar menemukan pengganti dirinya. Untungnya waktu bibi menelfon keluarganya di rumah adiknya bibi mempunyai anak yang baru berhenti bekerja di toko sembako, mereka berhenti karena bos mereka sudah sering telat memberikan gaji belum lagi setiap mendapat gaji selalu kurang. Bibi pun Langsung curhat ke Laila tentang masalah keponakannya, tanpa pikir panjang Laila langsung menyuruh keponakan bibi untuk bekerja di rumahnya saja. Laila sangat senang bisa membantu keponakan bibi lalu keponakan bibi juga setuju untuk bekerja di rumah Laila, yang penting mereka ingin bekerja bersama-sama karena keponakan bibi ada dua. Laila tidak mempermasalahkan itu agar keponakan bibi betah bekerja di rumahnya, Laila setuju menerima mereka berdua.


...****************...


"Bibi gimana apa minggu depan jadi pulang ke Surabaya," ucap Laila sambil membuka masker wajah. Jujur sebenarnya saya berat sekali kalau bibi sampai berhenti, dari Lea kecil Bibi selalu merawatnya dengan baik.


"Sebenarnya saya juga berat berhenti bekerja


di sini nyonya, tapi saya sudah tua tubuh saya tidak seperti dulu. Saya juga ingin berkumpul dengan keluarga dan cucu saya di desa," ucap Bibi dengan sopan.


"Nanti malam bibi jangan masak ya, nanti kita mau keluar belanja bulanan


"Baik nyonya.


"Oh iya, keponakan Bibi yang namanya Vida sama Siti jadi kerja di sini.


"Jadi nyonya, katanya hari senin berangkat.


"kalau jadi berangkat hari senin Bibi bilang ya, biar saya transfer untuk ongkos di jalan. Ya sudah bibi kan sudah makan sekarang bibi istirahat, saya nggak mau kalau bibi sampai kecapean.


"Iya, nyonya.


Setelah mencuci tangan bibi berjalan menuju kamarnya, dengan wajah yang terlihat lelah.


Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil, dari depan rumah. Laila yang sedang makan buah semangka favoritnya, berjalan menuju depan rumahnya dengan tergesa-gesa.


"Eh Papa sudah pulang," ucap Laila sambil mencium tangan suaminya.


"Iya Ma, hari ini Papa nggak terlalu sibuk," ucap Heri sambil menggandeng tangan istrinya. Lagi pula hari ini kan malam minggu pokoknya setiap malam minggu papa akan meluangkan waktu untuk keluarga kita, papa bikinin jus wortel dong ma, hari ini cuacanya panas sekali.


"Siap Pa.


Mereka pun berjalan menuju ruang makan untuk bersantai sejenak, walaupun Heri dan Laila sudah menikah mereka tetap sangat romantis. Apalagi Laila memang cinta pertama Heri meskipun Lea sudah besar Heri justru semakin romantis kepada istrinya, begitupun Laila. Ia juga sangat mencintai suaminya.


Flashback.


Saat dulu berpacaran mereka sempat putus setelah menjalin hubungan selama tiga tahun. Penyebab mereka putus karena Laila masih ingin melanjutkan kuliahnya dan belum berpikiran untuk segera menikah, namun ayah Heri yang sering sakit-sakitan sebelum ia pergi ia ingin sekali melihat anaknya menikah dan menimang cucu. Heri pun di jodohkan dengan teman Ayahnya mau tidak mau Heri terpaksa menikahi wanita pilihan ayahnya, sedangkan Laila melanjutkan kuliahnya.


Seiring berjalannya waktu Heri masih belum bisa melupakan cinta pertamanya, sampai dua tahun pernikahan mereka Heri tetap saja tidak bisa melupakan Laila tanpa ia sadari Heri telah melukai hati istrinya sendiri. Akhirnya setelah kepergian ayahnya Heri dan istrinya memutuskan untuk berpisah, karena pernikahan mereka dari awal memang tidak di dasari rasa cinta. Heri tidak pernah mencoba untuk membuka hati untuk istrinya, akan lebih baik jika mereka berpisah. Mereka pun menjalani kehidupan mereka masing-masing, kemudian sahabat Heri yang tau Heri sedang pengangguran ia menawarkan pekerjaan untuk menjadi manajer di hotel miliknya.


Setelah lulus kuliah Laila di beri tahu oleh Hendra jika Heri sudah bercerai, Laila pun segera menemui mantan kekasihnya. Ketika pulang kerja Heri terkejut melihat Laila berada tepat di depan wajahnya. Dua bulan telah berlalu semenjak pertemuan pertama mereka, Heri dan Laila sering keluar bersama kemudian Heri mengutarakan perasaannya lagi. Laila pun menangis kemudian menerima lamaran Heri, akhirnya mereka pun menikah dan di karuniai seorang anak perempuan yang cantik.

__ADS_1


"Lea mana Ma," kenapa nggak kelihatan.


"Dia sedang tidur," ucap istrinya yang sedang mencuci wortel.


"Nanti kita belanja ke supermarket ya Pa, karna stok di dapur dan lainnya juga sudah habis. Ini Pa, jusnya.


"Terimakasih istriku yang cantik.


"Apaan sih Pa" mereka pun tertawa lebar.


"Iya, iya?" nanti Papa anterin tapi sebelum belanja tolong mama pesan kue dulu ya, karena hari ini Hendra ulang tahun.


"Oh, sahabatnya Papa?" baiklah Mama pesan kuenya sekarang aja, biar nanti nggak perlu nunggu lama.


"Waktu pindahan Hendra sama anaknya kan ke sini Ma, padahal jarak rumah kita dan rumah Hendra hanya setengah jam tapi kita yang belum sempat ke rumahnya. Kebetulan nanti Hendra ulang tahun mereka juga ingin bertemu Lea, karena waktu mereka ke sini Lea kan tidur.


"Iya Pa, Mama inget waktu mereka ke sini anaknya yang bernama Alex selalu melihat foto Lea, jangan-jangan dia suka sama Lea," celetuk Laila sambil tertawa lebar.


"Iya Ma, Hendra juga sering bilang ingin sekali Alex dan Lea berkenalan. Impianku dan Hendra dari dulu ingin jadi besanan, siapa tau kelak mereka berjodoh, karena aku dan Hendra sudah bersahabat dari kecil.


"Istrinya Hendra juga sangat baik sekali Pa, dia sering ngajak mama nyalon bareng.


"Walaupun Papa sudah bersahabat lama dengan Hendra, saat Hendra menjadi bos Papa dan menjadi pemilik salah satu hotel termewah di Surabaya dia tidak sedikit pun berubah masih sama seperti sahabat ku yang dulu.


"Lea belum tau ya ma, kalau dia sama Alex satu kelas," tanya Heri sambil meminum jus buatan istrinya.


"Ya sudah Mama siap-siap dulu, sama bangunin Lea ya.


"Iya Ma, Papa mau istirahat sebentar kalian siap-siap aja dulu.


Sebelum membangunkan anaknya Laila mencuci blender terlebih dahulu, tidak lama kemudian bibi yang sudah bangun menuju dapur untuk membantu majikannya.


"Biar saya saja yang nyuci nyonya," ucap Bibi Ida sambil tersenyum tipis.


"Loh Bibi sudah bangun, kalau gitu saya mau bangunin Lea dulu ya Bi.


"Iya nyonya, sebaiknya nyonya bangunin Non Lea biar siap-siap.


Laila pun bergegas ke atas untuk membangunkan anaknya.


"Tumben pintunya nggak di kunci, anaknya Mama ternyata udah bangun," ucap Laila dengan suara lembutnya.


"Baru bangun kok Ma, ada apa Mama ke kamar Lea," kataku dengan manja.


"Hari ini sahabatnya Papa ulang tahun kamu ikut ya, rumahnya nggak jauh kok. setelah itu kita ke supermarket belanja, Mama tau kamu pasti suka kalau di ajak belanja.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Mama sama Papa ke temannya dulu, Lea tunggu di rumah.


"Nggak bisa dong sayang?"minggu lalu mereka habis dari sini, terus nanyain kamu tapi kamu tidur.


"Hem?" ya udah deh, Lea mau siap-siap kalau gitu," kataku dengan malas.


"Nah?" gitu dong, ini baru anak cantiknya Mama. Ya udah, Mama juga mau siap-siap dulu," ucap Laila sambil mengelus rambut anaknya.


Setelah beberapa jam, Lea terlihat turun ke bawah.


"Wah?" Non Lea cantik sekali, seperti artis Korea" ucap bibi sambil tersenyum.


"Loh Bibi baru tau ya Lea kan memang cantik dari dulu," kataku sambil bercanda.


Orang tua Lea juga terlihat turun ke bawah.


"Cantiknya putri Papa" ucap Heri sambil memegang ke dua pundak putrinya dari belakang.


"Bibi?" kita pergi dulu ya" ucap Laila tersenyum manis.


...****************...


Kita pun akhirnya sampai di rumah sahabat papa, yang tidak lain adalah Om Hendra. Karena memang rumahnya tidak jauh, terlihat sopir Om Hendra segera membukakan pintu pagar, Om Hendra dan istrinya Sofi bergegas datang menemui kami.


"Halo Laila semenjak kamu pindahan, kita jadi jarang nyalon bareng ya," ucap Sofi sambil mengecup ke dua pipi Laila.


"Sahabatku Heri tambah ganteng saja, canda Heri memeluk sahabatnya.


"Padahal sering ketemu di kantor, kenapa baru sekarang kamu Hendra bilang begitu.


Kami tertawa lebar mendengar candaan Om Hendra dan papa, tak lupa orang tua Lea mengucapkan selamat ulang tahun kepada Hendra.


"Selamat ulang tahun Om Hendra," ucap Lea sambil memberikan kue ulang tahun untuknya.


"Kamu cantik sekali Lea, om kenalin sama anaknya om mau ya.


Lagi-lagi kami tertawa lebar mendengar candaan Om Hendra.


"Bercanda sayang jangan di masukin ke hati ya," ucap tante Sofi sambil tersenyum manis menatap Lea. Ayo masuk kita makan makan bersama, di dalam juga ada teman Om Hendra.


Siapa sangka saat kami akan masuk, ada seorang laki-laki yang tidak lain orang yang aku kenal.


"Alex," kamu lama sekali turunnya.


"Iya Mi, tadi ngambil handphone di kamar" tenang lex tenang jangan gugup.

__ADS_1


"Kalian pasti sudah saling berkenalan di sekolah kan.


Mendengar Sofi bicara begitu membuat Lea kaget. Lea tidak tahu jika selama ini papanya bekerja di hotel milik orang tua Alex. Selama ini Lea belum pernah bertemu sahabat papanya karena ia tinggal besama neneknya di Jakarta.


__ADS_2