Sahabatku Berkhianat

Sahabatku Berkhianat
Sahabat masa kecil Nadia


__ADS_3

Selamat membaca 🧡.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nadia dan teman-temannya sangat menikmati makan pizza bersama, tentu saja Nadia tidak melupakan mbaknya. Sebelum makan bersama Nadia membawa pizza yang ia beli untuk mbaknya yang sedang membersihkan kamarnya, kemudian menyuruh mbak Yesi dan mbak Yanti untuk makan pizzanya terlebih dahulu.


Nadia langsung bergegas kembali ke teman-temannya, sambil memegang handphone yang sedari tadi tidak ia lepas. Nadia memang sedang menunggu kedatangan seseorang, dia adalah sahabat masa kecilnya. Namanya Rehan, orang tua Rehan adalah teman baik almarhum orang tua Nadia.


Anisa juga mengenal orang tua Rehan dengan sangat baik, waktu kecil Rehan sering bermain dengan Nadia. Rehan juga tinggal di Surabaya bersama orang tuanya, namun semenjak Rehan kuliah di Malang ia sangat sibuk sampai jarang pulang ke Surabaya. Setiap pulang Rehan selalu ke rumah Nadia, karena memang Nadia sudah Rehan anggap seperti adiknya sendiri jika ia tidak ke rumah Nadia pasti Nadia akan menelfon Rehan sambil merengek terus. Begitu juga dengan Nadia ia juga masih sering ke rumah Rehan, untuk bermain bersama adiknya karena Nadia dan adiknya Rehan memang seumuran.


"Nadia duduk di samping Lea, kemudian mengambil pizza untuk ia makan. Kalian nonton drama Korea apa, sampai ketawa-ketawa gitu.


"Ini drama Korea lucu banget serius deh Nad," ucap Vivi yang tidak bisa menahan tawa, padahal sudah pernah nonton.


"Oh, mr.queen ya," sahut Nadia, aku belum pernah nonton itu.


"Ria makin tertawa keras lalu," meledek Nadia, gimana kamu mau nonton Nad!" suka drakor aja enggak.


"Fitri menahan tawa sambil menutup bibir dengan kedua tangannya, karena ledekan Ria.


Lea dan teman-temannya sangat menikmati kebersamaan mereka, bersenda gurau bersama sampai tidak terasa sudah pukul empat sore lebih 20 menit. Mereka pun bersiap-siap untuk pulang karena sudah sore, kemudian Nadia bergegas ke kamar ibunya untuk memberi tahu kalau teman-temannya akan segera pulang.


"Sudah mau pulang ya," ucap Anisa kepada teman-teman Nadia.


"Iya Tante sopir kita sudah sampai," ucap Ria dan Fitri.


"Lea sama teman-teman pamit dulu Tante," kataku dengan sopan.

__ADS_1


"Hati-hati ya, kapan-kapan main ke sini lagi," kata Anisa.


Mereka pun memasuki mobilnya masing-masing. Sebelum masuk mereka sudah berpamitan ke Nadia, kemudian Nadia melambaikan tangannya lalu masuk ke rumahnya dan bergegas untuk mandi karena sebentar lagi ia akan berangkat ke restaurant bersama ibunya.


Sedangkan Lea yang sopirnya masih masuk kerja besok pagi, ia pun pulang bersama Fitri. Sebenarnya tadi ketika akan pulang Lea mau memesan taksi online, tapi Fitri yang tahu Lea akan memesan taksi langsung menawarkan untuk pulang bersamanya saja. Lea pun setuju dengan ajakan Fitri, ia sangat senang karena Fitri begitu baik padanya.


Lea teringat kalau ia belum membalas pesan dari Alex, saat membuka handphonenya ia langsung tercengang melihat pesan yang begitu sangat banyak. Ada 20 pesan yang belum Lea baca dan semua pesan itu ternyata dari Alex, Lea benar-benar tidak mendengar notifikasi di handphonenya karena terlalu asik bersama teman-temannya.


Fitri yang duduk di belakang bersama Lea terheran-heran melihat Lea tercengang.


"Kamu kenapa Lea, buka handphone kok kaget gitu," tanya Fitri, karena penasaran. Fitri pun melirik siapa yang mengirimi pesan ke Lea. Fitri sangat terkejut ternyata yang mengirimi pesan adalah Alex, ia menatap Lea sambil melotot.


"Hei!" kenapa Fit" Lea tersenyum lebar melihat tingkah lucu sahabatnya itu.


"Sejak kapan kamu dekat sama Alex, padahal selama ini dia cuek banget aku jadi iri deh?" Fitri merengek seperti anak kecil.


"Oh?" gitu ya?" tapi tetap saja kamu beruntung loh bisa kenal Alex, dia kan sangat tampan seperti Chanyeol.


"Lea tertawa keras melihat Fitri yang begitu terkagum-kagum dengan Alex, Chanyeol itu siapa lagi Fit" kataku sambil menggelengkan kepala.


"Itu loh Lea, rapper tertampan di grup EXO tahu nggak!" bayangin kalau kamu jadian sama Alex pasti satu sekolah bakal heboh deh, tapi kalian cocok loh kalau jadi pasangan.


"Kamu tuh mikir apa sih, jangan mikir aneh-aneh deh?" aku sama Alex cuman teman.


"Fitri tersenyum lebar, sambil menggoda Lea. Sampai-sampai tidak terasa sudah di depan rumah sahabatnya.


Lea pun bergegas untuk turun dari mobil Fitri.

__ADS_1


"Terimakasih ya Fit, udah nganter aku. Kamu nggak mampir dulu.


"Sama-sama Lea, hem?" nggak deh Lea kapan-kapan aja ya.


"Ok, deh!"


Lea menutup pintu dan melambaikan tangannya, setelah itu ia pun masuk ke dalam rumahnya. Lea terlihat sangat lelah dan ingin segera mandi untuk menyegarkan badannya.


...****************...


Sementara itu Nadia yang sudah siap terlihat mondar-mandir bercermin di depan kaca yang ada di kamarnya, ia begitu sangat bahagia karena sahabatnya akan pulang nanti malam seseorang yang sedari tadi ia tunggu-tunggu.


Anisa yang membuka pintu kamar Nadia yang tidak terkunci, tersenyum manis melihat anaknya yang begitu sangat senang.


"Wah?" anaknya ibu sepertinya lagi bahagia ya, karena nanti malam sahabatnya mau pulang.


"Nadia tersenyum lebar lalu memeluk ibunya, ia bu aku senang banget Rehan mau pulang.


"Bagaimana putri cantiknya ibu tidak senang jika sahabat masa kecilnya akan pulang, dan tidak lagi tinggal di Malang.


"Nadia tersenyum malu dan jadi salah tingkah di hadapan ibunya, sudahlah bu ayo kita berangkat," kataku dengan manja.


Sahabat masa kecil Nadia, yang tidak lain adalah Rehan. Memang sudah tidak lagi tinggal di Malang, karena Rehan sudah lulus kuliah dan rencananya Rehan ingin mencari pekerjaan di Surabaya agar dekat dengan orang tua dan juga adiknya. Rehan juga sangat merindukan sahabat masa kecilnya ia rindu menjahili Nadia, rindu bermain bersama Nadia.


Nadia dan ibunya yang baru sampai restauran menyapa karyawan yang sedang sibuk bekerja, Anisa menyuruh putrinya untuk masuk ruangan lebih dulu, karena ia akan mengecek keadaan di dapur. Nadia pun masuk ke dalam ruangan kusus yang hanya bisa di masuki oleh Nadia dan ibunya, hanya satu karyawan terpercaya yang bisa masuk untuk membersihkan ruangan tersebut.


Anisa terlihat begitu sibuk memantau keadaan di dapur, ia sangat serius berbicara dengan chef-nya,

__ADS_1


kemudian mencicipi beberapa menu makanan yang di masak oleh kokinya. Rasanya tidak ada yang berubah masih sama seperti biasanya. Anisa sangat puas mempunyai chef dan koki yang luar biasa, dan ia pun pergi melihat restauran. Setelah melihat semua mejanya bersih dan rapi Anisa memanggil salah satu karyawannya, kemudian ia menyuruh untuk membuatkan makanan dan minuman untuk Nadia.


__ADS_2