Sahabatku Berkhianat

Sahabatku Berkhianat
Cinta pada pandangan pertama


__ADS_3

Selamat membaca 🧡.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Lea tertidur pulas dan masih memakai masker penutup mata, handphonenya berdering. Lea lupa ketika akan tidur tadi malam, ia tidak mematikan paket data di handphonenya. Lea tidak mengangkat panggilan dari seseorang yang sedang menelpon dirinya, karena masih mengantuk. Orang itu kembali menelpon Lea, karena ia benar-benar masih mengantuk ia langsung mematikan panggilan tersebut. Kemudian Lea tidur dengan posisi miring, dan menutup telinganya dengan bantal. Lea kembali di buat jengkel, karena handphonenya berdering lagi. Sudah enam kali handphonenya berdering membuat tidurnya menjadi sangat terganggu.


Lagi-lagi handphonenya kembali berdering. Akhirnya Lea mengambil handphonenya, yang ada di meja dengan mata yang masih tertutup. Melihat Rehan yang ternyata sedang menelponnya, segera Lea mengangkat panggilan telpon dari Rehan. Tadinya Lea sulit untuk membuka matanya namun, tiba-tiba saja energinya langsung terkumpul.


Lea.


Halo Re?


^^^Rehan.^^^


^^^Halo Lea, masih tidur ya.^^^


Lea.


Iya nih, kamu kenapa telpon ini kan masih pukul tiga malam Rehan.


^^^Rehan.^^^


^^^Aku mau ngajarin kamu bangun pagi, kamu kan jarang shalat subuh. Tapi kayaknya kamu masih ngantuk banget. Ya udah, lanjutin tidurnya ya.^^^


Lea.


Jangan dong? udah terlanjur bangun nggak bisa tidur lagi.


^^^Rehan.^^^


^^^Pokoknya mulai sekarang, aku bakal telpon kamu sebelum subuh biar rajin shalat ya. Itu pun kalau kamu nggak keberatan sih?^^^


Lea.


Hem? gitu ya.


^^^Rehan.^^^


^^^Lea, nanti malming ke bioskop mau nggak?^^^


Lea.


Ok Rehan? pukul berapa keluar.


^^^Rehan.^^^


^^^pukul tujuh malam gimana.^^^


Lea


Ok deh.


^^^Lea.^^^


^^^Oh iya! gimana Re? kamu jadi kerja di bank.^^^


Rehan.


Jadi dong? hari Senin aku udah mulai masuk kerja sama Kevin.


^^^Lea.^^^

__ADS_1


^^^Kevin teman kuliah kamu yang sering kamu ceritain itu ya.^^^


Rehan.


Iya Lea, waktu aku masih di Malang kan udah ngelamar kerja lewat email sama Kevin. Alhamdulillah lamaran kita di terima. Tadi siang kita di panggil ke kantor. Kita di beritahu manager kalau hari Senin sudah bisa masuk kerja, dan alhamdulilah nya kita juga satu kantor.


^^^Lea.^^^


^^^Wah? selamat ya Rehan, aku ikut senang sekali kamu di terima kerja.^^^


Rehan.


Makasih Lea, eh sudah adzan subuh nih. Ya udah, kalau gitu kamu shalat dulu gih, aku juga mau shalat.


^^^Lea.^^^


^^^Siap laksanakan.^^^


Setelah mematikan handphonenya, Lea bangun dan beranjak turun dari kasurnya. Ia pun berjalan ke arah meja riasnya lalu duduk untuk minum air putih. Lea tersenyum tipis mengingat Rehan yang tadi menelpon dirinya. Selama ini ia tak menyangka, Rehan sangat imut dan juga tampan bahkan lebih imut aslinya dari pada fotonya. Pertemuan yang sekejap. Namun mampu mengambil perhatianku. Aku sangat beruntung bisa mengenalnya. Kehadirannya mampu membuatku seperti orang yang kehilangan akal. Apakah ini yang di namakan cinta pada pandangan pertama.


...****************...


Biasanya pukul lima pagi Lea baru bangun tidur. Sekarang ia sudah selesai shalat dan memakai seragam sekolah, lalu duduk di meja riasnya. Selesai mengepang rambutnya menjadi dua bagian. Ia pun memakaikan pita berwarna biru, lalu memakai skincare. Di sekolahnya semua murid perempuan memang di wajibkan mengepang rambut, dan memakaikan pita berwarna biru. Lea yang sudah siap tinggal turun ke bawah untuk sarapan membuka handphonenya terlebih dahulu, karena masih kurang 15 menit lagi. Ia pun melihat notifikasi pesan yang baru masuk di grup chatnya.


Vivi.


Pagi semua? kalian masih tidur ya.


^^^Lea.^^^


^^^Udah bangun dari tadi Vi?^^^


Aku juga udah bangun hehe.


^^^Nadia.^^^


^^^Hai guys, aku datang haha.^^^


Vivi.


Eh, nanti malming ke cafe yuk guys.


^^^Lea.^^^


^^^Maaf ya guys, aku nggak bisa ikut nanti ada acara.^^^


Nadia.


Aku juga nggak bisa ikut ya, nanti ada acara juga haha. Nanti aku kabarin lagi deh.


^^^Vivi.^^^


^^^Ok deh, kalau gitu kita keluar bertiga ya guys. Jangan bilang kalian nggak bisa juga.^^^


Fitri.


Aku bisa kok haha.


^^^Ria.^^^


^^^Jam berapa nanti ke cafe Vi?^^^

__ADS_1


Vivi.


Jam tujuh gimana?


^^^Ria.^^^


^^^Ok siap.^^^


Vivi.


Nanti aku aja yang jemput kalian ya.


^^^Fitri.^^^


^^^Aku nurut aja deh hehe.^^^


Setelah selesai membalas pesan, Lea bergegas turun ke bawah untuk sarapan roti isi selai kacang dan susu coklat.


"Pagi Non Lea," sapa Vida yang sedang mencuci piring bersama Siti.


"Pagi mbak?" ucap Lea dan tersenyum manis, gimana tiga bulan di sini betah kan mbak Siti sama mbak Vida.


"Alhamdulillah betah sekali Non Lea," sahut Siti. Gimana nggak betah, bapak sama ibu dan juga non Lea sangat baik sekali.


"Syukurlah kalau betah, kabarnya Bibi Ida gimana mbak.


"Baik Non Lea, bude sekarang sibuk ngasuh cucunya," ucap Vida.


Heri dan Laila yang juga sudah siap untuk pergi bekerja, terlihat menuruni anak tangga. Setelah kedatangan pembantu dan sopir barunya, Laila sudah bisa kembali bekerja seperti biasa.


"Pagi sayang," sapa Heri sambil mengecup kening putri kesayangannya.


"Pagi juga pa?" balas Lea yang sedang sarapan roti isi selai kacang.


"Ma?" nanti pukul tujuh malam Lea izin keluar ya, nggak lama kok," ucap Lea dengan ragu.


"Boleh dong?" yang penting di anterin sopir ya," ucap Laila yang sedang membuat susu untuk keluarganya.


"Ok, Mama.


"Mbak Siti sama mbak Vida sudah sarapan?" tanya Laila.


"Belum bu, Siti dan Vida menjawab," sambil tersenyum malu.


"Nanti kalau kita berangkat, sarapan dulu ya mbak?" jangan bersih-bersih dulu.


"Baik Bu," ucap Siti dan Vida.


Ketika Lea baru saja selesai makan roti, terdengar suara klakson mobil di depan rumahnya. Kemudian handphonenya berdering, segera Lea membuka tasnya. Ia melihat Alex yang sedang menelpon dirinya. Ia pun bergegas pamit ke orang tuanya untuk berangkat ke sekolah. Alex memang sering menjemput Lea untuk berangkat ke sekolah bersama, dan juga sering mengantarnya pulang.


Lea begitu terburu-buru menghabiskan susunya, lalu mencium pipi ke dua orang tuanya.


"Pa!" Ma!" aku berangkat dulu ya, Alex udah dateng" pamit Lea.


"Loh!" nggak di antar sopir" tanya Laila.


"Nggak usah ma, nanti pulangnya juga di antar Alex. Ya udah ya ma, dada?"


...****************...


Sesampainya di sekolah Alex dan Lea memasuki kelas. Mereka sudah biasa masuk ke kelas bersama. Teman-teman Lea juga sudah biasa melihat keakraban Alex dan Lea. Namun berbeda dengan Nadia, ia sama sekali tidak suka melihat pertemanan mereka. Nadia merasa kesal, mengingat dulu ia pernah mengutarakan isi hatinya kepada Alex. Tapi di tolak mentah-mentah oleh Alex. Tak bisa di pungkiri, Nadia memang masih menyukai Alex sampai detik ini. Ia pikir setelah Lea berteman dengan Alex, bisa membantu dirinya untuk mendekati Alex. Ternyata sama saja, Lea sudah sering berusaha untuk membantunya. Tapi Alex masih tetap saja tidak mau menerima cintanya. Bahkan tanpa sepengetahuan Lea, Alex pernah memperingatkan dirinya untuk tidak mencoba mendekatinya lagi. Dengan tampang yang begitu menyeramkan. Sampai-sampai membuat Nadia takut, dan tidak berani untuk mengganggunya lagi.

__ADS_1


__ADS_2