Sahabatku Berkhianat

Sahabatku Berkhianat
Lea dan Nadia


__ADS_3

Selamat membaca 🧡.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sudah sampai ini rumahku Nadia, ayo masuk," kataku dengan semangat.


"Eh!" non Lea sudah pulang?" ucap Bibi Ida , sembari membuka pintu rumah. Ini temennya non Lea ya, cantik sekali kayak Non Lea.


Nadia, tersenyum malu mendengar pujian bibi.


Ia pun memperkenalkan dirinya, kepada Bibi Ida.


"Halo Bibi?" namaku Nadia, aku teman satu kelas Lea kataku" dengan sopan dan tersenyum lebar.


"Iya non, nama saya Bibi Ida," ucap bibi dan tersenyum malu.


"Ya sudah, kita mau ke kamar dulu ya, tolong Bibi bikinin kita berdua jus jeruk.


"Siap Non Lea!" bibi pun berjalan ke dapur membuatkan jus jeruk.


Lea dan Nadia menuju ke atas, karena kamar Lea ada di lantai dua. Lea sangat bersemangat naik ke lantai atas, karena sahabatnya bermain ke rumahnya.


"Lea tersenyum manis sambil membuka pintu kamarnya, silahkan masuk Putri Nadia.


"Wah?" bagus banget kamar kamu Lea, banyak sekali boneka mickey sama minnie mouse, kamu suka koleksi ya?" Nadia melihat lihat koleksi boneka Lea yang begitu banyak dan tertata sangat rapi.

__ADS_1


"Dulu nenek aku sering membelikan aku boneka mickey minnie, jadi aku mulai suka banget koleksi," kataku sambil tertawa lebar.


"Kamar kamu rapi banget, aku jadi nggak enak takut bikin kotor," celetuk Nadia sambil tertawa keras.


"Apaan sih santai aja kali Nad, Lea ganti baju dulu ya," kataku sambil berjalan ke kamar mandi.


Di kamar Lea dan orang tuanya memang sudah ada kamar mandinya masing-masing, agar tidak perlu repot-repot keluar masuk kamar.


Nadia yang melihat meja belajar Lea penuh dengan buku novel, beranjak turun dari kasur. Ia pun melihat lihat koleksi buku novel Lea. Ada banyak sekali cerita kerajaan, ia pun mengambil satu buku novel. Nadia tertarik untuk membacanya, karena sepertinya ceritanya bagus.


"Buku-buku kamu juga banyak loh Lea, sepertinya kita sangat cocok kalau jadi saudara. Nadia juga suka banget baca-baca buku di kamarku juga banyak koleksi buku novel. Kebanyakan koleksi cerita tentang cinta remaja gitu sih. Aku nggak terlalu suka cerita kerajaan soalnya," ucap Nadia.


"Oh ya?" kalau gitu kapan-kapan Lea main ke rumah kamu boleh nggak.


"Tentu saja boleh, Nadia malah seneng banget kalau Lea mau main ke rumah.


"Nggak apa-apa kok Lea tenang aja, Nadia bukan orang yang cengeng," kataku sambil bercanda.


Semenjak orang tua Nadia mengalami kecelakaan Nadia di rawat orang tua angkat, beliau adik kandung almarhum ibuku dia sudah aku anggap seperti orang tua ku sendiri. Bisa di bilang beliau sudah seperti ibu kedua ku, saat kedua orang tuaku mengalami kecelakaan aku ada di rumah bersama adik ibuku yang sekarang sudah menjadi ibu angkatku.


"Oh gitu?" terus apa ibu angkat kamu mempunyai suami, Lea benar-benar sangat penasaran.


"Sebelum aku di asuh, ibu angkatku sudah bercerai dengan suaminya aku nggak tahu alasan mereka bercerai. Bahkan wajah suaminya saja aku nggak tahu, karena memang waktu itu usiaku masih satu tahun saat aku mulai di asuh ibu angkatku. Selama ini hanya itu saja yang aku tahu, semenjak berpisah ibuku tidak mau menikah lagi," kataku dengan wajah serius. Ibu hanya fokus membesarkan anaknya yang imut ini.


"Aku tahu kamu pasti sedih Nadia, tapi kamu hebat banget masih berusaha tersenyum. Mulai sekarang kamu jangan merasa sendirian ya Nadia, anggap aku seperti saudara kamu sendiri. Semangat ya?" orang tua kamu pasti bahagia, karna sekarang anaknya sangat cantik dan mempunyai ibu yang begitu baik seperti peri.

__ADS_1


Lea pun langsung memeluk Nadia, mereka jadi berpelukan seperti anak kecil. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki dari arah pintu kamar Lea.


"Lea, Lea?" ini Mama sayang?" ucap Laila dengan suara lembut, sambil mengetuk pintu.


Segera Lea bergegas turun dari kasurnya lalu membuka pintu kamarnya. Nadia juga terlihat berdiri untuk menyapa Mama Lea.


"Mama udah pulang?" kataku dengan sopan.


"Iya sayang?"


"Kamu temennya Lea ya?" cantik sekali.


"Oh!" iya Tante kenalin saya Nadia" kataku dengan malu.


"Makasih ya Nadia, sudah mau nganterin Lea pulang. Sering-sering main ke sini ya, biar Lea ada teman mainnya.


"Siap Tante.


"Ini Mama bawain jus jeruknya tadi Mama mau ke kamar kamu. Eh, pas barengan bibi juga mau nganter jus katanya kamu minta jadi sekalian Mama bawain. Ini Mama juga beliin kue pastel kesukaan kamu, kalian makan bareng ya.


"Terimakasih ya Ma.


"Terimakasih Tante.


"Iya sama-sama sayang, ya sudah Mama mau istirahat dulu ya?"

__ADS_1


Laila, yang baru saja menutup pintu kamar anaknya tersenyum pelan. Ia begitu senang, anaknya sudah mempunyai teman, karena semenjak pindah ke Surabaya. Lea sering murung di dalam kamarnya, kini anaknya sudah mulai terbiasa tinggal di lingkungan barunya.


"Lea dan Nadia kembali duduk di kasur dan makan kue pastel bersama, kemudian saling bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing.


__ADS_2