Sahabatku Berkhianat

Sahabatku Berkhianat
Sahabat baru Lea


__ADS_3

Selamat membaca 🧡.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul satu siang lewat 30 menit Lea beserta murid lainnya sudah selesai belajar, hanya ada teman Lea dan teman Alex yang masih ada di kelas. Alex ingin menyapa Lea sebelum pulang, tapi dia malas karena masih ada Nadia. Vivi dan Ria yang sudah mengemas semua barangnya berjalan mendatangi Lea, Nadia ikut menyusul duduk di meja belakang Lea kemudian ia berbicara dengan mereka.


"Eh, kalian udah lama loh nggak ke rumah, gimana kalau sekarang kita main ke rumah aku," ajak Nadia melirik teman-temannya.


"Ayo kita ke rumah Nadia yuk, aku emang pengen main ke sana," sahut Lea merayu ke tiga temannya.


"Boleh aku ikut, kalian gimana," tanya Ria.


"Ikut dong?" jawab Fitri dan Vivi berbarengan.


"Ok, sekarang telfon dulu sopir kalian masing-masing jemput kalian kalau udah mau pulang dari rumah aku aja, soalnya aku nggak bisa nganter kalian pukul lima sore aku mau ke restaurant sama ibu" ucap Nadia.


Lea dan teman-temannya langsung menelfon sopirnya masing-masing, kemudian meminta izin ke orang tua mereka untuk pergi ke rumah Nadia.


Niat hati ingin menyapa Lea tapi tidak jadi karena masih ada Nadia, Alex bergegas untuk keluar kelas bersama teman-temannya tanpa menatap Lea.


Nadia langsung memalingkan wajahnya, karena malas melihat wajah Alex yang begitu menyebalkan ia langsung membuka handphone untuk membalas pesan dari seseorang, kemudian memesan pizza porsi besar untuk di makan bersama teman-temannya nanti. Nadia memesan pizza sekarang agar nanti tidak terlalu lama menunggu, mereka pun menunggu sopir Nadia yang masih di perjalanan sambil membuka handphone masing-masing.


Alex begitu terburu-buru keluar kelas, sampai sampai dia tidak tahu jika Nadia sedang memerhatikan dirinya.


Tatapan matanya yang dingin wajahnya yang misterius, senyum manis yang kamu tunjukkan padaku kini hanya senyum sombongnya yang aku lihat, bahkan aku seperti tidak mengenalimu itulah yang terlintas di benakku. Lea menatap Alex dengan wajah sedihnya, apa dia marah karena aku berteman dekat dengan Nadia. Lebih baik aku tanyakan kalau main ke rumah kaca, rasanya nggak enak lihat dia seperti itu pikirku.


"Ayo kita keluar, sopirku sudah di depan gerbang sekolah" ucap Nadia sambil menggandeng tangan Lea.


"Lea tersenyum menganggukkan kepala, seolah tidak memikirkan apapun.


"Les't go?" teriak Vivi, Ria dan Fitri begitu bersemangat.


Meskipun Nadia kesal melihat Lea begitu dekat dengan Alex, dia tidak ingin menyalahkan Lea karena dia begitu sangat menyayangi Lea seperti adiknya sendiri. Nadia tidak ingin persahabatannya dengan Lea hancur hanya karena laki-laki, Nadia tau dari dulu Alex memang menyebalkan akan tetapi Nadia juga tertarik ingin mengetahui bagaimana Lea bisa dekat dengan laki-laki menyebalkan itu.


Lea dan teman-temannya sudah sampai di gerbang sekolah, kemudian mereka memasuki mobil CR-V milik Nadia.


"Halo, silahkan masuk," pak Arif tersenyum lebar menyapa teman-teman Nadia.

__ADS_1


"Masih inget sama kita pak, inget nggak pak inget dong ya kan?" ucap Vivi dan Ria yang duduk di kursi belakang.


"Fitri dan Lea duduk di kursi tengah tersenyum lebar, mendengar candaan mereka berdua.


"Nadia yang duduk di depan menggelengkan kepala sambil membuka handphonenya, pak Arif maklumi saja ya, mereka berdua memang gitu dari dulu suka jahil.


"Nggak apa-apa neng Nadia santai neng," ucap pak Arif, saya mah dari dulu inget sama neng Fitri, neng Ria sama neng Vivi.


"Kalau sama aku gimana, inget nggak pak," tanya Lea.


"Oh," neng Lea yang waktu itu ya, yang waktu neng Nadia main ke rumah neng Lea inget neng inget," celetuk pak Arif.


"Kirain lupa pak.


Suasana di dalam mobil menjadi hening, karena Nadia dan teman-temannya sibuk dengan handphone milik mereka masing-masing. Nadia sedari tadi juga terlihat membuka handphonenya seperti sedang membalas pesan dari seseorang. Lea yang sedang asik mengobrol dengan ke tiga sahabatnya tiba-tiba mendengar bunyi notifikasi pesan di tasnya, ia pun mengambil handphonenya kemudian melihat Alex yang mengirimi pesan tersebut.


^^^Alex.^^^


^^^Selamat bersenang-senang Lea semoga harimu menyenangkan, tadi aku mau nyapa kamu tapi nggak jadi karena ada Nadia. Kamu tahu sendiri kan, kalau aku nggak suka sama dia dari dulu.^^^


Belum sempat Lea membalas pesan dari Alex, mereka sudah sampai di rumah Nadia. Lea pun langsung memasukkan handphone ke dalam tasnya, pak Arif bergegas turun dari mobil kemudian membuka pintu pagar Nadia dan teman-temannya juga turun dari mobil.


"Nadia, ibu kamu ada di rumah apa keluar," tanya Lea.


"Ibu nggak keluar ada di rumah, katanya nanti sore ke restaurant sama aku," jawab Nadia tersenyum tipis.


"Oh," gitu.


Anisa yang sedang sibuk bekerja di kamar mendengar suara bising di rumahnya, ia pun langsung menutup laptop. Saat Anisa membuka pintu kamarnya, ternyata suara bising itu berasal dari arah ruang tamu.


"Eh, ada temennya Nadia," ucap Anisa tersenyum manis melirik mereka.


"Halo Tante, saya Lea teman satu kelas Nadia.


"Cantiknya Lea, kamu mirip Nadia loh," ucap Anisa dengan suara lembutnya.


"Lea tersenyum malu," mendengar pujian ibu Nadia.

__ADS_1


"Kalian lama loh nggak kesini," ucap Anisa melirik ke Vivi, Ria dan Fitri.


"Maklum Tante jadwal kita padat," canda Vivi.


"Anisa, tertawa lebar mendengar celotehan Vivi.


"Sayang?" teman-teman kamu kenapa nggak di ajak ke kamar kamu," tanya Anisa.


"Udah aku ajak bu, tapi mereka nggak mau," jawab Nadia dengan manja.


"Nggak apa-apa Tante di sini aja," ucap Fitri dengan sopan.


"Iya Tante nggak apa-apa di sini aja tempatnya lebih luas," celetuk Ria.


"Kalau gitu Tante pesan pizza dulu, buat kalian tunggu ya.


"Udah Ibu," tadi Nadia udah pesan kok, ini hampir sampai.


"Ya udah, kalau gitu Tante tinggal dulu ya, Tante mau istirahat karena nanti sore tante mau kerja.


"Iya Tante," ucap Lea dan teman-temannya.


Anisa kembali masuk ke kamarnya, kemudian melanjutkan pekerjaannya agar secepatnya ia bisa beristirahat.


Yesi dan Yanti membawa beberapa kue kering dan juga jus apel yang mereka buat, untuk teman-teman Nadia.


"Silahkan neng di makan kuenya," ucap Yesi dan Yanti.


"Makasih ya mbak," ucap Nadia tersenyum manis melirik ke mbaknya yang tidak lain adalah pembantunya.


Permisi!" mau ngantar pizza.


"Eh, itu pizzanya datang," ucap Nadia begitu bersemangat lalu bergegas ke depan rumahnya dengan Lea.


"Yeay?" pizza sudah datang," ucap Nadia dan teman-temannya sambil menepuk pelan kedua tangan mereka dengan antusias.


Nadia juga tidak lupa membelikan mbak Yesi dan mbak Yanti pizza. Nadia memang sangat baik ke pembantunya, setiap membeli cemilan ia tak pernah lupa untuk membelikan mereka cemilan juga.

__ADS_1


__ADS_2