Sahabatku Berkhianat

Sahabatku Berkhianat
Perjanjian


__ADS_3

Selamat membaca 🧡.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alex dan Lea pun masuk ke dalam mobil, kebiasaan Alex ketika akan masuk ke dalam mobil. Ia selalu membukakan pintu mobil, dan menyuruh Lea masuk terlebih dahulu. Selayaknya seorang kekasih, yang sedang membukakan pintu mobilnya untuk kekasihnya. Teman-teman Lea yang akan pergi, sempat melihat perlakuan Alex yang membukakan pintu mobil untuk Lea. Mereka tak henti-hentinya di buat tercengang melihat Alex yang begitu lembut kepada Lea. Sampai membuat mereka tidak berkedip.


"Hei Ria!" pikiran kita kayaknya sama," ucap Vivi.


"Ria menganggukkan kepala, lalu menatap Vivi.


"Jangankan kalian berdua aku juga mikir gitu," celetuk Fitri.


"Kayaknya di lihat-lihat Alex ini suka deh sama Lea," ucap Ria.


"Gimana kalau dia tahu, ternyata Lea sedang menyukai pria lain," sahut Fitri.


"Iya ya!" pasti sedih banget itu si kulkas," ucap Vivi.


Kita lihat aja ke depannya gimana, karena Lea kan bilang ke kita kalau dia cuma menganggap Alex nggak lebih dari teman.


"Ini kayaknya Lea nggak peka deh, padahal jelas-jelas si kulkas kelihatan naksir Lea" ucap Ria.


Alex yang sedang duduk di belakang bersama Lea terlihat saling mengobrol.


"Besok pukul satu siang aku jemput kamu ya Lea," ucap Alex.


"Boleh, eh!" nggak kerasa ya. Satu bulan lagi udah lulus sekolah, rencananya kamu mau kuliah di jurusan apa Alex," tanya Lea.


"Ya tentu, sama kayak kamu dong?" jurusan akuntansi," jawab Alex. Kalau daftar kita bareng aja, teman-teman kamu yang ngambil kuliah jurusan akuntansi siapa aja nih.


"Hem?" Vivi, Ria sama Fitri, kalau Nadia, karena dia punya usaha resto. Katanya mau kuliah di jurusan manajemen kuliner.


"Syukurlah kalau gitu Lea, aku juga nggak suka kalau kamu kuliah bareng Nadia. Aku lebih suka lihat kamu berteman sama ke tiga teman kamu itu, mereka kelihatan positif vibes.


"Alex!" apaan sih!" spontan Lea langsung menepuk punggung Alex, sambil mengomel seperti anak kecil membuat Alex semakin menjahilinya.


"Ya kan, emang tuan putri Lea nggak cocok berteman sama siapa itu tadi kok lupa" goda Alex.


"Kan, kan?" setelah menepuk punggung Alex. Lea pun menjewer telinga Alex, bilang apa tadi bilang apa.

__ADS_1


"Iya, iya?" ampun, ampun nggak deh aku diam aku diam. Aduh!" sakit banget telinga aku, tolong Lea tolong?"


"Apa sih?" nggak jelas banget.


"Pak Sigit yang sedang menyetir menahan tawanya, melihat kelucuan Alex dan Lea.


"Udah sampai putri Lea?" eh, bentar bentar aku bukain pintu mobilnya. Kebiasaan Alex yang selalu membuat Lea geleng-geleng kepala.


"Sudah berapa kali jangan gitu dong?" aku bisa buka sendiri.


"Pokoknya kalau buat putri Lea, spesial deh!"


"Makasih ya udah di anterin, makasih juga ya Pak Sigit. Maaf sudah bikin Pak Sigit ketawa terus dari tadi.


...****************...


Nadia sangat bersemangat sekali ketika pulang sekolah, ia langsung pergi ke rumah Rehan. Hanya butuh 15 menit sudah sampai di rumahnya. Biasanya setiap ke rumah Rehan. Nadia di antar Yanti, karena Nadia memang tidak bisa menyetir sepeda motor sendiri. Ia tidak pernah lupa membawakan berbagai macam snack untuk Ita. Itulah mengapa Ita sangat senang sekali jika Nadia bermain ke rumahnya, karena selalu membawa cemilan.


"Makasih ya mbak Yanti, nanti aku telfon kalau udah mau pulang," ucap Lea.


"Siap Neng Nadia, saya pulang dulu ya neng," pamit Yanti.


"Ya ampun Rehan?" Nadia berteriak sangat kencang, karena Rehan membuatnya kaget. Kebiasaan ya!" ucap Nadia sambil cemberut kesal.


"Jangan ngambek dong?" ucap Rehan tertawa puas. Ia pun menggandeng tangan Nadia, dan mengajaknya masuk.


"Aduh?" maaf ya Nadia, kaget ya. Sini duduk Nad, aku bikinin es teh kesukaan kamu dulu," ucap Ita.


"Ok Ta, eh!" ini aku bawain banyak snack habis ini kita makan sama-sama ya.


"Ok Nad, tahu aja kalau aku suka nyemil.


"Orang tua kamu mana Re?" tanya Nadia.


"Oh!" ibu kan kerja kalau ayah kerja di sawah" jawab Rehan.


"Kirain libur kerja, kamu jadi kapan ngelamar pekerjaan Rehan.


"Aku udah di terima kerja kok Nad, hari Senin masuk kerjanya. Aku kerja di bank, bagian back office.

__ADS_1


"Lo!" kamu kok nggak cerita kalau udah di terima kerja, biasanya juga selalu cerita.


"Ya kan, ini udah cerita," goda Alex.


"Tara?" es teh datang!" ucap Ita.


Mereka pun memakan snack bersama yang di bawa oleh Nadia, lalu menonton film romantis di laptop.


"Nanti keluar yuk," ajak Nadia kepada Rehan.


"Hem?" maaf ya Nad, aku udah ada janji sama teman," ucap Rehan


"Ya udah, kalau gitu besok aja gimana.


"Ok, deh.


"Gimana kalau nanti kita keluar bareng Nad," ajak Ita.


"Nadia tidak enak menolak ajakan Ita, ia pun terpaksa menganggukkan kepalanya. Walaupun sebenarnya Nadia sangat malas.


...****************...


Akhirnya sudah pukul tujuh malam, yang di tunggu-tunggu Rehan sedari tadi. Selesai memakai parfum, Rehan bergegas menghampiri ibunya di kamar untuk berpamitan. Ia tampak begitu keren dan terlihat sangat tampan. Outfit yang di pakai Rehan membuatnya seperti orang Korea. Ia memakai celana pendek dan kaos warna hitam, dan sepatu warna putih. Tak lupa juga memakai tas selempang warna hitam. Setelah menonton bioskop Rehan berencana mengutarakan isi hatinya kepada Lea. Ia benar-benar sangat gugup, karena takut cintanya di tolak oleh Lea.


"Wah!" gantengnya kakakku, sampai silau ini yang lihat," goda Ita dan tertawa lebar.


"Baru tahu ya, kakakmu ini kan emang ganteng imut baik hatinya," ucap Rehan.


"Mau ketemuan sama cewek ya kak, perasaan dari tadi semangat banget.


"Tahu, aja.


"Serius, kak.


"Serius dong?" udah ya kakak buru-buru nih.


Ita masih tidak percaya dengan apa yang di katakan kakaknya. Ia kira selama ini kakaknya menyukai Nadia, karena dari kecil Rehan begitu lengket dengan Nadia. Ita juga melihat Nadia sepertinya menyukai Rehan sejak lama, kenapa kakaknya sama sekali tidak peka. Bagaimana jika Nadia tahu kalau kakaknya ternyata menyukai wanita lain.


Apalagi ibunya pernah berkata padanya jika dulu, ia sudah berjanji kepada ibu Nadia untuk menjodohkan Rehan dengan Nadia. Ayu juga sangat menyayangi Nadia seperti anaknya sendiri. Ayu berharap, Nadia bisa menjadi menantunya.

__ADS_1


__ADS_2