
Selamat membaca 🧡.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bel berbunyi begitu keras menandakan waktunya istirahat. Semua murid begitu bersemangat ketika sudah jam istirahat tiba. Lea dan teman-temannya yang akan pergi ke kantin masih duduk bersama, lalu memperhatikan semua murid yang sedang berdesakan keluar kelas. Setelah semuanya keluar, Lea dan teman-temannya juga bergegas pergi ke kantin. Alex dan teman-temannya yang juga masih di dalam kelas, menunggu Lea dan teman-temannya keluar terlebih dahulu.
Lea yang asik mengobrol dengan Vivi, tidak menyadari jika sedari tadi Alex sedang memperhatikan dirinya. Sampai keluar kelas Alex masih saja menatap Lea, sampai-sampai ia tidak berkedip. Semenjak pertemuan pertama mereka, Alex memang sangat terpesona dengan Lea, ia memang berencana ingin mengutarakan perasaannya saat waktunya tiba. Ia berencana mengutarakan isi hatinya setelah lulus SMA, karena saat hari kelulusan tiba bertepatan dengan ulang tahun Lea.
"Woy!" ucap Noval, sembari menepuk pelan pundak Alex. Lagi ngelamun ya?" Noval tertawa keras meledek temannya.
"Apaan sih!" bikin kaget aja lo Val, lagian siapa yang ngelamun," ucap Alex. Gue tuh, lagi nungguin itu cewek-cewek pada keluar, perut gue udah keroncongan tadi belum sarapan.
"Kalau udah suka jangan di pendam, bilang langsung sama yang bersangkutan dong?" goda Noval.
"Suka sama siapa maksud lo Val," Alex mencoba mengelak.
Rio dan Fauzan hanya bisa tersenyum lebar, melihat kelakuan ke dua temannya. Mereka pun pergi ke kantin bersama-sama.
...****************...
Saat Vivi, Ria dan Fitri sedang makan dan asik bercanda. Mereka bertiga melirik ke Lea dan Nadia, yang tersenyum tipis dengan handphonenya.
Mereka berdua terlihat saling berbalas pesan dengan seseorang. Vivi melirik ke arah Ria dan Fitri. Mereka pun menggoda temannya yang sedang asik dengan handphonenya masing-masing. Lea dan Nadia tidak tahu jika orang yang sedang asik berbalas pesan dengan mereka, adalah orang yang sama yaitu Rehan.
"Hem?" kalian berdua kenapa pada senyum-senyum sendiri nih," ucap Vivi.
"Kayaknya asik banget ya?" canda Fitri.
"Aku tebak pasti Lea lagi chatan sama Alex terus Nadia chatan sama cowok barunya. Ya kan?" bener kan?" ucap Ria dengan suara pelan.
"Sok tahu deh?" aku lagi chatan sama cewek kok" ucap Nadia yang mencoba mengelak.
"Iya nih!" aku kan udah bilang sama kalian kalau aku sama Alex cuma teman, aku ini lagi chatan sama Mickey bukan Alex" ucap Lea.
"Oh?" Mickey yang kamu ceritain itu ya Lea," ucap Fitri dan Ria berbarengan.
__ADS_1
"Siapa Mickey," tanya Nadia, karena ia tidak pernah mendengar Lea menceritakan siapa itu Mickey.
"Aku kan udah pernah ceritain Nad?" waktu kita kumpul bareng di rumah kamu. Tapi kamu malah lagi asik sama handphone kamu," jawab Lea sambil cemberut.
"Oh sayangku?" jangan ngambek dong?" nanti cantiknya hilang," goda Nadia, yang mencoba menghibur Lea. Ok deh!" sekarang aku dengerin, coba cerita siapa itu si Mickey.
"Jadi si Mickey itu teman onlinenya Lea Nad," ucap Vivi, yang sedang menjelaskan siapa Mickey kepada Nadia. Mereka udah lama temenan, dan baru-baru ini mereka udah ketemuan. Jadi intinya Lea sedang kasmaran, sama si Mickey begitulah ceritanya.
"Apa!" aku nggak salah dengar kan?" jadi kamu beneran Lea, nggak ada rasa sama Alex?" Nadia masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Vivi. Selama ini Lea dan Alex dekat banget, aku pikir mereka jadian. Apalagi kelihatannya Alex juga sepertinya suka sama Lea.
"Iya Nadia?" aku sama Alex nggak ada hubungan apa-apa kok. Lea tidak tahu lagi harus bagaimana menjelaskan kepada Nadia, karena Lea memang sudah menganggap Alex seperti saudara.
"Hem?" gitu ya, eh!" aku duluan ya, masuk kelas ada telfon nih!" dada?" pamit Nadia.
teman-teman Nadia hanya bisa tersenyum tipis, dan menggelengkan kepala melihat tingkah Nadia. Mereka tahu jika Nadia sedang bahagia, karena sahabat kecilnya sudah pulang dan menetap tinggal di Surabaya.
Sama seperti Lea yang suka memanggil Rehan dengan nama Mickey. Nadia juga memanggil Rehan dengan nama Adit. Ya, nama asli Rehan adalah, Aditya Rehan Saputra. Dari dulu, Nadia memang suka memanggil Adit, karena namanya sama dengan nama almarhum ayahnya.
Tidak terasa jam pelajaran selesai. Nadia begitu terburu-buru keluar kelas, sampai lupa tidak berpamitan dengan teman-temannya.
"Jangan-jangan mau ketemuan sama Adit," sahut Ria.
"Lea dan Fitri," tersenyum lebar mendengar celotehan temannya.
"Aku jadi penasaran seperti apa wajah Adit," ucap Lea.
"Kalau katanya Nadia sih!" Adit waktu kecil gendut, culun. Sekarang Adit jadi ganteng, imut bahkan gantengnya sama kayak Alex" ucap Fitri.
"Hem?" pantesan sekarang Nadia udah nggak ngejar-ngejar Alex lagi" ucap Ria. Ternyata udah ada penggantinya.
"Hus!" nggak boleh bilang gitu?" ucap Lea.
"Bercanda Lea?" sahut Vivi.
Akhirnya jam pelajaran telah selesai.
__ADS_1
Ketika Lea dan teman-temannya sampai di parkiran. Mereka melihat Alex yang sedang berada di samping pintu mobilnya. Vivi, Ria dan Fitri langsung menggoda Lea.
"Lea, di tungguin si kulkas tuh?" ucap Vivi, Ria dan Fitri berbarengan.
"Apaan sih?" ya udah aku tinggal dulu ya," pamit Lea, seraya melambaikan tangan kanannya.
"Ok Lea, hati-hati sayangku," ucap Fitri.
Ria dan Fitri pun memasuki mobil Vivi, karena mereka berdua memang sering pulang bersama Vivi. Lucunya, mereka bergegas masuk ke dalam mobil Vivi untuk mengintip Lea, yang sedang mengobrol dengan si kulkas.
"Sopir Vivi melihat tingkah lucu majikannya, dan juga temannya" tersenyum lebar. Ngapain sih Non Vivi ngintip orang lagi pacaran" bisiknya.
"Jangan berisik Pak," ucap Vivi, nanti ketahuan kalau kita lagi ngintip. Tunggu mereka masuk mobil dulu ya Pak, baru kita jalan.
"Hai Lea," sapa Alex, dan tersenyum manis ke arah Lea.
"Hai Alex, maaf ya kamu nunggu lama," ucap Lea dengan suara lembutnya.
"Nggak kok, baru aja di sini mau masuk mobil liat kamu dari kejauhan. Ya udah, sekalian nunggu kamu.
"Hem?" gitu ya, kirain dari tadi nungguin," celetuk Lea.
"Alex lagi-lagi tersenyum manis dan mengelus pucuk kepala Lea. Nggak kok?" ayo masuk.
Teman-teman Lea yang mengintip dari dalam mobil, terheran-heran melihat Alex yang ternyata bisa tersenyum. Selama ini, mereka tidak pernah melihat Alex tersenyum seperti itu. Mereka hanya tahu, Alex angkuh dan cuek. Itulah kenapa mereka menyebut Alex dengan sebutan si kulkas.
"Sudah non Vivi kita jalan ya, mereka sudah masuk mobil," tanya Pak sopir.
"Vivi yang masih tercengang, sampai-sampai tidak mendengar sopirnya berbicara padanya.
"Heh Vi!" di panggil itu loh?" ucap Ria sambil menepuk pelan pundak Vivi.
"Oh, eh!" iya-iya Pak maaf, kita jalan Pak.
"Ria dan Fitri" tertawa pelan melihat tingkah lucu Vivi.
__ADS_1