Sahabatku Berkhianat

Sahabatku Berkhianat
Saling suka


__ADS_3

Selamat membaca 🧡.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bibi Ida yang sedang menonton televisi di kamarnya sambil minum teh hangat, mendengar suara klakson sepeda motor di depan rumah majikannya. Bibi Ida yang penasaran bergegas berjalan mengintip jendela, ia kira tamu tetangga depan rumah ternyata Lea.


"Eh non Lea kirain siapa," ucap Bibi sambil membuka gembok di pintu pagar.


"Maaf ya Bi, aku tadi lupa nggak bawa kunci," ucap Lea sambil membawa martabak dan terang bulan.


Lea dan orang tuanya memang selalu membawa kunci cadangan masing-masing, supaya ketika mereka pulang tidak perlu memanggil bibi untuk membuka pintu pagar. Tetapi Lea lupa ketika tadi keluar, ia tidak membawa kuncinya.


"Nggak apa-apa Non Lea, Bibi juga belum tidur masih nonton televisi.


"Ini Bi, Lea juga beliin terang bulan buat Bibi.


"Wah?" makasih Non Lea, tahu saja kalau Bibi suka terang bulan. Non Lea lagi cari apa kok mondar-mandir gitu.


"Lea menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil mencari sesuatu. Aduh aku lupa Bibi?" nggak beli minuman boba," kataku sambil menutup jok sepeda motor.


"Bibi tersenyum lebar lalu berkata," tumben sampek kelupaan gitu Non Lea.


"Ya udah, aku beli dulu ya Bibi?" aku lagi pengen minum boba rasa taro nih!" kuncinya mana Bi, nanti aku buka pintu pagarnya sendiri aja ya?"


"Bibi tertawa kecil melihat tingkah lucu majikannya," nggak apa-apa Non Lea beli saja, saya belum ngantuk beneran.


"Gitu ya?" Hem?" ok deh, aku pergi dulu Bibi," pamit Lea.


...****************...


Sedangkan Nadia yang sedari tadi di ruangan terlihat tidak nafsu makan, karena dari pukul lima sore ia mengirim pesan ke Rehan tapi tidak kunjung menerima balasan.


Nadia yang menunggu balasan pesan dari Rehan, sampai tidak terasa sudah pukul sepuluh malam. Ia merasa bosan dan bangun dari tempat tidurnya untuk pergi mengawasi keadaan di restauran. Saat akan membuka pintu Nadia terkejut, karena ibunya datang tepat di hadapannya.


Mereka pun tersenyum lebar, karena saling terkejut.


"Ibu bikin kaget aja," ucap Nadia sambil mengelus dadanya.


"Apalagi ibu sayang?" Ibu juga kaget," ucap Anisa sambil menutup pintu, kamu mau kemana?"


"Oh!" ini?" Nadia mau nyusul Ibu, mau ngajakin makan bareng kita kan belum makan Bu. Nadia lapar banget dari tadi nungguin Ibu lama. Padahal aku nggak lapar tapi ya udahlah, lagian belum makan nanti yang ada ibu ngomel lagi. Ayo bu, kita makan bareng, makanannya juga masih panas.

__ADS_1


"Iya nih!" Ibu juga lapar sekali, ngomong-ngomong Rehan sudah sampai rumah belum nih.


"Nadia menggelengkan kepala sambil makan tumis brokoli, mungkin masih di jalan Ibu. Tadi sore aku chat belum di balas, nanti juga ngabarin kalau udah nyampe rumahnya Bu.


"Iya sih?" nyetir sepeda kan, pastinya capek mana sempat buka handphone. Rehan sudah melamar pekerjaan apa belum nak.


"Belum Bu" katanya dia masih pengen istirahat. Rehan juga pasti capek banget, di Malang kan selain kuliah dia juga kerja wajar sih?" kalau mau istirahat dulu bu.


"Kalau Rehan sudah mau nyari pekerjaan bilang Ibu ya?" biar nanti Ibu bantu.


"Nadia menganggukkan kepala, sambil tersenyum manis.


...****************...


Rehan yang sudah sampai di depan rumahnya bergegas untuk turun dari motornya dan membuka helm. Adik Rehan yang sedang asik bermain game di handphonenya, sambil rebahan di ruang tamu mendengar suara seseorang memanggil nama orang tuanya dan mengetuk pintu. Ia pun pun bangun sambil tersenyum lebar, karena Ita tahu suara familiar itu adalah suara kakaknya. Tebakan Ita tidak salah, orang itu memang Rehan.


"Kakak!" sabar kenapa sih!" ngetuk pintu terus deh, aku kan masih jalan" ucap Ita kemudian mencium tangan kakaknya.


"Emang Sengaja," ucap Rehan dan tertawa keras, sambil membawa kardus kecil berisi oleh-oleh.


"Kripik apelnya di beliin nggak Kak," tanya Ita sambil membawa tas ransel milik Rehan yang ada di sepeda.


"Ya udah dong?" Kakak mana pernah lupa sama permintaan adikku yang bawel ini, kalau nggak di bawain yang ada nanti cerewet terus. Ini satu kardus isinya keripik apel, sama keripik nangka isinya 30 bungkus.


"Iya?" sama-sama bawel, tadinya Kakak beli 20 bungkus terus sama adiknya ayah di beliin lagi 10 bungkus.


Ayu dan Hamzah yang baru saja selesai shalat langsung menghampiri anaknya. Mereka begitu bersemangat, karena sudah enam bulan tidak bertemu Rehan.


"Putra ibu sudah pulang, Ayu langsung memeluk dan mencium ke dua pipi Rehan. Ayu sangat bersyukur putranya pulang dengan selamat.


"Wajah Ibu kenapa pucat sama panas, ibu sakit ya?" kenapa nggak ngasih tahu Rehan.


"Ayu tersenyum lebar lalu berkata," Ibu hanya sakit biasa cuma perlu istirahat. Sebentar lagi juga sembuh tenang saja, Ayu mencoba menahan tangisannya, ia seperti merahasiakan sesuatu.


"Itu kantong plastik di meja apa nak, Ayah buka ya," ucap Hamzah yang berusaha mencairkan suasana.


"Oh?" iya Ayah buka aja, itu buah mangga kesukaan ayah sama ibu," kataku sambil tersenyum manis. Rehan beli tiga kilo, yang dua kilo sudah matang yang satu kilo belum matang.


"Wah?" enak ini yang sudah matang, sepertinya manis.


"Kamu nggak mandi?" tanya Ayu, sambil membawa buah mangga.

__ADS_1


"Aku udah mandi tadi di jalan Bu, mau cuci tangan aja.


"Tumben?" mimpi apa kak, biasanya juga nggak pernah mandi di jalan.


"Tadi sekalian," biar nyampe rumah tinggal nyantai.


"Ya sudah, ibu mau mengupas mangga dulu. Ita?" bantuin ibu yuk.


"Iya, Ibu.


"Biar ayah saja yang kupas buahnya Bu, Ibu di sini saja sama Ita.


"Nggak apa-apa Ayah, biar ibu saja yang kupas.


"Ibu tidur-tiduran aja di sini sambil nonton televisi ya, Ita sama ayah yang kupas buahnya.


Setelah mencuci tangan Rehan menemani ibunya yang sedang menonton televisi. Ia pun membuka handphone miliknya dan melihat pesan dari Nadia.


Rehan.


Maaf ya Nad, baru balas tadi aku masih di jalan.


...****************...


Nadia yang sedang menonton televisi di ruangan, mendengar suara notifikasi pesan di handphonenya. Ia pun berpura-pura mengambil handphonenya di meja dengan santai, karena ada ibunya yang sedang bekerja. Padahal di dalam hatinya Nadia begitu bersemangat mengambil handphonenya, karena ingin tahu siapa yang mengirim pesan padanya. Benar saja, orang yang di tunggu-tunggu sedari tadi akhirnya membalas pesannya.


Nadia.


Iya nggak apa-apa Re? Santai aja, katanya nyampe pukul tujuh. Kenapa pukul sepuluh baru nyampe, macet ya.


^^^Rehan.^^^


^^^Tadi aku nyampe pukul sembilan Nad, aku kira pukul tujuh udah nyampe ternyata tadi macet haha.^^^


Nadia.


Ya udah, kamu istirahat aja dulu besok sore aku main ke rumah kamu ya.


^^^Rehan.^^^


^^^Ok, Nadia.^^^

__ADS_1


Rehan sengaja tidak memberi tahu Nadia, kalau tadi ia sempat bertemu dengan temannya yang tidak lain adalah Lea. Rehan akan memberi tahu Nadia, kalau ia dan Lea sudah pacaran. Jika ia menceritakan kepada Nadia, kalau ia sedang dekat dengan seorang wanita dan menyukai wanita itu, lalu wanita itu ternyata tidak menyukainya betapa malunya Rehan. Nadia pasti tertawa puas dan akan meledeknya terus. Lebih baik ia memberi tahu Nadia jika waktunya tepat.


Rehan pun meletakkan handphonenya, dan berkumpul bersama keluarga kecilnya. Mereka saling bercerita dan bersenda gurau, sambil memakan buah mangga yang sudah di kupas.


__ADS_2