
Prolog:
Sakaru,pelajar SMA yang hampir saja lulus dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke luar negeri . Dia dinyatakan mati akibat tertabrak mobil pickup karena berusaha untuk menyelamatkan seorang anak yang hampir tertabrak. Dia pun menghadap Tuhan untuk menentukan kemana dia akan pergi selanjutnya. Tuhan pun memberikan 2 pilihan kepada Sakaru untuk bereinkarnasi di dunia lain / langsung naik ke surga. Sakaru pun memilih untuk bereinkarnasi karena dia belum sempat menikmati hidup. Dunia baru yang akan Sakaru tempati adalah Dunia sihir yang dimana sihir adalah segalanya. Akankah Sakaru bisa menjalani kehidupan barunya dengan tubuhnya yang kecil.
.
.
.
.
.
Kejadian sebelum tertabrak.
"Hosh...hosh...hosh..." Sakaru berlari tergesa-gesa.
Saat Sakaru melirik ke arah jam tangannya, dia spontan berkata, "Sial... Tinggal 5 menit lagi."
Sakaru berlari semakin cepat agar dia tidak terlambat pergi ke sekolah.
Di detik-detik terakhir, Sakaru melihat pak Satpam yang sedang menutup pintu gerbang sekolah.
"Tunggu pak, jangan di tutup!!!" Teriak Sakaru sambil berlari semakin cepat.
Satpam yang sedang menutup gerbang itu malah mempercepat proses penutupan gerbang.
"Sial, apa yang di lakukan oleh pak tua itu." gumam Sakaru sedikit kesal.
"Jreeng...."
Gerbang besi itu tertutup rapat, dan Sakaru yang sampai di depan gerbang pun mulai memohon kepada pak Satpam agar bisa membukakannya.
"Pak, bukalah gerbangnya sedikit saja." ucap Sakaru memohon kepada Satpam itu.
"Kamu ini, selalu saja terlambat. Tidak, tidak akan ku buka kan."
"Ba-baiklah, bagaimana kalau bapak membukakan gerbang untuk saya, sepulang sekolah nanti saya traktir bapak nasi padang 1 bungkus." Sakaru terpaksa menggunakan jurus terlarang untuk menghadapi Satpam itu.
Satpam itu tersenyum menyeringai dan berkata, "hehe, ini nih yang saya tunggu-tunggu dari tadi. Kalau begitu, saya bukakan gerbangnya dulu ya."
"Ingin sekali rasanya memukul kepalanya yang botak itu." batin Sakaru.
Sakaru pun diperbolehkan masuk, bersamaan dengan bel sekolah, Sakaru pun sempat duduk di bang ku nya.
(Skip pelajaran sekolah, ntar kelamaan.)
Bel sekolah pun berbunyi, sekolah pun telah usai.
"Sakaru, sampai besok ya." ujar salah satu teman Sakaru sambil melambaikan tangan.
"Oh iya."
Satpam itu pun menghampiri Sakaru dan berkata, "hehe ,nak Sakaru gak lupa kan mau mentraktir saya nasi padang 1 bungkus."
"Sial, si botak ini masih ingat lagi." batin Sakaru.
"Iya, iya, nih uangnya, bapak beli saja nasi padang nya sendiri." ucap Sakaru sambil mengeluarkan uang 20 rebu.
"Nah, mantap tuh. kelak kamu akan memajukan bangsa ini setelah lulus nanti." ucap Satpam itu tersenyum manis kepada Sakaru.
"Ngeselin nih orang, lama-lama gw jitak juga luh." Sakaru geram dengan kelakuan Satpam itu.
Sakaru pun pulang kerumahnya. Di lampu hijau, Sakaru mendengar suara klakson yang sangat keras dari arah kiri.
"Teeetttttttt....."
"Suara apa tuh?" Sakaru pun melirik ke arah suar itu.
Setelah melihat ke arah itu, ternyata ada seorang anak perempuan yang berdiri di tengah jalan.
"Awasss!!!" Sakaru berteriak dan spontan mendorong anak itu.
"Brukkk..."
Mobil itu mengerem mendadak, tetapi itu sudah terlambat. Sakaru tertabrak mobil itu dan terpental jauh ke belakang. Darah bercucuran di seluruh kepalanya dan seluruh badannya mati rasa.
"Sakit!!!" batin Sakaru.
"Apakah anak itu selamat?"
Sakaru pun menggunakan tenaga yang tersisa untuk melirik ke arah anak itu.
"Dia selamat ya, Syukurlah." ucap Sakaru lega.
Kerumunan orang pun mulai menghampiri Sakaru.
__ADS_1
"Cepat, panggilkan ambulan."
"Cekrek..." seseorang memfoto Sakaru.
"Ibu, kakak itu tertabrak karena ku hiks hiks." perempuan itu menangis tersedu-sedu.
"Kakak itu pasti selamat nak, kamu bertahanlah. Sebentar lagi ambulan akan datang."
"A-aku sudah tidak kuat"
Penglihatan Sakaru memburam dan lama-kelamaan menjadi gelap.
.
.
.
.
.
“Dimana aku.”
Sakaru bingung karena seingatnya dia sedang berjalan menuju ke rumah nya sepulang dari sekolah. Saat Sakaru sedang berada di pinggir jalan untuk menunggu lampu hijau, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang tiba-tiba berlari menuju ke tengah jalan. Sakaru terkejut karena ada sebuah mobil pickup yang melaju sangat cepat dari sebelah kiri, tubuh Sakaru pun reflek dan langsung mendorong anak itu.
Sakaru berpikir bahwa ia telah mati tertabrak mobil pickup, tapi sekarang ia heran melihat pemandangan sekitar karena Sakaru berada di tengah danau yang sangat tenang.
Disaat Sakaru sedang menyusuri danau, tiba-tiba ada sosok cahaya putih yang sangat terang menyerupai bentuk manusia. Langkah Sakaru pun terhenti dan mulai bertanya-tanya.
“Cahaya apa itu?”
Pikir Sakaru di dalam hati sambil mendekat ke arah cahaya itu berasal. Saat Sakaru mencoba untuk mendekat ke arah cahaya itu,tiba-tiba terdengar suara dari arah cahaya dan berkata...
“Sakaru, aku adalah Tuhan. Di kehidupan sebelumnya kamu mati tertabrak mobil karena menyelamatkan seorang anak kecil, aku akan memberikan kesempatan kepadamu untuk terlahir kembali di dunia yang berbeda / langsung naik ke surga. Bagaimana, apakah kamu memilih terlahir kembali / memilih langsung naik ke surga?”
“Hmm, sepertinya bukan ide buruk yang mengingat aku belum sempat menikmati hidup. Baiklah, kalau begitu aku memilih untuk terlahir kembali.” ucap Sakaru tanpa adanya keraguan sedikitpun.
“Pilihan yang menarik,kalau begitu aku akan memberimu sebuah System untuk memandumu saat terlahir kembali di dunia barumu, semoga hidupmu kali ini menyenangkan.”
Tuhan pun menjetikkan jarinya dan seketika Sakaru pun berpindah ke dunia yang berbeda dari dunia Sakaru yang sebelumnya.
Sakaru pun mulai membuka kedua matanya dan berkata...
“Apakah aku sudah terlahir kembali? Tubuhku juga terasa sangat kecil.”
[Memulai System , menghitung mundur 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. Berhasil Menerapkan.]
Merespon Sakaru, tiba-tiba terdengar suara di dalam kepala Sakaru.
[Tuan benar, aku adalah System yang akan memandu Tuan kemanapun Tuan pergi.]
“Kalau begitu, munculkan Status tentang diriku.”
[Terkonfirmasi.]
[Nama: Sakaru ]
[Umur: 12 ]
[Tingkat kekuatan: Tingkat 0 ]
[Kemampuan: Tidak ada ]
[Skill Point : 1000 ]
Setelah melihat status yang dia miliki, Sakaru pun penasaran dengan Skill Point dan bertanya “System, Skill Point itu apa?”
[Skill Point adalah mata uang yang ditetapkan oleh System untuk menukarkan: Pengikut, Senjata, Ramuan Sihir, Jurus Sihir, dan lain-lain.]
“Bagaimana caranya agar mendapatkan Skill point” tanya Sakaru sambil menggaruk kepalanya.
[Tuan bisa mendapatkan Skill Point dengan membunuh Makhluk hidup seperti: Monster, hewan, manusia, dan makhluk lainnya yang memiliki jiwa.]
“Begitu ya. Kalau begitu aku akan mencoba menukarkan Skill Point dengan Pengikut.”
[Terkonfirmasi, silahkan pilih sesuai dengan yang ada di layar.]
[Pengikut tingkat 1 \= 1000 Skill Point]
[Pengikut tingkat 2 \= 10 Ribu Skill Point]
[Pengikut tingkat 3 \= 100 Ribu Skill Point]
[Pengikut tingkat Ksatria Sihir \= 1 Juta Skill Point]
[Pengikut tingkat Jendral Sihir \= 10 Juta Skill Point]
__ADS_1
[Pengikut tingkat Jendral Besar Sihir \= 100 Juta Skill Point]
[Pengikut tingkat Kaisar Sihir \= 1 Milyar Skill Point]
[Pengikut tingkat Dewa Sihir \= 100 Milyar Skill Point]
Sakaru terkejut sambil menghela nafas dan berkata “ Kalau begitu, aku pilih ‘Pengikut tingkat 1’.”
[Apakah Tuan yakin ingin menukarkan 1000 Skill Point dengan Pengikut tingkat 1. Ya/Tidak.]
“Ya. Semoga saja dia sangat cantik, aku mengharapkannya hi hi hi.” Ucap Sakaru sambil tersenyum licik.
[Mendapatkan Sao fang.]
Tiba-tiba sebuah cahaya muncul dan mulai membentuk menjadi manusia. Seseorang berumur 20 tahun pun muncul dengan membawa pacul di punggungnya.
“Saya Sao fang, bersumpah setia kepada anda.” ucap Saofang sambil membungkukkan badannya.
“Wah.... , dia terlihat lemah” ucap Sakaru menghela nafas.
“System, munculkan Status milik Sao fang.”
[Terkonfirmasi.]
[Nama : Sao fang ]
[Umur : 20 tahun ]
[Tingkat kekuatan : Tingkat 1 ]
[Kemampuan : Membajak sawah ]
“Tidak kusangka aku akan mendapatkan pengikut seorang petani. Yasudahlah, karena hari sudah mulai gelap aku akan mencari tempat untuk beristirahat.”
“Sao fang ini perintah pertama dariku, lindungilah aku dengan segenap kekuatanmu.
"Aku akan melindungi Tuan dengan seluruh kekuatan yang aku miliki."
"Baiklah, malam ini ayo kita cari sebuah kota. Sao fang gendong lah aku, kita akan berjalan menuju ke arah barat untuk mencari kota." ucap Sakaru sambil menunjuk ke arah barat.
"Baik" ucap Sao fang spontan.
... .............
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Ksatria Sihir
Tingkat Jendral Sihir
Tingkat Jendral Besar Sihir
Tingkat Kaisar Sihir
Tingkat Dewa Sihir
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Awal
Tingkat Menengah
Tingkat Tinggi
__ADS_1
Tingkat Raja
Tingkat Dewa