
Karena Sakaru bermain kartu hingga larut malam, dia pun hampir saja ke tiduran. Untungnya System membangunkan Sakaru melalui mimpi...
[Sakaru, bangun lah. Bukan kah hari ini kamu akan mengikuti Turnamen?]
Sakaru terbangun dari tidurnya dan langsung melihat ke luar jendela.
"Sial... Sepertinya aku akan terlambat menuju ke Guild." Sakaru langsung membangunkan Yua Lai dan Sao fang.
Mereka bertiga bergegas pergi ke Guild, dari kejauhan terlihat sudah ada beberapa orang yang bersiap-siap untuk Turnamen itu. Sakaru yang melihat Rena yang sedang membawa beberapa kotak ramuan pun menghampirinya...
"Kak Rena, apakah aku terlambat datang?" Sakaru menghampiri Rena sambil terengah-engah.
"Sakaru ya, tenang saja. Kamu tidak datang terlambat, kami hanya sedang menyiapkan semua peralatan untuk Turnamen nanti. 30 menit lagi kita akan berangkat menuju ke ibukota Téjura, kamu juga bersiap-siaplah seperti mempersiapkan pedang, ramuan, atau apapun itu." ucap Rena kepada Sakaru.
"Baiklah."
"Apa yang akan ku lakukan ya?" pikir Sakaru dalam benaknya.
"System, berapa Skill Point yang kumiliki sekarang?"
[Bentar, ini nih. Skill Point yang di miliki saat ini 5086567.]
"5 juta lebih ya. Hmm...." Sakaru berpikir sejenak.
"Duh, apa yang harus kubeli menggunakan Skill Point." Sakaru menggaruk-garuk kepalanya dengan cepat.
[Bagaimana kalau kamu menukarkannya dengan pedang.]
"Saran bagus, kalau begitu munculkan daftarnya."
[Tunggu sebentar.]
[Pedang Tingkat 1 \= 1000 Skill Point ]
[Pedang Tingkat 2 \= 10 Ribu Skill Point ]
[Pedang Tingkat 3 \= 100 Ribu Skill Point ]
[Pedang Tingkat Awalan \= 1 Juta Skill Point ]
[Pedang Tingkat Tengah \= 10 Juta Skill Point ]
[Pedang Tingkat Akhir \= 100 Juta Skill Point ]
[Pedang Tingkat Raja \= 1 Milyar Skill Point ]
[Pedang Tingkat Dewa \= 100 Milyar Skill Point ]
"Karena Skill Point ku hanya ada 5 juta, aku pilih yang Tingkat Awal saja."
[Baik, Berhasil menukarkan 1 juta Skill Point dengan Pedang Tingkat Awalan. Meng-gacha pedang. Berhasil mendapatkan Forbidden Sword. Skill Point yang tersisa 4086567. Pedang sudah di kirim ke dalam inventory.]
"Forbidden Sword?? Pedang apa itu, memangnya pedang itu bisa apa?" Sakaru menggaruk kepalanya karena mendapatkan pedang dengan nama yang aneh.
[Pedang Terlarang/Forbidden Sword adalah pedang Tingkat Raja yang dapat menyerap seluruh energi sihir lawan yang tertebas. Sebagai gantinya, energi sihir lawan akan menjadi milik si pemakai.]
"Mencuri energi sihir ya, tapi bagaimana denganku yang memiliki energi sihir tak terbatas, dan juga Tingkat Raja??? Bukankah tadi aku menukarkan dengan Pedang Tingkat Awalan??? Jelaskan padaku mengapa hal ini bisa terjadi."
[Karena kamu memiliki energi sihir yang tidak terbatas, maka energinya hanya akan terserap ke dalam pedangnya. Itu terjadi karena kamu berhasil mendapatkan 0,005% dari 100% peluang saat meng-gacha.]
"Hah, apa maksudmu?" dahi Sakaru mengkerut memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
[Saat kamu menukarkan sesuatu dengan Skill Point, sebenarnya peluang untuk mendapatkannya beragam sesuai dengan tingkat pedangnya. Tingkat Awalan,50%. Tingkat Tengah,35%.Tingkat Akhir,14,995%. Tingkat Raja,0,005%.Tingkat Dewa,0,00000001.]
"Begitu ya, berarti aku termasuk orang yang beruntung ya." Sakaru sedikit tersenyum
[Begitulah.]
"Baiklah, kalau begitu aku akan melihat pedangnya." Sakaru bersemangat karena mendapatkan pedang Tingkat Raja.
__ADS_1
Setelah mengambil pedangnya dari inventory, pedang itu berwarna hitam dipenuhi oleh aura kegelapan yang pekat dan memiliki sebuah ukiran tengkorak di bagian tengahnya.
[Sebenarnya pedang itu juga menyerap energi sihir sang pemakainya, tetapi karena kamu memiliki energi sihir yang tak terbatas. Kamu bebas menggunakan pedang itu sesuka hati.]
"Begitu ya, pantas saja aku merasa pedang ini menyerap sesuatu dari dalam diriku. Pedang ini juga terasa sangat ringan." Sakaru berkata sambil mengayunkan pedangnya.
[Sepertinya kamu ini memang beruntung sejak datang ke dunia ini. Dari mendapatkan Busur kaisar Lumanicus, sampai mendapatkan Forbidden Sword.]
"Hehehe, aku gitu loh."
Saat Sakaru bermain-main dengan pedangnya, Rena pun mulai berteriak dan berkata, "Baiklah, dengarkan aku kalian semua. Sebentar lagi kita akan berangkat menuju kota Téjura menggunakan kapal sihir ini."
"Baiklah, ayo kita taklukan Turnamen ini." Teriak anggota lainnya yang ikut mengikuti Turnamen.
"Sao fang, Yua Lai. Ayo kita juga segera berangkat dan memenangkan Turnamen ini."
"Baik, Tuan muda." ucap mereka berdua.
Para anggota yang mengikuti Turnamen itu pun menaikki kapal sihir yang sudah disediakan dan langsung berangkat menuju ke kota Téruja.
Mereka terlihat sangat bersemangat dan antusias mengikuti Turnamen tersebut.
"Yua Lai, Sao fang. Sebaiknya kita sarapan di sini saja."
[Apa yang ingin kamu makan?]
"Apa saja, yang penting membuatku bertenaga."
System membuat 3 porsi ayam bakar dengan 3 minuman. Mereka bertiga pun melahap habis makanan yang dibuat System tanpa sisa.
"Kalau begitu, kita tinggal menunggu saja."
Sakaru tertidur di pangkuan Yua Lai dan ketika sudah sampai, Yua Lai membangun kan Sakaru yang sedang tertidur.
"Tuan muda bangunlah, kita sudah hampir sampai di kota Téjura."
"Banyak sekali kapal sihir yang berlayar menuju kota ini." Sakaru tercengang melihat banyak sekali kapal yang berterbangan di udara.
Kapal pun mendarat, karena hari sudah mulai gelap. Para peserta yaang mengikuti Turnamen tersebut beristirahat di penginapan yang telah di sediakan oleh pihak penyelenggara Turnamen.
"Penginapan apa ini, mewah sekali." Sakaru terpesona dengan lobby penginapan di kota Téjura.
"Sakaru, karena hanya ada 1 kamar yang tersisa. Apakah tidak apa-apa kalau kalian bertiga di kamar yang ini?" ucap Rena membukakan sebuah pintu kamar.
"Oh,tidak apa-apa yang penting masih ada kamar yang tersedia untuk kami."
"Begitu ya, kalau begitu ku tinggal dulu ya. Masih ada beberapa data yang harus ku isi untuk Turnamen besok." ujar Rena sambil meninggal kan mereka bertiga.
Setelah memasuki kamar...
"Aku sangat tidak sabar menunggu hari esok." Terlihat jelas di wajah Sakaru kalau dia sangat bersemangat.
"Tuan muda, selagi menunggu sampai besok. Bagaimana kalau kita bermain kartu seperti kemarin, hari ini aku tidak akan kalah dari Tuan muda." ucap Sao fang memberikan usul.
"Ide bagus, Yua Lai kamu ikut?" tanya Sakaru kepada Yua Lai.
"Baiklah, aku akan menang kali ini." ucap Yua Lai menggelengkan kepalanya mengepalkan tangannya.
Mereka pun bermain kartu hingga larut malam. Karena mereka sudah kelelahan, merekapun tertidur secara acak dan keesokan harinya...
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1 \= Level 1-10
Tingkat 2 \= Level 11-20
Tingkat 3 \= Level 21-40
__ADS_1
Tingkat Ksatria \= Level 41-100
Tingkat Jendral \= Level 101-1000
Tingkat Jendral Besar \= Level 1001-10000
Tingkat Kaisar \= Level 10001-100000
Tingkat Dewa \= Level 100001- ?
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4 Awalan (Persiapan Enchant)
Tingkat 5 Tengah (Persiapan Enchant)
Tingkat 6 Akhir (Persiapan Enchant)
Tingkat Raja (Sudah Enchant)
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Peringkat Guild:
Pertama Kayu
Kedua Tembaga
Ketiga Besi
Keempat Perak
Kelima Emas
Keenam Berlian
Ketujuh Permata
Kedelapan Jurkin
Kesembilan Platinum
Kesepuluh Inti Naga
__ADS_1