
"Bangun!!! Hari ini kita akan kembali ke kota." Sakaru berteriak dengan penuh semangat.
"Sakaru ya, duh padahal aku lagi bermimpi indah tadi." Sakarin terbangun dari tidurnya akibat teriakan Sakaru.
"Hehe maaf kan aku yang telah membangunkan mu ya, tukang tidur." Sakaru sedikit meledek Sakarin.
"Grokkk.... Grokkk.... Grokkk."
Sao fang mengorok sangat keras dan masih belum terbangun setelah teriakan Sakaru tadi.
"Sao fang lah yang seharusnya kamu panggil tukang tidur. Dia masih saja tertidur setelah teriakan Sakaru tadi." Sakarin menatap Sao fang yang masih tertidur.
"Apakah perlu kusiram dia dengan air?" Sakaru bersiap mengeluarkan Air untuk disiramkan ke wajah Sakaru.
"Tidak usah, kita tinggalkan saja dia di sini." ucap Sakarin bersiap naik ke kapal.
"Itu sepertinya ide buruk, jangan di lakukan deh." Sakaru menentang ide yang di ajukan Sakarin.
"Hoi Sao fang bangun lah, kita akan kembali ke kota." Sakaru berbisik di telinga Sao fang untuk membangunkan Sao fang yang masih tertidur.
Setelah beberapa lama, akhirnya Sao fang yang tertidur pun terbangun dan berkata, "Tuan muda, selamat pagi."
"Selamat pagi. Sao fang ayo kita segera pergi ke kota, Sakarin dari tadi sudah menunggu di kapal loh."
"Baik,Tuan muda."
Setelah membangunkan Sao fang, Sakaru bersama dengan Sao fang menyusul Sakarin yang sudah berada di atas kapal.
"Kalau begitu, ayo berangkat." Teriak Sakaru.
"Tunggu sebentar, Sakaru." Sakarin menyela perkataan Sakaru.
"Ada apa, Sakarin?" tanya Sakaru.
"Lebih baik kita sarapan terlebih dahulu. Kalau begitu, Sakaru segera buatkan sarapannya."
"Oh ternyata itu ya. Kalau begitu, tunggu sebentar." Sakaru pergi ke dalam ruangan yang berada di dalam kapal bermaksud untuk berbicara dengan System.
[Apa yang ingin Tuan makan?]
"Oh, System ya. Kalau begitu, bagaimana kalau kamu siapkan sesuatu yang enak."
[Baik, akan ku buat sesuatu yang menarik.]
Tiba-tiba di hadapan Sakaru muncul 3 porsi nasi goreng dengan 3 botol air minum. Sakaru spontan bertanya kepada System...
"Bagaimana kamu bisa membuatnya? Bukankah makanan yang bisa kamu buat hanyalah makanan yang pernah ku makan saja?" tanya Sakaru sambil mengerutkan kedua alisnya.
[Itu juga makanan yang pernah Tuan makan loh. Aku sudah menganalisa nya, ini adalah makanan yang pernah Tuan makan sebelum Tuan tereinkarnasi ke dunia ini.]
"Memangnya bisa begitu ya?"
[Bisa dong, aku yang telah mengalami peningkatan bisa melakukan apapun dengan adanya Skill Point.]
"Ngomong-ngomong tentang Skill Point. Berapa lagi Skill Point yang ku miliki sekarang?"
[Skill Point yang tersisa 393400.]
"Banyak juga ya, aku tidak menyadarinya." Sakaru tercengang melihat Skill Point yang dia miliki.
[Itu semua adalah Skill Point yang Tuan dapat semenjak datang ke dunia ini.]
"Hei Sakaru, apakah makanannya sudah siap?" Terdengar suara Sakarin yang berteriak dari luar ruangan.
Sakaru merespon perkataan Sakarin dan berkata, "Sudah siap kok, tunggu sebentar aku akan segera kesana."
"Kalau begitu sudah dulu ya."
[Santai saja, lagi pula aku ini hanyalah System.]
Sakaru membawa 3 porsi nasi goreng dengan 3 botol minuman menggunakan Sihir gravitasi.
"Nih makanan spesial yang aku buat." Sakaru memberikan masing-masing dari mereka 1 porsi nasi goreng dan 1 botol air minum.
"Apa ini? Harum sekali sepertinya enak. Kalau begitu, selamat makan."
Setelah sarapan pagi, mereka langsung berangkat menuju ke kota Serlan. Sesampainya di sana...
"Akhirnya kita sampai. Wah pemandangan yang membuatku rindu." Sakaru berkata sambil melihat ke arah sekitar.
__ADS_1
"Kamu ini ada-ada saja. Padahal kita baru saja meninggalkan kota ini selama 2 hari."
"Kalau begitu, ayo kita segera pergi ke dalam Guild untuk mengkonfirmasi misi ini dan mengambil hadiahnya."
Sesampainya di dalam Guild...
"Woah, kalian benar-benar bisa menyelesaikan misi ini ya." Rena sedikit terkejut.
"Kak Rena, yang mengalahkan Monster Laut itu Sakaru. Jadi berikan saja semua hadiahnya kepada Sakaru." Sakarin berkata dengan rela.
Rena mengeluarkan sekantung keping emas dan kalung perak untuk diberikan kepada Sakaru dan berkata, "Oh begitu ya. Kalau begitu ini 1000 keping emas dan peringkatmu juga akan dinaikkan menjadi perak."
"Terimakasih, Kak Rena." ucap Sakaru sambil tersenyum.
"Ini untukmu Sakarin, karena kamulah aku bisa mengambil misi ini." Sakaru membagikan setengah dari keping emas nya kepada Sakarin.
"Kamu yakin? Aku tidak melakukan apa-apa loh." Sakarin terlihat senang.
"Sudahlah ambil saja, sebelum aku berubah pikiran." ucap Sakaru mengerucutkan bibirnya.
Setelah Sakaru mendapatkan hadiahnya dia langsung pergi berkeliling kota untuk mencari sesuatu yang menarik perhatian nya. Sambil mengelilingi kota, dia berpikir bagaimana caranya agar menjadi kuat dan mulai bertanya kepada System.
"System."
System merespon perkataan Sakaru dan menjawab...
[Ya, ada apa Tuan memanggilku?]
"Apakah kamu tahu caranya agar menjadi kuat?" tanya Sakaru.
[Oh itu ya. Ada cara termudah agar Tuan menjadi kuat.]
Sakaru mengangkat sebelah alisnya dan berkata, "Apa itu?"
[Menaikkan Level dengan cara membunuh Monster / makhluk hidup lainnya.]
"Apakah ada cara yang lainnya?" tanya Sakaru sekali lagi kepada System.
[Tuan bisa mempelajari sebuah Teknik Bertempur. Contohnya saja dengan menggabungkan 2 Sihir seperti kemarin.]
"Apa ada cara untuk memperkuat Sihir?"
"Membayangkannya ya. Lalu apa Sihir terkuat yang pernah ada di dunia ini?"
[Ada 6 elemen di dunia ini, Yaitu Air, Api, Tanah, Udara, Cahaya, dan Kegelapan. Karena Tuan bisa menggunakan semua elemen yang berada di dunia ini. Mungkin elemen yang cocok untuk kamu pelajari adalah elemen Api.]
"Mengapa harus elemen Api?"
[Ini adalah pendapat dariku, Tuan sepertinya akan cocok dengan elemen api.]
"Begitu ya. Kalau begitu bagaimana caranya agar aku bisa memperkuat elemen api?"
[Ada 6 Tingkatan Api di dunia ini. Pertama ada Api merah yang bisa di sebut Tingkat pertama, Tingkat kedua ada api biru yang kekuatannya 3 kali lipat dari api merah. Tingkat ketiga ada api hijau yang kekuatannya 7 kali lipat dari api merah. Tingkat keempat ada api ungu yang kekuatannya 10 kali lipat dari api merah. Tingkat kelima ada api hitam yang kekuatannya 2 kali lipat dari api ungu, dan yang terakhir ada api putih, orang-orang sering menyebutnya api surga. Kekuatan api putih setara dengan 5 kali terkena serangan api hitam.]
Catatan:
Api Merah \=1X
Api Biru \=3X
Api Hijau \=7X
Api Ungu \=10X
Api Hitam \=20X
Api Putih \=100X
"Banyak juga ya. Kalau begitu bagaimana cara mengeluarkannya?"
[Tuan hanya bisa memikirkannya sendiri.]
"Lah kukira kamu bisa memberiku saran, dan juga hentikan memangilku dengan sebutan Tuan. Itu terdengar aneh bagiku."
[Jadi kamu ingin aku memanggilmu Tuan muda sama seperti Sao fang begitu?]
"Nah, begitu lebih baik."
Karena tidak ada hal yang menarik di kota, Sakaru kembali ke tempat Sao fang berada dan mencari penginapan karena hari sudah mulai gelap.
__ADS_1
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1 \= Level 1-10
Tingkat 2 \= Level 11-20
Tingkat 3 \= Level 21-40
Tingkat Ksatria \= Level 41-100
Tingkat Jendral \= Level 101-1000
Tingkat Jendral Besar \= Level 1001-10000
Tingkat Kaisar \= Level 10001-100000
Tingkat Dewa \= Level 100001- ?
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4 Awalan (Persiapan Enchant)
Tingkat 5 Tengah (Persiapan Enchant)
Tingkat 6 Akhir (Persiapan Enchant)
Tingkat Raja (Sudah Enchant)
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Peringkat Guild:
Pertama Kayu
Kedua Tembaga
Ketiga Besi
Keempat Perak
Kelima Emas
Keenam Berlian
Ketujuh Permata
Kedelapan Jurkin
Kesembilan Platinum
Kesepuluh Inti Naga
__ADS_1