Sakaru Dan System Di Dunia Sihir

Sakaru Dan System Di Dunia Sihir
Desa Turla, Makam Lord Guriel 2


__ADS_3

Sesampainya para prajurit di Desa Turla, para prajurit pun segera memasang jebakan di sekitar desa Turla. Sementara itu...


"Sepi sekali desa ini, ngomong-ngomong kemana para penduduknya ya?" ucap Sakaru heran karena desa itu terlihat sangat sepi.


Sakaru dan Sao fang berkeliling desa itu untuk mencari tahu kemana perginya para penduduk.


"Tuan muda, kita akan pergi kemana? Para prajurit yang lainnya sedang mempersiapkan jebakan untuk penyerangan nanti loh." tanya Sao fang heran.


"Sudahlah hiraukan saja mereka. Aku disini sedang mencari tempat yang cocok untuk menembakan panahku nanti." ucap Sakaru sambil melihat ke arah sekitar.


"Begitu ya, apakah Tuan muda yakin akan menggunakan Busur itu? Bagaimana kalau para penduduk kota Serlan mengetahui tentang panah yang waktu itu Tuan muda tembakkan?" tanya Sao fang dengan wajah cemas.


Sakaru spontan berkata, "Kalau itu terjadi, aku akan kembali ke kota Terosa untuk menghindari para penduduk Kota Serlan, mudah bukan."


"Sudah kuduga, mengingat Tuan muda yang sedikit ceroboh dan tidak terlalu memikirkan hal yang rumit. Tuan muda pastinya akan berkata seperti itu." ucap Sao fang dengan wajah sedikit tersenyum.


"Apa kamu meledek ku ha? Kubakar mukamu loh ??!" ucap Sakaru mengembung kan kedua pipinya sambil mengeluarkan api di tangan kanannya.


"Aku hanya bercanda, Tuan muda." Sao fang berkata sambil menutupi kedua wajahnya.


"Brrrrrrrr....."


Terdengar suara dari perut Sao fang, Sakaru pun spontan berkata, "Saofang, apakah kamu lapar?"


"Tidak juga." Sao fang berkata dengan nada berbohong.


"Brrrrrrrr..... Brrrrrrr..... Brrrrrrr."


"Tuh kan ,perutmu sendiri yang berbunyi dari tadi. Kutanya sekali lagi, apakah kamu yakin tidak lapar???"


"Ba-baiklah Tuan muda, aku sebenarnya sudah lapar dari tadi. Tapi bukankah di desa ini tidak ada satupun pedagang yang menjual makanan." ucap Sao fang dengan sedikit terpaksa karena perutnya berbunyi dari tadi.


"Iya juga ya. Bagaimana ya agar aku mendapatkan makanan di desa yang sepi ini?" Sakaru berpikir di dalam benaknya.


Setelah berpikir cukup lama,akhirnya muncul sebuah ide di dalam kepala Sakaru.


"Hmm, bagaimana kalau aku menggunakan System untuk mendapatkan makanan ya?." Sakaru berpikir sejenak.


"System, apakah ada makanan yang dapat ku tukarkan dengan Skill Point?" tanya Sakaru kepada System.


Merespon Sakaru, System pun menanggapi perkataan Sakaru.


[Ada Tuan.]


"Wah, benarkah?!! Kalau begitu apa saja makanan yang ada?" tanya Sakaru kegirangan.


[Memunculkan Data...]


[Terkonfirmasi.]


[Mie cup instant porsi kecil \= 200 Skill Point ]


[Mie cup instant porsi sedang \= 300 Skill Point ]


[Mie cup instant porsi besar \= 500 Skill Point ]


[Ramen porsi sedang \= 1000 Skill Point ]


[Terusen porsi sedang \= 1000 Skill Point ]


"Wah, ada Terusen dan juga Ramen. Apakah daftar makanan yang ada disini adalah makanan yang pernah ku coba sebelumnya?" tanya Sakaru kepada System.


[Benar.]


"Aku tidak pernah makan mie cup sebelumnya, yasudahlah mungkin itu adalah bawaan dari sana nya. System kalau begitu aku menukarkan Skill Point dengan 2 Ramen dan 2 Terusen."


[Tuan yakin akan menukarkan 4000 Skill Point dengan 2 Ramen dan 2 Terusen. Ya/Tidak .]

__ADS_1


"Ya."


[Terkonfirmasi, menukarkan 4000 Skill Point dengan 2 Ramen dan 2 Terusen. Skill Point yang tersisa : 128000.]


Tiba-tiba saja muncul 2 mangkuk Ramen dan 2 Terusen di hadapan Sakaru.


Sakaru memberikan Ramen dan Terusen itu kepada Sao fang lalu berkata, "Sao fang, ini makananlah."


"Tuan muda, apakah itu adalah sebuah sihir yang dapat memunculkan makanan?" tanya Sao fang keheranan.


"Bisa di bilang seperti itu. Sudahlah jangan kamu pikirkan, makan saja nanti keburu dingin."


"Baik, Tuan muda."


Selagi para pasukan membuat persiapan untuk menghadang para Goblin yang akan menyerang, Sakaru dan Sao fang malah asik makan di bawah pohon dekat sungai. Rena yang melihat hal itu langsung menghampiri Sakaru...


"Hei, Sakaru kamu malah asik makan-makan bersama pengawalmu di sini ya. Bukannya membantu kami, kamu malah asik bersantai di sini. Lagian bagaimana kalian bisa mendapatkan makanan itu di desa ini?" ucap Rena geram.


"Oh kakak, tenang saja setelah ini kami akan membantu." ucap Sakaru dengan santai nya sambil menghabiskan Ramen dan Terusen yang ia buat.


"Awas saja ya kalau bohong, aku akan mempersiapkan tenda untuk para prajurit bermalam." Rena berkata dengan sedikit kesal sambil meninggalkan Sakaru dan Sao fang.


"Tidak kusangka kalau sedang cemas, Rena akan menjadi sangat berisik." Sakaru berkata di dalam hati.


"Iya juga ya, sebentar lagi hari mulai gelap. Sepertinya aku akan membangun sebuah tenda di sekitar sini."


"System, apakah Skill Point bisa ditukarkan dengan sebuah tenda yang memiliki 2 kasur?"


[Bisa, Tuan.]


"Kalau begitu, segera buat sebuah tenda di sini." ucap Sakaru menunjuk ke arah depan.


[Pembuatan tenda akan menghabiskan Skill Point sebanyak 8000. Apakah Tuan yakin? Ya/Tidak .]


"Wah, harganya lumayan mahal. Tapi yasudahlah kalau begitu, ya."


Sebuah tenda berbentuk seperti sebuah ruangan yang berwarna putih tiba-tiba muncul di tempat yang Sakaru tunjuk.


"Besar sekali, apakah ini bisa disebut dengan tenda? Kalau begitu, aku akan mengecek isinya." Sakaru tercengang dengan tenda yang di buat System.


Saat Sakaru membuka tenda yang di buat oleh System, isi tenda tersebut benar-benar sesuai dengan yang di minta Sakaru.


"Kukira isinya akan membuatku terkagum, ehh ternyata isinya hanya 2 buah kasur saja seperti yang ku minta sebelumnya." ucap Sakaru sedikit kecewa karena isinya tidak terlihat seperti luarnya.


Rena yang baru saja kembali, terkejut karena melihat tiba-tiba ada tenda yang berada di tempat Sakaru berada.


"Sa-sa-sakaru bagaimana kamu bisa membuat tenda sebesar ini dalam waktu singkat?" Rena terkejut sekaligus tercengang melihat sebuah tenda yang lumayan besar dibangun dalam waktu yang singkat.


Karena Sakaru tidak mau repot menjawab pertanyaan yang ditanyakan Rena, Sakaru hanya menjawab, " Oh, tenda ini di buat oleh Sao fang."


"Tuan muda???"


Sakaru menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan Sao fang agar tidak diketahui oleh Rena, " Sudahlah, kamu bilang saja bahwa kamulah yang membuat tenda itu. Ini perintah."


Sao fang pun menuruti perintah Sakaru.


"Iya tenda ini akulah yang membuatnya." Sao fang terpaksa berbohong karena ini adalah perintah Sakaru.


"Oh begitu ya, terlebih lagi aku mendapatkan informasi dari pasukan pengintai, bahwa para Goblin akan menyerang besok pagi. Jadi kalian segeralah tidurlah untuk pertempuran besok pagi." Rena tampak tidak terkejut karena mengetahui tenda itu dibuat oleh Sao fang yang kekuatannya berada di tingkat Ksatria.


"Oh begitu ya, informasi yang sangat berguna. Kalau begitu aku akan segera tidur agar besok aku terbangun dengan bugar. Kalau begitu, sampai jumpa besok." Sakaru berkata sambil melambaikan tangan.


"Kalau begitu, aku akan pergi." Rena meninggalkan tenda Sakaru.


Sakaru dan Sao fang tertidur dengan nyenyak dan keesokan harinya...


................

__ADS_1


Tingkatan Kekuatan:


Tingkat 1


Tingkat 2


Tingkat 3


Tingkat Ksatria


Tingkat Jendral


Tingkat Jendral Besar


Tingkat Kaisar


Tingkat Dewa


Tingkatan Ramuan:


Tingkat b


Tingkat s


Tingkat ss


Tingkat ssr


Tingkat Dewa


Tingkatan Senjata:


Tingkat 1


Tingkat 2


Tingkat 3


Tingkat Awal


Tingkat Menengah


Tingkat Tinggi


Tingkat Raja


Tingkat Dewa


Peringkat Guild:


Pertama Kayu


Kedua Tembaga


Ketiga Besi


Keempat Perak


Kelima Emas


Keenam Berlian


Ketujuh Permata


Kedelapan Jurkin


Kesembilan Platinum

__ADS_1


Kesepuluh Inti Naga


__ADS_2