
Saat Sakaru tertidur, dia bermimpi tentang kehidupan masa lalunya sebelum tereinkarnasi.
Sakaru terbangun dari tidurnya dan spontan berkata, "Wah, membuatku nostalgia saja mimpi tadi itu." Sakaru sedikit tersenyum mengingat mimpinya tadi.
Yua Lai yang melihat Sakaru bangun ikut tersenyum dan spontan berkata, "Apakah Tuan muda bermimpi indah semalam?"
Sakaru merespon perkataan Yua Lai dan berkata, "Yua Lai ya, lebih tepatnya itu adalah mimpi yang membuatku ternostalgia."
"Begitu ya, pasti itu mimpi yang sangat indah sampai-sampai membuat Tuan muda tersenyum."
"Sebenarnya itu adalah tentang masa lalu ku sebelum tereinkarnasi ke dunia ini. Mau di bilang indah, mungkin tidak. Tapi yasudahlah karena itu hanya bagian dari masa laluku." kata Sakaru di dalam hati.
[Apa ini, apakah kamu rindu dengan masa lalumu?]
"Hah, memangnya kamu tau apa tentang masa lalu ku?" gumam Sakaru.
[Aku itu System loh yang telah menganalisa tentang semua kehidupan mu bahkan sebelum tereinkarnasi. Aku juga tahu loh, waktu kelas 7 smp kamu kencing di celana gara-gara dimarahi gurumu di depan kelas.]
"Oh, itu ya. Waktu itu aku hanya ingin pergi ke toilet tapi pak guru malah menyetrapku di depan kelas karena lupa mengerjakan pr."
"Iya juga, ngomong-ngomong tentang kencing. Mengapa semenjak aku datang ke dunia ini, aku merasa tidak pernah ingin kencing. Makanan yang ku makan juga sebenarnya pergi ke mana?" tanya Sakaru penasaran.
[Oh itu ya, Makanan yang kamu konsumsi semuanya itu di konversikan menjadi Stamina dan Energi Sihir. Tetapi karena kamu memiliki Energi Sihir yang tidak terbatas, makanan yang kamu konsumsi hanya akan terkonversikan menjadi Stamina.]
"Begitu ya, aku mengerti"
Karena merasa lapar, Sakaru dan Yua Lai sama seperti kemarin, mereka pergi ke tempat makan bernama Terifries. Setelah memesan makanan, Sakaru langsung membayarnya dan segera menghabiskan makanan yang di pesannya.
Keadaan kota hari itu cukup sepi karena cuaca di kota sedang dingin, atau mungkin karena faktor lain yang membuat para penduduk hanya diam di dalam rumahnya. Hanya sebagian penduduk di kota yang masih bekerja di luar pada hari itu, mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Brrrrr.... Dingin sekali hari ini." gumam Sakaru menggigil.
"Tuan muda, apakah kita sebaiknya kembali ke penginapan untuk menghangatkan diri?"
"Ide bagus, kalau begitu ayo."
Setelah mereka kembali ke penginapan, mereka berdua menghangatkan diri di Lobby penginapan.
"Iya juga System, bagaimana caranya aku kembali ke kota Serlan dengan cepat? Sekarang aku sudah mencapai Level 1000 bukan?"
[Apakah kamu ingin kembali ke kota Serlan sekarang?]
"Bisa ya?" tanya Sakaru.
[Bisa, kita bisa berteleportasi menuju ke lokasi bawahan. Sekarang suruhlah Yua Lai memegang tanganmu.]
"Yua Lai, peganglah tanganku."
"Baik, Tuan muda. Tapi apa yang akan Tuan muda lakukan?" tanya Yua Lai bingung.
Merespon Yua Lai, "Aku sedang melakukan apa yang System instruksikan." "Lalu apa selanjutnya, System?" tanya Sakaru kepada System.
[Sudah, baiklah kita berteleportasi sekarang.]
"Hah, apa maksudmu?"
[Sudahlah tunggu saja.]
"Treng..."
Tiba-tiba Sakaru dan Yua Lai berada di dalam penginapan kota Serlan. Sao fang yang sedang makan di sana spontan berkata, "Tuan muda, kemana saja anda selama ini?"
"Sao fang, aku kembali. Dan dia adalah Rekan baru kita, namanya Yua Lai."
"Tuan muda sebaiknya segera pergi ke dalam Guild. Rena terlihat sangat panik ketika Tuan muda menghilang kemarin." ucap Sao fang.
"Benarkah, kalau begitu aku akan segera pergi ke sana. Yua Lai tetaplah di sini, aku akan segera kembali."
"Baik, Tuan muda." Yua Lai menundukkan sedikit kepalanya.
Sakaru bergegas pergi ke dalam Guild untuk menemui Rena. Setelah masuk ke dalam Guild...
__ADS_1
"Sakaru, kamu bisa kembali ke sini ya." ucap Rena lega.
"Oh, iya dong. Aku juga berhasil mengalahkan semua Monster Gurun nya." ucap Sakaru dengan bangga.
"Kalau begitu ini hadiahmu, dan peringkat mu akan dinaikkan menjadi emas."
"Wah, terimakasih Kak Rena." ucap Sakaru sambil mengambil sekantung keping emas dan peringkat barunya.
Sakaru melihat ke arah sekitar, anggota Guild berbondong-bondong berdiri di depan papan pemberitahuan. Sakaru yang penasaran pun akhirnya bertanya kepada Rena.
"Kak Rena, sebenarnya apa yang terjadi di sana? Mengapa orang-orang terlihat saling berdesakan untuk melihat papan pemberitahuan?" tanya Sakaru heran.
"Oh mereka ya. Sebenarnya besok adalah hari Petualang Terkuat. Besok di ibukota kerajaan Weng Lin akan diadakan Turnamen yang akan diikuti oleh seluruh warga kerajaan. Apakah kamu tertarik untuk mengikutinya?"
"Sepertinya menarik, memangnya hadiahnya apa?" tanya Sakaru kepada Rena.
"Petualang Pemenang Pertama akan mendapatkan hadiah 100.000 ribu keping emas dan akan diberikan tempat tinggal yang sangat mewah oleh Raja."
Sakaru yang tertarik pun mendaftar untuk mengikuti Turnamen itu. Rena pun sebagai perwakilan Guild mendaftarkan Sakaru untuk bisa mengikuti Turnamen tersebut.
"Ini tanda pengenalmu Sakaru." ucap Rena memberikan Sakaru kalung.
"Kalung apa ini, Kak Rena?" tanya Sakaru sambil memutar-mutar kalung yang di berikan Rena.
"Oh, itu adalah tanda pengenal. Kalung itu menunjukan kalau kamu berasal dari Guild kota Serlan. Guild di setiap kota memiliki tanda pengenal yang berbeda-beda."
"Begitu ya, jadi kapan turnamen nya di mulai?" tanya Sakaru.
"Turnamen nya di mulai besok di ibukota kerajaan Weng lin. Kamu akan pergi bersama dengan anggota Guild yang lainnya, tentunya aku juga akan ikut."
"Jadi, aku harus kemari jam berapa?" tanya Sakaru.
"Kamu kemari saja jam 9."
"Baiklah, aku akan kesini jam 9 besok pagi. Aku akan kembali ke penginapan, dah." Sakaru melambaikan tangan kepada Rena.
Sakaru kembali ke penginapan untuk memberitahukan ke 2 anak buahnya. Setelah sampai ke penginapan...
"Oh,Tuan muda. Selamat datang." ucap mereka berdua secara bersamaan.
"Aku bosan. Apa yang akan ku lakukan ya selagi menunggu besok?" pikir Sakaru.
"System, apakah ada sesuatu yang bisa membuatku agar tidak bosan?" tanya Sakaru kepada System.
[Hmm apa ya? Mungkin dengan bermain kartu.]
Sakaru mengangkat sebelas alisnya dan berkata, "Kartu? Memangnya di dunia ini ada kartu?"
[Ada dong, tunggu sebentar biar ku keluarkan.]
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya muncul sebuah kartu di depan Sakaru.
"Wah, benar-benar ada. Apakah ini menggunakan Skill Point untuk mengeluarkannya?" tanya Sakaru.
[Tentunya dong, aku bisa mengeluarkan apapun yang bisa kamu pikirkan asalkan ada Skill Point yang mencukupi.]
"Kalian berdua, bagaimana kalau kita bermain kartu agar tidak bosan?"
"Kartu?? Apa itu Tuan muda?"
"Kalian tidak mengetahuinya ya, kalau begitu akan ku ajarkan cara memainkannya."
Setelah Sakaru mengajarkan Sao fang dan Yua Lai untuk bermain kartu, mereka bertiga pun bermain kartu sampai malam.
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1 \= Level 1-10
Tingkat 2 \= Level 11-20
__ADS_1
Tingkat 3 \= Level 21-40
Tingkat Ksatria \= Level 41-100
Tingkat Jendral \= Level 101-1000
Tingkat Jendral Besar \= Level 1001-10000
Tingkat Kaisar \= Level 10001-100000
Tingkat Dewa \= Level 100001- ?
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4 Awalan (Persiapan Enchant)
Tingkat 5 Tengah (Persiapan Enchant)
Tingkat 6 Akhir (Persiapan Enchant)
Tingkat Raja (Sudah Enchant)
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Peringkat Guild:
Pertama Kayu
Kedua Tembaga
Ketiga Besi
Keempat Perak
Kelima Emas
Keenam Berlian
Ketujuh Permata
Kedelapan Jurkin
Kesembilan Platinum
Kesepuluh Inti Naga
__ADS_1