Sakaru Dan System Di Dunia Sihir

Sakaru Dan System Di Dunia Sihir
Berlibur... 2


__ADS_3

Sakaru,Sakarin,dan Sao fang pun telah sampai di Laut Teria.


Sakaru langsung terpesona melihat Laut untuk pertama kalinya di dunia sihir.


"Indah sekali, dan juga Lautan ini sangat luas." Sakaru terpesona dengan keindahan Laut Teria.


"Dunia ini ternyata lebih luas dari pada yang ku kira." gumamnya sambil melihat ke arah sekitar.


"Hei Sakarin, apakah di sini ada sebuah penginapan untuk kita menginap? Hari sudah mulai gelap loh." tanya Sakaru sambil menatap ke arah Sakarin.


"Aku tidak tahu, ini juga pertama kalinya bagiku pergi ke laut ini." ucap Sakarin dengan wajah bingung.


"Tuan muda, sebaiknya kita membangun sebuah tenda di dekat sini." Sao fang memberi saran kepada Sakaru.


"Ide bagus, kalau begitu aku akan membuat sebuah tenda."


"Syste-."


Menyela perkataan Sakaru, System membuat sebuah tenda.


[Terkonfirmasi, Skill Point yang tersisa 199400 ]


Tiba-tiba muncul sebuah tenda dengan 3 buah kasur di dalamnya.


"Apa??Bahkan aku belum memberikan perintah apapun. System apa yang terjadi." Sakaru yang terkejut berkata di dalam hati.


[Aku sudah tahu kalau Tuan akan berkata seperti itu.]


"System bisa berbicara? Padahal sebelumnya kamu tidak bisa. Kupikir System itu seperti program yang hanya akan merespon bila di beri perintah." pikir Sakaru dalam benaknya sedikit terkejut.


[Sekarang aku sudah berhasil menganalisa seluruh data yang ku perlu kan tentang Dunia ini.]


"Apa maksudnya itu?"


[Maksudnya, sekarang ini aku memiliki kesadaran tersendiri agar bisa memandu Tuan di Dunia ini. Aku bisa menganalisa keadaan dan membuat sesuatu tanpa perlunya perintah dari Tuan terlebih dahulu. Kalau dalam bahasa sederhananya, aku mengalami peningkatan System.]


"Oh, jadi sekarang kamu seperti System yang serba bisa."


[Begitulah.]


"Baiklah, sekarang tebaklah apa yang ku butuhkan sekarang?"


[Tidak tahu lah, Tuan sendirilah yang dapat memutuskan apa yang Tuan butuhkan.]


Saat Sakaru sedang asik mengobrol dengan System, Tiba-tiba saja Sakarin menepuk pundak Sakaru dan berkata...


"Sakaru, kamu berbicara dengan siapa?" Sakarin bertanya dengan wajah bingung karena dari tadi Sakaru berbicara sendiri.


"Tidak, aku tidak berbicara dengan siapa-siapa. Iya juga, sekarang sudah malam. Ayo kita segera tidur agar besok kita bangun dengan berenergi." ucap Sakaru merespon perkataan Sakarin dan mengalihkan pembicaraan.


"Ba-baiklah, kalau begitu aku akan segera tidur di dalam tenda."


"Apakah dia mabuk selama perjalanan sehingga berimajinasi dan berbicara sendiri?" gumam Sakarin sambil masuk kedalam tenda.


"Sao fang juga sudah tertidur, sebaiknya aku juga segera tidur agar besok bangun dengan bertenaga."


Mereka bertiga pun tidur di dalam tenda dan keesokan harinya...


"Sakaru, bangun lah. Bukankah tujuan kita kemari hanya untuk mengalahkan Monster laut?" Sakarin berusaha membangunkan Sakaru yang masih tertidur.


"Sakarin ya, selamat pagi." Sakaru terbangun dari tidurnya dan menyapa Sakarin.


"Iya juga ya, tujuan kita kemari hanyalah untuk mengalahkan Monster Laut. Tapi, bagaimana cara mengalahkan nya kalau lokasi dimana dia berada saja aku tidak tahu." gumam Sakaru.


"Tuan muda, kalau tentang Monster Laut tenang saja. Aku sudah bertanya kepada penduduk pesisir, bahwa Monster Laut hanya akan muncul kalau ada sesuatu yang dapat memancingnya keluar dari Laut." ucap Sao fang sambil menundukkan kepalanya.


"Begitu ya, jadi apa yang harus digunakan agar bisa memancingnya?"

__ADS_1


"Sebuah Yutreok, Tuan muda."


"Yutreok? Apa itu, sebuah kata yang tidak dapat ku mengerti." pikir Sakaru di dalam benaknya.


"Apa itu Yutreok, System jelaskan padaku."


[Baik. Yutreok adalah sebuah batu sihir yang jika diberi sedikit sihir, batu itu akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Tentunya, bau yang sangat menyengat ini hanya akan tercium oleh Monster Laut.]


"Begitu ya." Sakaru berpikir sejenak.


"Bagaimana cara mendapatkan Yutreok, Sao fang?" tanya Sakaru.


"Aku sudah mendapatkan,Tuan muda. Tadi pagi saya mendapatkannya dari seseorang yang berada di Kedai itu." Sao fang menunjuk ke arah kedai yang berada di belakangnya.


"Bangunan itu adalah kedai ya. Aku tidak tahu karena bentuknya seperti sebuah gubuk." pikir Sakaru.


"Bagaimana kalau kita Sarapan pagi di kedai itu, Sakarin bagaimana menurutmu." Sakaru menunjuk ke arah kedai itu.


"Wah, sepertinya makanan di sana enak. Kalau begitu ayo kita segera pergi ke sana." Sakarin berkata dengan penuh semangat sambil menarik-narik lengan Sakaru.


"Oh, baiklah."


Mereka bertiga pun menghampiri kedai untuk Sarapan pagi sebelum memancing Monster Laut. Sesampainya di dalam kedai...


"Dalamnya ternyata lebih rapih dari pada kelihatannya." Sakaru melihat-lihat ke sekitar kedai.


"Oh, pelanggan ya. Tumben sekali ada pelanggan yang mengunjungi kedai kami." ucap salah satu pengurus kedai menyapa pelanggannya.


"Memangnya, ada apa dengan tempat ini. Tempat ini terlihat sangat rapih dan tertata." tanya Sakaru kepada pengurus kedai.


"Sebelumnya kedai ini sangat ramai pengunjungnya. Tapi setelah muncul cumi-cumi raksasa dari arah laut Teria, pelanggan yang biasanya berlanggan di kedai kami semuanya menghilang."


"Cumi-cumi raksasa? Apakah itu Monster Laut yang harus kami buru?" pikir Sakaru.


Melihat Sao fang, pengurus kedai spontan berkata, "Oh, sao fang. Apakah mereka orang yang kamu bilang akan menghadapi cumi-cumi raksasa seperti yang kamu katakan tadi pagi? Mereka terlihat sangat kuat, aku dapat merasakannya."


Merespon perkataan pengurus kedai Sao fang berkata, "Benar, mereka lah yang akan menghadapi cumi-cumi raksasa."


"Tapi Tuan muda, bukankah tujuan kita kemari memang untuk memburu Monster Laut?"


Menyela pembicaraan mereka, pengurus kedai menyiapkan 3 porsi makanan laut dan berkata, "Sudah~sudah, karena kalian sudah berada di sini untuk memburu monster Laut, aku akan memberi kalian 3 porsi makanan laut secara gratis."


"Wah benarkah, kalau begitu Sakaru bagaimana kalau kita memburu monster laut. Karena kita sudah sampai di sini." Sakarin berkata dengan penuh semangat.


"Boleh juga, hadiahnya lumayan besar. System bagaimana menurutmu?"


[Apanya?]


"Tentu saja tentang Monster laut."


[Itu terserah Tuan, aku tidak berhak menentukannya.]


Sakaru membulatkan tekad dan berkata, "Baiklah, ayo kita buru monster laut ini."


"Bagus~bagus, aku suka dengan orang yang bersemangat seperti kalian. Kalau begitu silahkan dinikmati makanan nya."


"Kalau begitu kami makan ya, selamat makan"


Mereka bertiga melahap habis makanan yang pengurus kedai sediakan.


................


Tingkatan Kekuatan:


Tingkat 1


Tingkat 2

__ADS_1


Tingkat 3


Tingkat Ksatria


Tingkat Jendral


Tingkat Jendral Besar


Tingkat Kaisar


Tingkat Dewa


??? [Belum diketahui.]


Tingkatan Ramuan:


Tingkat b


Tingkat s


Tingkat ss


Tingkat ssr


Tingkat Dewa


??? [Belum diketahui.]


Tingkatan Senjata:


Tingkat 1


Tingkat 2


Tingkat 3


Tingkat 4 Awalan (Persiapan Enchant)


Tingkat 5 Tengah (Persiapan Enchant)


Tingkat 6 Akhir (Persiapan Enchant)


Tingkat Raja (Sudah Enchant)


Tingkat Dewa


??? [Belum diketahui.]


Peringkat Guild:


Pertama Kayu


Kedua Tembaga


Ketiga Besi


Keempat Perak


Kelima Emas


Keenam Berlian


Ketujuh Permata


Kedelapan Jurkin


Kesembilan Platinum

__ADS_1


Kesepuluh Inti Naga



__ADS_2