Sakaru Dan System Di Dunia Sihir

Sakaru Dan System Di Dunia Sihir
Penyerangan Goblin Gelombang Kedua, Kelicikan Para Goblin.


__ADS_3

"Sat...sat...sat"


Terdengar suara dari luar tenda yang terdengar seperti seseorang yang sedang mengendap-ngendap.


"Suara apa itu, mungkin hanya angin hoam." Sakaru yang terbangun kembali tertidur.


"Cleb... Aaaaaa."


Terdengar suara seperti teriakan seseorang yang tertusuk oleh benda yang tajam.


"Apa itu, mencurigakan. Sebaiknya aku mengecek keluar tenda."


Sakaru pun bergegas pergi ke luar tenda dengan terbang. Saat melihat ke arah sekitar ternyata para Goblin sedang menyerang tenda para prajurit.


"Gawat, sepertinya ini sangat gawat. Aku harus membangunkan semua prajurit yang sedang tertidur." Sakaru terkejut karena di luar tenda para prajurit terdapat para Goblin yang mengendap-ngendap untuk membunuh prajurit yang sedang tertidur.


Saat Sakaru dilanda kepanikan, tiba-tiba muncul sebuah ide di dalam kepalanya.


"Baiklah, aku akan mencoba mengeluarkan sebuah angin topan di antara tenda prajurit.


"System, keluarkanlah sebuah angin topan di sekitar tenda para prajurit."


[Apakah Anda yakin? Ini akan menyebabkan keributan di seluruh desa. Ya/Tidak.]


"Ya. Hehehe aku ingin melihat reaksi para prajurit yang sedang tertidur pulas, dan tiba-tiba terkena angin topan yang menerjang tendanya." Sakaru tersenyum jahat sambil melihat ke arah sekitar.


Seketika itu juga, muncul sebuah angin topan yang membuat para Goblin dan tenda prajurit terhempas kesana kemari.


"Apa yang terjadi???"


"Apakah sudah pagi???"


"Goblin, serangan dari para Goblin semuanya bangun!!!" Teriak salah satu prajurit panik dan langsung menebas Goblin.


Para prajurit yang terkena angin topan buatan Sakaru panik dan itu membuat para prajurit yang lainnya terbangun dari tidurnya.


"Serang, bantai semua Goblin itu."


Malam itu juga, terjadi pertempuran yang sengit antara para Prajurit dan para Goblin. Sao fang yang mendengar keributan dari dalam tenda pun langsung bergegas mengecek keluar tenda.


"Apa yang terjadi, Tuan muda dimana kamu." Sao fang yang baru saja terbangun dari tidurnya panik karena tidak melihat Sakaru di tempat tidur.


"Oh Sao fang kamu sudah bangun ya."


"Tuan muda ada di mana?" Sao fang kebingungan karena tidak melihat sakaru dimanapun.


"Di atas sini. Terlebih lagi, kamu juga bantulah para Prajurit membantai para Goblin." Sakaru memberikan perintah kepada Sao fang.


"Baiklah, Tuan muda."


Sao fang pun ikut membantu para prajurit untuk membantai para Goblin yang menyerang malam itu. Para Goblin yang menyerang pada malam itu pun sebagiannya telah terbantai dan banyak dari para Prajurit juga yang menjadi korban. Sementara itu di tenda tempat Rena berada...


"Ini aneh, mengapa para Goblin itu menyerang pada malam hari? Bukan kah para Goblin itu tidak dapat melihat dalam gelap?" Rena kebingungan karena para Goblin yang menyerang pada malam ini.


"Rena, sepertinya ada yang menyebabkan para Goblin itu menyerang pada malam hari. Seperti ada yang memimpin mereka melakukan penyerangan ini." ucap Kotora kepada Rena.


"Benar juga, ini cukup aneh mengingat Goblin tidak akan menyerang pada malam hari. Sepertinya malam ini para prajurit harus waspada terhadap serangan para Goblin." Rena berkata dengan sedikit khawatir.


(Kembali ke tenda dimana Sakaru berada.)


"Brrrrr...."


Terdengar suara dari perut Sao fang.


Sakaru yang mendengar hal itu spontan berkata, " Sao fang apakah kamu lapar."

__ADS_1


"Sepertinya aku lapar Tuan muda, pertempuran tadi membuatku lapar he he." ucap Sao fang merespon Sakaru dengan sedikit tertawa.


"Sebenarnya aku juga sedikit lapar. Kalau begitu tunggu sebentar, aku akan membuat makanan dengan sihir ku."


"Ramen dan Terusen sepertinya aku bosan dengan makanan itu, kalau begitu akan ku coba mie cup instant yang berada di dalam System." Sakaru berkata di dalam hati.


"System, aku ingin menukar Skill Point ku dengan Mie Cup Instant porsi sedang."


[Apakah Tuan yakin akan menukarkan 600 Skill Point dengan 2 Mie Cup Instant. Ya/Tidak.]


"Ya, aku penasaran seperti apa mie nya nanti."


[Terkonfirmasi. Menukarkan 600 Skill Point dengan 2 Mie Cup Instant. Skill Point yang tersisa 119400.]


Sakaru pun mengambil 2 Mie Cup Instant di dalam inventory nya dan membagikan nya dengan Sao fang. Setelah Sao fang mendapatkan Mie Cup Instan, Sao fang terlihat sangat kebingungan.


"Ada apa Sao fang?" tanya Sakaru kepada Sao fang.


"Tuan muda, sebenarnya aku tidak tahu bagaimana caranya agar dapat memakan ini? Bukankah ini terlalu keras untuk dimakan?" Sao fang kebingungan karena sebelumnya belum pernah memakan Mie Cup Instant.


"Oh iya aku lupa, kamu harus menyeduhnya terlebih dahulu."


"Menyeduhnya?"


"Sini berikan aku Mie cup instant milikmu, biar aku yang menyeduhkannya untukmu."


Dengan sihir yang di miliki Sakaru, Sakaru mengubah energi sihirnya menjadi air panas untuk menyeduh mie yang dibuat oleh System.


"Nah, sesudah ini tunggu sekitar 5 menit agar Mie nya matang dengan sempurna."


"Wah, ternyata ada cara yang seperti itu ya untuk membuat makanan." Sao fang tercengang karena belum pernah memakan Mie cup instant sebelumnya.


Setelah menunggu selama 5 menit, Sakaru dan Sao fang pun melahap habis Mie cup instant tanpa sisa.


"Tuan muda, Mie ini ternyata enak juga." ucap Sao fang sambil melahap habis mie cup instan itu.


"Sesudah ini, aku akan mencoba berkeliling desa sekali lagi untuk memastikan keadaan apakah aman / tidak. Kamu segera tidurlah dan juga waspadalah terhadap setiap suara yang terdengar." Sakaru berkata sambil membuang cup bekas mie instan yang dimakannya.


"Baik, Tuan muda."


Sakaru pun berkeliling desa untuk memastikan keadaan di sekitar desa.


"Iya juga, bukan kah para Goblin ini menyerang dengan sangat rapih? Bahkan hanya sedikit Goblin yang terkena jebakan yang di buat oleh para prajurit." Sakaru berpikir di dalam benaknya.


Saat berkeliling desa, Sakaru mendengar suara suling yang berasal dari tenda Rena. Sakaru pun turun menghampiri tenda yang ditempati oleh Rena.


"Halo kakak, apakah kakak yang membuat suara suling tadi?"


"Oh Sakaru, membuatku kaget saja kukira Goblin. Iya memang benar aku yang memainkan suling . Ngomong-ngomong mengapa kamu belum tidur, bukan kah ini sudah malam." tanya Rena dengan penasaran.


Sakaru mencari alasan yang tepat dan berkata, "Sebenarnya waktu aku tertidur, tiba-tiba saja ada keributan dari luar tenda. Jadi aku mengecek nya dan aku malah mendengar suara suling berasal dari sini."


"Begitu ya, aku juga sedikit bingung karena sebagian prajurit bilang tiba-tiba ada sebuah angin topan yang menerjang tenda mereka. Jadi mereka bisa terbangun dan langsung menebas para Goblin yang menyerang. Aku jadi bingung harus berterimakasih atau tidak kepada angin topan itu."


"Angin topan itu sebenarnya perbuatanku hehe." Sakaru tertawa dan berkata dengan suara kecil.


"Apa yang kamu katakan? Suaramu terlalu kecil, aku tidak dapat mendengarnya."


"Tidak bukan apa-apa. Kalau begitu aku akan kembali ke tenda ku karena aku sudah sangat mengantuk, hoam." Sakaru berpura-pura mengantuk agar bisa kembali ke tendanya.


Sakaru pun kembali ke tendanya dan melanjutkan tidurnya yang tertunda.


................


Tingkatan Kekuatan:

__ADS_1


Tingkat 1


Tingkat 2


Tingkat 3


Tingkat Ksatria


Tingkat Jendral


Tingkat Jendral Besar


Tingkat Kaisar


Tingkat Dewa


Tingkatan Ramuan:


Tingkat b


Tingkat s


Tingkat ss


Tingkat ssr


Tingkat Dewa


Tingkatan Senjata:


Tingkat 1


Tingkat 2


Tingkat 3


Tingkat Awal


Tingkat Menengah


Tingkat Tinggi


Tingkat Raja


Tingkat Dewa


Peringkat Guild:


Pertama Kayu


Kedua Tembaga


Ketiga Besi


Keempat Perak


Kelima Emas


Keenam Berlian


Ketujuh Permata


Kedelapan Jurkin


Kesembilan Platinum

__ADS_1


Kesepuluh Inti Naga


__ADS_2