
"Hei....hei, namamu sao fang bukan." ucap Sakarin sambil menggoyang-goyang pundak Sao fang.
Sao fang yang sedang mengemudikan kereta kuda merasa terganggu dan berkata...
"Jangan ganggu aku saat ini. Aku sedang fokus untuk mengendarai kereta kuda ini." Sao fang berkata dengan nada serius.
"Padahal aku hanya bertanya, serius amat sih." gumamnya sedikit kesal.
"Sakarin, aku ingin bertanya kepadamu. Apa boleh."
"Apa itu Sakaru?" merespon perkataan Sakaru, Sakarin berkata dengan suara lembut.
"Aku penasaran dengan tongkat yang kamu pakai tadi. Apakah tongkat itu mempengaruhi besar api yang kamu buat? Bola apimu tadi terasa sangat panas dan kuat." Sakaru bertanya dengan nada penasaran.
"Tongkat phoenix ya." ucap Sakarin sambil mengeluarkan tongkat yang ia pakai tadi.
"Tongkat phoenix. Apakah itu nama tongkat yang kamu pakai tadi? Sebenarnya apa fungsi tongkat itu?" Sakaru penasaran karena sebelumnya belum pernah melihat tongkat sihir.
"Tongkat ini sebenarnya adalah tongkat sihir peninggalan kakekku. Fungsinya untuk melipat gandakan energi sihir yang kumiliki. Sebagai gantinya setiap kali aku menggunakannya, energi sihir yang kumiliki langsung terkuras habis tak bersisa."
"Lalu bagaimana kamu mengatasi kelemahan tongkat itu? Bukankah setiap kali kamu menggunakannya, tubuhmu akan terasa berat." tanya Sakaru sekali lagi kepada Sakarin.
"Biasanya ada temanku yang selalu menemaniku berpetualang. Tapi akhir-akhir ini dia sepertinya menghindari ku dan baru saja kemarin dia bilang akan pulang ke kampung halaman nya."
"Tentu saja, akan merepotkan berpetualang dengan orang sepertimu." Sakaru berkata di dalam hati.
"Begitu ya. Setelah sampai ke kota, apa yang akan kamu lakukan Sakarin?" tanya Sakaru sedikit penasaran.
"Setelah sampai di kota nanti, aku akan melakukan misi yang tersedia di Guild untuk mendapatkan uang."
"Kalau begitu, bagaimana kalau kamu bergabung denganku? Bukankah temanmu itu sedang pulang ke kampung halaman, jadi dia tidak bisa menemanimu bukan. Aku juga akan pergi ke Guild untuk mencari uang. Bagaimana, maukah kamu bergabung denganku?"
"Baiklah aku akan bergabung dengan mu jika kamu memaksa." Sakarin berkata dengan wajah gembira.
"Dasar dia ini, berpura pura seperti aku yang memaksa. Padahal terlihat jelas di wajahnya kalau dia sangat senang." Sakaru berkata di dalam hati.
"Iya juga, aku penasaran dengan Status yang dia miliki. System, munculkan Status yang di miliki oleh Sakarin." Sakaru berkata di dalam hati.
[Terkonfirmasi.]
[Nama: Sakarin Elestaner Loir ]
[Umur: 14 Tahun ]
[Tingkat Kekuatan: Ksatria Sihir]
[Kemampuan:Bola Api, Ledakan Api ]
"Dia setahun lebih tua dariku ternyata. Kemampuannya juga ternyata hanya bisa mengendalikan api." Sakaru berkata di dalam hati.
"Kekuatannya berada di tingkat yang sama seperti Sao fang. Untunglah kalau aku mengajaknya bergabung bersamaku." Sakaru tersenyum kecil.
"Sakaru, apa yang kamu pikirkan dari tadi? Apakah ada yang menganjal di pikiranmu?" tanya Sakarin penasaran dengan apa yang di pikirkan Sakaru.
"Tidak ada, aku tidak memikirkan apapun." Sakaru berkata sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Oh begitu ya."
Dari atas langit tiba-tiba muncul sebuah anak panah yang mengenai salah satu roda kereta kuda yang di naikki Sakaru.
"Druk..."
Kereta kuda Sakaru berhenti bergerak. Tiba-tiba muncul sekelompok bandit yang mengancam kelompok Sakaru.
"Hoi kalian. Kalau kalian ingin tetap hidup, serahkanlah semua benda yang kalian miliki." ucap salah satu bandit itu dengan nada mengancam.
"Kalian, berani-beraninya merusak kereta kuda milik Tuan muda." Sao fang terlihat sangat marah dan mulai mengeluarkan pedangnya.
Tiba-tiba saja atmosfer yang berada di sekitar Sakaru berubah.
"Apa ini, perasaan membunuh yang sangat kuat."
"Slash...Slash...Slash..."
Puluhan kepala bandit ter-tebas hanya dengan beberapa serangan Sao fang.
__ADS_1
"Apa itu, monster." Teriak salah satu bandit.
Para bandit yang masih hidup lari terkocar kacir tidak karuan.
"Kalau begitu, Tuan muda ayo kita kembali melanjutkan kembali perjalanan yang tertunda." Sao fang tersenyum kepada Sakaru.
"Ba-baik." Sakaru spontan berkata kepada Sakaru.
"Sakarin, kamu tidak apa-apa? Kamu hanya terdiam dari tadi."
"Aku tidak apa-apa. Aku hanya terkejut bahwa Sao fang ternyata sekuat itu."
"Aku juga terkejut melihat Sao fang tadi."
Setelah Sao fang memperbaiki kereta kuda yang di rusak para bandit. Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke kota Serlan. Hari pun mulai gelap, tidak ada cahaya sedikit pun di hutan itu.
"Sao fang, kita berhenti dulu. Kita akan mendirikan sebuah tenda untuk bermalam di sini."
"Baik Tuan muda."
"System, tukarkan Skill Point dengan sebuah tenda berisikan 3 buah tempat tidur."
[Apakah anda yakin ingin menukarkan 12000 Skill Point dengan tenda berisikan 3 buah tempat tidur. Ya/Tidak]
"Ya."
[Terkonfirmasi, menukarkan 12000 Skill Point dengan tenda berisikan 3 buah tempat tidur. Skill Point yang tersisa 207400]
"Wah, sihir milikmu unik sekali." Sakarin tercengang melihat sihir Sakaru.
"Begitulah. Kalau begitu ayo kita tidur karena hari sudah mulai gelap."
Mereka bertiga pun mulai tertidur.Tiba-tiba ada sebuah suara berisik dari luar dan itu membuat Sakaru tidak bisa tertidur.
"Tak...trekk...trekk."
"Suara apa itu, mengganggu sekali."
Sakaru mengecek ke luar tenda dan terlihat dari kejauhan ada sebuah pondok di hutan itu.
"Apa itu? Sepertinya tidak ada sebuah pondok disana tadi."
"Ini aneh, bukannya di sini ada sebuah pondok tadi. Kalau begitu aku akan kembali ke tenda."
Saat Sakaru menoleh ke belakang, tiba-tiba saja tenda yang berada di belakangnya menghilang.
"Apa yang terjadi? Mengapa tenda ku tiba-tiba menghilang?"
Sakaru mulai panik dan berlari menuju ke arah tenda, mencoba memanggil Sao fang.
"Sao fang, jawablah aku jika mendengarnya. Hei Sao fang, jangan bercanda. Aku minta maaf kalau telah menyiram mu saat tertidur tadi." Sakaru berteriak dengan penuh penyesalan.
Saat Sakaru berteriak, tiba-tiba muncul sosok menyerupai gadis berusia 17 Tahun yang sedang duduk di sebuah kursi.
"Halo, apakah ada orang di sana?" Sakaru berteriak sambil menghampiri gadis yang sedang duduk itu.
Saat Sakaru menghampiri gadis yang sedang duduk itu, tiba-tiba muncul sebuah lubang di bawahnya dan membuat Sakaru terjatuh ke dimensi lain...
"Dimana ini? Mengapa semuanya terlihat seperti ruangan putih yang kosong."
"System, dimana ini?"
[Tidak tahu.]
"Ini aneh, bahkan System pun tidak mengetahui dimana ini."
Tiba-tiba muncul sosok gadis dengan sayap yang berwarna hitam dan bermata biru.
"Sakaru, selamat kan lah Dunia ini dari kehancuran."
...
"Byurrr...."
Sakarin menyiram wajah Sakaru menggunakan air.
__ADS_1
"Huwaa, siapa itu." teriak Sakaru.
"Tuan muda apakah anda baik-baik saja?" Sao fang terlihat sangat cemas.
"Aku baik-baik saja." Sakaru berkata sambil menghela nafas.
"Mimpi ya. Itu terasa sangat nyata." Sakaru berkata di dalam hati.
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Ksatria
Tingkat Jendral
Tingkat Jendral Besar
Tingkat Kaisar
Tingkat Dewa
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Awal
Tingkat Menengah
Tingkat Tinggi
Tingkat Raja
Tingkat Dewa
Peringkat Guild:
Pertama Kayu
Kedua Tembaga
Ketiga Besi
Keempat Perak
Kelima Emas
Keenam Berlian
Ketujuh Permata
Kedelapan Jurkin
__ADS_1
Kesembilan Platinum
Kesepuluh Inti Naga