
Sakaru terbangun dari tidurnya dan langsung menuju ke kamar Sao fang, setelah mengecek ke kamar Sao fang ternyata Sao fang tidak berada di kamarnya.
"Duh, kemana Sao fang pergi pagi-pagi begini." ucap Sakaru kesal.
Setelah pergi ke luar penginapan, ternyata Sao fang sedang berlatih menggunakan pedang di dekat sebuah pohon depan penginapan.
"Sao fang, ternyata kamu ada disana. Apa yang sedang kamu lakukan pagi-pagi begini ?" tanya Sakaru penasaran.
"Tuan muda, maafkan aku sebelumnya. Aku sedang berlatih menggunakan pedang pemberianmu ini." ucap Sao fang dengan wajah yang terlihat lelah sambil mengangkat pedang.
"Begitu ya, kalau begitu lanjutkan latihan mu itu. Aku akan berkeliling kota sebentar."
"Baik, hati-hati di jalan."
Sakaru mengelilingi kota dan dia tertarik dengan toko tua yang menjual alat-alat sihir.
"Toko ini menjual apa saja ya?" ucap Sakaru penasaran sambil berkeliling melihat-lihat.
Pemilik toko pun bertanya kepada Sakaru.
"Apa yang sedang kamu cari nak?" tanya pemilik toko penasaran.
"Oh pemilik toko, aku sedang mencari barang-barang yang menarik di toko ini. Apakah kamu punya rekomendasi?" tanya Sakaru kepada pemilik toko.
"Di toko ini hanya ada perlengkapan sihir seperti Ramuan, Pedang Sihir, Pelindung Sihir, dan Busur Sihir. Apakah ada yang membuatmu tertarik?"
Sakaru pun mengangkat sebelah alisnya dan berkata "Wah,kalau begitu aku akan melihat Busur Sihir dan Pelindung Sihir. Aku sangat tertarik dengan kedua benda itu, bawakan aku dengan kualitas yang terbaik di toko ini ya."
"Tunggu sebentar aku akan membawakannya."
Setelah menunggu beberapa lama, pemilik toko itu pun kembali dari gudang membawa beberapa perlengkapan sihir. Busur Sihir yang di bawa pemilik toko tampak bersinar dan mengeluarkan aura kegelapan.
"Wah, sepertinya ini Busur Sihir yang sangat bagus." ucap Sakaru tersenyum di dalam hati.
"Anak muda, ini adalah Busur Sihir dengan Kualitas Tingkat Tinggi, dan juga Pelindung Sihir ini mampu menahan segala serangan sihir yang mendekat. Bagaimana, apakah kamu tertarik?" ucap pemilik toko tersenyum kepada Sakaru.
Sakaru yang sedikit ragu pun berkata "Kalau begitu, sini biar kulihat terlebih dahulu."
Sakaru mengambil Busur dan berkata di dalam hati, "System, analisa lah Busur Sihir ini."
[Terkonfirmasi, Busur Sihir yang pernah di pakai oleh Kaisar Sihir, lumanicus. Kekuatan Busur ini bisa menembus apapun yang menghalangi dan tidak perlu lagi menggunakan panah karena panahnya tersendiri menggunakan energi sihir sang pemakai. Tingkat dari Busur Sihir ini sendiri adalah Tingkat Raja.]
"Wah, apanya yang Tingkat Tinggi. Ternyata Busur Sihir ini lebih dari itu." ucap Sakaru tersenyum jahat.
"Kalau begitu, berapa harga dari Busur Sihir dan Pelindung Sihir itu?" tanya Sakaru kepada Pemilik toko itu.
Pemilik toko itu tersenyum, "Itu untukmu saja, aku memberikannya gratis."
"Ha, apakah anda yakin?? Tapi kenapa?" tanya Sakaru terkejut karena perkataan kakek itu.
"Apakah kamu ingat kejadian tempo hari saat prajurit dari kerajaan wenglin menyerang di gerbang barat? Cucu kakek sebenarnya berada di sana waktu itu, berkat kamu lah cucu kakek bisa selamat dari serangan kerajaan wenglin. Jadi sudah kakek putuskan untuk memberikanmu Busur Sihir peninggalan Sang Kaisar Sihir, Lumanicus kepadamu." ucap Kakek itu tersenyum kepada Sakaru.
"Oh, jadi itu alasannya ya." ucap Sakaru terdiam sejenak.
Sakaru pun dengan senang hati mengambil Busur Sihir dan Pelindung Sihir yang diberikan oleh kakek tua pemilik toko itu.
"Iya juga, bagaimana caranya aku menggunakan Busur Sihir ini ya, panahnya saja aku tidak punya." ucap Sakaru di dalam hati.
"System, bagaimana caranya agar aku bisa menggunakan Busur Sihir ini?" tanya Sakaru kepada System.
[Tuan bisa menggunakannya seperti busur pada umumnya.]
__ADS_1
Sakaru menggaruk kepalanya dan bertanya "Bagaimana dengan panahnya?"
[Tuan bisa mendapatkan Panah Sihir dengan menggunakan Energi Sihir.]
"Iya juga, sebenarnya berapa Energi Sihir yang kumiliki saat ini?" tanya Sakaru penasaran.
[Menganalisa, Energi Sihir yang Tuan miliki saat ini, Tidak Terbatas.]
"Apa maksudnya itu? Tidak Terbatas? Apakah aku bisa menggunakan Energi Sihir sesuka hati?" ucap Sakaru mengangkat sebelah alisnya.
[Benar.]
"Tapi selama ini aku tidak pernah mencoba untuk menggunakan Sihir. Lalu bagaimana caranya aku menggunakan Energi Sihir?" tanya Sakaru kepada System.
[Tuan bisa membayangkannya.]
"Caranya?"
[Tuan dapat membayangkan Energi yang berada di dalam tubuh Tuan itu meluap keluar dan menjadi elemen.]
"Begitu ya, baiklah aku akan mencobanya."
Sakaru mulai memfokuskan dirinya agar bisa merasakan dan mengubah Energi Sihir yang berada di dalam tubuhnya.
"Wusssh."
Kobaran Api muncul di kedua tangan Sakaru dan membakar pohon yang ada di depan nya.
"Bagaimana ini? Air, air, aku harus bisa membayangkan Energi Sihir menjadi Air."
"Byurrr"
"Gawat, jubahku jadi basah. Aku harus bisa mengeringkannya. Aku akan mencoba mengubah Energi Sihir menjadi Elemen Angin."
"Baiklah, aku akan menggunakan angin untuk mengeringkannya."
"Whoooossh."
Jubah Sakaru malah tertiup angin yang dibuatnya dan membuat jubahnya tersangkut di atas atap rumah seseorang.
"Jubahku, aku harus memikirkan sebuah cara agar bisa mengambilnya."
Sakaru berpikir keras dan menemukan suatu cara agar bisa mengambilnya.
"Ngomong-ngomong, apa aku bisa menghilangkan gravitasi yang berada di sekitar ku ya? Kalau begitu akan ku coba."
Sakaru pun mulai membayangkan hilangnya gravitasi di sekitarnya, batu-batu kecil yang berada di sekitar Sakaru melayang.
"Sepertinya masih kurang, aku harus lebih fokus."
Sakaru memfokuskan diri agar bisa menghilangkan gravitasi yang ada di sekitarnya, seketika itu juga Sakaru melayang di udara dan mengambil jubahnya yang tersangkut di atas atap. Orang-orang yang melihat Sakaru hanya melewat begitu saja seolah-olah tidak memperdulikannya, orang-orang berpikir bahwa Sakaru adalah orang yang Tingkat Kekuatannya diatas Ksatria. Sakaru pun menggunakan jubahnya dan kembali ke tempat penginapan dengan menggunakan kekuatan nya.
"Sao fang, aku kembali." ucap Sakaru yang sedang melayang di atas langit.
"Tuan muda?" ucap Sao fang kebingungan karena dia tidak melihat Sakaru dimanapun.
Sakaru melambaikan tangan dan berkata "Aku ada di atas sini."
Sao fang yang sedang duduk di depan tempat penginapan terkejut melihat Sakaru berada di atas langit.
Sakaru pun turun ke hadapan Sao fang.
__ADS_1
"Apa yang Tuan muda lakukan tadi?" Sao fang terlihat sangat kebingungan dan sangat penasaran.
"Aku mencoba untuk terbang." ucap Sakaru dengan wajah tersenyum.
Sao fang yang sudah tidak ingin memikirkannya hanya menjawab "Begitu ya."
"Aku lapar, bagaimana kalau kita mencari tempat untuk makan. Kamu juga sudah lapar bukan setelah berlatih menggunakan pedang dari tadi?"
Sao fang hanya mengganguk karena terlalu terkejut dengan perbuatan yang majikannya lakukan.
"Kalau begitu, ayo kita mencari tempat makan."
Sakaru dan Sao fang pun mencari tempat untuk makan.
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Ksatria Sihir
Tingkat Jendral Sihir
Tingkat Jendral Besar Sihir
Tingkat Kaisar Sihir
Tingkat Dewa Sihir
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Awal
Tingkat Menengah
Tingkat Tinggi
Tingkat Raja
__ADS_1
Tingkat Dewa