
Sakaru terbangun di pagi hari yang cerah. Saat Sakaru membuka jendela kamarnya, sinar matahari menusuk mata Sakaru.
"Wah, hari ini cerah banget." ucap Sakaru sambil menutup matanya dengan kedua tangan.
"Sao fang sudah bangun belum ya?"
Sakaru pun menghampiri kamar Sao fang.
"Kreeeek..."
Sakaru membuka pintu dan berkata, "Ternyata Sao fang tidak ada di sini. Apakah dia sedang berlatih di luar penginapan?"
Sakaru pergi keluar penginapan. Sao fang ternyata sedang duduk di sebuah pohon dengan keringat yang bercucuran di seluruh badannya.
"Sao fang, berlatih lagi?" tanya Sakaru dengan nada lantang dari kejauhan.
Sao fang melirik ke arah sakaru dan membalas, "Oh Tuan muda, aku sekarang sedang melatih tubuhku agar kuat."
"Iya juga, tubuhmu sekarang terlihat lebih kuat daripada sebelumnya. Apakah kamu sudah sarapan?" tanya Sakaru sambil menghampiri Sao fang.
Sao fang spontan berkata, "Belum, Tuan muda."
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi ke kedai yang berada di ujung kota."
"Baik."
Sakaru dan Sao fang pergi ke kedai kemarin untuk sarapan.
"Pak, saya pesan 2 Ramen dan 2 Terusen seperti kemarin ya."
"Oh anak muda, baiklah 2 Ramen dan 2 Terusen akan segera siap dalam 5 menit."
Seperti kemarin, Sakaru dan Sao fang menunggu di meja dekat jendela. Setelah 5 menit menunggu, Ramen dan Terusen yang di pesan Sakaru akhirnya siap.
"Kalau begitu, selamat makan."
Sakaru dan Sao Fang menghabiskan makanan yang di berikan pemilik kedai tanpa sisa.
"Ini pak, 1 keping emas. Seperti biasa aku akan datang lagi ke sini untuk sarapan besok."
Sakaru dan Sao fang meninggalkan kedai...
"Kalau begitu, Tuan muda. Aku akan kembali berlatih di depan penginapan." ucap Sao fang meninggalkan Sakaru.
"Oke,kalau begitu aku juga akan berkeliling kota ini."
Sakaru mulai berkeliling kota. Saat berkeliling kota, Sakaru melihat berbagai macam toko yang menjual peralatan sihir. Di tengah kota juga ada air mancur yang menyerupai manusia setengah ikan dengan berbagai bunga di sekitarnya.
"Ternyata kota ini lebih indah daripada kota yang sebelumnya ku kunjungi." ucap Sakaru terpesona dengan keindahan kota Serlan.
Sakaru teringat dengan perkataan prajurit kota Terosa tentang guild. Sakaru pun mulai mencari tahu dengan guild yang berada di kota Serlan. Setelah bertanya kepada penduduk, akhirnya Sakaru menemukan sebuah guild yang berada di sebelah barat kota. Sakaru pun masuk ke dalam guild.
"Goblin nya besar sekali tadi."
"Bagi rata hasilnya dong.Brakkk..."
"Minum, untuk kemenangan kita.Glup..glup..glup"
Sakaru yang melihat ke sekitar guild tertarik untuk mendaftar di dalam guild tersebut.
Seorang gadis berumur 18-an menghampiri Sakaru, "Permisi, adek sedang apa di sini?"
Sakaru merespon perkataan gadis itu, "Aku??"
"Iya dek, kamu sedang apa disini? Apakah kamu sedang menunggu orang tua mu?" tanya gadis itu kepada Sakaru.
Sakaru pun teringat bahwa dirinya yang sekarang adalah anak laki-laki berumur 12 tahun. Sakaru pun mulai mencari-cari alasan untuk menjawab gadis itu.
"Sebenarnya tadi aku sedang berkeliling kota dan tidak sengaja aku masuk ke dalam sini . Iya juga, perkenalkan namaku Sakaru. Nama kakak siapa?" tanya Sakaru dengan wajah polos.
__ADS_1
"Lucunya..." ucap gadis itu didalam hati.
"Ehem..., nama kakak adalah Rena. Kakak adalah anak dari pemilik guild ini sekaligus pengurus guild ini loh." ucap Rena sambil mengusap kepala Sakaru.
"Begitu ya, kakak apakah aku bisa mendaftar di guild ini?"
"Hmm, bagaimana ya. Memangnya kamu sudah bisa menggunakan sihir?" tanya Rena kepada Sakaru.
"Bisa kok."
"Kalau begitu, coba tunjukan padaku sihir apa yang kamu miliki." ucap Rena dengan lembut kepada Sakaru.
"Agar aku tidak membuat keributan, aku akan mencoba mengeluarkan api sekecil mungkin." Sakaru berkata di dalam hati.
"Wush..."
Sakaru mengeluarkan api sebesar jempol dan berkata, "Tuh kan aku bisa."
"Wah, kamu hebat sekali."
"Benar kan, ini adalah hal yang mudah untuk ku. Kalau begitu, apakah aku sudah bisa mendaftar di dalam guild ini?" tanya Sakaru menatap Rena.
Rena yang tidak bisa menolak Sakaru pun hanya tersenyum.
"Kalau begitu, silahkan isi formulirnya." ucap Rena dengan lembut sambil memberikan selembar formulir.
"Baiklah, akan ku isi." ucap Sakaru spontan mengambil formulir yang diberikan Rena.
Sakaru pun mengisi formulir yang diberikan Rena. Saat Sakaru mengisi formulir yang diberikan Rena, dia kebingungan dengan lingkaran yang berada di bawah formulir.
"Kakak, lingkaran ini harus kuapakan?" tanya Sakaru menunjuk lingkaran yang berada di bawah formulir.
"Itu adalah kontrak sihir. Dengan meneteskan darah maka kamu sudah resmi menjadi anggota di guild ini."
"Darah?!! Apakah ada cara lain agar bisa membuat kontraknya?" tanya Sakaru sedikit takut.
"Tidak, aku tidak takut." ucap Sakaru sambil mengalihkan pandangan.
"Kalau begitu, berikan aku tanganmu." ucap Rena sambil membawa jarum.
"Ba-baiklah." ucap Sakaru gemetar.
Sakaru pun menjulurkan tangannya dan Rena pun mulai menusuk jari Sakaru untuk diambil darahnya.
"A-aduh."
"Baru kali ini aku merasakan sakit sejak pertama kali aku datang ke dunia ini." Sakaru berkata di dalam hati.
"Sudah selesai. Sekarang kamu adalah anggota dari guild ini." ucap Rena sambil mengeluarkan sebuah kalung dengan ukiran kayu di tengahnya.
"Ini, pakai ini sebagai tanda pengenalmu." ucap Rena sambil mengalungkan kalung kepada Sakaru.
"Kakak, ini kalung apa?" tanya Sakaru kebingungan dengan kalung yang diberikan Rena.
"Itu adalah peringkat untuk pemula sepertimu. Ada 10 tingkat di dalam guild ini, yang pertama adalah kayu, kedua adalah tembaga, ketiga adalah besi, keempat adalah perak, kelima adalah emas, keenam adalah berlian, ketujuh adalah permata,kedelapan adalah Jurkin, kesembilan adalah platinum, dan yang terakhir adalah kalung dengan inti Naga."
"Wah, ternyata banyak juga ya. Kalau begitu, bagaimana caranya agar aku bisa menaikkan peringkat ku?" tanya Sakaru penasaran kepada Rena.
"Kamu lihat papan misi yang berada di tengah guild kan?"
"Iya aku melihatnya." ucap Sakaru melihat ke arah tengah.
"Nah, disitu lah misi untuk meningkatkan peringkat mu berada. Dari situ juga kamu bisa mendapatkan uang."
"Kalau begitu aku akan melihatnya."
Sakaru pun pergi ke tengah guild untuk mencari misi yang cocok untuk nya.
................
__ADS_1
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Ksatria Sihir
Tingkat Jendral Sihir
Tingkat Jendral Besar Sihir
Tingkat Kaisar Sihir
Tingkat Dewa Sihir
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Awal
Tingkat Menengah
Tingkat Tinggi
Tingkat Raja
Tingkat Dewa
Peringkat Guild:
Pertama Kayu
Kedua Tembaga
Ketiga Besi
Keempat Perak
Kelima Emas
Keenam Berlian
Ketujuh Permata
Kedelapan Jurkin
Kesembilan Platinum
Kesepuluh Inti Naga
__ADS_1