
"Tak..Tak..Tak.." terdengar suara dari bawah kasur tempat Sakaru tidur.
"Krak..."
Kasur itu terbelah menjadi 2 dan membuat Sakaru terjatuh dari tempat tidurnya.
"Bruk..."
"A-aduh, apa yang terjadi?" Sakaru mengusap kepalanya yang terbentur ke lantai.
Sakaru terbangun dan melihat ke arah kasur itu.
"Mengapa kasur ini tiba-tiba terbelah. Apa yang sebenarnya terjadi?"
[Sepertinya kasur yang kamu tiduri ini sudah rapuh dan sangat tua.]
"Benarkah seperti itu, aku tidak menyadarinya."
Sakaru langsung pergi keluar dari ruangannya dan membiarkan kasur itu begitu saja. Sakaru langsung menghampiri kamar tempat Sao fang berada.
"Sao fang, bangunlah ini sudah pagi." Sakaru berkata sambil mengetuk-ngetuk pintu.
Tidak ada tanggapan dari sao fang.
"Mungkinkah dia masih tertidur?" pikir Sakaru dalam benaknya.
"Ceklek...."
"Wah, ternyata pintunya tidak di kunci."
Sakaru masuk ke dalam ruangan Sao fang dan ternyata...
"Sudah kuduga dia masih tertidur. Kutinggal saja dia atau bagaimana ya?" pikir Sakaru dalam benaknya.
"Karena dia tidak berguna ku tinggal saja deh. Aku akan meninggalkan uang 100 keping emas dan meninggalkan sebuah pesan untuknya yang berisikan 'Dari Tuanmu yang baik hati ini, gunakan lah uang yang ku berikan ini untuk membeli sesuatu yang mungkin kamu ingin beli.'." Sakaru berkata di dalam hati dan membuat sebuah surat untuk Sao fang.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu."
Sakaru menutup pintu sepelan mungkin agar tidak di sadari oleh Sao fang. Setelah keluar dari penginapan Sakaru melihat ada seorang penjual ramuan. Sakaru yang penasaran pun mulai menghampiri penjual itu.
"Permisi kek, apa yang kakek jual di sini?" Tanya Sakaru penasaran dengan Ramuan yang di jual oleh kakek itu.
Kakek itu merespon dan berkata dengan suara pelan, "Oh anak muda, kakek di sini sedang menjual Ramuan."
"Kalau boleh tau, Ramuan ini fungsi nya apa ya?" tanya Sakaru sambil memutar-mutar Ramuan itu.
"Oh itu ya, itu adalah Ramuan yang dapat menggandakan Exp menjadi 2X lipat. Durasi dari Ramuan ini juga hanya 1 hari."
"Menggandakan exp??? Sepertinya Ramuan ini sangat cocok untukku yang ingin cepat-cepat naik level. Bagaimana menurutmu System?" Sakaru mengangkat sebelah alisnya dan berkata di dalam hati.
[Ini Ramuan yang menarik, jarang sekali ada orang yang menjual Ramuan seperti ini. Kalau begitu bagaimana kalau kamu beli saja semua Ramuannya.]
"Begitu ya. Kalau begitu saya beli semua Ramuan kakek, berapa harganya?" tanya Sakaru kepada kakek itu.
"Harga setiap Ramuannya adalah 5 Keping emas. Karena semuanya ada 20 jadi harganya 100 keping emas."
Sakaru mengeluarkan 100 keping emas dan berkata, "Ini uangnya kek, kalau begitu aku ambil semua Ramuannya ya."
Setelah membeli Ramuan pengganda Exp Sakaru langsung meminum semuanya sekaligus tanpa sisa.
[Exp yang akan di peroleh selama 20 hari kedepan akan di gandakan menjadi 2X lipat.]
"Sepertinya aku akan kuat dalam waktu yang singkat, hahaha." Sakaru tertawa seperti seorang penjahat.
"Hmm..., aku akan pergi ke mana ya untuk menaikkan Level?" pikir Sakaru dalam benaknya.
Setelah berpikir cukup lama. Sakaru akhirnya mendapatkan sebuah ide dan pergi menuju ke dalam Guild.
"Aku akan pergi ke Guild saja deh. Uang dapat, Exp dapat, Skill Point pun dapat. Ibaratkan sambil menyelam, minum air, dan latihan berenang." gumamnya.
__ADS_1
Sakaru pun segera pergi ke menuju Guild untuk mengambil misi. Sesampainya di sana...
"Sakaru, selamat pagi." Rena menyapa dari kejauhan.
"Oh Kak Rena, selamat pagi." ucap Sakaru membalas perkataan Rena.
"Apa yang membuatmu pagi-pagi sekali datang ke sini?" tanya Rena sedikit penasaran.
"Aku kesini mau mencari misi. Apakah Kak Rena punya sebuah misi yang cocok untukku?"
"Tunggu sebentar, aku akan menggambil kertas misi yang sepertinya akan cocok untukmu."
Rena pun pergi ke belakang untuk mengambil misi yang cocok untuk Sakaru. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Rena kembali membawa 3 lembar kertas berisikan misi untuk peringkat perak.
"Sakaru, ini ada 3 misi yang mungkin akan cocok untukmu." Rena memberikan 3 lembar kertas itu kepada Sakaru.
"Mana, biar ku lihat dulu."
Setelah melihat-lihat kertas yang di berikan Rena, Sakaru pun mulai berdiskusi dengan System.
"System, bagaimana menurutmu? Membasmi Monster di Padang Gurun: hadiah 1000 keping emas, Membasmi Para Tanaman di Negeri Elf: hadiah 700 keping emas, Memburu Naga Bumi: hadiah 1000 keping emas."
[Sepertinya Membasmi Monster di Padang Gurun itu akan menyenangkan.]
"Kita ini akan leveling loh. Bukan berjalan-jalan." ucap Sakaru kepada System di dalam hati.
"Baiklah sudah ku putuskan, Kak Rena aku pilih yang ini." Sakaru berkata sambil menunjuk kertas berisikan misi 'Membasmi Monster di Padang Gurun.'
"Apa kamu yakin akan memilih misi yang ini? Monster-monster di Padang Gurun kudengar Levelnya Tinggi loh. Masih tetap ingin memilihnya?" tanya Rena sedikit khawatir.
"Bukankah Kak Rena sendiri yang membawakannya kepadaku? Aku juga yakin dengan kekuatanku jadi tenang saja."
"Oh, kalau begitu baiklah. Ini akan ku berikan Kertas Teleportasi untuk menuju ke Padang Gurun dengan cepat." Rena mengeluarkan sebuah kertas dengan tulisan Kuno di dalam nya dan memberikannya kepada Sakaru.
"Apa ini? Bagaimana cara menggunakannya?" tanya Sakaru penasaran.
"Itu tinggal di bakar saja."
"Tunggu sebentar Sakaru, kertas teleportasi itu hanya akan membawamu menuju Gurun nya saja. Ini kertas Teleportasi untuk kemba-." Rena terlihat sangat panik dan berusaha menghentikan Sakaru. Tetapi semua itu sudah terlambat... Sakaru sudah berteleportasi menuju Padang Gurun.
"Wah aku benar-benar berada di Gurun. Iya juga apa yang Kak Rena coba sampaikan kepadaku tadi? Aku terlalu bersemangat sampai tidak mendengarkan perkataannya tadi."
[Ini sepertinya akan menjadi gawat.]
"Kamu bilang sesuatu System?"
[Ahh tidak, aku hanyalah bergumam.]
"Oh begitu ya. Baiklah mari kita lihat dimana Monster yang harus ku buru." Sakaru melihat ke arah sekitar dan yang ada hanyalah pasir, pasir, dan pasir yang sangat luas.
"Mana Monster nya? Kak Rena bilang bukankah aku di sini harus membantai Monster? Apakah aku berteleportasi ke tempat yang salah?" pikir Sakaru dalam benaknya.
[...]
System hanya terdiam melihat kelakuan yang Sakaru lakukan.
"System bicara lah sesuatu. Kalau begitu dimana Monster nya?"
[Sepertinya Monster sedang berada di dalam pasir. Aku mendeteksi adanya makhluk hidup di dalam pasir.]
"Keluarlah kalian Monster-monster jelek. Hadapilah aku disini, apa kalian takut kepada ku hah?" Teriak Sakaru yang terlihat seperti orang bodoh.
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1 \= Level 1-10
Tingkat 2 \= Level 11-20
__ADS_1
Tingkat 3 \= Level 21-40
Tingkat Ksatria \= Level 41-100
Tingkat Jendral \= Level 101-1000
Tingkat Jendral Besar \= Level 1001-10000
Tingkat Kaisar \= Level 10001-100000
Tingkat Dewa \= Level 100001- ?
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4 Awalan (Persiapan Enchant)
Tingkat 5 Tengah (Persiapan Enchant)
Tingkat 6 Akhir (Persiapan Enchant)
Tingkat Raja (Sudah Enchant)
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Peringkat Guild:
Pertama Kayu
Kedua Tembaga
Ketiga Besi
Keempat Perak
Kelima Emas
Keenam Berlian
Ketujuh Permata
Kedelapan Jurkin
Kesembilan Platinum
Kesepuluh Inti Naga
__ADS_1