Sakaru Dan System Di Dunia Sihir

Sakaru Dan System Di Dunia Sihir
Penyerangan Goblin Gelombang Pertama


__ADS_3

Sakaru terbangun di pagi hari, terdengar suara yang sangat berisik dari luar tenda yang membuat Sakaru terbangun dari tidurnya.


"Apa yang terjadi pagi-pagi begini, mengapa dari tadi di luar berisik sekali, hoam." ucap Sakaru yang masih setengah tertidur.


"Darrr......."


Terdengar suara ledakan yang sangat keras dari luar tenda.


"Iya juga ya, sekarang aku kan berada di desa Turla untuk melawan para goblin. Gawat, bisa-bisanya aku sampai melupakan hal ini. Kalau Rena sampai tahu kalau aku masih berada di sini, ini akan menjadi gawat." Sakaru sedikit panik dan langsung pergi keluar tenda untuk melihat keadaan.


Saat Sakaru melihat keluar tenda, dia terkejut karena tiba-tiba ada sebuah tembok besar yang berada di depan tendanya.


"Apa ini, apa yang sebenarnya terjadi di sini?" Sakaru terkejut karena kemarin malam tidak ada tembok di sekitar tenda.


Sao fang yang sedang berada di luar tenda pun menyapa Sakaru, "Tuan muda sudah bangun ya."


"Sao fang, sebenarnya apa yang terjadi semalam? Mengapa di sini tiba-tiba ada sebuah tembok?" tanya Sakaru kebingungan.


"Aku juga tidak tahu. Tapi yang pasti, tembok ini di bangun oleh Kotora semalam. Itu sih yang ku dengar dari Rena, dan juga tembok ini berguna untuk menggiring para Goblin menuju jebakan."


"Kotora??? Iya juga ya dia adalah orang yang pernah Rena bicarakan sebelumnya. Dia juga berada di tingkat Ksatria sama seperti Sao fang." Sakaru berpikir di dalam benaknya.


"Jadi sekarang apa yang sedang kamu lakukan? Bukankah para Goblin sudah mulai menyerang?" tanya Sakaru kepada Sao fang.


"Aku sedang berjaga di sekitar sini, dan juga Goblin yang menyerang di tempat lain sudah di hadang oleh para prajurit kota Serlan."


"Begitu ya. Kalau begitu aku akan melihat keadaan sekitar." Sakaru melihat ke arah sekitar dengan menggunakan kemampuan nya yaitu terbang untuk menghindari jebakan yang telah di buat para prajurit.


"Woah, ternyata ada 3 tembok besar yang di bangun di sekitar desa." Sakaru terkagum melihat pemandangan di sekitar.


Saat Sakaru sedang terbang berkeliling desa. Tiba-tiba ada sebuah panah sihir yang melesat ke arah Sakaru. Untungnya Sakaru memiliki pelindung sihir yang dapat menetralkan segala jenis sihir.


"Hampir saja, apa-apaan itu tadi. Membuatku kaget saja." ucap Sakaru spontan dengan nada sedikit kesal.


Sakaru menggunakan System untuk menyambar Goblin yang menyerangnya tadi. Akibatnya Goblin itu langsung tersambar petir dan mengakibatkan Goblin yang lainnya marah dan mulai melancarkan serangan kepada Sakaru.


"Ha ha ha, kalian tidak bisa menembakku dengan panah sihir. Soalnya aku memiliki pelindung sihir yang dapat menetralkan segala jenis sihir." Sakaru tertawa dengan nada sombong.


Goblin itu terlihat kesal karena serangannya tidak ada satupun yang mengenai Sakaru. Goblin itu pun mulai tembok yang menjulang tinggi ke atas dan mulai memanah dari atas tembok itu.


"Percuma, aku dapat menetralkan segala sihir yang mendekat ke arahku ha ha ha."


Sakaru yang terlalu mengandalkan pelindung sihirnya, ia tidak menyadari kalau panah yang di tembakan oleh Goblin itu ternyata adalah panah biasa.


"Cleb..."


Panah yang di tembakan oleh Goblin itu menembus kaki Sakaru. Sakaru pun spontan berteriak dan mulai kehilangan keseimbangan.


"Sakit....!!!"


Sakaru terjatuh ke bawah dan membuatnya hampir dalam bahaya.


"Sa-sakit, tidak kusangka aku akan terkena serangan yang di tembakan Goblin itu." ucap Sakaru kesal sambil memegangi kakinya yang tertusuk oleh anak panah.


Sakaru pun berpindah ke tempat yang lebih aman, karena dia melihat sebuah kuil yang terlihat cukup aman, dia pun memasuki kuil itu untuk menyembuhkan lukanya.


"Ahh, rasanya sangat menyakitkan." Sakaru duduk di atas makam yang terlihat sangat besar sambil mencabut panah yang menancap di kakinya.


"A-aduh sakit, aku harus segera menyembuhkannya." Sakaru terlihat kesakitan karena kakinya yang tertusuk anak panah.


"System, apakah ada ramuan yang dapat menyembuhkan luka di kakiku?" tanya Sakaru kepada System.


System merespon perkataan Sakaru...


[Ada Tuan.]


"Apa itu?" tanya Sakaru penasaran.


[Ramuan Penyembuh Tingkat S.]


"Kalau begitu, berapa Skill Point yang harus ku tukarkan untuk mendapatkan Ramuan itu?"

__ADS_1


[Skill Point yang dibutuhkan untuk 1 Ramuan Penyembuh Tingkat S adalah 10000. Apakah Tuan yakin ingin menukarkannya? Ya/Tidak.]


"Ya. Ini untuk kakiku, 10000 Skill Point adalah harga yang cukup murah." ucap Sakaru mengangkat sebelah alisnya.


[Terkonfirmasi. Mendapatkan 1 Ramuan Penyembuh Tingkat S. Berhasil dikirimkan ke inventory. Skill Point yang tersisa 111000.]


Sakaru pun langsung mengecek ke dalam inventory. Sakaru mengeluarkan Ramuan Penyembuh Tingkat S dari inventory.


"Bagaimana cara menggunakannya? Karena wadah Ramuan ini berbentuk seperti botol, mungkin aku harus meminumnya." ucap Sakaru mulai meminum Ramuan itu.


Seketika itu juga, luka yang Sakaru terima akibat serangan Goblin tadi tiba-tiba menutup dengan sendirinya.


"Wah, lukanya benar-benar sembuh. Aku juga sekarang merasa lebih sehat dari pada sebelumnya." Sakaru melompat-lompat kegirangan karena kakinya sudah sembuh.


"Iya juga, ngomong-ngomong makam siapa ini?"


Sakaru mencoba melihat ke arah sekitar dan yang ada hanyalah sebuah gambar kuno dengan beberapa gambar yang terlihat buram.


"Gambar apa ini sebenarnya? Yang ini terlihat seperti sebuah Busur bercahaya yang dipegang oleh seseorang dan gambar yang ini terlihat seperti para Goblin yang sedang mengepung orang itu." ucap Sakaru sambil melihat gambar kuno yang berada di sekitar kuil itu.


"System, apa artinya gambar ini?" tanya Sakaru sambil menunjuk ke arah gambar.


[Tidak tahu.]


"Bahkan System pun tidak mengetahui gambar itu ya. Hmm..." ucap Sakaru berpikir sejenak.


"Yasudahlah, aku akan kembali ke tenda. Aku sudah lapar."


Sakaru terbang kembali menuju tenda. Dari kejauhan terlihat Sao fang yang sedang duduk di sebelah tenda dan terlihat seperti sedang menunggu seseorang.


"Sepertinya Sao fang sedang menungguku, aku harus cepat."


Sakaru melesat pergi ke arah Sao fang...


Sao fang dengan sedikit cemas melihat Sakaru dari kejauhan berkata, "Tuan muda, apakah anda baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja."


"Iya juga, bagaimana dengan para Goblin yang menyerang? Saat terbang tadi, aku tidak melihat adanya Goblin yang menyerang di sekitar tembok." tanya Sakaru kepada Sao fang.


"Tuan muda, menurut salah satu prajurit yang berada di barisan depan. Para Goblin kembali ke dalam hutan terlihat seperti menghindari sesuatu."


"Begitu ya, ngomong-ngomong apakah kamu sudah makan?" tanya Sakaru kepada Sao fang.


"Akhirnya, sekarang saatnya makan ya." Sao fang terlihat sangat senang, sepertinya Sao fang menahan lapar dari tadi pagi. Dia juga tidak berani meminta kepada Sakaru karena suatu alasan .


"Kalau begitu, ayo kita makan. Aku juga sudah lapar dari tadi."


Sakaru seperti biasa menggunakan System untuk menukarkan Skill Pointnya dengan makanan. Sakaru dan Sao fang pun melahap habis makanan yang di buat oleh System.


"Aku penasaran dengan Status yang kumiliki saat ini. System munculkan Status milikku."


[Terkonfirmasi.]


[Nama: Sakaru ]


[Umur: 13 Tahun ]


[Tingkat Kekuatan: Tingkat 0 ]


[Kemampuan: System, panah kehancuran, memanipulasi alam ]


[Skill Point: 107000 ]


"Sepertinya tidak ada yang berubah dengan statusku. Tunggu, ternyata sekarang aku sudah berumur 13 tahun ya." Sakaru berkata di dalam hati.


"Sao fang, karena hari sudah hampir gelap ayo kita segera tidur agar besok kita terbangun dengan bugar."


"Baik, Tuan muda."


Sakaru dan Sao fang masuk ke dalam tenda dan mulai tertidur dengan pulas.

__ADS_1


................


Tingkatan Kekuatan:


Tingkat 1


Tingkat 2


Tingkat 3


Tingkat Ksatria


Tingkat Jendral


Tingkat Jendral Besar


Tingkat Kaisar


Tingkat Dewa


Tingkatan Ramuan:


Tingkat b


Tingkat s


Tingkat ss


Tingkat ssr


Tingkat Dewa


Tingkatan Senjata:


Tingkat 1


Tingkat 2


Tingkat 3


Tingkat Awal


Tingkat Menengah


Tingkat Tinggi


Tingkat Raja


Tingkat Dewa


Peringkat Guild:


Pertama Kayu


Kedua Tembaga


Ketiga Besi


Keempat Perak


Kelima Emas


Keenam Berlian


Ketujuh Permata


Kedelapan Jurkin


Kesembilan Platinum


Kesepuluh Inti Naga

__ADS_1


__ADS_2