
"Apa yang akan kulakukan sekarang ya." Sakaru berpikir sejenak sambil menghela nafas.
Sakaru pun teringat dengan panah yang ia tembakan dan melihat lurus ke arah timur tempat dia menembakan anak panah.
"Wah, panah yang tadi ku tembakan sepertinya terlalu OP sampai aku tidak bisa melihat ujungnya dan yang tersisa hanyalah bekas terbakar."
"Baiklah kalau begitu, aku akan mencari ujung panah yang ku tembakan tadi." ucap Sakaru sedikit bersemangat.
Sakaru melihat ke arah Sao fang dan berkata "Sao fang,apakah kamu sudah membaik?"
Sao fang merespon perkataan Sakaru dan berkata, "Tuan muda, sekarang aku sudah baik-baik saja."
"Kalau begitu ayo kita segera pergi menuju ke arah timur." ucap Sakaru sambil menunjuk ke arah timur tempat dia mengarahkan panah yang ia tembakan tadi.
"Tuan, aku ingin bertanya tentang satu hal." ucap Sao fang cemas dan merasa mual jika kembali mengingatnya.
"Apa itu, Sao fang?"
"Kita pergi ke sana dengan berjalan kan?" ucap Sao fang berkeringat dingin.
"Tentu saja, aku tidak ingin terlalu menarik perhatian banyak orang." ucap Sakaru dengan wajah tak berdosa kepada Sao fang.
Sao fang dengan lega berkata "Syukurlah kalau begitu. Tapi penampilan Tuan muda sendiri bukankah sudah sangat menarik perhatian?"
"Benarkah? Kalau begitu aku akan melepas jubah ini." Sakaru melepas jubah yang ia kenakan lalu menyimpannya ke inventory.
"Kalau begitu, aku juga akan melepas jubah agar tidak menarik perhatian." Sao fang melepaskan jubahnya lalu memberikannya kepada Sakaru untuk di simpan di inventory system.
Setelah Sakaru dan Sao fang melepas jubah yang mereka pakai, mereka terlihat seperti petualang biasa. Sakaru dan Sao fang pun berjalan ke arah barat untuk mencari akhir dari panah yang di tembakan Sakaru. Setelah mereka berjalan ke arah timur selama 3 jam lebih ,dari kejauhan mereka pun mulai melihat sebuah kota yang sebagiannya terlihat sudah hancur akibat terkena serangan sihir yang sangat besar.
"Apa ini semua karena panah yang ku tembakan tadi ya?" ucap Sakaru merasa bersalah di dalam hati.
Sakaru dan Sao fang menghampiri kota itu dan bertanya kepada penduduk yang sedang membersihkan puing-puing kota yang terkena panah Sakaru.
"Permisi pak, apa yang terjadi dengan sebagian kota ini sebenarnya?" tanya Sakaru dengan wajah polos.
"Oh anak muda, kota ini sebenarnya baru saja terkena serangan sihir misterius dari arah barat. Untung saja di kota ini ada seorang bangsawan yang menyadarinya dan berhasil mengentikan serangan sihir itu. Jika serangan sihir itu tidak dihentikan, mungkin saja akan ada banyak korban berjatuhan di kota ini." ucap penduduk kepada Sakaru.
"Begitu ya pak."
"Untung saja ada yang bisa menghentikan panah yang ku tembakan itu, fiuh." ucap Sakaru lega di dalam hati.
"Ngomong-ngomong, apa nama kota ini?" tanya Sakaru kepada penduduk.
"Nama kota ini diambil dari nama pangeran ke 3 kerajaan wenglin, yaitu Serlan."
"Oh begitu ya."
Untuk menebus kesalahannya, Sakaru membantu para penduduk untuk membersihkan puing-puing yang di sebabkan oleh panah Sakaru yang terlalu OP.
"Kalau begitu, aku akan ikut membantu. Kamu juga harus ikut membantu Sao fang."
"Baik, Tuan muda."
Sakaru dan Sao fang pun mulai membersihkan puing-puing bangunan yang terkena ledakan sihir. Setelah membersihkan puing-puing, mereka mulai membangun kembali bangunan-bangunan yang hancur karena terkena sihir.
"Pak, bagaimana caranya membangun kembali bangunan-bangunan yang sudah roboh itu?Bangunan di kota ini sepertinya sedikit unik." ucap Sakaru sambil menggaruk kepalanya.
"Oh, kalau tentang pembangunan, serahkan saja pada mereka." ucap penduduk sambil menunjuk ke arah sekelompok orang Tingkat Ksatria.
Sakaru menunjuk sebuah pohon dan berkata, "Oh begitu ya, kalau begitu aku akan beristirahat di dekat pohon itu. Sao fang kamu juga beristirahat lah."
"Kalau begitu,aku akan beristirahat." ucap Sao fang menundukan sedikit kepalanya.
Sakaru pun duduk di sebelah pohon dan melihat para penyihir Tingkat Ksatria membangun kembali bangunan-bangunan yang roboh.
"Krak..."
Tiba-tiba muncul sebuah bangunan baru dari bawah tanah.
__ADS_1
"Wah, jadi ada juga sihir yang seperti itu ya." ucap Sakaru mengangkat sebelah alisnya.
Saat Sakaru sedang asik melihat penyihir Tingkat Ksatria membangun kembali bangunan-bangunan yang roboh tiba-tiba perut Sakaru berbunyi...
"Aku lapar..."
"Sao fang, ayo kita mencari tempat untuk makan." ucap Sakaru memanggil Sao fang.
"Akhirnya, kalau begitu ayo." ucap Sao fang bersemangat karena menunggu Sakaru mengatakan itu.
Melihat ada kedai kecil di ujung kota, Sakaru dan Sao fang menghampiri kedai itu.
"Selamat datang, pelanggan." ucap pemilik kedai menyambut pelanggannya.
"Di kedai ini menjual apa saja?" tanya Sakaru dengan nada penasaran.
"Di kedai ini hanya menjual Ramen dan Terusen."
"Aku memang mengetahui Ramen, Terusen apa njir, coba pesan aja dah." ucap Sakaru di dalam hati.
"Pak saya pesan 2 Ramen dan 2 Terusen." ucap Sakaru kepada pemilik kedai.
"Silahkan menunggu di meja yang sudah disediakan, aku akan segera menyiapkan pesanan kalian."
Sakaru dan Sao fang pun menunggu di meja yang berada dekat dengan jendela.
"Aku ingin mengetahui apa itu Terusen." ucap Sakaru penasaran di dalam hati.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pesanan yang Sakaru pesan sudah siap.
"Apa ini, sepertinya bukan tanaman yang berasal dari dunia ku dulu. Warna nya juga sedikit mencurigakan." Sakaru mengangkat sebelah alisnya dan berkata di dalam hati.
Sakaru pun mencoba memakan Terusen dan ternyata...
"Wah, enak."
Sakaru dan Sao fang segera melahap habis Ramen dan Terusen tanpa sisa.
"Itu semua seharga 4 keping perak."
Sakaru mengeluarkan 1 keping emas dan berkata, "Ini uangnya, ambil saja kembaliannya."
"Terimakasih, silahkan berkunjung lagi."
Sakaru dan Sao fang keluar dari kedai dan karena hari sudah mulai gelap, Sakaru dan Sao fang mencari penginapan. Setelah bertanya-tanya kepada para penduduk, ternyata hanya ada satu penginapan di kota Serlan . Mereka pun sampai di penginapan.
"Kami ingin menyewa 2 kamar untuk 2 hari."
"Baik, harga nya 1 keping emas per malam, jadi total harganya adalah 4 keping emas."
Sakaru mengeluarkan 4 keping emas dari kantungnya dan berkata," ini 4 keping emas."
"Kalau begitu, kalian berdua silahkan ikuti saya."
Sesampainya di depan kamar...
"Silahkan beristirahat dengan tenang. Saya permisi dulu." ucap pelayan menundukkan kepala.
"Sao fang, aku akan segera masuk ke kamar. Kamu juga beristirahatlah." ucap Sakaru kepada Sao fang sambil membuka pintu kamar.
"Baik,Tuan muda."
Sakaru pun masuk ke dalam kamarnya.
"System,munculkan status tentang diriku."
[Terkonfirmasi.]
[Nama: Sakaru ]
__ADS_1
[Umur: 12 Tahun ]
[Tingkat Kekuatan: Tingkat 0 ]
[Kemampuan: System, Panah Kehancuran ,memanipulasi alam ]
[Skill Point: 132000 ]
"Iya juga ya, apa yang akan ku lakukan dengan Skill Point ku ya?" ucap Sakaru dengan nada kebingungan.
Sakaru melihat tulisan memanipulasi alam di dalam layarnya.
"System, jelaskan padaku tentang kemampuan 'memanipulasi alam'."
[Terkonfirmasi.]
[Memanipulasi alam adalah kemampuan yang dapat mengubah keadaan sekitar sesuai keinginan Tuan dengan mudah.]
"Karena sangat panas di sini, kalau begitu ubah udara di dalam kamar ini menjadi berangin System."
[Terkonfirmasi.]
Seketika itu juga, angin berhembus di seluruh kamar Sakaru dan itu membuat Sakaru tertidur dengan pulas.
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Ksatria Sihir
Tingkat Jendral Sihir
Tingkat Jendral Besar Sihir
Tingkat Kaisar Sihir
Tingkat Dewa Sihir
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Awal
Tingkat Menengah
Tingkat Tinggi
__ADS_1
Tingkat Raja
Tingkat Dewa