
Terjadi keributan di luar tenda dan itu membuat Sakaru yang sedang tidur kesal setengah mati.
"Ada apa sebenarnya dari tadi? Aku hanya ingin tertidur dengan nyenyak, masa tidak bisa?!!" Sakaru berkata dengan nada kesal sambil menimpa kepalanya dengan bantal.
Sakaru yang tidak bisa kembali tidur pun akhirnya mengecek ke luar tenda, dan setelah melihat keluar tenda ternyata bantuan dari kota Serlan sudah datang. Beberapa Ramuan Tingkat b, makanan, peralatan sihir, dan beberapa orang di kirimkan oleh kota Serlan.
"Ternyata ini alasan mengapa di luar sangat berisik ya. Baiklah akan kembali ke dalam tenda untuk membangunkan Sao fang dan sarapan pagi." Sakaru berkata sambil menghela nafas.
Sakaru pun kembali ke dalam tenda untuk sarapan pagi.
"Sao fang, bangunlah. Ini sudah pagi loh." Sakaru berkata sambil menggoyangkan badan Sao fang.
"Tuan muda ya, selamat pagi." Sao fang terbangun dari tidurnya dan langsung menyapa Sakaru.
"Kalau begitu, ayo kita sarapan terlebih dahulu."
Sakaru membuat makanan menggunakan System seperti biasa.
[Anda yakin ingin menukarkan 4000 Skill Point untuk 2 Ramen dan 2 Terusen? Ya/Tidak.]
"Ya. Sebenarnya aku sudah mulai bosan dengan makanan ini. Tapi mau bagaimana lagi, ya sudah lah." Sakaru berkata dengan sedikit mengeluh.
[Terkonfirmasi. Berhasil menukarkan 4000 Skill Point dengan 2 Ramen dan 2 Terusen. Skill Point yang tersisa 115400.]
"Baiklah, ini Sao fang sarapan milik mu." Sakaru mengambil Ramen dan Terusen dari inventory dan memberikannya kepada Sao fang.
Sao fang mengambil makanan yang di berikan oleh Sakaru. Sao fang sebenarnya sudah bosan dengan makanan yang diberikan Sakaru, tetapi Sao fang tidak ingin merepotkan Tuannya dan tetap memakan makanan yang telah di berikan oleh Sakaru. Saat Sakaru dan Sao fang sedang memakan sarapannya, tiba-tiba dari luar tenda terdengar suara teriakan salah satu prajurit.
"Serangan!!! Pasukan utama para Goblin muncul dari arah barat desa." ucap salah satu prajurit panik.
"Serangan lagi??? Aku sebenarnya heran dengan para Goblin mengapa mereka sangat nekat ingin menyerang desa ini padahal kesempatan mereka untuk menang itu kecil." Sakaru berpikir di dalam benaknya sambil menghabiskan sarapan pagi nya.
Sakaru yang telah menghabiskan makanannya langsung pergi ke luar tenda untuk melihat keadaan.
"Sao fang, aku akan pergi ke luar untuk melihat keadaan. Sesudah kamu menghabiskan sarapan, kamu berjaga saja di sekitar tenda. Aku akan segera kembali." Sakaru pun bergegas pergi ke luar tenda.
"Baik, Tuan muda."
Sakaru menggunakan kemampuannya untuk terbang dan bergegas pergi ke arah barat desa. Sesampainya Sakaru di bagian barat desa.
Sakaru berkata dengan terkejut melihat para Goblin berbaris bersiap untuk menyerang, "Buset, banyak sekali Goblin yang akan menyerang hari ini. Perlengkapan tempur yang mereka miliki tidak kalah dengan yang di miliki oleh para prajurit. Apakah ini adalah pasukan utama para Goblin yang di sebut prajurit tadi?"
Para Goblin terlihat berbaris memberikan jalan kepada Goblin yang tingginya lebih dari yang lainnya. Mungkin yang berada di tengah itu adalah Goblin Champion.
"Besar sekali Goblin itu dan juga dia terlihat cukup kuat." Sakaru terkejut dan berkata di dalam hati.
Goblin yang besarnya melebihi yang lainnya itu berhenti berjalan, dan mulai melemparkan sebuah batu besar menuju tembok yang telah dibangun oleh para prajurit di bagian barat.
"Brakkkk...."
Suara dentuman yang sangat keras terdengar dari arah barat, seluruh prajurit yang berada di desa itu bergegas menuju ke arah barat untuk memberikan bantuan. Tembok yang hancur pun membuat para Goblin masuk dengan mudahnya dan membunuh para prajurit.
"Apa apaan dengan gerakan Goblin itu? Bukankah itu terlalu cepat?" Sakaru yang sedang terbang mulai mengeluarkan Busurnya dan menembaki para Goblin dari langit.
Sakaru mulai menembakan panahnya dari atas awan bermaksud untuk menyembunyikan. dirinya selagi menyerang.
"Apa itu, sebuah panah dari atas langit? Apakah ada seseorang yang menyerang dari balik awan?" ucap salah satu prajurit yang melihat dari kejauhan.
__ADS_1
Goblin champion yang berada di antara para Goblin mulai menyerang dan menyebabkan beberapa prajurit terhempas kesana kemari.
"Gawat, sepertinya aku harus mengalahkan Goblin yang besar itu terlebih dahulu."
Sakaru menembakan panahnya menuju ke arah Goblin champion, Goblin itu pun menyadarinya. Sebuah perisai yang berada di punggungnya itu berhasil menghentikan panah yang di tembakan oleh Sakaru.
"Apa apaan itu, akan ku tembak sekali lagi."
Sakaru melancarkan serangan berulang kali kepada Goblin itu. Tetapi semua itu sia-sia, semua panah yang di tembakan Sakaru berhasil ditangkis oleh perisai yang berada di belakang punggungnya.
"Sial, bagaimana caranya agar aku dapat mengenai tubuhnya?" Sakaru berkata dengan nada kesal.
"System, sambarlah Goblin yang besar itu dengan petir." Sakaru berkata sambil menunjuk ke arah Goblin champion.
[Terkonfirmasi.]
Petir tiba-tiba muncul menyambar Goblin champion itu. Tetapi bukan nya melukai Goblin itu, Petir yang di buat System membuat para prajurit yang berada di sekitar nya terkena sambaran petir. Sakaru yang hanya terfokus kepada Goblin itu tidak menyadari bahwa petirnya mengenai para prajurit yang berada di sekitar Goblin itu.
"System, sambar dia sekali lagi."
[Terkonfirmasi.]
Goblin itu terkena sambaran petir tepat di atas kepalanya. Goblin itu tampak marah dan mulai mengamuk menghancurkan semua yang berada di sekitar nya.
Rena yang melihat kejadian itu dari kejauhan memberikan perintah kepada salah satu prajurit untuk segera mundur sebelum korban bertambah banyak.
"Mundur, untuk semua pasukan ini perintah dari Komandan."
Para prajurit yang berada di sekitar Goblin itu langsung meninggalkan Goblin champion. Sementara itu...
"Tuan muda kemana ya, lama sekali tidak seperti biasanya. Yasudahlah, aku tidak terlalu peduli. Palingan Tuan muda sedang mengamuk melawan para Goblin." ucap Sao fang yang sedang tiduran di dalam tenda.
Saat Sakaru sedang memikirkan cara agar dapat mengalahkan Goblin itu, tiba-tiba ada seorang gadis yang berdiri di antara tembok yang runtuh dan berkata...
"Namaku adalah Sakarin, seorang penyihir yang memiliki sihir ledakan terkuat yang pernah ada hahaha. Dengan sihir terkuat milikku, aku akan membantumu mengalahkan Goblin itu." Gadis itu berkata dengan nada sombong.
"Hah, siapa itu darimana dia muncul? Sihir terkuat katanya, tidak mungkin. Petir yang di buat System saja tidak dapat mengalahkannya." Sakaru berkata di dalam hati.
Sakaru pun menghampiri gadis itu dan berkata, "Apakah kamu benar-benar bisa mengalahkannya dengan sihir yang kamu miliki?" tanya Sakaru sedikit ragu.
"Dengan Sihir ledakan yang ku miliki, aku bisa mengalahkan semua makhluk yang berada di dunia ini ha ha ha." Sakarin berkata sambil tertawa.
"Iya juga, perkenalkan namaku Sakaru. Ayo kita bekerja sama denganku untuk mengalahkan Goblin itu."
"Baiklah, jika kamu memaksa."
Sakaru dan Sakarin pun bekerja sama untuk mengalahkan Goblin itu.
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
__ADS_1
Tingkat Ksatria
Tingkat Jendral
Tingkat Jendral Besar
Tingkat Kaisar
Tingkat Dewa
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat Awal
Tingkat Menengah
Tingkat Tinggi
Tingkat Raja
Tingkat Dewa
Peringkat Guild:
Pertama Kayu
Kedua Tembaga
Ketiga Besi
Keempat Perak
Kelima Emas
Keenam Berlian
Ketujuh Permata
Kedelapan Jurkin
__ADS_1
Kesembilan Platinum
Kesepuluh Inti Naga