
"Baiklah pemirsa, pertandingan ke dua akan segera di mulai. Untuk Sakaru dan Hakito di persilahkan untuk masuk ke dalam arena."
"Oh giliranku ya." ucap Sakaru terbang menuju ke dalam arena.
"Ini dia salah satu peserta kita di pertandingan ke 2 ini, sungguh cara masuk ke dalam arena yang sangat berbeda dengan orang lain. Kita berikan sorakan yang meriah untuk Sakaru."
"Sakaru...Sakaru...Sakaru..." penonton yang berasal dari kota Serlan meneriakkan nama Sakaru dengan penuh semangat.
"Tuan muda berjuanglah. Kamu pasti bisa memenangkan pertandingan ini dengan mudah." teriak Sao fang dari kursi paling ujung.
Muncul sebuah kabut hitam di hadapan Sakaru dan muncul seseorang dari balik kabut.
"Sungguh mengejutkan, inilah peserta yang akan menghadapi Sakaru, yaitu Hakito."
"System, coba analisa orang itu."
[Tunggu sebentar.]
[Nama: Hakito ]
[Umur: 15 Tahun ]
[Ras: Manusia ]
[Level: 1578 ]
[Elemen Sihir: Kegelapan ]
[Keahlian Khusus: Membuat bayangan dirinya, menyelinap di antara kegelapan ]
[Ketahanan: 1000 ]
[Kecepatan: 100 ]
[Darah: 5000/5000 ]
[Stamina: 100/100 ]
[Energi Sihir: 1000/1000 ]
[Kemampuan: Bom asap, Shuriken beracun, Kunai ]
"Dia seorang ninja ya." pikir Sakaru sekilas.
"Kalau begitu, silahkan dimulai."
"Teng...." terdengar suara menandakan pertandingan sudah dimulai.
"Mengapa dia, dia terlihat diam saja." pikir Sakaru sambil menatap terus ke arah Hakito.
[Sakaru, berhati-hatilah. Orang yang saat ini kamu lihat adalah bayangan. Orang yang sebenarnya berada di dalam tanah, dia sedang menuju ke arahmu.]
"Apa!" Sakaru menjadi sedikit waspada terhadap serangan dari bawah tanah.
"Crack...."
Hakito keluar dari tanah bersiap untuk menebas Sakaru menggunakan kunainya. Untungnya Sakaru menghindarinya dan terbang.
"Dia menghindar ya." gumam Hakito sedikit kesal.
"Bagaimana Sakaru bisa menghindari serangan sempurna yang dilancarkan oleh Hakito. Sungguh misterius, akankah Sakaru membalas balik serangannya?"
"Ternyata dia bisa masuk ke dalam tanah ya, bagaimana caraku untuk mengatasinya?" pikir Sakaru dalam benaknya.
Sebuah ide muncul di dalam benak Sakaru. Sakaru pun mengeluarkan Busur Kegelapan dari inventory dan mulai menembak Hakito dengan beruntun.
"Apa itu, sepertinya berbahaya bila aku terkena panah itu. Aku harus memperbanyak bayangan yang ku buat."
Hakito membuat lebih dari 10 bayangan untuk mengecoh Sakaru. Bersamaan dengan itu, Hakito mulai melemparkan Shuriken beracun ke arah Sakaru.
"Swing...Swing...Swing...Swing...Swing..."
Hakito bersama dengan bayangan yang dia buat melemparkan Shuriken kepada Sakaru dengan beruntun.
Sakaru pun terpojok karena Shuriken yang di lemparkan oleh Hakito tidak ada habisnya. Sakaru pun mengeluarkan sebuah golem untuk melibas seluruh bayangan yang terus menyerangnya.
"Argagagaga..." teriak golem itu sambil memukul, membanting, dan melempar seluruh bayangan yang di buat Hakito.
"Sial, bagaimana aku bisa menyerangnya jika dia terbang. Terlebih lagi energi sihirku tersisa setengah dari sebelum nya." gumam Hakito geram.
Hakito menggunakan kemampuan khususnya yaitu 'menyelinap di antara kegelapan' dan masuk ke dalam tanah. Seluruh bayangan hampir di kalahkan oleh golem tetapi di saat-saat terakhir ada sebuah asap yang memenuhi arena itu dan menghalangi penglihatan Sakaru.
__ADS_1
"Asap apa ini, sial menghalangi penglihatanku saja." gumam Sakaru sedikit kesal.
Hakito melompat di antara asap itu dan berhasil menyerang Sakaru. Darah yang di miliki Sakaru tersisa setengah. Sakaru pun terbang lebih tinggi untuk menghindari serangan Hakito selanjutnya.
"Darahku tersisa setengah ya. Tapi aku tidak merasakan sakit, apa ini karena King's Field ya?" pikir Sakaru di dalam benaknya.
"Ahh, aku tidak peduli dengan itu. Aku akan menyerang seluruh arena ini menggunakan Sunstrike"
Sebuah cahaya yang sangat terang muncul bagaikan cahaya matahari. Cahaya itu pun menghantam seluruh arena itu dan membuat Hakito yang berada di dalam tanah tercengang melihat serangan sihir yang di buat Sakaru karena dapat mengenainya dan membuat darahnya tersisa 1.
Para penonton yang melihat kejadian itu tercengang, mulut mereka terbuka lebar. Sao fang yang sudah tidak asing dengan kelakuan Sakaru hanya bertepuk tangan dan berkata, "Tuan muda memang hebat."
Penonton bersorak dan berteriak dengan penuh semangat.
"Sakaru...Sakaru...Sakaru...Sakaru..."
Asap yang di buat Hakito pun menghilang dan terlihat Hakito yang sudah kalah tersungkur di atas tanah karena terkejut menerima serangan langsung dari Sakaru.
"Pemenangnya adalah, Sakaru."
"Hebat, Tuan muda mengeluarkan sihir yang sangat kuat dengan mudah dan tanpa merapalnya terlebih dahulu." ucap Yua Lai terkagum dengan Sakaru.
Sakaru turun dan menjulurkan tangannya, "Hakito, pertandingan yang bagus. Kamu berhasil melukaiku, aku sempat panik tadi."
"Huaaa, bagaimana aku bisa kalah oleh orang yang lebih muda dariku. Lain kali aku tidak akan kalah dari mu." ucap Hakito sambil membuang wajah.
"Coba saja kalau kamu bisa." ucap Sakaru mengerucutkan bibirnya.
"Hmmmp..."
Hakito meninggalkan arena dengan sedikit kesal.
Sang Raja pun terlihat tertarik dengan Sakaru dan masuk ke dalam arena.
"Yang mulia, apa yang ingin anda lakukan?" ucap salah seorang pengawal mencoba menghentikan Raja yang masuk ke dalam arena.
"Lugan, diamlah sebentar. Aku merasa tidak asing dengan anak itu."
"Baik, yang mulia." pengawal itu spontan terdiam ketika Raja memberinya perintah.
"Anak muda." ucap Raja itu dari belakang.
Seketika itu juga penonton terdiam.
"Yang Mulia, apa anda memanggil saya?" ucap Sakaru spontan tersujud setengah kaki.
"Tidak usah setegang itu, kamu berdirilah."
"Ba-baik." Sakaru spontan berdiri tegak di hadapan Raja.
"Maukah kamu kembali..."
Dug...dug...dug...dug, jantung Sakaru bedegup.
"Ke Kerajaan?"
"Apa!??" Sakaru terkejut, mulutnya terbuka lebar mendengar perkataan Raja.
"Bagaimana, apakah kamu mau kembali ke Kerajaan?" Raja itu tersenyum kepada Sakaru.
Seketika itu juga Sakaru berpikir di dalam benaknya, "Apa yang akan terjadi jika aku menolaknya saat ini, dan juga apa maksudnya kembali ke kerajaan?"
"Kalau aku menolaknya, bagai-."
Melihat Raja tersenyum tulus kepada Sakaru, Sakaru pun mengiyakannya.
"Ba-baiklah, aku setuju." ucap Sakaru kepada Raja.
"Lugan, sediakan lagi satu kursi untuk pangeran Sakaru duduk." ucap Raja memerintahkan salah satu pengawalnya.
"Yang Mulia, apakah aku sekarang boleh pergi?" ucap Sakaru menundukkan sedikit kepalanya.
"Yang Mulia, tidak tidak tidak. Panggil aku dengan sebutan Ayah."
"Ayah!!! bukan kah itu terlalu cepat?" pikir Sakaru dalam benaknya.
[Sudahlah, kamu turuti saja apa kemauannya. Bukankah itu mudah, dan juga mulai sekarang kamu akan menjadi pangeran kerajaan Wenglin Hidupmu akan lebih mudah mulai saat ini.]
"Baiklah aku akan mengikuti saranmu." Sakaru berkata di dalam hati.
"A-ayah, apakah sekarang aku boleh pergi?"
__ADS_1
"Yang Mulia, kursi untuk pangeran Sakaru sudah disiapkan." ucap Lugan menundukkan badannya.
"Begitu ya, kalau begitu Sakaru ayo kita duduk di kursi anggota kerajaan."
Sakaru tidak bisa menolak permintaan Raja dan hanya menjawab iya.
................
Tingkatan Kekuatan:
Tingkat 1 \= Level 1-10
Tingkat 2 \= Level 11-20
Tingkat 3 \= Level 21-40
Tingkat Ksatria \= Level 41-100
Tingkat Jendral \= Level 101-1000
Tingkat Jendral Besar \= Level 1001-10000
Tingkat Kaisar \= Level 10001-100000
Tingkat Dewa \= Level 100001- ?
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Ramuan:
Tingkat b
Tingkat s
Tingkat ss
Tingkat ssr
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Tingkatan Senjata:
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4 Awalan (Persiapan Enchant)
Tingkat 5 Tengah (Persiapan Enchant)
Tingkat 6 Akhir (Persiapan Enchant)
Tingkat Raja (Sudah Enchant)
Tingkat Dewa
??? [Belum diketahui.]
Peringkat Guild:
Pertama Kayu
Kedua Tembaga
Ketiga Besi
Keempat Perak
Kelima Emas
Keenam Berlian
Ketujuh Permata
Kedelapan Jurkin
Kesembilan Platinum
__ADS_1
Kesepuluh Inti Naga