
LANGKAH YANG SALAH
Happy reading gengks
banyak typo
Nyonya Adhis, terkejut mendengar ucapan Yudha, gadis yang menjadi kekasihnya hanyalah seorang anak yatim berasal dari keluarga miskin, dan lebih parahnya adalah karyawannya sendiri.
"Maksud kamu apa Yudha" tanya Nyonya Adhis geram, wanita paruh baya yang masih nampak cantik diusianya yang sudah setengah abad itu tak menyangka bahwa anaknya akan menjalin hubungan dengan salah satu karyawannya sendiri.
"Seperti yang mama dengar, aku sudah punya pacar bernama Annisa Zahra Kirani, dan aku ngga akan menerima perjodohan seperti yang mama mau"
Yudha berlalu meninggalkan rumah utama keluarga Pratama, meninggalkan sang mama yang meneriaki namanya terus menerus. Pemuda itu sudah tidak peduli lagi dengan keinginan mamanya yang selalu ingin menjodohkannya tanpa memikirkan perasaan dan kebahagiaannya sendiri.
Flashback off
"Maaf Nyonya Adhis, saya benar-benar tidak mengerti maksud anda"
"Kau... " Nyonya Adhis semakin geram dengan tingkah Annisa yang seperti tidak mengerti apa-apa.
"Mbak sudah, nanti biar saya yang membicarakan hal ini dengan Annisa" ucap bu Yuli mencoba melerai perdebatan antara karyawannya dan Saudari iparnya.
Nyonya Adhis menghela nafas kemudian menghembuskannya kasar, gadis ini benar-benar membuatnya kesal, gadis munafik pikir Nyonya Adhis.
"Baiklah Yuli, kamu urus pegawai satu ini, kalo perlu pecat saja, aku tidak sudi mempunyai menantu gadis miskin sepertimu" sarkas Nyonya Adhis, sinis.
Setelah mengatakan hal-hal yang menyakiti perasaan Annisa, Nyonya Adhis pun pergi meninggalkan gadis itu bersama saudara iparnya.
"Maksud Nyonya Adhis apa ya bu? Nisa ngga ngerti" tanya Annisa, gadis itu benar-benar bingung kenapa wanita pemilik kafe tempatnya berkerja begitu marah padanya, bahkan mengatakan bahwa dirinya menjalin kasih dengan putranya, Mas Yudha.
"Kamu beneran ngga ada hubungan sama Yudha?" bukannya menjawab pertanyaan Annisa, bu Yuli justru bertanya hal yang membuat Annisa semakin bingung.
"Memangnya kapan aku menjalin hubungan dengan mas Yudha?" batin Annisa.
"Aku ngga ada hubungan dengan mas Yudha, aku bingung sebenarnya ada apa ini?"
__ADS_1
Bu Yuli tidak menjawab, wanita itu bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju meja kerjanya, diraihnya ponsel yang tergeletak diatas meja kerjanya kemudian menekan nomor telfon, entah siapa yang dihubungi nya.
Tak lama setelah menutup panggilannya, pintu ruangan bu Yuli pun diketuk seseorang, ternyata tadi bu Yuli, menghubungi Yudha, keponakannya.
Setelah Yudha masuk dan duduk dihadapan Annisa, bu Yuli juga ikutan duduk disamping gadis itu, kembali ditempat sebelumnya.
"Kamu bohong sama mama kamu Yudha Pratama" tanya bu Yuli tegas, baru kali ini wanita yang biasanya lembut itu bersikap tegas padanya. Mendengar suara tantenya yang memanggil namanya dengan lengkap, Yudha meringis, nampaknya tantenya kali ini benar-benar marah.
"Maaf tante, bukan maksud Yudha mau bohong, tapi tante tau sendirikan bagaimana mama" sesal Yudha sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Annisa hanya melongo tak mengerti dengan pembicaraan antara anak bosnya dengan managernya yang tidak lain adalah tante dari pria itu sendiri, gadis itu hanya terdiam tak paham.
Bu Yuli menghela nafasnya kasar, benar-benar kelakuan keponakannya kali ini sangat membuatnya pusing, wanita itu hanya menggelengkan kepala sambil memijit ujung hidungnya.
Bu Yuli bukannya tidak mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Yudha, dirinya mengakui bahwa saudari iparnya itu tidak pernah berhenti mencoba menjodohkan Yudha dengan anak-anak pengusaha, tapi cara Yudha membohongi ibunya dengan mengatakan bahwa dirinya menjalin hubungan dengan Annisa juga salah, dan sekarang bu Yuli harus memecat Annisa karena kelakuan Yudha.
"Annisa sebaiknya kamu kembali bekerja' pinta bu Yuli. " Maaf sudah melibatkanmu" lanjutnya lagi.
"Apakah saya akan di pecat bu, seperti ucapan Nyonya Adhis tadi?" tanya Annisa was-was, pasalnya tadi Nyonya Adhis berkata akan memecatnya dengan alasan yang tidak jelas.
Wanita itu tidak tega, tapi bagaimana caranya mempertahankan Annisa, padahal kinerjanya sangat baik, apalagi bu Yuli tau, bahwa gadis itu sangat membutuhkan pekerjaan ini karena ibunya yang sakit dan juga untuk biaya kuliahnya, dan semua akan berakhir karena ulah keponakannya.
Satu-satunya cara hanya berkata jujur kepada Adhis tentang kebohongan Yudha, dan yang bisa melakukannya adalah Yudha sendiri, tapi dengan resiko bahwa Yudha akan kembali dijodohkan oleh ibunya.
Sedangkan Yudha yang mendengar perkataan Annisa bahwa ibunya akan memecatnya sontak membuat pemuda itu bertanya-tanya, kenapa gadis itu akan dipecat? kedua alisnya bertaut, jangan, jangan sampai Annisa dipecat bisa-bisa usahanya selama dua tahun mendekati gadis itu akan sia-sia.
Setelah Annisa keluar dari ruangan bu Yuli, Yudha menatap tantenya dengan pandangan yang sulit diartikan, bu Yuli yang tau dirinya sedang ditatap oleh sang keponakan, hanya bisa menghela nafas untuk kesekian kalinya.
"Kenapa kamu liatin tante kayak gitu? ada yang mau kamu tanyakan" tanya tante Yuli.
"Annisa mau dipecat? emang kenapa tan?"
"Kamu bertanya kenapa? Kira-kira karena apa gadis itu harus dipecat?" tante Yuli, benar-benar gemas dengan Yudha yang tidak tau jika karena dirinyalah gadis itu mendapat masalah.
"Yudha ngga tau tan, makanya Yudha tanya ke tante"
__ADS_1
"Itu semua karena kamu anak nakal" tante Yuli menjewer telinga Yudha seperti anak kecil.
"Aduh duh duh sakit tan" ucap Yudha sambil mengelus telinganya yang dicapit oleh tante Yuli.
"Ngapain kamu boongin mama kamu, kalo kamu pacaran ama Nisa? kamu tau tadi Adhis kesini dan melabrak Nisa karena menyangka bahwa kalian benar-benar menjalin hubungan, dan akhirnya mama kamu menyuruh tante memecat gadis itu, itu semua karena ulah kamu" tunjuk tante Yuli tepat didepan muka Yudha.
Yudha yang mendengar penjelasan tantenya terkesiap, pemuda itu tak menyangka bahwa ibunya akan mendatangi Annisa bahkan berniat memecatnya.
"Jadi apa yang harus Yudha lakukan tan?" tanya Pemuda itu bingung.
"Ya kamu harus jujur dengan mama kamu, kasian gadis itu jika harus kehilangan pekerjaannya karena ulah kamu yang konyol" tukas tante Yuli.
Yudha bingung, pemuda itu tidak tau apa yang harus dia lakukan, disatu sisi dia tidak ingin dirinya terus dijodohkan oleh sang mama disisi lain dia juga tidak ingin jika Annisa kehilangan pekerjaannya karena ulahnya.
Yudha menarik nafas dalam, setelah memikirkan apa yang harus dia lakukan, pemuda itupun beranjak dari kursinya dan berpamitan kepada tante Yuli.
"Baiklah tan, Yudha akan jujur ke mama," putus Yudha, pemuda itu tidak mau kalo Nisa menanggung akibat dari ulahnya.
🍀🍀🍀
Tbc
dukung author yaa
caranya like vote n komen 👍👍👍
jangan lupa tinggalkan jejak👣👣
So klik tanda ❤
Oh ya mampir juga ke karya ku yang lain
See U All 😘😘
__ADS_1