Sakit Tak Berdarah

Sakit Tak Berdarah
STB - 08


__ADS_3

MALIK


Happy reading gengks


Banyak typo


"Aku mau kita putus Dan" ucap Annisa sebelum keluar dari perpustakaan.


🍀🍀🍀


Malik merasa tak nyaman saat ini, pasalnya dirinya merasa sedang menjadi incaran Dani, sepertinya kekasih atau lebih tepatnya mantan kekasih dari gadis yang dia selamatkan semalam sangat murka melihatnya digandeng oleh gadis yang baru saja memutuskan hubungan mereka di perpustakaan pagi tadi, dan disinilah Malik sekarang.


Sebuah bangunan tak terpakai dibelakang sekolah, Malik duduk berhadapan dengan Dani, tatapan tajam mengarah kearah pria kutu buku itu, membuat nyalinya ciut, baru kali ini dia merasa sangat takut oleh seorang Ardani Yusuf.


Tak berani menatap kedua manik tajam yang terarah padanya, Malik hanya memandang ujung sepatunya yang saling bergesekan, pria itu gemetaran, sungguh tidak pernah terbayangkan jika dirinya harus berurusan dengan salah satu murid populer disekolah, mengingat dirinya hanya murid beasiswa dan berasal dari keluarga yang tidak sepadan dengan Dani, membuatnya merasa harus menghindari masalah tapi justru hari ini dia sedang mendapat masalah yang sangat besar.


"Lo ngapain deketin Annisa?" tanya Dani to the point.


Sorot matanya sangat tajam, seakan ingin menikam jantung pria dihadapannya, Dani melipat kedua tangannya didepan dada, sambil bersandar di sandaran kursi.


"Ng-ngga bu- bukan gitu... " ucap Malik terbata.


"Trus ngapain lo deket-deket ma cewe gue" hardik Dani. Pria itu menggebrak meja dihadapannya saking kesalnya.


Tatapannya semakin tajam, rahangnya mengeras karena kemarahannya, kedua tangannya mengepal.


"Ak-aku cuma ngerjain tugas bareng Annisa" ujar Malik semakin menunduk.


Dani bangkit dan mencengkeram kerah baju Malik, sontak membuat Malik ikut tertarik dan bangun dari kursi yang tadi didudukinya, Dani benar-benar diliputi rasa emosi.


"Lo jangan bohongin gue, semalam gue lihat pake mata kepala gue sendiri lo boncengin Annisa tengah malam" desis Dani.


Memang semalam Dani melihat saat Malik membonceng Annisa dengan motor bututnya saat mengantarkannya pulang, saat itu Dani sedang mencari Annisa yang menghilang entah kemana setelah memberi foto-foto Dani yang sedang berciu*man kepada Erika, namun tanpa dirinya sangka justru gadis yang dia kejar terlihat sedang berboncengan dengan Malik, si pria kutu buku culun, tanpa Dani mengetahui apa yang terjadi pada gadis itu sebelumnya.

__ADS_1


"Ng- ngga gitu Dan, gu-gue berani sumpah" ucap Malik sambil mengacungkan dua jarinya didepan wajah Dani.


Dani semakin murka dan hendak meninju wajah Malik, namun tiba-tiba terdengar suara pintu yang didorong paksa, tak lama Annisa muncul dibalik pintu tersebut.


"Lo apa-apaan sih Dan" teriak Annisa kesal.


Dani mendorong tubuh Malik yang tadi dia cengkram, hingga membuat pria kutu buku itu terjengkang kebelakang dan membuat bo*kongnya mencium lantai.


"Kamu harus dengar penjelasanku dulu Nis, ngga gini caranya" sergah Dani.


Dani berjalan mendekati Annisa namun gadis itu mundur, dan membentangkan tangannya di hadapan Dani, sebagai peringatan untuk pria itu agar tidak semakin dekat.


"Ngga, ngga ada yang perlu dijelasin, semua udah jelas dan satu lagi" Annisa menarik nafasnya kemudian menghembuskannya kasar, sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kita udah putus Ardani Yusuf, Aku dan Malik hanya teman kami tidak ada hubungan seperti kau dan Erika" sinis Annisa.


Gadis itu kemudian berjalan mendekati Malik, lalu membantunya berdiri.


"Tapi Nis.. "


Annisa dan Malik melangkah keluar dari bangunan tua itu, meninggalkan Dani sendiri yang terdiam mematung menatap kepergian keduanya.


"Aku ngga akan lepasin kamu Nis" gumam Dani.


🌊🌊🌊🌊


Annisa sekarang lebih fokus dalam pelajaran, saat ini gadis itu tidak memikirkan untuk menjalin hubungan apapun dengan siapapun, Annisa juga sudah memaafkan Erika, walaupun hubungan keduanya tidak kembali seperti dulu.


Dani tak henti-hentinya mengejar Annisa namun gadis itu tak pernah menanggapi, beruntung ada sahabat barunya bernama Malik, walaupun culun pria itu sangat tulus padanya.


💝💝💝


Waktu terus berlalu, tak terasa saat ini Annisa dan Malik sudah selesai ujian akhir sekolah dan sebentar lagi keduanya pun lulus.

__ADS_1


Rencananya Annisa akan mendaftar kuliah dikampung sambil membantu ibunya mencari uang.


Sedangkan Malik akan pergi ke Ibukota, dia akan memanfaatkan rekomendasi dari sekolahnya sebagai pelajar terbaik untuk masuk ke Perguruan tinggi.


Di Ibukota, Ayah Malik, pak Ibrahim akan membuka usaha bengkel kecil-kecilan dibantu oleh kakak laki-laki Malik, bernama Adam.


Usaha itu juga akan membantu biaya kuliah Malik, yang tidak termasuk dalam daftar beasiswa nya.


Malik dan Annisa menjadi cukup dekat sejak malam naas itu, keduanya jadi teman baik, namun karena cita-cita yang berbeda membuat keduanya akhirnya terpisah.0


🍃🍃🍃🍃


Maulana Malik Ibrahim, anak kedua dari dua bersaudara, kakak laki-laki nya bernama Adam Maulana Ibrahim, yang hanya seorang lulusan SMA dan tidak melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi.


Adam membantu ayahnya mencari nafkah, pak Ibrahim pernah mengalami kecelakaan ditempat kerja dan membuat salah satu kakinya pincang, akhirnya pak Ibrahim diberhentikan dari pekerjaannya dan tinggal dirumah.


Adam tidak tega melihat ayahnya yang sakit, dan masih harus bekerja, jadi Adam memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya dan membantu sang ayah mencari nafkah demi keluarga mereka. Adam sangat menyayangi adik satu-satunya, maka Adam berniat membantu sang Ayah, untuk membangun usaha kecilnya di Ibukota dengan tujuan agar Malik bisa melanjutkan kuliahnya, tidak seperti dirinya.


Walaupun berasal dari keluarga yang serba kekurangan, keluarga pak Ibrahim tidak pernah berkecil hati, mereka percaya dengan kebesaran Allah, suatu saat nanti anak-anak mereka yang akan mengangkat derajat keluarganya.


🐧🐧🐧


Tbc


dukung author yaa


caranya like vote n komen 👍👍👍


jangan lupa tinggalkan jejak👣👣


So klik tanda ❤


Oh ya mampir juga ke karya ku yang lain

__ADS_1


See U All 😘😘



__ADS_2