Sakit Tak Berdarah

Sakit Tak Berdarah
STB - 07


__ADS_3

KITA PUTUS


Happy reading gengks


Banyak typo


"Annisa Zahra Kirani, gue suka sama lo, mau ngga lo jadi pacar gue"


Annisa kembali mengingat peristiwa enam bulan yang lalu, dimana saat Dani menyatakan perasaannya.


"Selamat tinggal Dan, semoga lo bahagia dengan Erika" batin Annisa.


Saat ini Annisa sedang berdiri di halte bus yang letaknya entah dimana, setelah tadi berjalan tak tentu arah, akhirnya Annisa menemukan tempat dimana dirinya bisa bernaung.


Nampaknya sebentar lagi akan turun hujan, gadis itu bingung harus kemana tengah malam begini, ingin pulang? dia pun bingung saat ini berada dimana. Annisa hanya berharap tak ada seseorang yang berniat jahat padanya.


Tak jauh dari tempatnya berdiri, ada tiga pasang mata yang sedang menatapnya. Beberapa pria tersenyum sambil melemparkan kode.


"Hei, lihat ada gadis sendirian" ucap pria yang bertubuh pendek.


"Hm lumayan, bisa menghangatkan malam ini" ucap pria yang satunya.


Kemudian ketiganya tertawa, lalu berjalan mendekat kearah Annisa.


Ketiga pria itu semakin dekat kearah Annisa, menatap penuh nafsu gadis yang tengah berdiri sendiri di tengah malam yang dingin, mata ketiganya terus memperhatikan gerak gerik gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Sexy bro" seru salah satu pria itu.


Annisa terhenyak mendengar suara salah satu pria itu, gadis itu menoleh dan sangat terkejut melihat tiga Orang pemuda yang berjalan sempoyongan kearahnya, matanya seketika membulat, bau alkohol sangat menyengat dari tubuh ketiga pria itu. Annisa merasa sangat ketakutan.


"Ya Tuhan, aku harus bagaimana?" do'anya dalam hati.


Annisa bingung harus melakukan apa, saat ingin melarikan diri, tangannya justru dicekal dan ditarik paksa oleh salah satu pemuda itu, sontak membuat tubuhnya terpental kejalanan. Gadis itu meringis karena sikunya membentur bahu jalan dan membuatnya berdarah.


"Mau kemana gadis manis" ucap salah atu pemuda itu sambil tertawa.


"Jangan takut, kita bisa Bersenang-senang malam ini" lanjut yang satunya.


"Tidak, aku mohon jangan apa-apakan aku" mohon Annisa kepada para pemuda yang sedang mabuk itu.


Mendengar permohonan Annisa membuat ketiga pemuda itu tertawa terbahak.


"Jangan takut sayang, kita akan bermain dengan lembut"


"Tidak aku mohon jangan"


**PLAAKK


PLAAKK**


Tiba-tiba dua buah batu mengenai kedua kepala pemuda itu, membuat keduanya jatuh tersungkur, sedangkan yang satunya terkejut melihat kedua temannya terkena lemparan batu.


"Hey siapa itu" teriak pemuda yang tak terkena lemparan batu dengan marah.

__ADS_1


Tak lama...


PLAAKK


Pemuda itu juga terkena lemparan batu, dan terjatuh.


Merasa ada kesempatan, Annisa bangkit dan langsung berlari sekuat tenaga meninggalkan ketiga pemuda yang sedang tersungkur di tanah.


"Hey jangan lari gadis kecil" teriak salah satu pemuda itu.


Namun Annisa tak memperdulikannya, gadis itu terus saja berlari kencang guna menyelamatkan diri, ketiga pemuda itu bangkit dan berusaha mengejar Annisa namun karena terlalu mabuk, salah satu dari pemuda itu tersandung kakinya sendiri dan kembali terjatuh, membuat kedua temannya ikutan terjatuh menindih tubuhnya.


"Sialan"


"Bren*gsek"


Ketiga pemuda itu saling mengumpat, tak lama ketiganya berhasil berdiri dan berusaha mengejar Annisa yang sudah menjauh.


Annisa berlindung dibalik tembok sebuah rumah, nafasnya ngos-ngosan karena berlari, kemudian dia mengintip memastikan bahwa ketiga pria itu tak mengejarnya, setelah tak melihat siapa pun akhirnya Annisa bisa bernafas dengan lega.


"Untung saja" ucapnya bersyukur.


Namun tiba-tiba sebuah tangan membekap mulutnya dari samping, membuat gadis itu terkejut dan sontak memberontak, namun tangan yang membekap nya tak jua terlepas.


Orang itu menyeret Annisa kebelakang rumah dimana tadi dia bersembunyi sambil terus membekap mulut gadis itu.


Setelah dirasa aman, akhirnya orang itu melepaskan bekapannya, dan betapa terkejutnya Annisa saat mengetahui siapa orang itu.


"Iya Nis, ini aku"


"Kok lo disini?" tanya Annisa heran.


"Tadi kan aku juga di pesta ultahnya Erika, dan saat tadi dijalan mau balik, ngga sengaja liat kamu di halte itu lagi digangguin sama preman" terang Malik.


"Jadi yang tadi lemparin mereka pake batu, itu kamu?" Tanya Annisa lagi dan dijawab anggukan oleh Malik.


Malik adalah salah satu teman Annisa, mereka sering kerjasama jika ada tugas, Malik juga termasuk salah satu murid kutubuku, penampilan culun dengan kacamata minus khas pria kutu buku.


"Trima kasih ya Lik" ucap Annisa tulus.


Tiba-tiba Malik mendorong tubuh Annisa rapat ke tembok dan menindihnya, posisi keduanya sangat dekat bahkan bisa dibilang sangat rapat.


"Apa yang-"


"Sstttt" Buru-buru Malik memotong ucapan Annisa dan menyuruhnya diam, Malik memberi kode pada Annisa untuk menengok kebelakang.


Betapa terkejutnya gadis itu melihat ketiga pemuda yang hendak melecehkannya dihalte tadi sedang berada dibalik tembok yang sama dengannya.


Annisa membekap mulugtnya sendiri, takut jika mereka ketahuan.


"Breng*sek kemana gadis itu" umpat salah satu pemuda itu "


"Ini semua gara-gara lo" tunjuk pemuda yang bertubuh jangkung pada temannya yang pendek.

__ADS_1


"Lho kok gue," protes si pendek tak Terima.


Ketiganya saling menyalahkan satu sama lain, Annisa dan Malik memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur lewat sisi pagar satunya, agar tidak ketahuan, setelah berhasil kabur, Malik mengantarkan Annisa pulang kerumahnya.


🍀🍀🍀


Keesokan harinya, Dani mendatangi rumah Annisa dengan tujuan menjemputnya berangkat ke sekolah bersama, namun ternyata Annisa sudah berangkat terlebih dahulu.


Sampai disekolah, Dani mencari keberadaan Annisa dikelasnya, namun lagi-lagi pria itu tak menemukan gadisnya.


"Mungkin di perpustakaan" gumam Dani.


Kemudian pria itu berjalan menyusuri koridor menuju perpustakaan, benar Annisa berada disana namun gadis itu tak sendiri, nampak seorang yang tak asing sedang duduk dihadapannya dan posisinya membelakangi Dani.


Dani mendekat kearah Annisa, gadis itu nampak sedang membahas suatu pelajaran dengan pria dihadapannya.


"Nis, aku mau ngomong bentar"


Merasa namanya dipanggil, gadis itu menoleh namun tak membalas ucapan pria yang telah menghancurkannya kepercayaannya.


"Nis, aku mohon dengerin penjelasan aku dulu" ucap Dani memelas.


"Nis, aku keluar duluan yah," pamit Malik merasa tak nyaman berada di tengah pertengkaran Annisa dan Dani.


Yah pria yang sedang bersama Annisa di perpustakaan adalah Malik dan dia juga tau masalah Annisa dengan Dani yang terjadi semalam.


Annisa tak menjawab lagi ucapan Dani, justru mencegah Malik pergi, gadis itu menahan tangan Malik berharap Malik tak meninggalkannya berdua dengan Dani.


"Tunggu Malik, kita jalan sama-sama" sergah Annisa kemudian.


"Tapi Nis-" perasaan Malik benar-benar tak nyaman, apalagi melihat tatapan Dani.


Merasa tak dihiraukan, Dani jadi kesal apalagi saat melihat Annisa memegang tangan Malik.


"Aku mau kita putus Dan" ucap Annisa sebelum keluar dari perpustakaan.


💔💔💔


Tbc


dukung author yaa


caranya like vote n komen 👍👍👍


jangan lupa tinggalkan jejak👣👣


So klik tanda ❤


Oh ya mampir juga ke karya ku yang lain


See U All 😘😘


__ADS_1


__ADS_2