
MENINGGALKAN KELUARGA PRATAMA
Happy reading gengks
Maaf jika banyak typo
πππππ
Yudha senang bukan kepalang, akhirnya Annisa menerimanya, setelah ini dia akan segera mengajak Annisa menemui kedua orang tuanya, diterima atau tidak itu urusan belakangan saat ini yang perlu dipersiapkan adalah keberanian Annisa untuk dia bawa kerumah besar keluarga Pratama.
Hari sudah malam, waktu berlalu begitu cepat, sebenarnya Yudha tak ingin meninggalkan Annisa sendirian, tapi dia juga tak ingin jika Annisa menjadi bahan gunjingan tetangga, apalagi ibu Arini baru saja meninggal, otomatis mereka hanya berdua, sedangkan bi Rum sudah pulang ke rumahnya.
Yudha beranjak dari tempat duduknya.
"Aku pulang sayang, besok aku datang menemanimu, dan lusa kita akan pergi menemui mama dan papa" ucap Yudha sebelum pergi meninggalkan Annisa, tatapannya begitu lembut menatap kedua netra milik Annisa.
"Hati-hati ya Mas"
Annisa mengantar Yudha sampai didepan pintu, sebelum pulang Yudha memberi ciu*man yang dalam di bibir Annisa, awalnya Lum*atan itu sangat lembut, Annisa ikut terhanyut dengan kec*upan yang diberikan Yudha.
Yudha menggigit pelan bibir bawah Annisa, agar gadis itu membuka mulutnya, Annisa pun membalas tiap pag*utan yang diberikan Yudha, cukup lama keduanya saling bertukar saliva hingga mereka merasa kehabisan nafas barulah penyatuan itu terlepas.
Yudha mengecup kening Annisa dengan sangat lembut, pria itu benar-benar memperlakukan Annisa selayaknya berlian mahal yang harus dijaga.
"I love you" ucap Yudha setelah mengakhiri kecu*pannya.
"I love you too honey" balas Annisa.
Yudha bahagia mendengar Annisa memanggilnya honey, pria itu kemudian tersenyum hangat.
"Aku pulang yah, kamu baik-baik, kunci pintu dan langsung istirahat" pesan Yudha.
Annisa mengangguk, setelah Yudha tak terlihat lagi, gadis itu segera masuk dan mengunci pintu seperti pesan Yudha.
πΈπΈπΈπΈ
Dua hari berlalu, seperti perkataan Yudha tempo hari, Yudha akan membawa Annisa menemui mama dan papanya untuk meminta restu menikahi Annisa.
__ADS_1
Yudha memacu kendaraannya membelah jalanan, didalam mobil tak ada satupun yang bersuara, keduanya diam dengan pikiran masing-masing.
"Kamu gugup?" tanya Yudha memulai percakapan. Sesekali matanya mencuri pandang kearah gadis yang duduk manis disampingnya.
"Sedikit" ucap Annisa lirih sambil berusaha menampilkan senyum terbaiknya, walaupun saat ini perasaannya was-was.
Yudha menggenggam jemari Annisa, berusaha menyalurkan kekuatan untuk gadis itu.
"Tangan kamu dingin banget Nis? kamu nervous banget yah?" tanya Yudha lagi.
Annisa hanya mengangguk pelan, tak bisa dipungkiri saat ini dirinya begitu gugup bertemu calon mertua.
Calon mertua? apakah ini nyata?
"Kamu jangan gugup yah, ada aku disamping kamu, kita hadapi mama bersama, hmmm" semangat Yudha. "Apapun yang terjadi kamu harus yakin sama aku" lanjutnya lagi.
"Aku percaya dan yakin sama kamu Mas" Senyum manis terukir dibibir mungil Annisa, perlahan rasa gugupnya menghilang setelah mendengar ucapan Yudha yang membuatnya sedikit lebih tenang.
Kendaraan yang dikendarai Yudha terlihat memasuki halaman rumah utama keluarga Pratama, Yudha membantu Annisa turun dari mobil dan mengajak gadis itu untuk mengikutinya kedalam.
Annisa terdiam terpaku ditempatnya berdiri, memandang rumah milik Yudha dengan penuh kekaguman, rumah yang tidak terlalu besar seperti rumah milik pengusaha kaya lainnya atau seperti rumah CEO - CEO, namun rumah itu tetap terlihat megah.
Yudha yang melihat perubahan ekspresi Annisa yang tiba-tiba, kembali mendekati gadis itu.
"Nis, kamu kenapa? kok ngga ikuti aku?" tanyanya lembut.
"Ak-aku... " ucapannya terbata, suaranya terasa tercekat ditenggorokan, sulit untuk mengatakan yang saat ini membuat hatinya kembali gamang.
"Kamu jangan takut, kan ada aku" hibur Yudha. "Aku udah bilang apapun yang terjadi, kita hadapi sama-sama" lanjutnya lagi.
Annisa seolah mendapatkan kekuatannya lagi yang tadi sempat menghilang, Yudha kembali menggenggam erat tangan Annisa dan menariknya lembut.
ππππ
Yudha melangkah memasuki rumahnya, terlihat mamanya sedang asyik membaca majalah fashion terkenal sambil tersenyum senang.
Dirumah Yudha saat ini hanya ada Nyonya Adhisty dan beberapa orang pembantu, sedangkan papanya sedang berada di restoran.
__ADS_1
Yudha menghampiri wanita paruh baya yang sedang asik membolak balikkan majalah fashion diruang tamu itu, membawa serta Annisa duduk di sampingnya tanpa melepaskan genggaman tangan keduanya, Yudha pun akhirnya mengutarakan tujuannya membawa Annisa kerumahnya.
"Kamu sudah tidak waras Yudha?" suara Nyonya Adhisty menggema keseluruh ruangan, membuat Annisa menundukkan kepalanya, tak berani menatap kemarahan mantan bosnya itu.
"Sampai kapanpun mama tidak akan merestui hubungan kalian" pekik Wanita itu lagi.
Yudha tampak biasa saja mendengar kemarahan sang mama, Pria itu sudah sangat hafal dengan sifat wanita yang ada dihadapannya saat ini, namun Yudha tak gentar, dipikiran Yudha hanya ingin segera menikahi Annisa dan memberinya perlindungan dari keluarganya sendiri.
Annisa mengeratkan genggamannya, Yudha dapat merasakan tangan Annisa yang mendadak dingin dan sedikit gemetar, Yudha tau pasti saat ini Annisa merasa sangat takut, namun sebisa mungkin dia akan memberi kenyamanan bagi gadis itu.
"Dengan atau tanpa restu mama, Yudha akan tetap menikahi Annisa, jika mama bersedia hadir di pernikahan kami, Yudha sangat berterima kasih, tapi jika tidak, Yudha tak akan memaksa mama" terang Yudha datar.
Yudha berdiri dan segera menarik Annisa meninggalkan rumah keluarganya tanpa menghiraukan suara mamanya yang terus memanggilnya.
Kembali Yudha memacu kendaraannya dijalanan ibukota, setelah ini dirinya pasti akan sedikit mengalami kesulitan.
Papanya bisa saja mencabut segala fasilitasnya selama ini, tapi untung saja Yudha masih memiliki sedikit tabungan dan apartemen kecil yang sempat dia beli secara diam-diam, tanpa sepengetahuan mama dan papanya.
Yudha tau pasti, jika suatu hari keluarganya tidak merestui hubungannya dengan Annisa, resiko terbesar yang akan dia ambil adalah meninggalkan nama besar keluarga Pratama, mencoba mandiri dalam membina rumah tangganya bersama Annisa tanpa bantuan dari mama ataupun papanya.
ππππ
Tbc
Terima kasih buat yang masih setia nungguin Miss...
tolong dukung author yaa...
caranya like vote komen dan tinggalkan jejak ππππ£π£π£
Jangan lupa Novel Miss difavoritkan
klik tanda love β€β€β€
Sekalian mampir di karya Miss yang baru judulnya " Rasa Yang Tersimpan" dengan Cover yang baru
See U Allπππ
__ADS_1