
MENYIAPKAN PERNIKAHAN
Happy reading gengks
maaf jika banyak typo bertebaran
ββββ
Sejak meninggalkan rumah besar Pratama, Annisa hanya banyak diam, tatapannya terus tertuju kesamping kaca mobil, kedua netranya hanya menatap kosong kendaraan yang melewati mobil yang ditumpanginya.
Walaupun Yudha mencoba mengajaknya berbicara, gadis itu hanya tersenyum lembut kearah Yudha tanpa berniat menjawab, akhirnya Yudha lebih memilih diam namun sesekali ekor matanya melirik kearah Annisa.
Yudha memutar arah tujuannya, awalnya pria itu ingin mengantarkan Annisa pulang, namun melihat suasana hati wanitanya yang sendu, Yudha berinisiatif membawa gadis itu berjalan- jalan sebentar kepantai.
Yudha memarkirkan kendaraannya setelah tiba ditempat tujuan, pria itu kemudian menggenggam tangan Annisa agar gadis itu berbalik menatapnya, karena sejak tiba Annisa tidak juga merespon semua panggilan Yudha, gadis itu nampak sibuk dengan dunianya sendiri.
"Nis, kita udah sampe, dari tadi kamu bengong, mikirin apa, hem?" tanya Yudha.
Annisa menoleh kearah Yudha sesaat setelah Pria itu menggenggam erat jemarinya, gadis itu seolah baru sadar dari lamunan panjangnya.
"Kita dimana mas?" tanpa menjawab pertanyaan Yudha, Annisa justru balik bertanya.
"Kita dipantai sayang, kamu kenapa sih?" Yudha kembali bertanya, namun hanya dijawab gelengan oleh Annisa.
Yudha menangkupkan kedua telapak tangannya diwajah Annisa, membuat wajah gadis itu menghadap kearahnya, kedua manik Annisa saling bertubrukan dengan netra hitam milik Yudha, pria itu kemudian tersenyum lembut dihadapan Annisa membuat gadis itu ikut tersenyum.
"Kamu kenapa sayang, masih mikirin ucapan mama?"
Annisa mengangguk, jujur saat ini perasaannya terasa gamang, dia tak tahu harus berbuat apa, disatu sisi dirinya sangat mencintai Yudha, disisi lain hubungannya terhalang restu orang tua.
Yudha menarik Annisa kedalam pelukannya, mencoba menyalurkan kekuatan yang dia punya agar gadisnya merasa sedikit lebih tenang, dan benar saja, seketika perasaan Annisa sedikit lebih baik.
__ADS_1
"Kamu ngga usah khawatir, mama emang gitu tapi hatinya baik kok, suatu hari pasti mama akan bisa menerima kamu sebagai menantunya" ucap Yudha.
Annisa tak menyahut, gadis itu hanya mengangguk pelan sebagai jawaban, tak lama Yudha pun menguraikan pelukannya dan mengecup kening Annisa dengan lembut, Annisa memejamkan kedua matanya menikmati kecupan dari pria yang bertahta dihatinya.
"Kamu jangan sedih lagi yah, sekarang kita jalan - jalan dipinggir pantai, agar kamu lupa dengan semua yang terjadi" ajak Yudha.
"Iyah, makasih ya mas" sebuah senyum manis terukir dibibir mungil gadis itu.
Keduanya pun turun dari mobil, Yudha kembali menggenggam tangan Annisa, pasangan itu berjalan menyusuri area pantai diiringi tawa dan canda serta senyuman yang terus terukir dibibir keduanya.
Seolah lupa dengan yang baru saja terjadi, Yudha dan Annisa menikmati sisa waktu keduanya sebelum akhirnya Yudha mengantarkan Annisa pulang kerumahnya.
Dua minggu berlalu, Yudha sedang sibuk mempersiapkan semua keperluannya untuk menikahi gadis pujaannya, walaupun hanya pernikahan sederhana tapi keduanya merasa sangat bahagia.
Annisa tak meminta pesta yang mewah, yang penting sah dimata hukum dan agama itu sudah cukup, Yudha juga sudah mempersiapkan apartemen yang dia beli tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, apartemen itulah yang akan dia dan Annisa tempati setelah menikah.
Yudha masih memiliki sedikit tabungan untuk dia gunakan setelah menikah sampai nanti dirinya mendapatkan pekerjaan baru.
Annisa selalu mendampingi Yudha dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan mereka, walaupun lelah keduanya tak keberatan karena semua mereka lakukan dengan penuh rasa syukur.
Ditempat lain, Nyonya Adhisty terlihat sedang berjalan kesana kemari memikirkan bagaimana cara untuk memisahkan putranya dengan gadis kampung bernama Annisa.
Sudah dua minggu dirinya berusaha menggagalkan rencana putranya namun semua usahanya tidak membuahkan hasil, selama ini Nyonya Adhisty, menyewa beberapa orang untuk mengintai Yudha, apa saja yang dia lakukan dan melaporkan semua kegiatan putra semata wayangnya itu, dan dari semua informasi yang diterimanya mengenai persiapan pernikahan yang sedang Yudha dan Annisa lakukan.
Sejak Yudha memutuskan meninggalkan kediaman keluarga Pratama, Nyonya Adhisty memikirkan ribuan cara untuk memisahkan putranya dari pengaruh Annisa, bahkan wanita yang masih cantik diusianya yang hampir memasuki setengah abad itu, sempat mendatangi Annisa dirumahnya seminggu yang lalu dan memaki-maki Annisa didepan rumahnya sebagai wanita yang mengguna-gunai putranya hanya untuk menguasai harta keluarga Pratama.
Annisa menjadi tontonan semua tetangganya karena calon mertuanya itu mempermalukan Annisa tepat didepan rumah gadis itu, ingin membalas, namun dirinya tak kuasa karena itu hanya akan membuatnya lebih terpojok apalagi wanita dihadapannya adalah orang yang telah berjasa besar dalam hidup pria yang sangat dia cintai.
"Annisa aku mencintaimu, tulus dari dalam hatiku"
Sebuah pernyataan yang membuat Annisa mau tak mau menoleh kearah pemilik suara tersebut. Sebuah senyuman lembut terukir diwajah teduh gadis itu, dewa penyelamatnya datang tepat waktu.
__ADS_1
Yudha, pria yang tadi meneriaki namanya berjalan kearahnya, Nyonya Adhisty cukup terkejut dengan kehadiran Yudha yang tiba-tiba, wanita paruh baya itu tidak menyangka bahwa putranya akan datang menyelamatkan Annisa dari perlakuannya.
Sebelumnya Nyonya Adhisty mendapatkan kabar dari informannya bahwa hari ini Yudha sedang keluar kota, jadi wanita paruh baya itu punya peluang untuk mempermalukan Annisa agar gadis itu mau meninggalkan putranya, namun diluar dugaan, perkiraannya salah.
Namun Nyonya Adhisty berusaha bersikap tenang, agar semua rencananya tidak berantakan.
Yudha berjalan kearah mamanya, meraih tangannya kemudian mencium punggung tangan wanita yang telah menghadirkan dirinya kedunia ini, walaupun bagaimana buruknya sikap Nyonya Adhisty, wanita itu tetaplah orang yang paling berjasa dalam hidupnya.
"Apa kabar ma?"
πππππ
Tbc
Minal Aidin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan bathin
Udah lama banget Miss menghilang, Miss minta maaf, yang sebesar-besarnya.
Miss juga ucapkan terimakasih untuk yang masih menunggu kisah Yudha dan Annisa, Miss akan usahakan rajin updatenya.
Tolong dukung Miss yaa
Like Vote or komen
biar Miss makin semangat
Jangan lupa mampir di novel Miss yang satunya
"Rasa Yang Tersimpan"
__ADS_1
See U Allπππ