Sakit Tak Berdarah

Sakit Tak Berdarah
STB - 09


__ADS_3

BERBOHONG


Happy reading gengks


Banyak typo


Annisa termasuk salah satu murid terbaik disekolahnya, sama seperti Malik, gadis itupun mendapat peringkat terbaik.


Dua minggu berlalu, hari ini Malik akan berangkat bersama keluarganya ke Ibukota, Annisa mengantar kepergian Malik diterminal.


"Aku pergi Nis, kamu teman yang baik semoga kita bisa ketemu lagi" ucap Malik sebelum berangkat.


"Kamu juga teman yang baik, Lik. Terima kasih untuk semua bantuan kamu, aku juga berharap suatu saat nanti kita bakalan ketemu lagi"


Malik pun berangkat meninggalkan Annisa, dia melambaikan tangan sebagai salam perpisahan dan dibalas dengan lambaian yang sama.


💐💐💐


2 Tahun kemudian


"Nis, kamu dipanggil bu Yuli" seru Vera.


Vera adalah salah satu teman Annisa ditempat kerja, saat ini Annisa bekerja di sebuah kafe yang lumayan terkenal.


Edzard Cafe, sesuai namanya "penjaga kekayaan" begitu pula maksud dari sang pemilik kafe tersebut, dengan tujuan bahwa putra semata wayangnya akan meneruskan usaha kedua orang tuanya dan menjaga kekayaan keluarga.


Nyonya Adhisti adalah pemilik kafe tersebut, wanita yang masih tampak cantik diusianya yang memasuki setengah abad itu adalah wanita yang terkenal arogan dan sangat disiplin terhadap karyawan-karyawannya, Nyonya Adhis, begitu biasa dia disapa oleh para pekerja ditempatnya. Asistennya sekaligus manager yang mengelola usahanya adalah bu Yuli, dan merupakan saudara iparnya, adik dari Tuan Pratama.


Bu Yuli seorang janda, suami dan putra semata wayangnya meninggal tiga tahun yang lalu akibat kecelakaan dijalan, kini dia hanya hidup seorang diri, namun dia memiliki keponakan yang sangat baik, anak dari kakaknya, Tuan Pratama.


Berbeda dengan pemilik kafe tersebut, Bu Yuli, adalah orang yang berhati baik, tiap tutur kata yang terlontar dari mulutnya sangat lembut, jika salah satu karyawannya berbuat kesalahan, pasti bu Yuli akan menutupi kesalahan itu dari Nyonya Adhis, alias sang kakak ipar.


"Ada apa bu Yuli manggil aku?" tanya Annisa bingung.


"Ngga tau, katanya ada yang pengen diomongin sama kamu, penting" Vera berlalu setelah memberi tau pesan bu Yuli, gadis itu kemudian menuju dapur.


Annisa bergegas menemui bu Yuli, tanpa dirinya sadari, Yudha anak dari Nyonya Adhis ada didepannya dan karena terburu-buru, Annisa menabrak Yudha.


"Eeh Mas Yudha, maaf, maafin Nisa ngga sengaja" mohon Nisa menyesal.


"Ngga pa pa kok, kamu terburu-buru emang mau kemana?" kening Yudha berkerut heran.

__ADS_1


"Aku di panggil bu Yuli"


"Emang kenapa tante Yuli manggil kamu"


"Ngga tau juga sih, ya udah aku ke ruangan bu Yuli dulu" pamit Nisa.


"Nis... " panggil Yudha, tapi Nisa enggan berbalik, gadis itu terus berjalan meninggalkan Yudha yang terdiam.


Semenjak dikhianati oleh Dani dan Erika, Annisa menjadi wanita yang sangat tertutup, gadis itu tidak ingin menjalin hubungan apa-apa saat ini. Yang dipikirkan Nisa adalah kuliahnya dan ibunya yang sedang sakit-sakitan dan membutuhkan banyak biaya.


Annisa tau, jika Yudha menyimpan perasaan padanya, gadis itu tidak mau menanggapi, selain ibu Yudha yang arogan dan suka memandang rendah terhadap bawahannya, Annisa juga masih trauma jika suatu saat Yudha akan seperti Dani, mengkhianatinya.


Tok... tok... tok


"Masuk" seru bu Yuli dari dalam ruangan.


Annisa membuka pintu setelah mendengar suara bu Yuli yang mempersilahkan nya masuk, setelah masuk kedalam ruangan bu Yuli, gadis itu terkejut karena didalam ruangan itu bukan hanya ada bu Yuli dan dirinya melainkan sang pemilik kafe juga sedang duduk manis sambil menyesap kopinya.


Annisa menelan salivanya dengan kasar, entah kenapa perasaannya menjadi tak enak setelah melihat Nyonya Adhis berada di ruangan yang sama dengannya.


"Ada apa yah" batin Nisa.


"Permisi bu, ibu manggil saya" tanya Annisa sopan sambil sedikit membungkukkan badannya.


Annisa duduk berhadapan dengan Nyonya Adhis, gadis itu mendadak gugup melihat tatapan tajam dari pemilik kafe tempatnya bekerja. Annisa menundukkan pandangannya sambil memilin kedua jarinya yang saling bertaut. Tak lama setelah Annisa duduk, bu Yuli ikut duduk disampingnya.


"Jadi kamu yang bernama Annisa Zahra Kirani?" tanya Nyonya Adhis, angkuh.


"I-iya bu" Annisa menjawab tanpa mengangkat wajahnya, tatapannya masih tertuju ke ujung sepatunya.


"Kamu punya hubungan apa dengan Yudha?" lanjut Nyonya Adhis lagi tanpa basa basi.


Annisa mengangkat kepalanya, kali ini kedua maniknya menatap kedalam mata sang pemilik kafe, gadis itu bingung dengan ucapan sang bos.


"Maksud nyonya?" tanya Annisa heran, kenapa bosnya menanyakan hubungannya dengan mas Yudha?


"Kamu ngga usah munafik, saya tau selama ini kamu menggoda anak saya kan? atau bahkan kamu menguna-gunainya?" tuduh Nyonya Adhis.


Annisa benar-benar dibuat bingung dengan pertanyaan Nyonya Adhis, gadis itu tidak mengerti apa maksud ucapan bosnya itu.


"Saya tidak mengerti maksud Nyonya"

__ADS_1


"Yudha bilang kalian pacaran, dan kemarin dia menolak menerima perjodohan dengan alasan dia sudah memiliki kekasih bernama Annisa Zahra Kirani, apa kurang jelas maksud saya" hardik Nyonya Adhis, wanita itu geram karena Annisa berlagak sok polos menurutnya.


Flashback


"Yudha, mama mau bicara" seru Nyonya Adhis.


"Apa lagi sih Ma" jawab Yudha kesal, ibunya tidak pernah berhenti mencoba untuk menjodohkannya padahal dirinya sudah jatuh hati pada salah satu karyawan cafe milik ibunya.


"Mama sudah bilangkan untuk menemui iren di restoran xxx semalam, kenapa kamu tidak datang"


"Aku ngga suka sama iren ma"


"Mama ngga peduli, ini udah kesekian kalinya kamu nolak permintaan mama"


"Aku udah punya pacar ma" bohong Yudha.


Mendengar ucapan anaknya, Nyonya Adhisty terkejut, tapi merasa senang, karena ternyata sang putra sudah punya tambatan hati.


"Oh ya, siapa gadis itu? dari keluarga mana? siapa ayahnya? apa jabatannya?" rentetan pertanyaan dari Nyonya Adhis, dengan binar dimatanya, berharap bahwa putranya menjalin hubungan dengan salah satu gadis dari keluarga konglomerat.


"Dia karyawan kafe mama, namanya Annisa, gadisnya baik, dan dia anak yatim, hanya tinggal berdua dengan ibunya" terang Yudha.


Memang sebenarnya Yudha sudah jatuh hati dengan Annisa sejak pertama kali bertemu dua tahun yang lalu, namun sampai saat ini cintanya belum juga diterima oleh gadis itu. Tapi dia harus berbohong demi menghindari perjodohan yang dilakukan oleh ibunya.


Nyonya Adhis, terkejut mendengar ucapan Yudha, gadis yang menjadi kekasihnya hanyalah seorang anak yatim berasal dari keluarga miskin, dan lebih parahnya adalah karyawannya sendiri.


🍃🍃🍃


Tbc


dukung author yaa


caranya like vote n komen 👍👍👍


jangan lupa tinggalkan jejak👣👣


So klik tanda ❤


Oh ya mampir juga ke karya ku yang lain


See U All 😘😘

__ADS_1



__ADS_2