Sakit Tak Berdarah

Sakit Tak Berdarah
STB - 05


__ADS_3

HADIAH SPESIAL


Happy reading gengks


Banyak typo


Annisa keluar dari kamarnya, menghampiri Dani yang sedang menunggunya diruang tamu. Gadis itu tampak sangat cantik dengan balutan mini dress selutut berwarna maroon, dan make up natural.


Annisa memang cantik sejak lahir, kecantikan yang dimilikinya menurun dari sang ibu, Dani yang melihat kekasihnya berjalan kearahnya terpukau melihat kecantikan Annisa.


Pria muda itu tak berkedip menatap wanita pujaannya, walaupun gadis itu terkenal kaku dan pendiam tapi parasnya mampu membuat Seorang Ardani Yusuf yang notabenenya pria populer disekolah bertekuk lutut.


Senyum manis terbit dibibir pria itu, kemudian berdiri menyambut sang kekasih, namun Annisa hanya menatap jengah Dani.


"Biasa aja liatinnya" Annisa merasa kesal melihat tingkah Dani. "Bukankah tadi kamu asik ciuman sama Erika? dasar munafik" namun kata-kata itu hanya Annisa ucapkan didalam hati.


"Kamu cantik banget Nis" puji Dani.


Annisa mendelik, gadis itu benar-benar muak mendengar ucapan Dani, namun sosok yang membuatnya kesal hanya tersenyum.


"Ngga usah muji, biasanya yang kebanyakan gombal tuh nggak bisa dipercaya" celetuk Annisa tiba-tiba.


Dani terkejut mendengar ucapan kekasihnya, senyum yang sejak tadi menghiasi bibir tebal pria itu, seketika lenyap, dahinya berkerut bingung.


"Maksud kamu apa Nis?" Tanya Dani heran, tak biasanya Annisa bersikap ketus padanya.


"Ngga pa pa kok, anggep aja aku salah ngomong" Annisa tersenyum manis kearah Dani, gadis itu tidak ingin rencananya berantakan.


"Kalo aja bukan karena ingin memberi kalian kejutan, aku ngga bakalan sudi jalan sama kamu lagi Dan" suara hati Annisa.


Motor yang dikendarai Dani terlihat memasuki area rumah Erika, nampak rumah itu sudah dipenuhi oleh tamu undangan.


Rumah Erika berada dikawasan yang cukup elit, gadis itu berasal dari keluarga yang cukup terpandang, Ayahnya seorang Dokter bedah di salah satu rumah sakit terkenal di ibukota, sedangkan ibunya adalah Dokter kandungan.


Annisa turun dari motor Dani, kemudian segera melangkah masuk kerumah Erika, tanpa menunggu Dani. Annisa masuk, kemudian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sosok yang mengadakan Pesta itu.


"Annisa"

__ADS_1


Suara seorang wanita menarik atensi gadis itu, Annisa menoleh kearah suara berasal, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya yang kepala empat, wanita itu tersenyum manis kearahnya, kemudian melambaikan tangannya pertanda meminta Annisa mendekat.


"Sini nak" panggil wanita itu.


Wanita itu tak lain adalah Dr, Sonya ibu dari Erika. Annisa menghampiri wanita paruh baya itu, tak lupa senyum manis yang menampilkan lesung pipinya disebelah kiri menghiasi bibirnya yang mungil.


Annisa menyapa Ibu Sonya, gadis itu memang sudah terbiasa. Annisa sering berkunjung kerumah Erika, tentunya sebelum dirinya tau bahwa sahabatnya itu memiliki rasa kepada Dani, kekasihnya.


"Hai, tante!! Erika dimana?" tanya Nisa basa basi.


"Biasa, katanya ada yang spesial hari ini, jadi dandannya harus lebih lama biar tambah cantik" tutur Ibu Sonya.


Annisa tersenyum getir mendengar ucapan wanita paruh baya itu, hatinya teriris kala kembali mengingat apa yang dilakukan Erika dan Dani siang tadi.


"Tentu saja ada yang spesial, dan akupun punya hadiah yang spesial untuk kamu, Erika" Annisa bermonolog didalam hati.


Tak lama, yang ditunggu pun datang. Erika berjalan menuruni tangga, para tamu menatap takjub kearah si tuan putri, sungguh cantik gadis itu.


Dress panjang dengan satu lengan yang terbuka memperlihatkan bahunya yang putih, membalut tubuh indah gadis itu, senyum merekah terukir dibibirnya yang tertutup lipstik berwarna pink.


Pesonanya mampu membuat siapapun yang menatapnya akan terhipnotis, tak terkecuali Dani.


"Cantik" gumam Dani pelan, namun Annisa bisa mendengarnya. Gadis itu menoleh ketempat sang kekasih yang sedang memandang penuh kekaguman kearah sahabatnya, Lagi-lagi gadis itu tersenyum getir.


"Sampe segitunya kamu Dan, bahkan ngga ngehargai aku yang sedang berdiri disamping kamu" Annisa, menghembuskan nafasnya.


Erika berjalan ketempat Annisa dan Dani, kemudian gadis yang menjadi pusat perhatian itu menerima uluran tangan sang sahabat sambil saling mencium pipi kiri dan kanan, tak lupa, Dani juga mengulurkan tangannya mengucapkan selamat pada Erika.


"Selamat ulang tahun Erika" ucap Annisa.


"Makasih Nis"


"Selamat ya Erika" ucap Dani.


"Makasih ya Dan," jawab Erika sambil mengulurkan tangannya menyambut uluran Dani, sebelum kedua tangan itu terlepas, Erika mengedipkan sebelah matanya kearah Dani, dan semua itu tak luput dari perhatian Annisa.


Selama acara berlangsung, Annisa tak mendekati Erika, nampak gadis itu mengambil jarak dari pemilik acara tersebut, sejujurnya Annisa tak bisa meredam rasa sakit hatinya, sejak tadi Erika terus mengikuti bahkan terkesan menempel dengan Dani, sedangkan Dani sendiri merasa tak keberatan dengan kelakuan Erika yang dengan terang-terangan mendekatinya,tanpa memikirkan perasaan Annisa.

__ADS_1


Menurut Dani, Annisa tidak akan marah atau pun cemburu, karena Erika adalah sahabatnya namun sebenarnya Annisa menunggu saat yang tepat, gadis itu tak ingin mempermalukan sahabatnya.


Hingga diakhir acara, satu persatu para tamu meninggalkan rumah keluarga dokter itu, kini hanya tersisa beberapa teman dekat Erika dan Annisa juga Dani yang masih berada disana.


Dani mendekati Annisa yang sedang berdiri sendiri menatap kearah bunga - bunga milik Dr, Sonya.


Ibu sahabatnya itu memang sangat menyukai bunga, bahkan bunga-bunga yang ada di kebunnya dia sendiri yang menanamnya.


"Kok disini? ngga gabung sama yang lain" pertanyaan Dani menyadarkan Annisa dari lamunannya, gadis itu menoleh kearah pria yang sebentar lagi menjadi mantannya.


"Aku mau pulang tapi aku mau ngasih hadiah aku dulu buat Erika" jawab Annisa datar.


"Ya udah aku temenin, abis itu aku anter kamu, udah malem juga" Dani meraih tangan kekasihnya, kemudian menggenggam erat dan bersama berjalan ketempat gadis yang sedang berulang tahun itu.


"Erika" panggil Annisa.


Erika menoleh, dia melihat kearah Annisa kemudian turun ke tangan Annisa yang sedang digenggam erat oleh pria pujaannya, tiba-tiba gadis itu merasa kesal, namun dia tetap bersikap tenang.


"Ya Nis?"


"Aku mau balik, tapi aku punya hadiah buat kamu"


"Hadiah? hadiah apa? harus spesial lho" jawab Erika antusias.


"Pastinya, hadiah yang spesial buat sahabat aku yang spesial"


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Tbc


dukung author yaa like, vote atau komen jangan lupa tinggalin jejak


πŸ‘πŸ‘πŸ‘£πŸ‘£


See U All😘😘


Mampir juga di karya Miss yang satunya

__ADS_1



__ADS_2