
FIRST KISS
Happy reading gengks
Banyak Typo
π―π―π―
"Aku mencintai mas Yudha, dan tidak akan meninggalkannya dalam keadaan apapun" sela Annisa mantap.
Aku terkejut sekaligus bahagia mendengar ucapan Annisa, ternyata dugaan mama salah, aku tau Annisa bukanlah wanita yang gila materi.
"Hahahaha"
Kudengar suara tawa yang keras berasal dari mulut wanita yang kupanggil mama, mama menertawakan perkataan Annisa dengan remeh.
"Kau pikir aku percaya? kau pikir kalian bisa hidup tanpa harta keluarga Pratama? kau wanita yang munafik" tuduh mama.
"Cukup ma, cukup menghina Annisa" aku menegur mama dengan nada suara yang sedikit membentak, "Tidak ada yang boleh menghina Annisa didepanku sekalipun itu, mama" lanjut ku.
Mama berhenti tertawa, kini kedua matanya menatap tajam padaku, kulihat wajahnya memerah karena marah.
"Kau berani membentak mama demi gadis miskin itu" sarkas mama.
"Maafkan Yudha ma, Yudha tidak bermaksud membentak mama, tapi Yudha juga tidak bisa mendengar jika Annisa terus dihina oleh mama"
"Baiklah Yudha, kita lihat saja sampai mana hubungan kalian akan bertahan" tantang mama.
Aku tak menyahuti ucapannya, mama berbalik dan berjalan menuju pintu kamar ruangan tempat Ibu Arini dirawat, tapi sebelum keluar mama sempat berkata.
"Kalian akan menyesal dengan keputusan kalian" pesan mama, sampai akhirnya dia benar-benar meninggalkan ruangan ini.
Aku beralih menatap Annisa, wanita itu tampak sangat terpukul dengan yang dilakukan mama, kuraih gadisku kedalam pelukanku, kuharap bisa sedikit mengobati rasa sakit yang dialami oleh Annisa.
"Maafin mamaku, Nis" ucapku menenangkan, ku kecup kening Annisa, berharap gadis itu bisa melupakan kejadian tadi walaupun aku tahu itu tak akan mudah.
* AUTHOR POV
"Ni- Nis" panggil ibu Arini lirih.
Suara paraunya menyadarkan Annisa dan Yudha, keduanya menoleh dan langsung mendapati tatapan sendu wanita yang tengah terbaring lemah itu.
Annisa dan Yudha menghampiri ranjang tempat Ibu Arini terbaring, Annisa meraih kedua tangan ibunya, kemudian mengecupnya dengan lembut.
__ADS_1
"Maafin Nisa bu, semua karena Nisa" ucap gadis itu penuh sesal.
"Nisa ngga salah bu, ini salah Yudha dan mama, tolong maafin mama bu" sela Yudha.
Ibu Arini tersenyum mendengar ucapan yang keluar dari mulut Yudha, wanita yang sedang terbaring lemah itu, mengetahui bahwa Yudha adalah pemuda yang baik dan kelak bisa menjaga Annisa jika sewaktu-waktu Tuhan memanggilnya berpulang ke sisi-Nya.
"Ibu jangan khawatir, Yudha mencintai Nisa dengan segenap hati, Aku berjanji tidak akan meninggalkan Nisa sedikitpun dalam keadaan apapun, ibu harus yakin dengan Yudha" terang Yudha mantap.
Tampak jelas ketulusan yang terlihat dari tiap tutur katanya, Ibu Arini semakin yakin jika Yudha pasti bisa membahagiakan putrinya.
Wanita paruh baya itu tersenyum lembut.
"Ibu yakin, nak Yudha pemuda yang baik, tolong jaga Nisa, dia ngga punya siapa-siapa lagi, selain ibu" mohon Ibu Arini penuh harap, "ibu percaya dengan nak Yudha" ujarnya lagi.
πππ
Dua jam berlalu setelah kejadian saat kedatangan mama pagi tadi, kini Ibu Arini sudah tertidur dengan nyenyak setelah tadi mengalami peristiwa yang tak pernah dia duga sebelumnya.
Annisa merawat ibunya dengan telaten, menyuapinya makan dan memberinya minum obat, tak lama Ibu Arini pun terlelap.
Yudha menarik tangan Annisa, dia membawa gadis itu duduk disofa yang terdapat dalam ruangan itu.
Rencananya hari ini Ibu Arini akan keluar dari rumah sakit, namun Yudha membatalkannya, Yudha tidak membiarkannya dulu untuk keluar karena peristiwa tadi, Pemuda itu takut jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada ibu dari gadisnya.
"Maksud mas Yudha?" tanya Annisa bingung.
"Tadi mama ngomong apa sebelum aku datang?" tanya pemuda itu lembut sambil memperbaiki anak rambut Nisa yang berantakan.
Annisa tak menjawab pertanyaan Yudha, gadis itu merasa tak enak jika harus mengadukan setiap perlakuan yang diterimanya sesaat sebelum kekasihnya datang.
"Jangan kamu sembunyikan, katakan semuanya dengan jujur" bujuk Yudha.
Annisa masih terdiam, masih enggan untuk menjawab.
Yudha menghela nafas pelan, tampaknya cukup sulit untuk membuat Annisa bicara, tapi dia tidak akan memaksa jika memang gadis itu tak ingin menceritakannya.
"Ya udah kalo kamu ngga mau cerita, aku ngga akan memaksa, tapi aku harap kamu ngga pernah berubah setelah apa yang mama katakan tadi"
"Maafin Nisa, mas! karena Nisa, mas Yudha dan Nyonya Adhisty bertengkar" Nisa menunduk saat mengatakan hal itu.
Yudha meraih wajah gadis dihadapannya, pemuda itu memandang intens kedua manik indah milik kekasihnya, sebuah senyum hangat terbit dibibir Yudha.
"Kamu ngga salah, mama yang egois, selalu memaksakan keinginannya tanpa mengerti apa yang membuat anaknya bahagia"
__ADS_1
"Tapi mas... "
"Udah, kamu ngga usah pikirin perkataan mama, apapun yang terjadi, aku sayang sama kamu" potong Yudha cepat.
"Mas Yudha beneran akan meninggalkan keluarga mas Yudha jika memang orang tua mas ngga merestui hubungan kita" tanya Annisa ragu-ragu.
"Kamu ngga percaya sama mas" bukannya menjawab, Yudha justru kembali bertanya.
"Aku percaya, tapi kenapa harus sampai segitunya"
Yudha meraih kedua tangan Annisa, kemudian menepuk punggung tangan gadis itu.
"Dengerin mas ya, Mas itu cinta dan sayaaang banget sama kamu Nis, sejak pertama kali mas liat kamu di cafe, mas sudah jatuh hati sama kamu, selama dua tahun mas mengejar cinta kamu dan sekarang berhasil, mas ngga akan melepaskan semua itu, mama selalu memaksa mas dengan perjodohan yang tidak pernah sesuai dengan keinginan hati mas, mas hanya cinta sama kamu, jadi mas harap, jika suatu hari nanti mas harus angkat kaki dari keluarga pratama, kamu akan selalu mendampingi mas, ditiap langkah mas seperti yang tadi ku ucapkan didepan mama" terang Yudha panjang kali lebar dan dijawab anggukan oleh Annisa.
Yudha meraih Annisa kedalam pelukannya, membelai punggung gadis itu sayang, lama mereka berpelukan akhirnya Yudha melepaskan rangkulannya.
Annisa dan Yudha terdiam, kedua manik mereka saling bersitatap, perlahan Yudha mengikis jarak antara keduanya, diraihnya tengkuk Annisa untuk mendekatkan wajahnya.
πππ
Skip
Bulan puasa
Ntar malam dilanjut ok ππ
πΎπΎπΎπΎ
Tbc
dukung author yaa
caranya like vote n komen πππ
jangan lupa tinggalkan jejakπ£π£
So klik tanda β€
Oh ya mampir juga ke karya ku yang lain
See U All ππ
__ADS_1