Sakit Tak Berdarah

Sakit Tak Berdarah
STB - 03


__ADS_3

BERCUMBU


Happy reading gengks


maaf banyak typo


Annisa sedang berjalan dipinggir jalan menuju rumah kekasihnya Dani, perasaannya saat ini sedang was-was, sepertinya terjadi sesuatu dengan Dani, sejak tadi gadis itu menghubunginya tapi tak ada jawaban.


Rencananya malam ini Nisa akan mengajak Dani keulang tahun Erika sahabatnya, namun sejak tadi pria itu dihubungi tak ada satupun panggilannya yang dia jawab, kemana perginya Dani? pikir Nisa.


Sesampainya dirumah Dani, Nisa melihat pintu pagarnya terbuka, pintu depan juga begitu, tidak biasanya Dani seceroboh ini, apa mungkin ada tamu?.


Nisa langsung saja masuk, namun gadis itu tak menemukan siapa-siapa, tapi kenapa pintu dibiarkan terbuka? Dalam hati, Nisa bertanya-tanya.


"Dan, Dani" panggil Nisa.


Namun masih tak ada jawaban. Nisa melangkah memasuki rumah Dani lebih dalam untuk menemukan kekasihnya.


Rumah Dani tidak terlalu besar, Dani tinggal bersama Ayahnya, tapi saat ini ayahnya tidak sedang dirumah, kedua orang tua Dani sudah berpisah saat Dani berusia lima tahun.


Ayah Dani bernama Yusuf Mahendra, ibunya bernama Silvia, Yusuf seorang sopir taxi, karena profesinya itulah, membuat Yusuf sering bertemu dengan berbagai macam orang, tidak terkecuali wanita-wanita cantik, Yusuf berselingkuh, dan Silvia mengetahuinya, akhirnya mereka pun bercerai, dan hak asuh Dani jatuh kepada ayahnya.


Namun perpisahan Yusuf dengan Silvia tak membuat Yusuf lantas menyadari kesalahannya, Pria paruh baya itu semakin menjadi saja kelakuannya, bahkan saat ini dia memiliki tiga istri ditempat yang berbeda, itulah yang membuat Dani enggan ikut saat Ayahnya pergi mengunjungi istri - istrinya.


Nisa masuk semakin dalam, namun sosok yang sejak tadi dipanggil tak juga muncul, bahkan tak menjawab panggilannya.


"Dan, Dani" panggilnya lagi, namun masih tetap tak ada jawaban.


"Da--"


Tiba-tiba panggilan nya terputus, suaranya tercekat, gadis itu merasa sesak melihat pemandangan dihadapannya, mata Nisa membulat seakan ingin keluar dari kelopak matanya. Nisa tak menyangka, pria yang sejak tadi membuatnya khawatir tengah bercumbu mesra dengan sahabatnya sendiri, Erika.


Nisa pergi meninggalkan rumah Dani, pemandangan yang begitu menjijikan bagi gadis itu, teringat kembali saat Dani melu*mat bibir Erika dengan sangat rakus, dan Erika membalasnya tak kalah bernafsu, tangan Dani sedang asik meremas salah satu bukit kembar milik Erika, dan tangan Erika menarik tengkuk Dani, keduanya benar-benar tidak menyadari kehadiran Nisa yang tiba-tiba.


πŸ€ πŸ€ πŸ€


Sebelumnya...


Erika datang kerumah Dani hendak menyerahkan undangan ulang tahunnya nanti malam, sebenarnya Erika sangat menyukai Dani, namun pria itu justru berpacaran dengan sahabatnya, Erika tidak rela jika Dani lebih mencintai Annisa daripada dia.


Menurut Erika, dirinya lebih segalanya dari Annisa tapi kenapa Dani lebih memilih gadis itu?

__ADS_1


Dengan alasan mengantarkan undangan, rencananya Erika akan menggoda Dani dengan penampilannya yang sexy, pria mana yang akan tahan melihat tubuh yang sexy? pikir gadis itu.


Saat tiba dirumah Dani, pria itu dibuat terkejut dengan kehadiran seorang gadis yang berpenampilan sexy dirumahnya, pasalnya gadis itu adalah sahabat kekasihnya.


"Erika" Sapa Dani setelah membuka pintu.


"Hai," Erika tersenyum manis.


"Ngapain lo disini? Annisa ngga disini"


"Gue ngga nyari Annisa, ya kali gue kesini nyari dia" sergah Erika.


Dani terkejut dengan jawaban Erika, dahinya berkerut heran, "Hmm, trus nyari siapa dong? masa gue?" pikir Dani.


"Kalo lo ngga nyari Nisa, trus nyari siapa? masa gue?" tunjuknya pada diri sendiri.


"Ya jelas lo, ini kan rumah lo, masa gue nyari Nisa dimari" Keluh Erika, kemudian gadis itu langsung saja masuk tanpa dipersilahkan.


"Lo nyari gue? urusannya apa?" tanya Dani yang masih bingung dengan maksud dan tujuan Erika datang ke rumahnya apalagi dengan pakaian yang cukup terbuka.


Dani pria normal, melihat yang bening-bening seperti ini dihadapannya bisa membuat imannya runtuh, namun pria itu berusaha keras menjaga kepercayaan Annisa kekasihnya, mengingat pengorbanannya mendapatkan hati gadis itu, Dani tidak ingin semua yang telah dia lakukan menjadi sia-sia.


"Gue cuman mau ngasih ini buat lo, acaranya ntar malem, pokonya lo harus datang" ucap Erika, sambil menyodorkan sebuah amplo kecil berisi undangan ulang tahunnya, yang menjadi alasan utama gadis itu, datang kemari dan bisa merayu kekasih sahabatnya itu.


"Acaranya ntar malem kan? nanti gue dateng sama Nisa, lo boleh pulang sekarang" usir Dani.


Erika terkejut dengan ucapan Dani yang seolah mengusirnya, menginginkan dirinya segera meninggalkan rumah itu, padahal tujuannya datang kemari belum dilaksanakan masa sudah harus pulang? Oh no, tidak semudah itu Ferguso.


"Lo ngusir gue? tega lo Dan, padahal jauh-jauh gue kesini buat ngundang lo, bahkan lo ngga nawarin gue minum" ucap Erika sesedih mungkin, berharap Dani luluh.


Dani menghela nafas, ada rasa iba melihat tatapan sendu Erika.


"Ya udah, tunggu disini gue buatin minum dulu, abis itu lo balik deh" pesan Dani, sebelum masuk kedapur mengambilkan air minum untuk Erika.


Erika tersenyum sinis, sepertinya rencana gadis itu berhasil, dilihatnya Dani yang berjalan masuk kearah dapur dan gadis itupun menyusul.


Didapur, Dani sedang membuatkan sirup untuk Erika, tiba-tiba ada tangan yang memeluk pinggangnya dari belakang. Sontak membuat Dani terkejut.


"Erika, kamu apa-apaan sih?" bentak Dani kesal dengan tingkah Erika yang seenaknya.


"Aku sayang kamu Dan" ucap Erika dibalik punggung Dani.

__ADS_1


Dani berusaha melepaskan tangan Erika yang berada di pinggangnya, tapi Erika berkeras tak mau melepaskan tangannya. Hingga Dani menghentakkan tangan Erika dengan kasar hingga berhasil terlepas.


Dani berbalik, dan menatap tajam mata Erika, pria itu sangat kesal, gadis ini benar-benar menguji kesabaran Dani.


Erika yang mendapat tatapan tajam Dani seketika nyalinya menciut, gadis itu menunduk diam, matanya berkaca-kaca.


Dani melihat Erika yang menunduk, ada rasa bersalah telah membentak gadis itu, kemudian Dani menghela nafasnya berat.


"Maaf Erika, aku ngga ada perasaan sama kamu, aku sayang sama Annisa dan dia itu sahabat kamu, apa kamu tega nyakitin sahabat kamu sendiri?" tanya Dani, kini suaranya sedikit lebih lunak.


Erika mengangkat kepalanya, gadis itu menatap kedua mata Dani, ada cinta yang begitu besar terpancar dari kedua bola mata itu, namun sayang bukan untuk dirinya.


"Tapi aku sayang sama kamu Dani, aku tau aku salah, aku ngga maksud buat nyakitin Annisa, tapi kita kan ngga tau kepada siapa rasa itu singgah" ucap Erika. Airmatanya mengalir dari kedua maniknya.


Dani membenarkan ucapan Erika, memang kita tak tau kemana cinta itu akan berlabuh, contohnya dirinya sendiri, Dani tak pernah menyangka akan jatuh hati pada gadis kutu buku bernama Annisa. Dani menghela nafasnya dan kemudian menghembuskannya pelan.


"Trus mau kamu apa?" tanyanya.


"Aku cuma mau peluk kamu, boleh? sekali aja" mohon Erika.


Dani berfikir, mungkin dengan memeluk Erika, bisa membuat gadis itu lebih tenang. Dani menarik Erika kedalam pelukannya, memberi kehangatan ditubuh gadis itu, dibelainya rambut Erika pelan.


Dani berada dibawah sejak tadi, sedangkan ponselnya tertinggal dikamar sejak kedatangan Erika, pria itu tak menyadari bahwa sejak tadi Annisa menghubunginya.


Dani menguraikan pelukannya, pria itu tersenyum manis kepada Erika. Seketika pandangan keduanya saling bertemu, namun buru-buru Dani memutus tatapan itu.


Erika jadi salah tingkah, gadis itu benar-benar jatuh hati dengan pria dihadapannya ini, dengan berani Erika mendekat kearah Dani, kemudian mencium bibir pria itu.


Dani terkejut dengan apa yang dilakukan Erika, dia tidak menyangka bahwa gadis itu akan nekad menciumnya, namun Dani akui ada getaran aneh saat bibir mereka bertemu.


Tbc


tolong dukung author yaa


like vote n komen πŸ‘πŸ‘πŸ‘


jangan lupa jejak πŸ‘£πŸ‘£


silahkan mampir di karya Misa yang lain judulnya "Rasa Yang Tersimpan"


See U All😘😘

__ADS_1



__ADS_2